Begini Trik NH Agar Sutera Wajo Mendunia

Nurdin Halid
Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE —┬áKepedulian bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) terhadap kearifan lokal tidak hanya sekadar menjadi jargonnya pada Tri Karya Pembangunan yang digagas bersama pasangannya, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Sebab, NH telah merancang sejumlah program pembangunan Sulsel yang berbasis kearifan lokal.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini mengungkapkan, kearifan lokal di Sulsel tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, kekayaan budaya yang dimiliki provinsi ini memiliki potensi besar untuk kemajuan pembangunan daerah. Kabupaten Wajo sebagai Kota Sutera, misalnya, mampu mengangkat roda perekonomian dengan produksi kain sutera yang bisa mendunia.

“Kalau kita bisa menyiapkan bahan baku yang berkualitas tinggi, maka kita mampu memasarkan kain sutera Wajo ke dunia internasional,” bebernya.

Ia menuturkan, pemertahanan kearifan lokal juga dapat menjadi gerbang pembaharuan Sulsel tanpa melupakan nilai historis.

Baca Juga  Bila Terpilih Jadi Gubernur Sulsel, Ini Janji NH Buat Petani

“Ternasuk nilai-nilai luhur harus diperhatikan. Itulah yg akan mengantarkan Sulsel baru yang maju, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Nilai-nilai luhur yang dimaksud seperti pada tradisi maddengngeng yang sempat dihadiri langsung oleh NH di Pasar Mattampa Bulu, Bone,Minggu (5/11) lalu. Tradisi memburu hama babi hutan yang menggangu produksi pertanian warga memegang peranan penting dalam merawat nilai persatuan dan kegotongroyongan antar warga Sulsel.

Kearifan lokal memang mendapat porsi perhatian khusus bagi pasangan nasionalis-religius ini pada Pilgub Sulsel. Kearifan lokal sebagai salah satu basis pembangunan kampung yang digagas NH-Aziz, selain pembangunan berbasis infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment