Pasca Gempa, Tiga Layanan di RSUD Banyumas Lumpuh

Pelayanan Rumah Sakit lumpuh akibat gempa

Pelayanan Rumah Sakit lumpuh akibat gempa

Banyumas, KABAROKE.COM — Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Banyumas Jawa Tengah menghentikan sementara tiga layanan untuk pasien menyusul gempa bumi semalam. Langkah ini dilakukan karena kondisi gedung rusak berat. Pengelola RSUD itu masih mendata kerusakan yang terjadi.

Tiga layanan yang dihentikan yakni radiologi, haemodialisa dan laboratorium. Gedung untuk tiga unit layanan ini mengalami kerusakan parah, dinding gedung tiga lantai ini retak. Bahkan di bagian belakang, atap gedung ambruk. Seluruh dinding retak dengan alur yang mengarah kerusakan struktur gedung.

Sedangkan bagian dalam gedung seperti plafon juga rusak. Pasien di tiga layanan ini, terutama hemodialisa atau cuci darah, dialihkan ke rumah sakit lain.

Sementara, pengelola RSUD masih berupaya membenahi peralatan agar bisa difungsikan lagi.
RSUD Banyumas merupakan bangunan yang terdampak paling parah akibat gempa bumi tengah malam tadi.

Berdasarkan siaran pers dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), gempabumi berkekuatan 6,9 magnitudo terjadi di darat pada jarak 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 120, Jumat (16/12/2017) pukul 23.47.58 WIB. Pusat gempa di darat atau dekat pantai.

BMKG menyebutkan gempa yang terasa di Jakarta dan Depok memiliki skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala II MMI artinya, getaran dirasakan beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan skala III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Gempa Susulan Terus Terjadi di Pulau Jawa

UntitledJakarta, KABAROKE.COM — Gempa besar dengan magnitude 7,3 Skala Richter mengguncangkan Pulau Jawa. Lokasi gempa berada di laut Jawa Barat, Jumat malam tadi, 15 Desember 2017.

Berdasarkan siaran pers dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), gempabumi berkekuatan 6,9 magnitudo terjadi di darat pada jarak 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 120, Jumat (16/12/2017) pukul 23.47.58 WIB. Pusat gempa di darat atau dekat pantai.

BMKG menyebutkan gempa yang terasa di Jakarta dan Depok memiliki skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala II MMI artinya, getaran dirasakan beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan skala III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Guncangan gempa dengan magnitudo 4,5 yang diikuti gempa susulan dalam rentang waktu kurang dari satu menit berkekuatan magnitudo 6,9 di selatan Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47, masih terus menimbulkan gempa susulan.

Hingga Sabtu (16/12/2017), gempa susulan terakhir dirasakan di Garut dengan magnitudo 5,7 di 129 KM barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 kilometer.

Hal itu disampaikan koordinator Humas dan Protokoler Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor yang dihubungi, Sabtu (16/12/2017) pagi. Joshua memastikan, gempa susulan yang skalanya cukup besar tersebut masih rangkaian gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam. Namun, gempa susulan yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami, jadi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada perlu bantuan bisa langsung hubungi kantor SAR,” katanya.

Gempa susulan pada Sabtu pagi di Garut tidak terlalu membuat masyarakat panik. Bahkan, sebagian warga tidak menyadarinya.

“Iya, katanya tadi ada gempa susulan, tapi tidak berasa seperti tadi malam,” jelas Erlin (32), warga Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (16/12/2017).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mochamad Riyadi melalui rilis resminya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya gempa susulan yang skalanya akan lebih kecil.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerahnya masing-masing dan tidak terpancing isu-isu tak bertanggung jawab soal gempa bumi dan tsunami.

Sementara, dihubungi terpisah, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria menyampaikan, hingga saat ini BPBD Garut baru menerima laporan 14 rumah rusak yang tersebar di beberapa kecamatan di Garut.

“Saya masih di lokasi kejadian, sampai saat ini ada 14 rumah yang rusak,” katanya lewat pesan singkat saat dihubungi Sabtu (16/12/2017) pagi.

1 4 5 6