Nursery Vale Produksi 700 Ribu Bibit Pohon Per Tahun

Nursery alias Kebun Bibit PT Vale (Foto : Internet)

Makassar, KABAROKE — Pembangunan berkelanjutan melalui rehabilitasi menjadi komitmen PT Vale Indonesia. Untuk itu, perusahaan di bidang tambang nikel itu bahkan membangun kebun bibit alias nursery dengan produksi yang sangat besar. Tidak tanggung-tanggung, nursery ala Vale bisa memproduksi hingga 700 ribu bibit pohon setiap tahunnya.

Nursery ala Vale dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar yang kini juga menjadi sarana pariwisata bagi masyarakat. “Untuk menyuplai tanaman bagi kegiatan rehabilitasi pasca-tambang, kami bangun nursery yang saat ini memproduksi 700 ribu bibit pohon per tahun,” Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia, Febriany Eddy, di Makassar.

Kebun bibit yang dibangun Vale sejak April 2006 itu merupakan bentuk investasi untuk pembangunan berkelanjutan. Kebun bibit itu pun merupakan salah satu nursery tambang terbesar yang ada di Indonesia. Selain mencetak bibit pohon, nursery itu turut berkontribusi dalam proses rehabilitasi lebih dari 100 hektar lahan pasca-tambang setiap tahunnya.

Nursery ala Vale juga memproduksi berbagai jenis tanaman asli setempat (native species) dan tanaman endemik yang merupakan bagian dari konservasi keanekaragaman hayati. Tanaman lokal antara lain betao, bitti, nyatoh, dan manggis hutan. Sementara tanaman endemik contohnya eboni dan buah dengen. Bibit tanaman lokal diperoleh dari area tambang yang dibuka atau hasil kerja sama dengan masyarakat setempat.

Menurut Febriany, Vale berkomitmen untuk menjaga ekosistem lingkungan sekitar. Olehnya itu, dipastikan pihaknya bahwa seluruh areal lahan bekas tambang akan direhabilitasi menjadi hutan. Namun, memang butuh proses dan waktu. Terdapat tahapan, mulai dari penutupan tambang, penimbunan, penanaman tumbuhan perintis hingga perawatan dan pemantauan.

Upaya Vale untuk melakukan pembangunan berkelanjutan, Febriany menyebut tidak berhenti pada rehabilitasi melalui kehadiran nursery. Perusahaan asing itu juga berinvestasi pada pengolahan air tambang. Vale bahkan menjadi perusahaan pertambangan pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi tersebut.

“Kami menerapkan dua tipe teknologi yang inovatif untuk membersihkan air tambang, di antaranya yakni Cr6+ treatment dan lamela gravity settler. Hasilnya bisa dilihat pada kualitas air di Danau Matano, setelah lebih dari 50 tahun menambang, kualitas air masih sangat terjaga,” klaim dia.

“(Selain rehabilitasi berupa investasi nursery dan investasi pengolahan air), Vale juga berinvestasi hingga ratusan juta dollar untuk mengendalikan emisi udara,” pungkasnya. (***)

Related posts