35 Perusahaan Kelapa Sawit Raih Sertifikat ISPO

Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit (dok net)

Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menyerahkan sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada 35 perusahaan perkebunan kelapa sawit, di Hotel Borobudur, Rabu, 3 Agustus. Penyerahan sertifikat itu dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Puluhan perusahaan yang menerima ISPO tersebut dipastikan telah melalui proses audit. Pengelolaan industri kelapa sawitnya dinyatakan telah sesuai dengan standar pengelolaan hingga produksi.

Anggota Komisi ISPO, Hendrajat Natawidjaya, menjelaskan ISPO merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memajukan industri kelapa sawit ke kancah internasional. Dengan mensertifikasi ISPO, pihak asing bisa mengetahui bahwa industri kelapa sawit nasional melalui standar dan memperhatikan lingkungan.

“Hari ini dikukuhkan yang mendapat sertifikasi ISPO sebanyak 35 industri yang sudah sesuai dengan audit,”ujar Hendrajat di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 3 Agustus. Total, sudah ada sekitar 149 perusahaan yang meraih ISPO. Sampai akhir tahun ini, ditargetkan 200 perusahaan yang mendapat sertifikat ISPO.

Hendrajat melanjutkan dengan sertifikasi ISPO, industri kelapa sawit diharapkan memiliki daya saing di kancah global. Kendati demikian, harus diakui ISPO sekarang masih standar nasional dan perlu diperkenalkan ke luar mengenai standar yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan industri kelapa sawit global.

“Saya juga sudah melakukan kunjungan dan memperkenalkan sistem kita ini ke beberapa negara. Ini memerlukan waktu untuk diterima di dunia luar dan perlu dukungna kita semua (industri kelapa sawit) untuk mengikuti satu-satunya standar nasional yang nantinya diakui dunia luar,” ucap dia. (Fajar)

Pelengseran Bupati Barru Ditengarai Bermotif Bisnis

Bupati Barru Idris Syukur Saat Menjalani Sidang Kasus Dugaan Pemerasan dan Tindah Pidana Pencucian Uang (dok net)

Bupati Barru Idris Syukur Saat Menjalani Sidang Kasus Dugaan Pemerasan dan Tindah Pidana Pencucian Uang (dok net)

Makassar, KABAROKE — Rentetan dugaan kriminalisasi ke Bupati Barru, Andi Idris Syukur, seolah tak pernah ada habisnya. Terbaru, kepala daerah dua periode ini harus menghadapi “permainan” untuk menonaktifkannya sementara. Idris juga segera menghadapi putusan atas kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang yang membelitnya.

Penasehat Hukum Idris, Alyas Ismail, menyatakan pengusulan penonaktifan Idris semakin mempertegas jika ada oknum besar di Jakarta yang ingin terus menjatuhkan Idris dari posisinya. Harusnya, kata dia, semua pihak mengedepankan azas praduga tak bersalah, dimana kasus Idris masih dalam proses pembelaan.

“Saya sebagai praktisi hukum, keberatan dan akan melawan ini. Hukum tidak boleh dijadikan alat politik dan bisnis. Ini juga menyangkut orang banyak di Barru yang selama ini setia berjuang bersama Pak Idris menduduki Bupati Barru,” kata Aliyas, Rabu, 3 Agustus.

Aliyas menuturkan, pemerintah tidak boleh tunduk atau dibawah telunjuk oknum tertentu di pusat yang diduga “otak” dari skenario menjatuhkan Idris. Sebab seharusnya rekomendasi bisa menunggu putusan. Diketahui, sidang terakhir Idris adalah tahap penuntutan dimana kliennya dituntut 4 tahun 6 bulan penjara.

“8 Agustus itu pembelaan. Mudah-mudahan hakim tidak menunda jadwalnya, sehingga pekan depannya sudah bisa putusan. Adilnya, seharusnya rekomendasi menunggu putusan dulu,” kata Aliyas.

Ia menilai, penerbitan rekomendasi sebelum ada putusan, bisa menimbulkan ketidakpastian hukum. Lagi pula jika dakwaan tidak terbukti, maka imbasnya ke Bupati Barru. “Inilah pentingnya azas praduga tak bersalah. Seharusnya pemerintah dan semua pihak bisa bersikap arif dan bijaksana dalam memandang perkara ini,” imbau Aliyas.

Aliyas menambahkan, proses hukum yang dihadapi Idris, sarat dengan nuansa politik dan bisnis. Menurutnya, ada kecenderungan proses hukum dijadikan alat demi mewujudkan kepentingan politik dan bisnis pihak tertentu.

Bagi Aliyas, tindakan yang dinilai tidak adil terhadap Idris harus dilawan. Jika tidak, negara ini bisa hancur, lantaran gampang dipermainkan pihak tertentu. Apalagi, usulan penonaktifan tidak lepas dari dugaannya terhadap orang besar di Jakarta.

“Tetapi kita paham betul, permainan oknum dalam perkara ini bergerak di Pusat. Terbukti, kasus ini penyidikannya di Mabes Polri, lalu tuntutannya di Kejagung. Ada apa?,” kecam Aliyas.

Atas rentetan dugaan kriminalisasi itu, Aliyas meminta pihak berwenang di Kemendagri tidak menelan mentah-mentah penonaktifan itu. Sebab sekali lagi, kasus ini dari awal, motifnya sudah ketahuan. (***)

Lantik 23 Kades, Bupati Lutra : Jangan Sombong !

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani

Masamba, KABAROKE — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melantik 23 kepala desa alias kades di Masjid Awwalul Istiqbal, Kecamatan Masamba, Rabu, 3 Agustus. Dalam sambutannya, Indah berpesan agar para kades nantinya tidak berperilaku arogan hanya karena jabatannya. Kades diminta mengutamakan pelayanan masyarakat.

Indah menyebut adanya kades yang sombong kerap dikeluhkan anggota DPRD Luwu Utara. Hal itu pernah disampaikan legislator kepadanya saat masa reses. Menurutnya, tidak sepantasnya kades menjadi sombong hanya karena jabatannya yang memperoleh Alokasi Dana Dana sebesar miliaran rupiah. Toh, itu adalah uang rakyat.

“Jangan hanya karena dapat ADD itu menjadi sombong. Ini ada anggota DPRD yang sampaikan ke saya bahwa ada kepala desa yang sombong. Semasa anggota DPRD melakukan reses, kepala desa itu tidak mau datang, padahal sebelumnya komunikatif,” kata Indah di hadapan kades terpilih.

Ia menegaskan kades mesti mampu bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat untuk membantu pemerintah membangun Luwu Utara. Ia berharap tugas dan tanggungjawab tersebut mampu dijalankan sebaik-baiknya.

Dalam pelantikan tersebut, Indah juga sempat menyinggung panitia acara yang dianggap kurang persiapan. Acara itu memang tampak digelar seadanya. Misalnya, tenda bagi undangan keluarga yang sama sekali tanpa dekorasi. “Ini merupakan momen bahagia bagi 23 kepala desa, masa tenda sama sekali tidak ada hiasannya,” ucapnya.

Berikut hasil Pilkades Serentak Kabupaten Luwu Utara 2016.
Kecamatan Tanalili
1. Desa Patila : Hasdi
2. Desa Bungadidi : Kaso Baso
3. Desa Sumberdadi : Winartho
Kecamatan. Bone-bone
4. Desa Sukaraya : Sutikno
Kecamatan Sukamaju
5. Desa Tulung Sari : Syamsul Bahry
6. Desa Kaluku : Asri Rusdin
Kecamatan Malangke
7. Desa Takkalala : Nasrianti
8. Desa Tolada : Andi Zulfadi, SE
Kecamatan Malbar
9. Desa Waelawi : Ir. Tasran
10. Desa Kalitata : Basri
11. Desa Wara : Basruddin B
12. Desa Pombakka : Akhiruddin K
13. Desa Pao : Hajar
Kecamatan Masamba
14. Desa Lapapa : Masrong
15. Desa Rompu : Rusdi
16. Desa Pandak : Masrun
17. Desa Sepakat : Ahad Basri
Kecamatan Baebunta
18. Desa Bumi Harapan : Basrun
19. Desa Mukti Jaya : Andi Basnar Racasiwi, SE
Kecamatan Sabbang
20. Desa Sabbang : Amir Jaya
21. Desa Tulak Tallu : Main, S.Sos
Kecamatan Rongkong
22. Desa Komba : Lancar
Kecamatan Seko
23. Desa Hono : Ilham

Demi Cinta, Pria Ini 10 Hari Tunggu Kekasih di Bandara

Alexander Rela Melintasi Samudera dan Menunggu Kekasihnya Selama 10 Hari di Bandara tanpa Kepastian

Alexander Rela Melintasi Samudera dan Menunggu Kekasihnya Selama 10 Hari di Bandara tanpa Kepastian (dok net)

Beijing, KABAROKE — Cinta bisa membuat seseorang rela melakukan apapun untuk menggapainya, seperti yang dilakukan pria asal Belanda, Alexander Pieter Cirk, 41 tahun. Ia melintasi samudera dari negara asalnya ke negara pujaan hatinya, Zhang, di China. Pengorbanan Alexander berlanjut dengan menunggu selama 10 hari sang kekasih di bandara tanpa adanya kepastian.

Dilansir dari CCTV News, kisah asmara itu berawal ketika Alexander mengenal seorang gadis China berusia 26 tahun lewat dunia maya. Setelah dua bulan berkomunikasi di dunia maya, rasa cinta tumbuh di antara keduanya, atau setidaknya itulah yang ada di benak Alexander. Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan memberi kejutan kepada Zhang dengan berkunjung ke China.

Setibanya di Bandara Huanghua, Alexander langsung menghubungi Zhang, tetapi pujaan hatinya tak kunjung muncul. Tak menyerah, Alexander memutuskan untuk tetap menunggu di bandara. Sayangnya, setelah 10 hari menginap di bandara, Zhang tak juga datang. Kejutan yang disiapkan itu berubah menjadi nasib malang bagi sang pria yang akhirnya dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan.

Kisah Alexander itu belakangan membuat heboh dunia maya karena foto-fotonya sedang sekarat menunggu sang kekasih di sebuah bandara menjadi viral.

image

Zhang yang mengetahui informasi tersebut kemudian menghubungi salah satu stasiun TV setempat. Ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Zhang tidak menyangka kekasihnya akan ke China mengingat mereka sebelumnya berjanji untuk saling bertemu muka setelah satu tahun.

“Kami punya hubungan yang romantis, tapi kemudian dia punya perasaan yang berlebihan,” kata Zhang seperti dilaporkan CCTV News. “Suatu hari dia tiba-tiba mengirimkan foto tiket pesawat dan kupikir itu hanya lelucon. Dia tidak menghubungiku lagi setelah itu.”

Usut punya usut, ketika Alex mengirimkan foto, ponsel Zhang ternyata sedang tidak aktif lantaran dirinya terbang ke kota lain untuk operasi plastik. Ia pun berjanji akan segera menemui Alexander setelah masa pemulihan pasca operasi. Adapun, Alexander yang galau dan patah hati sudah kembali ke negara asalnya. (***) Read more

DPR Soroti Lemahnya Perawatan Bandara, Khususnya di Daerah Ini…

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (dok net)

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Anggota Komisi VI DPR-RI, Bowo Sidiq Pangarso, menyoroti lemahnya perawatan bandara di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan saat kunjungan kerja ke Direksi PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Sultan Thaha, Jambi pada Selasa, 2 Agustus lalu.

“Saya minta tolong Angkasa Pura memperhatikan perawatan bandara, sebab ini biasanya menjadi titik lemah. Saya datang ke Makassar, bandaranya sudah tak sebagus awalnya. Lalu di Bali yang baru diperbaiki, karpetnya sudah bolong-bolong,” paparnya.

Ia pun membandingkan kondisi bandara di dalam dengan luar negeri yang menurutnya masih cukup terawat. “Nah ini menjadi bagian dari maintenance kita. Nah kalau di luar negeri itu kondisi bandaranya masih stabil. Tapi kalau bandara kita lama-lama makin turun,” tutur dia.

Politikus Golkar ini pun mendorong PT Angkasa Pura melakukan perawatan lebih baik untuk ke depannya. “Ini pekerjaan rumah kita. Coba mulai ke depan bagaimana perawatan itu dilakukan. Mau rugi ya apa boleh buat, yang penting service baik,” ujarnya.

“Jangan sampai hanya mengejar untung, tapi pelayanan seperti gedung jelek dan kusam. Coba Bapak ke Makassar, kaca-kaca sudah mulai kusam dan atap bocor. Kita bisa membangun, tapi perawatannya tidak baik,” sambung Bowo.

Ia menginginkan agar pengelolaan bandara bisa menjadi lebih baik untuk di masa mendatang. Karena selain dapat mengembangkan roda perekonomian, juga dapat mendorong para wisatawan untuk datang. (***)

Serangan Militer Suriah Tewaskan 60 Anggota ISIS

Ilustrasi

Ilustrasi

Damaskus, KABAROKE — Serangan militer Suriah ke kota kecil yang dikuasai ISIS di provinsi Deir Az-Zour, Selasa, 2 Agustus, menimbulkan puluhan korban dari kelompok militan tersebut. Dilansir dari Kantor Berita Suriah, SANA, tercatat sebanyak 60 anggota ISIS meregang nyawa dalam peristiwa tersebut.

Unit militer dilaporkan menyerang posisi ISIS di kota kecil Jnaineh yang terletak dua kilometer di sebelah barat Deir Al-Zour. SANA juga melaporkan militer Suriah sukses menggagalkan serangan ISIS yang menewaskan puluhan anggota mereka, termasuk komandan yang memimpin serangan.

ISIS diketahui menguasai sebagian besar pinggiran porovinsi Deir Al-Zour, kecuali Jneinah, yang masih berada di bawah kendali pemerintah tapi dikepung oleh petempur ISIS. Pesawat tempur Rusia sering kali menjatuhkan bantuan dan makanan melalui udara kepada warga yang terkepung di kota itu.

Dilansir dari Kantor Berita Xinhua, Deir Al-Zour merupakan wilayah penting bagi ISIS karena dekat dengan daerah yang dikuasai oleh kelompok itu di negara tetangga Suriah, Irak. (***)

Sidang Lanjutan Jessica, Giliran Polisi Jadi Saksi

Jessica Kumala Wongso dalam persidangan kasus pembunuhan yang dilakukannya

Jessica Kumala Wongso dalam persidangan kasus pembunuhan yang dilakukannya

Jakarta, KABAROKE — Sidang lanjutan kasus kopi maut yang menewaskan Mirna Salihin diagendakan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 3 Agustus. Sidang dengan terdakwa Jessica Kumala Sari itu akan mendengar keterangan anggota Polsek Tanah Abang. Sebelumnya, sidang itu juga telah mendengar kesaksikan sejumlah karyawan Cafe Olivier.

Salah seorang kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, membenarkan agenda persidangan hari ini mendengar keterangan polisi. Sesuai agenda, agenda kesaksiannya berlangsung pukul 09.00 WIB. Selain polisi itu, pihaknya belum mengetahui apakah ada saksi lain atau tidak dalam sidang kesepuluh ini.

Yudi mengaku menyerahkan semua ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai penghadir saksi-saksi tersebut. “Tapi kemungkinan sama ahli bakal bersaksi. Tapi saya tidak bisa memastikan, kan itu terserah jaksa,” ujarnya.

Sementara itu, hingga kini, Yudi masih yakin bahwa saksi-saksi yang dihadirkan JPU tak bakal memberatkan Jessica, justru malah meringankan. Sebab, tak ada satupun saksi yang menuturkan melihat Jessica menaruh sianida di es kopi Vietnam yang diseruput mendiang Mirna. “Belum bisa membuktikan Jessica menaruh racun,” ujarnya. (***)

Fenemona Peredaran Narkoba di Makassar, Anak Dipaksa Ayahnya Dagang Sabu

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Beragam cara digunakan sindikat narkoba untuk mengedarkan barang haram tersebut demi mengeruk keuntungan. Bahkan, sampai cara yang tidak diduga ditempuh, seperti dengan memperalat anak untuk dagang sabu. Modus seperti itu baru saja diungkap Polda Sulsel di Makassar.

Kepolisian menangkap seorang pelajar SMP, ZK (13), yang mengaku menjual sabu atas perintah ayahnya. Kini, polisi sedang mengejar ayah biadab yang tega menjerumuskan anaknya dalam lingkaran kejahatan. Adapun, kepolisian menetapkan ZK sebatas korban atas dugaan eksploitasi orangtuanya.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel akan menyerahkan ZK (13) sebagai korban untuk kasus eksploitasi anak ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Selanjutnya, satuan kerja itulah yang akan mengusut kasus ZK. Adapun, Direktorat Reserse Narkoba akan berupaya mengungkap jaringan narkoba ayah remaja tersebut.

“Kami kaget saat menangkap ZK karena masih anak-anak. Usut punya usut ternyata ZK disuruh ayahnya dagang sabu. Itu bentuk ekploitasi anak, makanya kasusnya kami koordinasikan ke Ditreskrimum,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Eka Yudha.

Di hadapan polisi, ZK mengaku membantu ayahnya menjual narkoba sejak lama. Ayahnya mengupahnya sebesar Rp50 ribu per hari. “Dia dibayar Rp50 ribu per hari kalau sudah laku terjual. Setiap hari dikasih menjual berapa saja tetap diupah Rp50 ribu,” tutur dia.

Sabu yang jual ZK disediakan oleh ayah kandungnya dan dikemas untuk langsung dijual ZK ke konsumen. “Sementara ini, kita kumpulkan dulu keterangan ZK guna penyelidikan untuk jaringan narkobanya. Setelah itu baru dikoordinasikan ke Ditkrimum,” ucapnya. (***)

Koalisi Besar Siap Menangkan Bur-Nojeng Jilid II

Pasangan Incumbent Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim

Pasangan Incumbent Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin alias Bur-Natsir Ibrahim alias Nojeng mempersiapkan koalisi besar untuk memenangkan paket incumbent pada pilkada mendatang. Paket Bur-Nojeng jilid II diketahui terus menggalang dukungan parpol.

Hingga kini, paket incumbent tersebut mengklaim telah mengantongi 9 kursi di DPRD Takalar. Itu sudah melampaui syarat dukungan parpol untuk maju pada Pilkada Takalar yakni 6 kursi. Adapun, sebaran kursi pasangan petahana berasal dari Golkar (6 kursi), Hanura (1 kursi), PBB (1 kursi) dan PDI Perjuangan (1 kursi).

Tim pemenangan Bur-Nojeng jilid II, Fachruddin Rangga, mengatakan dukungan parpol berpotensi terus bertambah mengingat komunikasi masih terus dilakukan dengan sejumlah parpol. Di antaranya yakni Gerindra, Demokrat dan NasDem. “Masih ada rekomendasi parpol yang ditunggu,” kata Fachruddin.

Bila paket Bur-Nojeng jilid II memperoleh restu ketiga parpol tersebut, Fachruddin menyebut semakin sulit untuk membendung kemenangan petahana. Musabab, ketiga parpol itu memiliki suara yang cukup signifikan. Rinciannya yakni Gerindra (3 kursi), Demokrat (3 kursi), dan NasDem (2 kursi). “Kita masih menunggu dari parpol itu dan optimistis meraih hasil bagus,” tuturnya.

Lebih jauh, Fachruddin mengatakan pihaknya juga terus mengamati perkembangan politik menjelang Pilkada Takalar. Sejauh ini, diketahui paling tidak terdapat dua penantang serius jagoannya. Mereka adalah pasangan Andi Makmur Sadda-Sindawa Tarang dan Syamsari Kitta-H Ahmad Dg Sere.

Kedua paket calon Bupati dan Wakil Bupati Takalar itu harus berebut rekomendasi dari sejumlah parpol tersisa. Selain tiga parpol yang masih ditunggu paket incumbent, diketahui masih ada PAN, PKPI dan PPP yang belum menetapkan arah dukungannya. Adapun, PKS dipastikan mengusung kadernya Syamsari yang sebelumnya juga pernah bertarung pada pilkada lalu. (***)

Rencana Penghentian Kasus ‘Gendang Dua’ Makassar Disorot

ilustrasi korupsi

ilustrasi korupsi

Makassar, KABAROKE — Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menyoroti rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menghentikan pengusutan kasus korupsi proyek tong sampah ‘gendang dua’. Dalih kejaksaaan yang menyebut biaya perkara lebih besar ketimbang jumlah kerugian negara dianggap tidak tepat. Profesionalitas Koorps Adhyaksa semakin diragukan bila akhirnya menyetop kasus tersebut.

Staf Badan Pekerja ACC Sulawesi, Farid Wajdi, mengatakan penghentian kasus ‘gendang dua’ bisa menimbulkan polemik baru. Sasarannya mengarah pada sorotan publik terhadap kinerja kejaksaan. “Apalagi kalau itu alasan penghentiannya yang kurang tepat,” kata Farid di Makassar.

Farid mengaku khawatir para koruptor akan memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan korupsi dengan nominal kecil. Toh, aparat penegak hukum belakangan tidak memproses bila kerugian negaranya tidak sebanding dengan biaya perkara. “Itu bisa jadi preseden buruk,” tuturnya.

Farid melanjutkan dalam penanganan perkara, kejaksaan mesti bersikap transparan dan profesional. Kalau memang kasus tersebut harus dihentikan karena tidak cukup bukti, maka kejaksaan mesti menjelaskannya ke publik. Dengan begitu, Koorps Adhyaksa tidak kehilangan kepercayaan dari publik.

Sebelumnya, Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Rachman, menyatakan berniat menghentikan kasus ‘gendang dua’ dengan alasan jumlah kerugian negara tidak sebanding biaya perkara. Pihaknya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyetop kasus tersebut. (***)

1 924 925 926 927 928 959