Hypernet Buka Cabang di Makassar, Ini Alasannya…

CEO Hypernet Sudianto Oei

Makassar, KABAROKE — PT Hipernet Indodata atau Hypernet melakukan ekspansi bisnis ke Kawasan Timur Indonesia. Hal itu ditandai dengan pembukaan Kantor Hypernet Cabang Makassar di Lantai VI Menara Bosowa, Kota Makassar, Sulsel, Senin (18/2). Terdapat tiga alasan perusahaan teknologi informasi itu mengembangkan bisnis ke Kota Daeng.

Chief Executive Officer Hypernet, Sudianto Oei, menyampaikan alasan pertama pihaknya membuka cabang di Makassar karena melihat besarnya potensi pasar di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di kota berjuluk Angin Mamiri. Semakin banyak perusahaan yang tumbuh besar di Makassar. Investor pun kian melirik daerah yang menjadi hub Indonesia Timur tersebut.

“Kantor cabang Makassar merupakan yang keenam secara nasional untuk Hypernet, tapi yang pertama di Indonesia Timur. Kenapa kami buka cabang di Makassar atau Indonesia Timur? Ya ada tiga alasan mendasar, yang pertama itu dari segi market memang sangat potensial,” kata Sudianto.

Besarnya potensi pasar teknologi itu, Sudianto melanjutkan bisa terlihat dari upaya pemerintah yang memacu pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. Istimewanya lagi karena Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia Timur. Olehnya itu, sambung dia, sangat tepat untuk mengepakkan sayap bisnis Hypernet ke Makassar.

“Pertumbuhan ekonomi Makassar pun sangat tinggi dan itu membuktikan potensialnya market,” tuturnya.

Alasan kedua, Sudianto menjelaskan seiring dengan pesatnya pembangunan, infrastruktur teknologi informasi di Makassar maupun Indonesia Timur menjadi semakin baik. Dan, itu tentunya menunjang tumbuh berkembangnya bisnis teknologi informasi maupun konektivitas seperti yang dijalankan oleh Hypernet.

“Alasan kedua, ekosistem infrastruktur di sini (Makassar) sudah terbentuk dengan baik. Faktor itu tentunya sangat membantu untuk pengembangan bisnis (Hypernet),” ucap dia.

Alasan ketiga, Sudianto mengungkap daya beli dan knowledge dari masyarakat Makassar yang semakin baik dari waktu ke waktu. Perusahaan maupun pemerintah daerah sudah melek teknologi sehingga menyadari pentingnya aspek tersebut. “Teknologi sekarang sudah menjadi basic need dan itu menjadi kunci bagi perusahaan untuk berkembang,” terangnya.

Kehadiran Hypernet di Makassar, Sudianto mengimbuhkan diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat. Dengan bantuan Hypernet, ia optimistis perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya akan mampu berkembang pesat dan ikut memberi dampak pada perekonomian daerah.

“Bahkan, semoga Hypernet bisa menjadi cikal bakal pengembangan teknologi untuk industri di Indonesia Timur. Kehadiran Hypernet di Makassar juga kami harapkan bisa membuka lapangan kerja bagi orang-orang lokal,” pungkasnya. (****)

Related posts