OPINI : Pengaruh Politik dalam Penegakan Hukum

Direktur LBH Sapma Pemuda Pancasila Sulsel Hermawan Rahim

Direktur LBH Sapma Pemuda Pancasila Sulsel Hermawan Rahim

Makassar, KABAROKE — Membicarakan korelasi antara hukum dan politik merupakan kajian yang menarik di kalangan ahli hukum dan politik. Kajian ini menarik lantaran dua topik ini memiliki ranah yang berbeda. Hukum merupakan ranah yang nyata yang melihat sesuatu itu berdasarkan norma hukum yang mempunyai sifat pemaksaan. Hukum adalah wilayah “hitam putih” yang salah harus dihukum, yang benar harus dibebaskan bahkan mendapat penghargaan (rewards).

Adapun, politik merupakan ranah “kepentingan” sebagai corestone-nya. Terdapat pernyataan “politic is a goal attainment” yang berarti politik adalah alat untuk mencapai tujuan. Politik menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak peduli legal atau illegal sepanjang cara tersebut bisa mewujudkan tujuannya maka cara itulah yang ditempuh.

Yang menarik justru antara kedua topik yang berbeda itu ternyata mempunyai sifat yang saling mempengaruhi. Pada tataran realitas kedua topik tersebut kadang-kadang menunjukkan bahwa hukum dapat mempengaruhi politik atau sebaliknya politik dapat mempengaruhi hukum.

Terdapat tiga macam Jawaban untuk melihat hubungan antara hukum dan politik. Pertama, hukum merupakan determinan politik, kegiatan politik harus tunduk pada hukum, Kedua, pandangan yang melihat bahwa politik determinan atas hukum karena sesungguhnya hukum adalah produk politik yang sarat dengan kepentingan dan konfigurasi politik.

Terakhir alias ketiga pandangan yang melihat bahwa hukum dan politik merupakan dua elemen subsistem kemasyarakatan yang seimbang, karena walaupun hukum merupakan produk politik maka ketika ada hukum yang mengatur aktivitas politik maka politikpun harus tunduk pada hukum.

Ketiga macam jawaban di atas adalah bangunan teori yang dibangun berdasarkan realitas relasi antara dua sistem tersebut. sesungguhnya politik determinan atas hukum, hukum yang lahir merupakan cerminan konfigurasi politik. Dalam hubungan tarik menarik antara hukum dan politik maka sesungguhnya politik mempunyai energi yang cukup kuat untuk mempengaruhi hukum.

Asumsi dasar tadi memperlihatkan bahwa dalam konfigurasi politik yang demokratis maka yang lahir adalah produk hukum yang responsif/populistik, sedangkan konfigurasi politik yang otoriter melahirkan produk hukum yang konservatif /ortodoks dan elitis.

Isu lain yang menarik dikaji dalam hubungan antara hukum dan politik adalah pengaruh politik terhadap penegakan hukum. Kedua topik ini kadangkala mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi. Politik merupakan ranah kekuasaan, kekuasaan itu bersumber dari wewenang formal yang diberikan oleh hukum. Hukum adalah norma sosial yang mempunyai sifat mendasar yaitu sifatnya yang memaksa yang membedakanya dengan norma sosial yang lain (agama, kesopanan dan susila ).

Karena sifatnya yang harus dipaksakan, maka hukum memerlukan kekuasaan (politik) untuk dapat berlaku dengan efektif. Hukum memerlukan kekuasaan bagi pelaksanaanya sebaliknya kekuasaan itu sendiri ditentukan batas-batasnya oleh hukum. Bahkan dalam slogan umum menggambarkan bahwa “Hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan, kekuasaan tanpa hukum adalah sebuah kelaliman”.

Penegakkan hukum merupakan konkritisi norma hukum dalam kasus nyata. 4 elemen penting yang harus terlibat. Pertama, hukum atau aturan itu sendiri, Kedua Mental aparat hukum, ketiga fasilitas pelaksanaan hukum, dan kesadaran dan kepatuhan perilaku masyarakat.

Dalam kaitannya dengan penegakkan hukum negara dengan sistem politik yang demokratis cenderung melahirkan sistem penegakkan hukum yang efektif sedangkan, negara dengan sistem politik yang otoriter akan melahirkan sistem penegakkan hukum yang tersendat.

Bahwa dengan politiklah yang akan memberi arah penegakkan hukum. Jika pemerintah memiliki kemauan politik (political will) yang baik dalam menegakkan hukum maka hukum dapat ditegakkan dengan baik. Jika penguasa tidak memiliki kemauan politik untuk menegakkan hukum, maka kecil harapan untuk menegakkan hukum dengan politik baik. Relnya adalah hukum dan keretanya adalah politik. Jika kereta keluar dari relnya maka kecelakaanlah yang terjadi, jika politik keluar dari ketentuan hukum maka kehidupan politik akan mengalami kejatuhan.

Dapat disimpulkan Bahwa Proses pembentukan hukum dan penegakan hukum ternyata sangat dipengaruhi oleh situasi politik. Politik dengan corak otoriter mempengaruhi produk hukum yang konservatif dan ortodoks dan melahirkan penegakkan hukum yang tidak baik. Sebaliknya politik yang demokratis melahirkan produk hukum responsif dan penegakan hukum yang baik.

Oleh :
Hermawan Rahim, SH (Advocate & Legal Consultant) dan Direktur LBH Sapma Pemuda Pancasila Sulsel

Lagi, Korea Utara Lakukan Uji Coba Misil

Rudal Musudan

Penampakan rudal Musudan pada uji coba yang dilakukan Korea Utara bulan April lalu (24/4)

KABAROKE — Korea Utara kembali melakukan uji coba misil dari kawasan pantai timur negara itu, Rabu (22/6) pagi. Dalam uji coba tersebut, kemungkinan dua misil yang diluncurkan adalah tipe Musudan, rudal dengan jarak menengah yang mampu menjangkau lebih dari 3.000 kilometer atau sekitar 1800 mil.

Pada pukul 05.38 waktu setempat, peluncuran pertama rudal balistik ini dinyatakan gagal. Misil hanya dapat terbang sejauh 150 kilometer sebelum akhirnya mendarat di laut. Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 08.05 Musadan dapat terbang sejauh 400 kilometer dan mencapai ketinggian 1000 kilometer pada tes peluncuran kedua.

Hasil dari kedua tes tersebut menandai langkah maju Korea Utara. Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara telah melakukan pelucuran rudal balistik sebanyak empat kali.

Musudan sebelumnya telah dicoba sebanyak empat kali pada bulan April lalu. Namun, uji coba rudal yang secara teori dapat menjangkau seluruh wilayah Jepang dan sebagian Amerika Serikat (AS), tepatnya di Guam itu dinyatakan gagal.

Meski tes peluncuran kali ini dianggap lebih sukses dibandingkan dengan tes rudal sebelumnya, Musudan hanya mampu mencapai kurang dari setengah jangkauan maksimum. Bahkan tidak menjangkau sedikitpun wilayah utama kepulauan Jepang.

“Itu menunjukan bahwa rudal bekerja dengan sempurna, jika diatur dengan menggunakan sudut normal, maka rudal dapat diterbangkan dan menjangkau secara penuh,” ungkap Jeffrey Lewis, Peneliti dari Institut Middlebury di California kepada Reuters, Rabu (22/6).

Itu sebabnya dalam uji coba yang kedua kalinya, ketinggian misil tersebut secara sengaja diatur agar tidak mengenai wilayah udara Jepang.

Sumber: Aljazeera

Warna Warni Menara Eiffel

Menara Eiffel

Sejumlah orang berjalan menuju Menara Eiffel yang dibalut warna nasional Perancis merah, putih dan biru.

KABAROKE — Sebagai bagian dari kampanye publisitas operator seluler Prancis Orange, yang juga adalah salah satu sponsor resmi Euro 2016, warna lampu di Menara Eiffel akan dipilih berdasarkan jumlah cuitan di Twitter, postingan Facebook dan Instagram dukungan bagi setiap negara peserta.

Setiap penggemar negara yang bertanding di Euro 2016 bisa mengekspresikan dukungannya lewat media sosial melalui hashtags atau tanda pagar (tagar) yang direkomendasikan oleh UEFA seperti misalnya #FRA untuk Perancis atau #ENG untuk Inggris.

Postingan media sosial itu dihitung dari satu menit lewat tengah malam pada hari pertandingan sampai dengan pukul 21.30 malam waktu Perancis. Bendera negara yang paling banyak tagarnya di media sosial akan diproyeksikan lewat lampu-lampu ke Menara Eiffel hingga tengah malam.

Gelaran Euro 2016 sendiri berlangsung selama satu bulan, yakni dari 10 Juni hingga 10 Juli 2016 dan selama itu pula netizen dapat menentukan warna Menara Eiffel tiap malamnya.

Sumber: Startribune.com

Kelaparan Mengancam Yaman

 

Penduduk Yaman

Setengah dari total penduduk Yaman akan mengalami bencana kelaparan.

KABAROKE — Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan pada hari Selasa (21/6), hampir seluruh wilayah Yaman menghadapi ancaman kekurangan pangan dengan tujuh juta orang diantaranya berada dalam situasi darurat. Konflik berkepanjangan yang mencengkeram Yaman semakin memperburuk krisis kelaparan tersebut.

Seperti dilansir The New Arab, Rabu (22/6), laporan tersebut menyebutkan kurang lebih tiga juta anak beresiko kekurangan gizi. Dalam laporannya, FAO juga menambahkan sedikitnya tujuh juta orang hidup di bawah tingkat darurat rawan pangan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sekitar 15 persen sejak Juni 2015.

“Ini merupakan salah satu krisis terburuk di dunia dan terus memburuk.” demikian ungkap Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Jamie McGoldrick.

Konflik, kekurangan bahan bakar, pembatasan impor dan lonjakan harga gandum domestik telah berkontribusi besar terhadap krisis. Selain kekurangan benih dan pupuk yang telah melumpuhkan produksi pertanian di Yaman. Siklon yang berhembus pada November 2015, banjir bandang dan kawanan belalang pada April tahun ini juga turut memperburuk situasi pangan di Yaman.

Dalam laporan lain PBB mengungkapkan pertempuran telah menewaskan lebih dari 6.400 orang di Yaman sejak Maret 2015, mayoritas korban adalah warga sipil. Kekerasan telah mendorong 2,8 juta orang mengungsi dari rumah mereka dan menewaskan lebih dari 80 persen populasi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sumber: The New Arab

Tinggi, Jumlah Pengangguran Pengungsi Palestina

Seorang pengungsi Palestina bersandar pada sebuah truk milik UNRWA, organisasi PBB yang mengurusi masalah pengungsi.

Seorang pengungsi Palestina bersandar pada sebuah truk milik UNRWA, organisasi PBB yang mengurusi masalah bantuan dan badan pekerjaan.

KABAROKE — Dalam rangka memperingati hari Pengungsi Internasional yang jatuh pada Senin lalu (20/6) Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) atau Biro Statistik Sentral Palestina mengeluarkan laporan yang menyatakan, sebanyak dua pertiga pengungsi Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan menganggur.

PCBS menunjukkan jumlah pengangguran pengungsi Palestina yang mencapai angka 32,3 persen pada tahun 2015. Laporan PCBS juga menyebutkan jumlah pengungsi Palestina yang mencapai 5,6 juta per Januari 2015 menurut catatan Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB (UNRWA).

Total keikutsertaan pengungsi sebagai tenaga kerja berusia 15 tahun ke atas telah mencapai 46,1 persen di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sedangkan bagi non-pengungsi jumlahnya mencapai 45,6 persen. Pengungsi Palestina di Tepi Barat berjumlah 16,9 persen dan pengungsi di Jalur Gaza berjumlah 24,2 persen. Sementara itu pengungsi Palestina di Yordania berjumlah 39,6 persen, di Lebanon 8,8 persen dan di Suriah 10,6 persen.

Setiap tanggal 20 Juni, Dunia memperingati Hari Pengungsi, oleh karenanya PCBS berharap laporan tersebut dapat dijadikan salah satu rujukan untuk mengkaji kesulitan serta masalah yang dihadapi pengungsi Palestina di seluruh dunia.

sumber: pbs.org

Soal Korek Tak Ber-SNI, Kemendag Siap Sidak Toko

KABAROKE.COM — Kementerian Perdagangan berhasil menyita korek gas tak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam inspeksi mendadak, Kamis 14 April 2016. Sekaitan itu, kemendag merencanakan akan melanjutkan sidak ke toko-toko.

“Kami akan tegas meminta kepada toko untuk menarik produk yang tidak memenuhi standar kelayakan. Kami akan terbitkan edaran agar bisa ditindaklanjuti di daerah,” tegas Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag RI, Syahrul Mamma, saat memimpin sidak di ruko milik CV. Gema Suplaindo di Kompleks Mutiara Palem Blok B5 Nomer 37 Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Dalam sidak itu, sekira 900.000 ribu korek gas senilai Rp3 miliar lebih berhasil diamankan. Di mini market, diduga dihargai Rp.3000 per korek.

Dirjen PK dan Tertib Niaga mengimbau masyarakat tidak sungkan melapor ketika menemukan barang dagangan yang mencurigakan tidak ber-SNI. Mereka siap melakukan investigasi lebih lanjut.

Inspeksi yang dilakukan itu merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan dari masyarakat. Kemendag berupaya maksimal meminimalisir bahaya yang ditimbulkan dari korek api yang dapat mengancam keselamatan konsumen. (*)

Sidak di Cengkareng, Kemendag Sita Korek Gas Senilai Rp3 Miliar

KABAROKE.COM — Kementerian Perdagangan RI merespons cepat  aduan masyarakat terkait barang dagangan tak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) yang beredar.

Hasilnya, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag berhasil mengamankan sekira 900.000 ribu korek gas senilai Rp3 miliar lebih. Di pasar, diduga dihargai Rp.3000 per korek.

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mamma memimpin langsung sidak di Ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis 14 April 2016.

Mantan Wakabreskrim Polri ini menjelaskan tanda korek tanpa SNI adalah apinya akan tetap menyala meski tuas gas sudah dilepas. Untuk ketinggian api, maksimal 12 centimeter minimal 7 milimeter.

Menurut putra Sulsel tersebut, korek sitaan itu milik CV Gema Suplaindo. diduga diimpor dari luar negeri dan kemudian dijual di beberapa minimarket ternama. (ysd)

Donggala Utus 4 Atlet Paralayang di Kasau Cup I

2016-04-03 09.04.05

KABAROKE — Federasi Aerosport Daerah (Fasida) Donggala mengutus empat atletnya dalam Kasau Cup I yang dihelat di Puncak Bogor, Sabtu-Minggu, 2-3 April 2016. Keempat atlet itu adalah Fadli, Asgaf, Rahman Kasim, Ikal Rifaldi. Seluruhnya turun di kelas senior.

“Kami berharap bisa memberi warna dalam even ini,” aku Fadli, atlet paralayang Palu di lokasi lomba, Minggu, 3 Maret. Kasau Cup I kali ini memperlombakan ketepatan mendarat.

Fadli yang aktif terbang sejak 2008 ini berharap, even serupa bisa lebih banyak digelar. Apalagi, olahraga ini dari tahun ke tahun semakin banyak peminat. “Lebih banyak lomba tentu lebih baik,” sambung Fadli.

Sebelumnya, Kepala Setaf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna membuka kejuaraan olah raga dirgantara (Ordirga) Kasau Cup 2016 dalam rangka memeriahkan kegiatan “Bulan Dirgantara 2016” di main Apron Lanud Atang Senjadja Bogor, Jumat (1/4/16).

Kasau Cup 2016 diharapkan mendorong olahraga dirgantara benar-benar membumi. Kejuaraan Kasau Cup dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Lanud Atang Senjadja Bogor menyelenggarakan kejuaraan Terjun Payung dan Paramotor, Lanud Sulaeman Bandung kejuaraan Trike dan Aeromodeling, Lanud Suryadarma Kalijati kejuaraan Terbang Layang, dan di Gunung Mas Puncak Bogor untuk kejuaraan Gantole dan Paralayang. (ysd)

Syahrul Mamma Dilantik, Kantor Kemendag “Diserbu” Jenderal 

BANYAK JENDERAL. Suasana jelang pelantikan Syahrul Mamma sebagai Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Selasa 29 Maret 2016.

BANYAK JENDERAL. Suasana jelang pelantikan Syahrul Mamma sebagai Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Selasa 29 Maret 2016.

KABAROKE.COM — Ada yang berbeda dalam acara pelantikan pejabat eselon 1 di Kementerian Perdagangan RI, Menteng, Jakarta, Selasa sore, 29 Maret 2016. Kantor kementerian Perdagangan ini diserbu para jenderal polisi. Mereka para petinggi polri ini hadir dengan seragam lengkap.

Kehadiran para petinggi polri ini tidak terlepas dari sosok Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma, mantan Wakabareskrim Polri yang dilantik sebagai Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI.

Para jenderal yang turut hadir di antaranya Wakabareskrim Irjen Pol Arie Dono, Koorsahli Kapolri, Irjen Pol Burhanuddin Andi. Ada juga Irjen Polisi Rusli Nasution dari Bareskrim, Brigjen Pol Agus Andrian, Brigjen A Wiyagus. Ada juga mantan Kapolrestabes Ferry Abraham.

“Inilah salah satu bukti nyata sinergitas antara lembaga. Ini sesuai dengan arahan Kapolri terkait sinergitas lembaga,” tegas Brigjen Polisi Agus Andrian.

Perwira tinggi polisi yang mendapat kesempatan mengabdi di lembaga lain terus bertambah. Sebelumnya ada sosok Ronni Sompie yang dipercaya menjabat Dirjen Imigrasi. Lalu disusul Syahrul Mamma di Kemendag dan Pudji Hartanto di Kemenhub.

Mantan Wakapolda Sulsel ini akan menggantikan Widodo yang berhenti karena sudah pensiun. Hasil penelusuran Kabaroke.com, SK lulusan akpol angkatan 1983 ini memang sudah diteken oleh Presiden RI Joko Widodo. Tertanggal 10 Maret 2016. Sayangnya, saat coba dikonfirmasi, belum berhasil terhubung. (ysd)

Profil Syahrul Mamma

Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma
Lahir di Ujungpandang, Sulawesi Selatan
Tanggal 26 Februari 1958 (umur 57 tahun)

Jenjang Karier Kepolisian
Lulusan Akpol 1983
2003: Kapoltabes Palembang
2004: Kapolres Metro Jakut
2005: Direskrimsus Polda Metro Jaya
2006: Kanit II Dit V/Tipiter Bareskrim Polri
2007: Irwasda Polda Sulsel
2010: Irwil II Itwasum Polri
2011: Wakapolda Sulsel
2013: Sahlisospol Kapolri
2014: Kadiv Hukum Polri (2014)
2015: PATI SSDM Polri Penugasan Kemenkopolhukam Bid Kordinasi Keamanan Nasional
2016: Wakabareskrim Polri

Gara-gara Judi, Max Kruse Dicoret dari Timnas Jerman

KABAROKE — Ini pelajaran bagi Max Kruse, striker Wolfsburg. Gara-gara judi, ia dicoret dari skuat Jerman yang akan melakoni laga internasional melawan Inggris dan Italia dalam waktu dekat.

Pencoretan itu dilakukan karena Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew, kecewa berat pada Kruse. Ekspektasi Loew tidak dijaga dengan baik oleh sang pemain.

“Minggu lalu saya menjelaskan kepada Max Kruse apa yang saya harapkan dari dia, di dalam maupun luar lapangan,” kata Loew dalam sebuah pernyataan DFB.

“Saya ingin pemain fokus pada sepak bola dan Euro 2016, bahkan antara permainan.”

Jelas saja Loew kecewa. Insiden Kruse di luar lapangan ini menjadi bahan berita media Jerman selama sepekan sejak ia ketahuan berjudi.

Perjudian Kruse bocor akibat ia lalai meninggalkan uang hasil judi di kursi penumpang taksi senilai Rp 1,2 miliar. Segera setelah menyadari kelalaiannya, pemain berusia 27 tahun itu langsung melapor ke polisi, berharap uangnya kembali.

Kabar ini lalu tersebar ke publik, dan membuat malu klubnya, Wolfsburg. Pada akhirnya, kabar ini juga sampai ke telinga pelatih Timnas Jerman, sehingga Kruse dicoret dari skuat Der Panzer.

Kruse bergabung dengan Wolfsburg musim panas 2015 dari Borussia Moenchengladbach. Dari 33 pertandingan, ia baru membuat sembilan gol. (Bs/Sdc)

1 2 3 14