BI : Suku Bunga Kredit Perbankan Turun Lagi!

Bank Indonesia
Bank Indonesia

Makassar, KABAROKE — Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan di Sulsel. Pada Mei 2017, suku bunga kredit perbankan berkisar 11,9 persen atau lebih rendah dibandingkan bulan lalu, tepatnya periode April 2017 yang tercatat 12 persen.

“Suku bunga kredit perbankan pada Mei 2017 tercatat 11,9 persen, lebih rendah dibandingkan April 2017 sebesar 12 persen. Meski menurun, suku bunga kredit perbankan di Sulsel pada Mei 2017 sedikit lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 10,9 persen,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Penurunan suku bunga kredit perbankan Sulsel, Bambang menyebut seiring dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sangat tinggi. Alhasil, terdapat tambahan biaya atas sebagian dana dari luar Sulsel yang digunakan untuk kredit di Sulsel.

Berdasarkan jenis penggunaan, suku bunga tertimbang tertinggi adalah kredit konsumsi sebesar 12,7 persen. Disusul kredit modal kerja (11,5 persen) dan kredit investasi (10,8 persen). Namun demikian, suku bunga pada semua jenis kredit tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga  Kejar Swasembada Pangan, Pemerintah Segera Genjot Lahan Khusus Pangan

Bambang mengimbuhkan dari sisi suku bunga rata-rata tertimbang simpanan perbankan di Sulsel tercatat 3,3 persen, relatif sama dibandingkan periode April 2017. Suku bunga tabungan dan deposito tercatat masing-masing 1,4 persen dan 6,4 persen atau relatif menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

“Untuk suku bunga giro tercatat berkisar 2,2 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan April 2017 sebesar 2,1 persen,” jelas Bambang.

Secara umum, intermediasi perbankan di Sulsel pada Mei 2017 berjalan baik yang diikuti dengan pengelolaan risiko yang juga baik. Intermediasi perbankan masih tinggi yang tercermin dari LDR tercatat 127,7 persen, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan April sebesar 129,2 persen.

“Kondisi tersebut mengindikasikan Sulsel masih menjadi salah satu tujuan utama penyaluran kredit oleh perbankan. Namun tingginya fungsi intermediasi perbankan tetap diikuti dengan pengelolaan risiko yang baik, tercermin dari rasio NPL pada Mei 2017 yang tercatat cukup rendah yakni 2,5 persen, meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan NPL April 2017 sebesar 2,4 persen,” pungkasnya. (tyk)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment