Legislator Ini Promosikan Indonesia di Bulgaria

Menlu Bulgaria dan Mukhtar Tompo

Menlu Bulgaria dan Mukhtar Tompo

Jakarta, KABAROKE — Grup Kerjasama Bilateral DPR RI yang beranggotakan 8 legislator melaksaankan tugas diplomasi parlemen ke Sofia, ibukota Bulgaria, 12-18 Juli mendatang. Dalam kunjungannya ke Bulgaria, para legislator itu mendorong kedua negara untuk melaksanakan kerjasama di pelbagai bidang. Di antaranya yakni bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, alutista, ekonomi dan berbagai bidang lainnya.

Dalam lawatannya itu, Grup Kerjasama Bilateral DPR-RI disambut oleh Menteri Luar Negeri Bulgaria, Daniel Mitov. Menteri Daniel mengapresiasi dan langsung menindaklanjuti kerjasama Indonesia-Bulgaria di bidang kebudayaan dan pariwisata. Menteri Luar Negeri Bulgaria itu juga memberikan bebas visa masuk ke negaranya bagi pemegang paspor diplomatik.
Legislator RI yang juga anggota Grup Kerjasama Bilateral DPR-RI, Mukhtar Tompo, mengatakan pihaknya menjelaskan banyak hal tentang Indonesia ke pemerintah Bulgaria untuk mendorong peningkatan kerjasama kedua negara. Toh, banyak hal yang bisa dipromosikan di Indonesia, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata.

Mukhtar menyebut kerjasama yang dibangun akan mendatangkan manfaat besar bagi kedua belah pihak. “Kami ke Bulgaria dalam perspektif potensi pariwisata berkelanjutan,” ucap Mukhtar, Jumat, 15 Juli.

Lebih jauh, Mukhtar menjelaskan Grup Kerjasama Bilateral adalah alat kelengkapan DPR-RI yang dibentuk tahun lalu bersama 49 negara sahabat, termasuk Bulgaria. Khususnya Bulgaria, hubungan diplomatik sudah terjalin sejak 1956. Grup Kerjasama Bilateral Indonesia-Bulgaria diharapnya menjadi focal point untuk peningkatan hubungan diplomatik maupun kerjasama kedua negara dalam pelbagai bidang.

Ini Latar Belakang Profesi 20 Tersangka Kasus Vaksin Palsu

Ilustrasi Vaksin Palsu

Ilustrasi Vaksin Palsu

MAKASSAR — Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan sebanyak 20 tersangka kasus pembuatan dan peredaran vaksin palsu. Bahkan, 16 di antaranya berstatus tahanan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono, di Gedung DPR-RI, Kamis, 14 Juli. Puluhan tersangka itu berasal dari berbagai daerah dan latar belakang profesi yang beragam.

Dari 20 tersangka, menurut Ari, 6 tersangka merupakan produsen; 5 tersangka merupakan distributor; 3 tersangka merupakan penjual; 2 tersangka merupakan pengepul botol, 1 tersangka pencetak label dan bungkus, 1 tersangka merupakan bidan dan 2 tersangka merupakan dokter.

“Tersangka itu sebagian besar pernah setidaknya bekerja di bidang farmasi, perawat, bidan, dan terdapat beberapa tersangka yang memiliki apotek atau obat,” kata Ari, Kamis, 14 Juli. Mereka ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda selama sebulan terakhir.

Rangkaian pengungkapan kasus vaksin palsu berawal dari penangkapan J yang mengaku sebagai Direktur CV Azka Medika pada 16 Juni lalu. Dari keterangan J, kepolisian menetapkan 8 tersangka lainnya yakni MF, R, S, T, HS, AF, HT, dan RA. Peran mereka di antaranya yakni pemilik apotek maupun rumah yang menjadi tempat penyimpan vaksin palsu. Beberapa di antara mereka pun merupakan distributor vaksin abal-abal itu.

Selanjutnya, kepolisian menetapkan IN yang merupakan istri RA selaku tersangka lantaran diketahui terlibat. Tak berhenti sampai di situ, pada 23 Juni, terdapat 2 tersangka baru yakni S dan L yang bertindak sebagai pembeli botol maupun bahan bekas botol. Keesokan harinya giliran perawat poliklinik berinisial I ditetapkan tersangka karena terlibat.

Pada 27 Juni, kepolisian menetapkan tiga tersangka lagi di wilayah Jawa Tengah dengan inisial S dan M yang merupakan distributor vaksin palsu. Adapula L di wilayah Jakarta Timur yang bertindak selaku pemilik apotek. Berikutnya, kepolisian menetapkan bidan ME dan MS sebagai tersangka. Terakhir, giliran dokter dan pemilik klinik berinisal HUD dan AR menyandang status tersangka.

Kasus vaksin palsu itu diketahui menjadi atensi pemerintah. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR-RI, Kementerian Kesehatan sudah mengumumkan daftar daftar rumah sakit dan bidan ataupun klinik penerima vaksin palsu. Rinciannya, tercatat 14 rumah sakit dan 8 bidan ataupun klinik penerima vaksin palsu. Jumlah itu kemungkinan masih bisa bertambah lantaran penyelidikan masih berlangsung. (kp)

Menkes Akui Pengusutan Peredaran Vaksin Palsu Belum Tuntas

Ilustrasi Vaksin Palsu

Ilustrasi Vaksin Palsu

Jakarta, KABAROKE — Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengakui pengusutan peredaran vaksin palsu belum sepenuhnya tuntas. Sejauh ini, pengusutan belum dilakukan secara menyeluruh. Musababnya, kepolisian selaku instansi penegak hukum memiliki keterbatasan untuk mengungkap peredaran vaksin palsu yang kemungkinan tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Nila mengatakan untuk saat ini, tercatat baru 14 rumah sakit dan 8 bidan ataupun klinik penerima vaksin palsu yang bisa terungkap. Itu pun cuma berada di kawasan Jabodetebek, khususnya Bekasi. “Tadi cuma Jabodetebek. Nanti akan dilakukan penyebaran penyelidikan, dari dua distributor saja belum terbuka seluruhnya,” kata Nila, seusai rapat kerja dengan Komisi IX DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Juli.

Menteri Nila melanjutkan, pengungkapan kasus vaksin palsu sejauh ini baru dari satu supplier. Adapun, untuk supplier lainnya, pihaknya belum bisa membeberkannya lantaran dalam proses penyelidikan oleh Bareskrim Polri. Hal itu pula yang menjadi permintaan Bareskrim Polri yang sampai sekarang masih bekerja untuk mengungkap kasus vaksin palsu.

Lebih jauh, Nila mengemukakan penyelidikan peredaran vaksin palsu pastinya akan diperluaskan. Pemerintah tidak akan berhenti pada pengungkapan kasus vaksin palsu di kawasan Jabodetabek. “Ini akan terus diperluas,” tutur dia.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR-RI, Kementerian Kesehatan memaparkan daftar rumah sakit dan bidan ataupun klinik penerima vaksin palsu. Rinciannya, 14 rumah sakit itu adalah :

1. RS Kartika Husada, Jatiasih, Bekasi
2. RS Sentra Medika, Cikarang, Bekasi
3. RS Dr. Sander Batuna, Cikarang Utara, Bekasi
4. RSIA Puspa Husada, Tambun Selatan, Bekasi
5. RS Karya Medika, Cikarang Barat, Bekasi
6. RS Bhakti Husada, Cikarang Utara, Bekasi
7. RSIA Sayang Bunda, Pondok Ungu Permai, Bekasi
8. RS Permata Bekasi
9. RS Hosana Medica Lippo Cikarang
10. RS Hosana Medica Bekasi
11. RS St. Elisabeth, Bojong Rawalumbu, Bekasi
12. RSIA Gizar, Cikarang Selatan, Bekasi
13. RSU Multazam Medika, Tambun Selatan, Bekasi
14. RS Harapan Bunda, Ciaracas, Jakarta Timur

Adapun, 8 bidan atau klinik penerima vaksin palsu yakni :
1. Bidan Lia, Kp. Pelaukan Sukatani, Cikarang
2. Bidan Lilik, Perum Graha Melasti, Tambun, Bekasi
3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang, Bekasi
4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi
5. Klinik Dafa Dr. Baginda, Cikarang
6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi
7. Bidan M. Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur
8. Klinik Dr. Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat. (dt-at)

Ini Daftar 14 Rumah Sakit dan 8 Bidan Penerima Vaksin Palsu

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek

Jakarta, KABAROKE — Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek akhirnya merilis daftar rumah sakit yang menerima vaksin palsu dalam rapat kerja dengan Komisi IX Bidang Kesehatan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Juli. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat 14 rumah sakit penerima vaksin palsu. Data itu berasal dari temuan satgas yang bekerja selama sebulan terakhir ini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dari 14 rumah sakit, 13 di antaranya berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Seluruh rumah sakit yang menerima vaksin palsu di Bekasi memperolehnya dari Juanda (CV Azka Medika). Adapun, satu rumah sakit lainnya di Jakarta Timur mendapatkan vaksin dari M Syahrul. “Pengungkapan 14 fasyankes (fasilitas dan layanan kesehatan) ini sudah disepakati dengan Bareskrim Polri,” kata Nila, Kamis, 14 Juli.

Berikut daftar 14 rumah sakit penerima vaksin palsu :

1. RS Kartika Husada, Jatiasih, Bekasi
2. RS Sentra Medika, Cikarang, Bekasi
3. RS Dr. Sander Batuna, Cikarang Utara, Bekasi
4. RSIA Puspa Husada, Tambun Selatan, Bekasi
5. RS Karya Medika, Cikarang Barat, Bekasi
6. RS Bhakti Husada, Cikarang Utara, Bekasi
7. RSIA Sayang Bunda, Pondok Ungu Permai, Bekasi
8. RS Permata Bekasi
9. RS Hosana Medica Lippo Cikarang
10. RS Hosana Medica Bekasi
11. RS St. Elisabeth, Bojong Rawalumbu, Bekasi
12. RSIA Gizar, Cikarang Selatan, Bekasi
13. RSU Multazam Medika, Tambun Selatan, Bekasi
14. RS Harapan Bunda, Ciaracas, Jakarta Timur

Tidak cuma membuka daftar rumah sakit penerima vaksin palsu, Kementerian Kesehatan juga membeberkan daftar bidan yang menggunakan vaksin abal-abal itu. Berikut daftarnya :

1. Bidan Lia, Kp. Pelaukan Sukatani, Cikarang
2. Bidan Lilik, Perum Graha Melasti, Tambun, Bekasi
3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang, Bekasi
4. Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi
5. Klinik Dafa Dr. Baginda, Cikarang
6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi
7. Bidan M. Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur
8. Klinik Dr. Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat. (dt-cn)

Ini Motif Pembunuhan Perempuan di Dekat Kampus Unhas

pelaku pembunuh Lisa, Furqan, yang masih teman dekat korban

pelaku pembunuh Lisa, Furqan, yang masih teman dekat korban

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Resor Kota Besar Makassar akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan Nurlaela Annnisa alias Lisa (18) yang tewas bersimbah darah di Pondok Arun, dekat Kampus Unhas, Kamis, 7 Juli. Pembunuh Lisa ternyata teman dekatnya yakni Furqan (27). Adapun, Furqan dicokok di kawasan Sudiang, Makassar, Senin, 11 Juli malam.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Rusdi Hartono, mengatakan pihaknya terus mendalami kasus pembunuhan Lisa. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan tersebut diduga bermotif asmara. Furqan diketahui memendam rasa kepada Lisa, tapi malah diabaikan.

“Dari keterangan tersangka, mereka sudah saling kenal. Bahkan, korban sering diberikan sesuatu dan diterima. Yang jadi permasalahan, belakangan ini sikap korban berubah dan terkesan berusaha menghindari pelaku,” kata Rusdi, saat merilis pengungkapan kasus itu di Markas Polrestabes Makassar, Selasa, 12 Juli.

Di hadapan polisi, Furqan mengakui kejahatannya. Ia membunuh Lisa dengan cara menggorok dan menikam leher korban berulangkali menggunakan pisau dapur. Mulanya, Furqan berdalih tidak berniat menghabisi nyawa perempuan yang dipujanya itu. Namun, sikap Lisa yang tidak ramah membuatnya naik pitam dan nekad membunuhnya.

Selain Furqan, kepolisian juga mengamankan lelaki berinisal HR (23) dan lelaki berinisal AI (22) yang merupakan teman Furqan. Mereka diamankan karena mengetahui peristiwa itu, tapi tidak melaporkannya. Rusdi mengatakan pihaknya akan menggali informasi mengenai kasus pembunuhan itu dari dua teman pelaku.

Kepala Sub-Bagian Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Burhanuddin, menambahkan bersama pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya yakni pisau yang dipakai membunuh Lisa, satu lembar baju yang dipakai pelaku dan sebuah ikat pinggang milik pelaku.

Burhanuddin menambahkan pihaknya juga terpaksa melumpuhkan Furqan, saat dibawa untuk pengembangan kasus. Musababnya, Furqan berusaha melarikan diri saat diminta untuk menunjukkan dan mengumpulkan barang bukti hasil kejahatannya. Adapun, Furqan akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (yr)

23 Orang Tewas di Jalan Selama Operasi Ramadniya di Sulsel

lakalantas

Makassar, KABAROKE — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengklaim angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ramadniya 2016 mengalami penurunan. Hingga Selasa, 12 Juli, tercatat 108 kasus lakalantas dengan korban meninggal mencapai 23 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan operasi serupa tahun lalu yakni 121 kasus dengan 39 orang meninggal.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan penurunan angka lakalantas selama arus mudik dan arus balik Lebaran mencapai 11 persen. Namun, itu diakuinya masih bisa berubah mengingat Operasi Ramadniya 2016 berlangsung sampai Jumat, 15 Juli mendatang. “Kepolisian akan terus berusaha menekan angka lakalantas,” katanya, Selasa, 12 Juli.

Berdasarkan data Polda Sulawesi Selatan, selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2016, tercatat pula 20 orang mengalami luka berat dan 119 orang luka ringan. Adapun, kerugian material imbas lakalantas di lingkup Sulsel berkisar Rp 302 juta. Barung menyebut kerugian material jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 588 juta.

Lebih jauh, Barung mengatakan menurunnya angka lakalantas sejauh ini, tidak membuat pihaknya berpuas diri. Kepolisian ditegaskannya terus meningkatkan pengamanan dan pemantauan mengingat arus balik Lebaran masih berlangsung sampai akhir pekan ini. “Kami imbau agar pengendara lebih waspada dan taat pada rambu-rambu lalu lintas,” tutur mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pinrang itu.

Menurut Barung, faktor penyebab lakalantas amat beragam dan mesti diantisipasi sebisa mungkin. Di antaranya yakni faktor manusia yang lalai atau melanggar lalu lintas; faktor alam dan faktor kendaraan. “Pengendara harus berhati-hati dan awas saat membawa kendaraan. Jangan melanggar dan jangan ugal-ugalan guna keselamatan diri dan orang lain,” ucap dia. (yr)

Waspada! Main Pokemon Go Bisa Jadi Sasaran Perampokan

Aplikasi Game Pokemon-GO

Aplikasi Game Pokemon-GO

MAKASSAR — Game Pokemon Go merupakan game populer saat ini. Namun, kepopuleran game tersebut juga menimbulkan masalah yang menjurus ke aksi kriminalitas. Belasan orang di Missouri, Amerika Serikat, dilaporkan menjadi korban perampokan dengan menyalahgunakan aplikasi Pokemon Go. Kepolisian setempat menangkap empat pelaku yang masih berusia 16-18 tahun.

Cerita bermula, ketika Kepolisian O’Fallon, Missouri mendapat laporan perampokan. Dalam laporan tersebut, para pelaku berusaha menjebak korbannya untuk mendatangi suatu lokasi dengan memanfaatkan fitur geo-location pada game tersebut. Mereka mengarahkan para gamer ke lokasi terpencil agar mudah melancarkan aksi perampokannya.

Petugas kepolisian setempat, Bill Stringer, mengatakan pelaku menjebak para gamer dengan menambahkan semacam rambu ke pokestop untuk menarik perhatian. Pokestop adalah lokasi di dalam game yang memberikan sejumlah item, seperti potion, Poke Ball, revive dan telur Pokemon. “Para perampok mengantisipasi lokasi korban yang tidak sadar menjadi target,” kata Bill, seperti dikutip The Guardian.

Stringer melanjutkan para perampok bersenjata itu didakwa hukuman perampokan tingkat pertama dan kejahatan sebesar US$100 ribu. Kepolisian juga mengimbau agar para gamer bisa lebih waspada. Kepolisian memperingatkan kepada anak-anak di bawah umur yang memainkan Pokemon Go agar selalu waspada di kehidupan nyata, khususnya keberadaan orang asing di lokasi yang hendak didatangi.

Dari empat pelaku perampokan itu, kepolisian cuma mendakwa tiga orang. Mereka adalah Brett William Miller (17) yang dituduh memamerkan senjata api genggam lalu meminta dompet dan uang korbannya. Shane Michael Baker (18) yang menyetir mobil BMW yang digunakan untuk kejahatan dan James D Warner (18) yang ada di lokasi saat terjadi perampokan. Adapun, satu remaja lainnya masih di bawah umur sehingga diserahkan ke rutan anak.

Game Pokemon Go yang dikembangkan oleh Pokemon Company, Niantic, dan Nintendo, diketahui memungkinkan pemain untuk menangkap Pokemon yang menghuni taman, pusat perbelanjaan, trotoar, dan pedesaan di seluruh penjuru dunia. Selain aksi perampokan, sejumlah pihak mengeluhkan aktivitas gamer yang terkadang mengganggu saat sedang berburu Pokemon.

Sementara itu, Pokemon Company International dan Niantic melalui pernyataan email menyatakan telah mengimbau para gamer untuk lebih waspada. “Kami mengimbau semua pemain Pokemon Go untuk waspada terhadap sekeliling dan bermain dengan teman saat datang ke tempat yang belum pernah didatangi.” (yr)

Bandara Malang Kembali Ditutup Imbas Erupsi Bromo

Erupsi Gunung Bromo

Erupsi Gunung Bromo

Malang, KABAROKE — Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, kembali menutup aktivitas penerbangannya akibat erupsi Gunung Bromo, Jawa Timur. Penutupan bandara berlangsung mulai Senin, 11 Juli, pukul 11.00 WIB hingga Selasa, 12 Juli, pukul 09.00 WIB. Penutupan dilakukan berdasarkan notice to airmen alias notam yang diterbitkan Kementerian Perhubungan dan diteruskan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Kepala UPT Bandara Abdul Rachman Saleh, Suharno mengatakan penutupan bandara di Malang terpaksa ditempuh demi keselamatan penumpang. Erupsi Gunung Bromo diketahui mengakibatkan hujan abu vulkanik yang mengganggu aktivitas penerbangan. “Di sekitar bandara mungkin tidak kelihatan hujan abu, tapi di atas (abu) mengganggu jalur penerbangan,” kata Suharno, Senin, 11 Juli.

Penutupan Bandara Abdul Rachman Saleh akibat erupsi Gunung Bromo bukan kali pertama terjadi. Kebijakan serupa kerap ditempuh beberapa waktu terakhir ini. Di antaranya pada 11 Desember 2015 dan 10-11 April 2016. Untuk penutupan bandara kali ini, tercatat tujuh penerbangan dibatalkan. Sejumlah maskapai pun mengalihkan penerbangan mereka ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Adapun, beberapa lainnya membatalkan penerbangan dan melakukan refund.

Erupsi Gunung Bromo tersebut terus dipantau pemerintah melalui BNPB, Kementerian Perhubungan dan sejumlah instansi terkait. Musababnya, erupsi Gunung Bromo bisa jadi juga akan mempengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Menteri Perhubungan, Iganisius Jonan, mengatakan akan terus mengecek kondisi terakhir erupsi Gunung Bromo, sebelum memutuskan status bandara berikut aktivitas penerbangan.

Hingga kini, Gunung Bromo berstatus level II alias waspada. Gunung Bromo diketahui terus meletupkan abu erupsi dengan ketinggian mencapai 1.200 meter di atas kawah pada 11 Juli 2016. Abu bertiup ke arah Barat-Barat Daya. Adapun, secara visual, cuaca di sekitar Gunung Bromo, dilaporkan cerah-mendung, angin tenang dan suhu 9-20 derajat Celsius.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menambahkan meski berstatus waspada, Gunung Bromo disebutnya tetap aman untuk wisata, asalkan tidak berada dalam radius satu kilometer. Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Bromo, wisatawan dan pendaki, untuk tidak terlalu mendekat, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. (at-rp)

PNS Tambah Libur, Bupati Lutra Siapkan Sanksi Tegas

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani

Luwu Utara, KABAROKE — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyiapkan sanksi tegas bagi PNS yang malas berkantor. Hal tersebut diutarakannya merespon banyaknya PNS yang absen pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran. Indah segera mengevaluasi kinerja anak buahnya dan siap menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Indah menyatakan kedepannya PNS yang menambah libur selama seminggu, tunjangan kesejahteraannya bisa ditahan. Bila bolos sampai dua minggu, pihaknya tidak segan menahan gaji PNS tersebut. “Itu supaya ada efek jera,” kata Indah, usai memimpin apel di Lapangan Kantor Bupati Luwu Utara, Senin, 11 Juli.

Di hari pertama bekerja pasca libur Lebaran, tercatat sekitar 117 pegawai di lingkup Pemkab Lutra yang tercatat tidak berkantor. Indah memantau langsung kehadiran pegawainya saat apel pagi dirangkaikan halalbihalal di kantornya. Setiap pegawai menandatangi absen harian yang disaksikan pimpinannya. Setelah itu, barulah mereka diperbolehkan berjabat tangan.

Selain memantau absensi PNS, Indah juga memanfaatkan hari pertama bekerja pasca libur Lebaran untuk bersilahturahim. Usai mengikuti apel pagi, perempuan kelahiran Enrekang itu mengumpulkan sejumlah pejabat untuk berkumpul di Kantor Dinas Pendidikan Luwu Utara. Sejumlah pejabat itu, antara lain yakni Wakil Bupati, M Thahar Rum dan Kadis Pertanian, Rusdy Rasyid.

Sanksi tegas bagi PNS yang memperpanjang libur pasca libur Lebaran sebelumnya diketahui telah diperingatkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi. Yuddy bahkan secara tegas melarang PNS untuk menambah libur Lebaran dengan cuti tahunan. Toh, libur Lebaran tahun ini terbilang cukup panjang.

Yuddy menyatakan PNS yang bolos atau menambah libur Lebaran akan dijatuhi sanksi tegas. Salah satu bentuk hukuman yang pantas bagi PNS malas itu adalah tidak menaikkan jabatannya. Menurut Yuddy, pegawai yang malas berkantor tidak layak dipromosikan lantaran dianggap mengabaikan kepentingan publik. (fo-tr)

1 957 958 959