Duh, Pendukung FAS Blokir Jalan Trans Sulawesi

Massa Pendukung FAS Blokir Trans Sulawesi

Massa Pendukung FAS Blokir Trans Sulawesi

Parepare, KABAROKE — Ratusan pendukung kandidat nomor urut dua pada Pilwalkot Parepare, Faisal Andi Sapada-Asriady Samad, memblokir jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perbatasan Kabupaten Barru-Kota Parepare, Kamis (5/7). Aksi itu ditengarai ekspresi kekecewaan massa, atas Pilwalkot Parepare yang dinilai penuh kecurangan.

Ratusan warga dari ragam elemen memadati area sekitar gapura batas kota, sejak pukul 14.00 WITA, yang memicu kemacetan panjang dari arah Kota Makassar. Di tengah aksi tersebut, massa tiba-tiba membakar ban bekas dan kayu di tengah jalan yang membuat kemacetan semakin parah.

“Ini aksi spontanitas dari massa, yang memang tidak bisa dibendung. Tidak terkoordinir dan tidak ada orasi. Ini murni ekspresi kekecewaan atas proses demokrasi di Kota Parepare,” kata salah seorang warga Kota Parepare, Arsyad, Kamis (5/7).

Ia menyebut pemblokiran dan aksi bakar ban di Trans Sulawesi merupakan bentuk kekecewaan sekaligus penyampaian pesan bahwa Pilwalkot Parepare dipenuhi kecurangan yang nyata. Itu jelas tidak bisa diterima oleh masyarakat. “Sangat jelas gelombang dukungan untuk FAS (Faisal Andi Sapada) sangat besar, namun dikalahkan dengan cara-cara keji dan licik,” tegasnya.

Aksi ratusan pendukung Faisal Andi Sapada-Asriady Samad dikawal oleh ratusan aparat keamanan bersenjata lengkap. Mereka sempat menghalau massa dan memadamkan api yang berkobar di tengah jalan. Beberapa saat kemudian setelah macet berjam-jam, lalu lintas akhirnya kembali normal sekira pukul 16.00 WITA.

Sebelumnya, massa pendukung kandidat nomor urut dua menggelar aksi di KPU dan Panwaslu. Mereka menuntut penanganan serius terhadap dugaan kecurangan Pilwalkot Parepare. Di antaranya yakni pemilih pengguna suket dan KTP dalam jumlah tak wajar yakni mencapai 3000 orang, pemilih di bawah umur serta belasan temuan kerusakan segel dan kotak suara.

Tim Faisal Andi Sapada-Asriady Samad juga sebelumnya menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 52 TPS yang ditengarai bermasalah. Namun keputusan Panwaslu tidak merekomendasikan adanya PSU. Kekecewaan massa pun semakin membesar. Informasi yang dihimpun, aksi serupa kembali akan digelar di titik berbeda. (***)

Korban KM Lestari Maju Dapat Santunan dari Jasa Raharja

Penyerahan Santunan Korban KM Lestari Maju dari Jasa Raharja

Penyerahan Santunan Korban KM Lestari Maju dari Jasa Raharja

Selayar, KABAROKE — PT Jasa Raharja (Persero) menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan KM Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel. Penyerahan santunan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Selayar, Kamis (5/7). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Selayar, Basli Ali dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulsel, Jahja Joel Lami.

PT Jasa Raharja menyerahkan santunan duka sebesar Rp50 juta untuk tiap ahli waris merujuk data yang diterima dari Posko DVI Bidokkes Polda Sulsel. Total ada 35 korban meninggal dunia yang sudah terdata dan dilakukan pengecekan keabsahan ahli waris. Namun, untuk tahap awal, PT Jasa Raharja mengagendakan menyerahkan santunan duka kepada 18 korban meninggal.

Yang hadir pada acara penyerahan santunan pada hari ini hanya 8 ahli waris. Jahja mengungkapkan pihaknya tahap awal ini menyerahkan santunan duka kepada ahli waris korban yang berdomisili di Kabupaten Selayar. Lalu, ada lima korban yang santunannya diserahkan di domisili korban, masing-masing 4 ahli waris di Kabupaten Bone dan 1 ahli waris di Kota Surabaya.

“Seharusnya 18 orang (ahli waris) yang kami serahkan santunan duka, namun pertimbangan azas domisili 5 korban, maka yang lainnya diserahkan di domisilinya yakni di Kabupaten Bone dan Kota Surabaya,” kata Jahja, dalam keterangan persnya, Kamis (5/7).

Jahja melanjutkan santunan duka 17 korban KM Lestari yang belum dibayarkan pada hari ini akan segera diselesaikan. Namun, pihaknya terlebih dulu harus menyelesaikan pengecekan kebenaran dan keabsahan ahli waris. “Sisa 17 korban lainnya sedang dilakukan pendataan ahli waris sebelum dilakukan penyerahan santunan duka,” ucap dia.

Lebih jauh, Jahja menyampaikan untuk santunan biaya perawatan akan diberikan kepada seluruh korban yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, baik itu di puskesmas maupun rumah sakit.

Santunan biaya perawatan akan diberikan kepada seluruh korban yang saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan yang ada baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Kami menyadari apa yang kami berikan tidak dapat menggantikan rasa duka dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga korban, namun itu sebagai bentuk kehadiran negara pada saat masyarakat mengalami musibah,” ujarnya.

KM Lestari Maju berlayar dengan manifes berisi 139 penumpang. Selain itu terdapat 48 unit kendaraan berbagai jenis. Namun belakangan petugas gabungan mengaku telah mengevakuasi 202 korban kecelakaan, terdiri dari 36 meninggal dan 166 selamat. (**)

Menhub Tugaskan KNKT Usut Kecelakaan KM Lestari Maju

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Lokasi KM Lestari Maju

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Lokasi KM Lestari Maju

Makassar, KABAROKE — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menunggu laporan investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perihal kasus kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel, Selasa (3/7). KNKT yang dikomandoi oleh Soerjanto Tjahjono sudah berada di Kabupaten Selayar untuk mencari tahu penyebab kecelakaan sekaligus kelayakan KM Lestari Maju yang sengaja dikandaskan.

Menteri Budi mengungkapkan KNKT akan mengusut dugaan KM Lestari Maju tidak layak beroperasi. Informasi itu banyak beredar di kalangan tertentu, termasuk terkait kapal itu disebut bukan kapal penumpang, melainkan kapal kargo alias barang. KM Lestari juga disebut tidak memenuhi standar untuk melayani jasa transportasi penyeberangan.
“Saya tugaskan KNKT untuk stay di Selayar, biar bisa mengklarifikasi semua surat-surat, keadaan kapal, untuk kepastian berkaitan sinyalemen itu,” ucap Menteri Budi, di Makassar, Rabu (4/7).

Menteri Budi menunggu laporan formal dari KNKT pada Rabu malam atau paling lambat pada Kamis pagi. Sejauh ini, kata dia, hal teknis mengenai keadaan kapal diakuinya masih sepotong-sepotong, sehingga belum bisa disampaikan kepada publik.

Menteri Budi menegaskan Kemenhub pada dasarnya mengeluarkan izin untuk kapal apa pun, selalu merujuk  rekomendasi yang terbit pada level instansi terkait di tingkat bawah. “Kita konsisten. Apabila bukan kapal layak, maka kami tindak tegas operator. Akan ada sanksi pidana,” ujarnya.

Terlepas dari informasi ketidaklayakan, KM Lestari Maju dianggap Menteri Budi cukup sigap dalam menangani kecelakaan. Itu terlihat dimana pada kapal disediakan jaket pelampung atau lifejacket, seperti pada foto-foto yang tersebar. Namun prosedur penanganan, seperti tindakan nakhoda yang mengkandaskan kapal perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Beri kesempatan KNKT untuk bekerja,  melakukan penelusuran. Setelah itu mereka memberi rekomendasi, catatan-catatan yang lebih pasti” ujarnya.

KM Lestari Maju berlayar dengan manifes berisi 139 penumpang dan 48 kendaraan dari berbagai jenis. Namun, belakangan terungkap jumlah penumpang tidak sesuai manifes. Buktinya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 202 penumpang. Rinciannya yakni 36 meninggal dunia dan 166 selamat. (**)

BPS : Ekspor Sulsel Tembus US$105,47 Juta

Pemerintah Indonesia Siap Melakukan Ekspor ke Rusia dan Dubai [dok net]

Ilustrasi [dok net]

Makassar, KABAROKE —  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Sulsel periode Mei 2018 menunjukkan trafik menggembirakan. Terjadi peningkatan nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan-pelabuhan lingkup Sulsel menembus US$105,47juta.

Bila dibandingkan torehan April 2018, nilai ekspor Sulsel pada Mei tahun ini meningkat 20,93 persen. Sebulan sebelumnya, nilai ekspor dari daerah yang menjadi pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia hanya berkisar US$87,22 juta.

“Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulsel pada Mei 2018 tercatat mencapai US$105,47 juta. Angka itu mengalami peningkatan sebesar 20,93 persen bila dibandingkan nilai ekspor pada April 2018 yang mencapai US$87,22 juta,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Kata Nursam, nilai ekspor Sulsel periode Mei 2018 juga mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada Mei 2017, nilai ekspor Sulsel mencapai US$87,48 juta atau naik 20,57 persen.

Menurut dia, lima komoditas utama asal Sulsel yang banyak diekspor periode Mei 2018 terdiri atas nikel, biji-bijian berminyak dan tanaman obat, kayu dan barang dari kayu, garam belerang dan kapur serta ikan udang dan hewan air bertulang belakang lainnya. Masing-masing distribusi dari lima komoditas itu yakni 69,39 persen, 9,03 persen, 4,89 persen, 3,77 persen dan 3,06 persen.

“Sebagian besar ekspor pada Mei 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat dan Filipina dengan proporsi masing-masing 75,50 persen, 14,44 persen, 4,48 persen dan 3,18 persen,” pungkasnya. (***)

Ini Orang Terakhir yang Dievakuasi dari KM Lestari Maju

Evakuasi Penumpang KM Lestari Maju

Evakuasi Penumpang KM Lestari Maju

Selayar, KABAROKE — Evakuasi para penumpang KM Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar telah dihentikan, Rabu (4/7) dini hari. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu nelayan dan kapal dari tim SAR terpadu. Nakhoda dan pemilik kapal menjadi orang terakhir yang dievakuasi dari KM Lestari Maju.

Direktur Jenderal Hubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, R. Agus H. Purnomo, mengatakan sisa penumpang di atas kapal KM Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Proses evakuasi penumpang di atas kapal sudah selesai (Rabu dini hari). Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KM Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR,” ujar Agus, dalam keterangan persnya, Rabu (4/7).

Cuaca buruk sempat menghambat proses evakuasi para penumpang kapal karena susah bagi kapal-kapal merapat ke lokasi kandasnya KM Lestari Maju. Meski begitu, berkat kerja keras tim SAR, sisa penumpang kapal bisa dievakuasi. Olehnya itu, Agus memberikan apresiasi kepada tim SAR yang bekerja dengan penuh kehati-hatian dan terencana.

Saat ini, Agus mendampingi Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menuju lokasi musibah KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar, Sulsel. Keduanya ingin memastikan dan melihat langsung langkah-langkah lanjut terkait musibah kandasnya kapal KM Lestari Maju.

Pada kesempatan ini, Agus mengaku telah menerima laporan adanya korban penumpang yang meninggal dunia akibat musibah kandasnya KM Lestari Maju. “Saya menyampaikan turut berduka cita bagi para korban meninggal dunia atas musibah KM Lestari Maju di perairan Selayar. Saya dan jajaran Perhubungan Laut sangat prihatin dengan adanya kejadian ini,” ujarnya.

Disinggung tentang penyebab terjadinya musibah KM Lestari Maju, Agus menegaskan bahwa saat ini Ditjen Perhubungan Laut sedang fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi. “Kami fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi, terkait penyebab terjadinya musibah tersebut, kami serahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk memastikan jumlah korban yang meninggal.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menegaskan bahwa kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju sengaja dikandaskan dan tidak tenggelam seperti informasi yang beredar di luar.

Kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju dikandaskan di perairan Kabupaten Selayar-Kabupaten Bulukumba, Sulsel pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA.

Kapal KM Lestari Maju tujuan
Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto dan sesuai manifes membawa 139 orang penumpang. Kapal itu dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Kabupaten Selayar.

Adapun kapal tersebut juga membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

Sebagai informasi, Kapal KMP. Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira-Pamatata. (***)

Korban Tewas KM Lestari Maju Jadi 29 Orang

Evakuasi Penumpang KM Lestari Dihentikan Rabu Dini Hari

Evakuasi Penumpang KM Lestari Dihentikan Rabu Dini Hari

Makassar, KABAROKE — Korban tragedi Kapal Motor (KM) Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulsel, Selasa (3/7), terus bertambah. Informasi terakhir yang dihimpun hingga Rabu (4/7) pukul 01.45 WITA, korban tewas akibat musibah tersebut telah mencapai 29 orang. Korban meninggal dunia terdiri atas anak-anak, dewasa dan lanjut usia.

Evakuasi terhadap penumpang KM Lestari Maju dihentikan pada Rabu dini hari. Terakhir yang dievakuasi adalah nakhoda kapal yakni Agus Susanto. “Hari ini kami berencana menyisir kembali untuk mencari korban yang kemungkinan hanyut atau tenggelam. Kami fokus penyelamatan penumpang dulu,” kata Kepala Polres Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, Rabu (4/7).

KM Lestari Maju dilaporkan mengalami masalah pada Selasa sekitar pukul 13.40 WITA. Terjadi kerusakan mesin di lambung kiri kapal yang membuat air masuk di dek lantai bawah. Kondisi itu diperparah dengan cuaca yang kurang bersahabat. Padahal, kapal yang bertolak dari Kabupaten Bulukumba itu sudah hampir berlabuh di Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar.

KM Lestari Maju akhirnya dilaporkan dikandaskan sebelum karam di dekat sebuah pulau dan pantai di Desa Bungayya, Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal itu diketahui mengangkut 139 penumpang dan 48 kendaraan dari berbagai jenis golongan. KM Lestari Maju juga membawa dana Rp30 miliar dari Bank Sulselbar untuk gaji ke-13 ASN dan dana BOS Kabupaten Selayar.

Berikut daftar korban meninggal dunia pada tragedi KM Lestari Maju berdasarkan informasi terakhir pada Rabu (4/7) pukul 01.45 WITA :

1. Hari Laksono, alamat Jl. Jeruk (ASDP Pamatata)
2. Drs. Rurung, umur 51 tahun, alamat Jl. Mangga Benteng (suami)
3. Hj. Marlia, umur 44 tahun, alamat Jl. Mangga Benteng (istri)
4. Hj. Amawati, umur 43 tahun, alamat Desa Laiyolo Kec. Bontosikuyu.
5. Sitti Saerah, umur 58 tahun, alamat Desa Onto Kec. Bontomatene.
6. H. Abd. Rasyid, alamat Jl. Jend. Ahmad Yani Benteng
7. Rini Nurianti, umur 29, alamat Bonea Kec. Benteng Kep. Selayar.
8. Abizar, umur 2 tahun, alamat Bonea (anak Rini Nurianti)
9. Rosmiati, umur 40 tahun, alamat Jl. Manga Benteng
10. Demma Ganrang, umur 45 tahun, alamat Kalaroi Kec. Bontomatene
11. Andi Le’leng, umur 47 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu
12. Syamsuddin, umur 50 tahun, alamat Jl. Pierre Tendean Benteng
13. Hensi, umur 64 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu (suami)
14. Ati Mala, umur 58 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu
15. Denniamang, umur 74 tahun, alamat Lambongan Kec. Bontomatene
16. Marwani, umur 46 tahun, alamat Sappang Herlang Singa
17. Hj. Salmiah, umur 55 tahun, alamat Kab. Sinjai.
18. A. Abd. Rasyid, umur 42 umur, alamat Jl. Pahlawan benteng selayar (asal banyorang KEC. Tompo bulu Kab. bantaeng)
19. Suryana, umur 55 tahun, alamat Bonehalang Kec. Benteng.
20. Dempa, umur 50 tahun, alamat Kalaroi Kec. Bontomatene
21. Nurlia, umur 64 tahun, alamat Batangmata sapo Kec. Bontomatene
22. Andi Junaeda, umur 70 tahun, alamat Bone
23. Norma, umur 50 tahun, alamat Benteng Somba Opu.
24. Ningsih, umur, alamat Cinimabela ( Takalar / Galesong)
25. Haidir, umur 2 tahun, alamat Cinimabela ( Takalar / Galesong) (anak dari Pr. Ningsih)
26. Kartini, umur 60 tahun, alamat cinimabela desa parak Kec. Bontomanai selayar
27. Siti baedah, umur 55 tahun, alamat desa baraklambongan Kec. Bonto matene selayar
28. Jumbrah, alamat 50 tahun, pekerjaan barugayya Kec. Bontomanai selayar
29. Mayat perempuan usia 50-60 tahun tanpa identitas. (***)

Jumlah Korban KM Lestari Maju Masih Simpang Siur

Penumpang KM Lestari Maju (Foto : Istimewa)

Penumpang KM Lestari Maju (Foto : Istimewa)

Makassar, KABAROKE — Kapal feri bernama KM Lestari Maju dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulsel, Selasa (3/7). Kapal yang mengangkut ratusan penumpang dan muatan itu sekarang dalam proses evakuasi. Adapun jumlah korban dalam musibah tenggelamnya kapal itu hingga kini masih simpang siur.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan KM Lestari Maju yang dilaporkan tenggelam sudah dikandaskan di salah satu pulau. Kapal feri itu tidak seluruhnya karam alias tenggelam. Laporan sementara, KM Lestari Maju memang mengalami masalah kebocoran lambung kapal.

KM Lestari Maju diketahui berlayar dari pelabuhan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. Lambung kapal disebut bocor sehingga nakhoda berinisiatif membawanya ke pulau terdekat sebelum tenggelam.

“Kapal itu sedang dikandaskan di salah satu pulau, jadi tidak sepenuhnya tenggelam di laut. Ya dikandaskan saja. Saat kapal tersebut oleng, banyak yang terjun,” kata Dicky, Selasa (3/7).

Kepolisian belum mengetahui dan belum menerima laporan pasti mengenai penyebab bocornya lambung kapal. Sedangkan, informasi awal terdapat empat korban meninggal dunia, termasuk salah satu bayi. Hanya saja, belum diketahui identitasnya. “Sekarang kami masih proses evakuasi dulu,” tuturnya.

KM Lestari Maju

KM Lestari Maju

Informasi jumlah korban KM Lestari Maju sendiri masih simpang siur. Terdapat pula kabar yang menyebut jumlah korban meninggal sebanyak enam orang dan ada pula yang mengabarkan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, sendiri membenarkan soal kabar nahas KM Lestari Maju. Namun dia menampik bahwa ada korban. Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa. “Sudah selesai, dan tak ada korban, hanya kandas di Bira,” singkatnya. (**)

KM Lestari Maju Tenggelam di Perairan Selayar

KM Lestari Maju

KM Lestari Maju

Makassar, KABAROKE — Sebuah kapal feri yang melayani penyeberangan antara Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba dengan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, dilaporkan karam di perairan Selayar, Selasa (3/7) siang. Kapal feri yang bernama KM Lestari Maju itu diketahui memuat penumpang dan barang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, KM Lestari tenggelam di depan Ujung Pa’badilang, Kabupaten Selayar saat hendak berlabuh. Kapal tersebut tenggelam setelah mengalami kebocoran lambung kapal. KM Lestari Maju mengangkut ratusan penumpang, puluhan mobil bus penumpang dan minibus serta sepeda motor.

Tenggelamnya KM Lestari Maju mendadak viral di media sosial. Itu lantaran sebelum tenggelam, penumpang masih sempat mengabadikan foto dan video kepanikan penumpang. Termasuk posisi kapal yang tenggelam serta mobil yang mengapung terbawa arus ombak tinggi.

Juru bicara Basarnas Makassar, Hamsidar, membenarkan informasi tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Selayar. Namun, pihaknya belum mendapatkan informasi detail mengenai ada tidaknya korban dalam kejadian tersebut. Korban maupun jumlah penumpang dalam KM Lestari Maju pun masih simpang siur.

“Tidak jauh dari daratan Kepulauan Selayar, KM Lestari Maju tenggelam. Belum tahu pasti ya adanya korban atau tidak,” ucapnya, Selasa (3/7).

Hamsidar menyampaikan Tim Basarnas dari Bantaeng dan Bulukumba sudah bergerak ke lokasi tenggelamnya KM Lestari Maju. Tim Basarnas Makassar pun sudah dalam perjalanan. Saat ini, proses evakuasi memang dilaporkan masih sementara berlangsung.

“Tim Basarnas dari Bantaeng dan Bulukumba sedang dalam perjalanan ke lokasi tenggelamnya kapal. Tim Basarnas Makassar juga menyusul ke lokasi tenggelam,” pungkasnya. (***)

Juni 2018, Daya Beli Petani Sulsel Turun 0,17 Persen

Harga Gabah Petani Kembali Merosot dalam Beberapa Waktu Terakhir

Harga Gabah Petani Kembali Merosot dalam Beberapa Waktu Terakhir

Makassar, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat daya beli petani di Sulsel melemah pada Juni 2018. Terjadi penurunan NTB gabungan sebesar 0,17 persen menjadi 103,14. Diketahui periode Mei tahun ini, daya beli petani provinsi yang menjadi gerbang Kawasan Timur Indonesia sempat menembus 103,31.

“NTP (Nilai Tukar Petani) gabungan Sulsel pada Juni 2018 sebesar 103,14 atau terjadi penurunan sebesar 0,17 persen bila dibandingkan dengan NTP pada Mei 2018 dengan NTP sebesar 103,31,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Pelemahan daya beli petani Sulsel pada bulan keenam tahun ini terjadi setelah sebelumnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada Mei 2018, NTP Sulsel sempat naik 1,37 persen. Adapun penurunan NTP kali ini mengulang catatan negatif pada awal tahun.

NTP diketahui diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang harus dibayarkan petani. NTP menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat daya beli petani di pedesaan.

NTP juga dapat menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, maka secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani.

Nursam mengatakan kesimpulan data penurunan NTP Sulsel pada Juni 2018 merujuk pada hasil pemantauan harga-harga pedesaan. Penurunan NTP terjadi disebabkan indeks yang diterima petani terbilang rendah yakni 0,51 persen. Di sisi lain, indeks yang dibayar petani cukup tinggi mencapai 0,68 persen.

Menurut Nursam, penurunan NTP Sulsel pada bulan keenam tahun ini dipengaruhi merosotnya secara signifikan subsektor tanaman perkebunan rakyat mencapai 2,54 persen. Itu membuat kenaikan empat subsektor lainnya tidak terlalu berpengaruh meliputi subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor peternakan dan subsektor perikanan. (**)

Bersama RMS, Menteri BUMN : Ini Sidrap, Bukan Eropa

Bupati Sidrap Rusdi Masse Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Bupati Sidrap Rusdi Masse Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Sidrap, KABAROKE — Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno berdiri bersama di PLTB Sidrap menanti kedatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan PLTB Sidrap tersebut, Senin (2/7/2018).

Selain Rini, RMs juga berbincang bersama Menteri PU dan ESDM Ignius Jonan. Ada hal menarik dalam percakapan mereka, khususnya yang diungkapkan Menteri BUMN.

“Pak Bupati ini hebat loh. Turbin ini kan biasanya kita dapat kalau kita ke Eropa. Ingat, ini bukan Eropa loh, ini Sidrap. Ini Sidrap,” ujar Rini berulang ulang.

Sekadar diketahui PLTB Sidrap ini adalah energi alternatif terbarukan dengan menghasilkan 75 MW daya listrik. Inilah energi terbarukan pertama dan terbesar di Indonesia.

Bupati Sidrap H Rusdi Masse mengatakan bahwa keberadaan PLTB Sidrap ini tak lepas dari seluruh peran aktif semua pihak.

“Ini akan kita jaga terus kawal terus. Pemkb Sidrap bukan hanya tahap dua kita support tapi sebelumnya ini tahap pertama kita support penuh,” ujar RMS.

Ini adalah sebuah kebanggaan bagi warga Sidrap dan seluruh warga Indonesia. Inilah leradaban baru Indonesia hadir di Kabupaten Sidrap.

“Mari kita saling support. Dengan adanya PLTB Sidrap ini selain akan meningkatkan energi juga meningkatkan perekonomian Sidrap tentunya,” jelas RMS. (***)

1 2 3 4 5 959