Berstatus Terdakwa, Ahok Pasrah Bila Jabatannya Dicopot

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Jakarta, KABAROKE — Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pasrah bila jabatannya selaku Gubernur DKI Jakarta harus dicopot setelah menyandang status terdakwa kasus penistaan agama. Ahok diagendakan menjalani sidang perdana, Selasa, 13 Desember. Adapun, statusnya saat ini pun non-aktif sebagai kepala daerah lantaran mengambil cuti kampanye.

Ahok mengaku kurang mengetahui mengenai statusnya nanti saat menjalani sidang dan berstatus terdakwa. “Saya nggak tahu, itu kan tergantung ini kasus apa, apakah ini pidana khusus ataukah ini pidana apa,” kata Ahok usai menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Al Huda, Menteng, Senin, 12 Desember.

Ahok mengatakan Kemendagri adalah pihak yang berwenang dalam menentukan status jabatannya. “Jadi tergantung Kemendagri seperti apa, kan ini bukan korupsi. Saya nggak tahu,” sebutnya.

Baca Juga  Polisi Belum Jadwalkan Pemeriksaan Ahok dalam Kasus Penistaan Agama

Sebelumnya diberitakan, mengacu pada Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setiap kepala daerah atau wakil kepala daerah yang didakwa dengan ancaman pidana minimal lima tahun, maka yang bersangkutan diberhentikan sementara.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri yang juga pelaksana tugas (PLT) gubernur, Soni Sumarsono membenarkan aturan di undang-undang tersebut. Namun menurutnya, pemberhentian kepala daerah harus menunggu register perkara dari pengadilan.

“Nanti pasti ada perintah dari pengadilan. Kita tunggu implikasi putusan pengadilan. Tetap harus melalui proses hukum, karena negara ini berdasarkan hukum,” katanya. (Iqbal)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment