46 Dosen Pengabdi UMI Diterjunkan ke Desa Binaan

Rektor UMI Prof masrurah Mokhtar (dok net)
Rektor UMI Prof masrurah Mokhtar (dok net)

Makassar, KABAROKE — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menerjunkan sebanyak 46 dosen untuk mengabdi selama 40 hari pada desa binaan UMI yang tersebar di tiga kabupaten di Sulsel yakni Kabupaten Gowa, Takalar dan Pangkep.

Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, meminta para dosen pengabdi sebelum berangkat harus memperbaiki niat terlebih dahulu agar hasilnya juga sesuai yang diharapkan.

“Tugas pengabdian ini jangan dijadikan beban, karena akan terasa berat untuk dilakukan, apalagi pengabdian dilakukan di desa. Tugas pengabdian ini merupakan tugas yang mulia, Jika dilaksanakan dengan ikhlas, insya Allah akan bernilai ibadah disisi Allah SWT,” katanya.

Sebelum melaksanakan pengabdian pada masyarakat, puluhan dosen itu lebih dulu diberi pembekalan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI.

Materi pembekalan itu terkait metode dakwah, penerapan teknologi tepat guna, kewirausahaan, dan beberapahal penting lainnya.

“Selama melaksanakan tugas pengabdian harus tetap menjaga nama baik almamater, perlihatkan akhlakulkarimah dalam bergaul, bangun silaturahim dengan masyarakat, sehingga keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. Masrurah.

Baca Juga  Mapala Se-Indonesia Kumpul di Sulsel, Bikin Apa Ya...

Ketua LPMD UMI, Prof Dr Salim Basalamah, mengatakan kegiatan pengabdian di desa binaan UMI merupakan kewajiban bagi dosen baru UMI.

“Kegiatan ini juga merupakan salah satu syarat untuk diangkat menjadi dosen tetap UMI. Untuk itu tugas pengabdian ini harus dilaksanakan dengan baik, karena akan dimonitor dan dievaluasi di lapangan,” jelasnya.

Lebih jauh, Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Briton International English School juga telah melakukan penandatanganan kerjasama (Memorandum of Understanding) dalam penyelenggaraan Sertifikasi Cambridge.

Kerjasama antara kedua pihak memang sebagai upaya mendukung Kota Makassar menjadi Kota dunia, terutama pada hal penguatan pengembangan SDM dalam penguasaan Bahasa Inggris.

Kebutuhan akan kemampuan berbahasa inggris sangat penting. Apalagi saat ini sudah masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Bahasa Inggris penting dipahami dan diketahui para dosen dan mahasiswa. Saya berharap kerjasama ini ini bisa berjalan dengan baik dan saling menguntungkan,” kata Ketua Yayasan UMI, Prof Mochtar Jaya. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment