AirNav Bantu Rp50 Juta untuk Korban Banjir Sulsel

Manajemen AirNav Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sulsel

Makassar, KABAROKE— Manajemen AirNav Indonesia melalui PT Pelindo IV menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Sulsel. Bantuan berupa uang tunai Rp50 juta diserahkan oleh General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service (MATSC), Novy Pantaryanto dan perwakilan AirNav pusat, Hermansyah ke pihak Pelindo IV di Kota Makassar, Sulsel, Kamis kemarin.

Novy mengungkapkan bantuan itu wujud kepedulian AirNav Indonesia terhadap korban banjir Sulsel. Bantuan itu terlebih dulu diserahkan kepada PT Pelindo IV sebagai koordinator BUMN yang ditunjuk Kementerian BUMN. “Bantuan ini atas nama korporasi AirNav Indonesia,” kata Novy.

“Kami pilih beri bantuan uang Rp50 juta agar benar-bisa digunakan sesuai kebutuhan,” sambung Novy.

Menurut dia, sasaran penerima bantuan dari AirNav Indonesia akan dilaporkan oleh PT Pelindo IV. Tentunya, BUMN di bidang kepelabuhan itu pastinya telah memetakan daerah mana yang menjadi prioritas. “Harapan kami penyaluran bantuan kian efektif dengan adanya koordinator BUMN (Pelindo IV).”

“Kan kalau masing-masing BUMN menyalurkan bantuan, bisanya malah menumpuk di satu titik. Belum lagi, tidak semua BUMN bisa langsung menembus akses lokasi bencana,” sambung Novy.

Perwakilan AirNav pusat, Hermansyah, melanjutkan pihaknya patuh pada prosedur penyaluran bantuan untuk korban banjir Sulsel. Olehnya itu, pemberian bantuan harus melalui BUMN yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN. “Ini bentuk sinergi BUMN dan untuk bantuan korban banjir Sulsel itu yang ditunjuk jadi koordinator ya Pelindo IV,” tuturnya.

Menurut dia, AirNav Indonesia selanjutnya akan memantau penyaluran bantuan Rp50 juta yang telah diserahkan ke Pelindo IV. “Penyaluran akan kami pantau, biasanya mereka (Pelindo IV) akan sampaikan kepada kita perkembangannya. Ya kan memang begitu prosesnya, kalau ada bencana di daerah, penyalurannya itu akan ditunjuk satu atau dua BUMN sebagai koordinator,” terangnya.

“Ya itu supaya BUMN tidak sendiri-sendiri. Yang penting kan adanya sinergi BUMN untuk saling membantu,” sambung di.

Lebih jauh, Hermansyah mengungkapkan penyaluran bantuan untuk korban bencana merupakan bentuk tanggungjawab BUMN terhadap sosial. Terlebih, kinerja BUMN malah akan dicap buruk bila tidak menyalurkan bantuan, dimana ada kebijakan yang mengarahkan BUMN untuk menyalurkan bantuan maksimal 4% dari keuntungan. (****)

Related posts