Akhir Agustus, Golkar Tentukan Jagoannya di Pilkada Serentak

Idrus Marham dan Nurdi Halid [dok net]
Idrus Marham dan Nurdi Halid [dok net]
Bogor, KABAROKE — Partai Golkar masih membuka peluang bagi calon yang bakal diusungnya dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018. Partai berlambang pohon beringin itu baru akan memutuskannya dalam rapat yang akan digelar pada 28-29 Agustus 2017.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, pengurus pusat masih menunggu hasil komunikasi politik dari ketua DPD Golkar tingkat provinsi se-Indonesia dalam berkoalisi untuk memenangkan Pilkada Serentak 2018.

“Kita akan putuskan secara formal atas laporan komunikasi politik yang sudah dibangun selama ini. Siapa yang akan diusung Golkar nanti akan diumumkan pada tanggal 28-29 Agustus,” ucap Idrus,¬†seperti dilansir kompas.com, Jumat kemarin.

Ia menyebutkan, tim pilkada tingkat pusat sudah menugaskan kepada seluruh ketua DPD Golkar untuk melakukan komunikasi politik dengan partai-partai di daerah.

Sesuai dengan mekanisme partai, Golkar memegang prinsip bangsa ini harus dipimpin secara bersama-sama. Karena itu, koalisi adalah sebuah kebutuhan dan tuntutan kepemimpinan bangsa dan daerah ke depan.

“Meskipun Golkar telah cukup kursinya untuk mengusung calonnya sendiri, tetapi karena prinsip itu, bangsa ini harus dipimpin bersama-sama. Sehingga koalisi dengan siapa, itu menyesuaikan tergantung pada daerah masing-masing,” ujar Idrus.

Baca Juga  Kenang Masa Sulit Saat Sekolah, NH Beri Perhatian Khusus Dunia Pendidikan

Terkait Pilkada Jawa Barat, Golkar masih terus menimbang calon kepala daerah yang akan diusungnya.

Sejauh ini nama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi muncul sebagai kandidat kuat calon gubernur dari Golkar, namun keputusan tersebut masih bisa berubah.

Idrus mengatakan, walaupun Golkar mengutamakan kadernya sebagai calon kepala daerah, tetapi dinamika politik bisa saja berubah sewaktu-waktu tergantung situasi politik di daerah.

“Untuk Jabar, kita utamakan Dedi sebagai cagub, tapi tergantung dinamika yang ada,” kata dia.

Sejauh ini, Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat sudah melakukan komunikasi dengan PDI Perjuangan. Meski begitu, kata Idrus, keputusan tetap dikembalikan pada DPP Golkar.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Golkar sekaligus Ketua Tim Pilkada Pusat Golkar Nurhin Halid mengatakan masih melihat dinamika yang terjadi di daerah-daerah.

Nurdin menyebutkan, koalisi nasional yang tercipta sekarang idealnya turun ke daerah.

“Tetapi kita juga memahami masing-masing daerah punya dinamika tersendiri. Karena itu, di daerah sudah ada yang tercipta koalisi nasional plus yang turun ke daerah, tapi ada juga koalisi yang tidak tergabung dalam koalisi partai nasional,” ujar Nurdin.¬†(***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment