Bachtiar Nasir yakin Allah akan Menurunkan Keadilan

Aksi GNPF MUI

Aksi GNPF MUI

Jakarta, KABAROKE — Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Islam (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir memimpin munajat agar diberikan kekuatan untuk mengawal independensi hakim memutus terdakwa penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap telah menistakan umat muslim.

“Hari ini kami datang untuk melaporkan semua kelemahan kami. Kami memohon kekuatanmu. Kami yakin pada keadilanmu ya Allah. Turunkanlah keadilanmu kepada bangsa ini. Putuskan yang terbaik kepada bangsa ini lewat hakim-hakim yang telah kau berikan kekuatan keadilanmu ya Allah,” kata Bachtiar Nasir di Masjid IStiqlal, Jakarta, Jumat (5/5).

Dia pun menyatakan setelah melakukan munajat kepada Allah SWT, ia meminta seluruh umat muslim dapat menerima. Bachtiar menambahkan, putusan hakim itu akan selalu dihormati.

“Siap untuk menerima apapun keputusan hakim? Siap untuk kecewa? Tapi yakinlah Allah akan nenurunkan keadilan lewat takdirnya melalui keputusan majelis hakim. Sehingga setelah ini apapun yang menjadi takdirmu, mampukan kami untuk menerima keadilanmu sepenuhnya ya Allah. Andai keputusan itu berpihak pada kami, jangan biarkan kami sombong. Tapi andai kata tidak, itu adalah kuatkanlah kami untuk menerima apapun takdirmu,” kata dia.

Usai melakukan munajat di Masjid Istiqlal, aksi massa 55 akan berjalan ke gedung Mahkamah Agung (MA). Setelah itu, rombongan akan kembali ke masjid dan membubarkan diri.

“Tausiyah di sini. Setelah diterima MA, delegasi akan kembali ke Masjid ini. Lalu bubar dengan damai,” pungkasnya.

Meski Dibantah Markus Nari, Terdakwa Kasus E-KTP Yakin Beri Duit Rp4 Miliar

Legislator Golkar Markus Nari Bersaksi di Sidang E-KTP [dok net]

Legislator Golkar Markus Nari Bersaksi di Sidang E-KTP [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014, Markus Nari, membantah menerima uang sekitar Rp 4 miliar dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (proyek e-KTP).

Hal itu dikatakan Markus saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).

“Saya tidak pernah menerima uang,” ujar Markus kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagaimana dilansir kompas.com, kemarin.

Namun, menurut kedua terdakwa, Irman dan Sugiharto, Markus pernah meminta dan menerima uang. Menurut Irman, saat itu Markus mendatangi kantornya di Gedung Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Irman, ia kemudian mengatur agar Sugiharto menyerahkan uang kepada Markus yang saat itu bertugas di Komisi II DPR. Namun, Markus Nari pun menjelaskan kedatangannya ke Kemendagri.

“Saat saya datang ke kantor Pak Irman itu, tidak pernah saya bicarakan uang untuk teman-teman. Saya fokus untuk program ini, makanya saya datang sama tim,” kata Markus.

Bantahan Markus itu kemudian dikonfrontasi dengan Sugiharto. Menurut Sugiharto, ia sendiri yang menyerahkan langsung uang Rp 4 miliar ke tangan Markus Nari.

“Jadi, setelah disampaikan Pak Irman, segera saya tindaklanjuti. Saya sampaikan kepada Markus Rp 4 miliar di Senayan. Setelah itu saya serahkan langsung ke Pak Markus,” kata Sugiharto.

Meski demikian, Markus tetap pada keterangannya sejak awal. (***)

Zakir Naik di Makassar, FUIB Siapkan 200 Kursi untuk Non Muslim

Konferensi Pers Kuliah Umum Zakir Naik

Konferensi Pers Kuliah Umum Zakir Naik

Makassar, KABAROKE — Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan selaku panita penyelenggara kuliah umum Doktor Zakir Naik di Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 10 April mendatang, hanya menyediakan 200 kursi bagi peserta non Muslim.

Ketua Panitia Muchtar Daeng Lau yang juga Ketua FUIB Sulsel mengatakan sedikitnya kuota bagi non Muslim sebagai peserta kuliah umum, bertujuan agar panitia dapat memaksimalkan pelayanan. Ia mengatakan, akan ada pelayanan khusus bagi peserta non Muslim.

“Kami tidak bermaksud membatasi masyarakat yang non Muslim. Tapi, karena kami akan berikan perlakuan khusus, makanya jumlahnya kami minimalkan supaya panitia lebih mudah mengakomodir,” kata Muchtar dalam keterangan persnya di Makassar, Selasa, 4 April 2017.

Ia menjelaskan, sejauh ini telah ada 100 orang lebih peserta non Muslim yang telah mendaftar secara online. Namun, kata dia, akan ada juga peserta non Muslim yang diundang secara khusus untuk hadir dalam kuliah umum tersebut.

“Kita prioritaskan pelayanan kepada mereka (non Muslim) ini saat kuliah umum berlangsung,” ucapnya.

Di Makassar sendiri, Doktor Zakir Naik dijadwalkan menyampaikan kuliah umum bertajuk Quran and Modern Science di Baruga Andi Pangeran Pettarani Unhas Makassar pada 10 April mendatang. Panitia menyatakan persiapan penyelenggaraan kegiatan itu telah mencapai lebih dari 90 persen.

Panitia mencatat, ada lebih dari 10.000 peserta yang mendaftarkan diri secara online. Namun, panitia hanya melolokan 9.000 peserta dalam proses verifikasi.

“Teknis verifikasi peserta itu kita saring menjadi 9.000-an dari lebih 10.000 yang mendaftar secara online. Kita lihat itu, berdasarkan usia, background, dan institusinya. Beberapa unsur tadi, ada yang dari pemerintahan, ormas islam, tokoh-tokoh ulama, dan akademisi,” beber Muchtar. (Yasir)

Nazaruddin Siap Beberkan Aliran Dana Korupsi E-KTP

Eks Bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin

Eks Bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin

Jakarta, KABAROKE – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akan bersaksi terkait aliran dana korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di persidagan, Senin (3/4). Ia menyatakan, kesaksiannya itu sesuai dengan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

“Ya ini sesuai yang didakwakan sama JPU. Nanti akan saya jelaskan semua,” ujar Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, sebelum sidang, Senin (3/4).

Ia menyarankan, semua yang disebut menerima aliran uang tersebut untuk mengakuinya dan tidak memberikan bantahan.

“Ya memang kalau masalah bantah dari mana mau mengaku. Tapi kan kalau dia mau, lebih baik. Lebih baik mengaku, biar supaya hukumannya di dunia dan akhirat tidak berat, kan,” imbaunya.

Dalam persidangan nanti, kata Nazar, dirinya siap untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi menyelesaikan kasus ini. Hal itu sudah jadi niatnya sejak awal.

“Saya sih sudah niat dari awal untuk bantu KPK,” ujarnya.

Dalam kasus ini, dua orang sudah menjadi terdakwa, yaitu mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, dan seorang pengusaha yang pernah menjadi mitra Kemendagri, Andi Agustinus alias Andi Narogong, kini berstatus tersangka.

Kasus korupsi ini membuat negara rugi Rp 2,3 triliun dari anggaran pengadaan e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun.

Dari anggaran tersebut, sebesar 51 persen atau Rp 2,6 triliun digunakan untuk membiayai proyek e-KTP. Sedangkan 49 persen atau sebesar Rp 2,5 triliun mengalir ke sejumlah pihak, di antaranya anggota Komisi II DPR RI dan Badan Anggaran DPR RI. (Iqbal)

Kisah Pria Pengumpul dan Pemulia Jenazah Terbuang

Abdul Sattar Edhi Pengumpul dan Pemulia Jenazah Terbuang

Abdul Sattar Edhi Pengumpul dan Pemulia Jenazah Terbuang [dok net]

Karachi, KABAROKE — Abdul Sattar Edhi merupakan pendiri jaringan voluntir ambulans terbesar di Pakistan yang bernama Edhi Foundation.

Seperti republika, Selasa, 28 Februari, tak seperti orang-orang kaya yang mendanai amal dengan menggunakan nama mereka. Edhi mendedikasikan hidupnya bagi orang-orang miskin sejak berusia 20 tahun. Padahal saat itu, ia dalam keadaan miskin di Karachi.

Edhi memiliki kisah menyedihkan. Ia dan keluarganya dipaksa untuk pergi pada 1947, guna menyelamatkan diri ketika India pecah dan mulai dibentuknya negara Pakistan. Ini menimbulkan konflik komunal yang mengerikan. Bahkan menimbulkan kekerasan dan penghapusan etnis.

Ini adalah momen di mana Edhi hidup dalam kemiskinan d jalanan di Karachi. Saat itulah misi kemanusiaan Edhi terasah dan menjadi tujuan hidupnya.

Hanya berusia 20 tahun. Ia belajar untuk mengasihi dan lebih memilih membantu orang lain yang membutuhkan.

Bahkan saat itu dia melawan para majikannya dan mengatakan kepada mereka, pekerjaan kemanusiaan kehilangan maknanya ketika anda membedakan antara orang miskin dan orang berada.

Ia tak ingin ada diskriminasi antara antara orang berada dengan orang miskin sehingga ia akhirnya membuat pusat pengobatan sendiri.

Dalam rangka mencari pengetahuan, Edhi pernah pergi ke Eropa. Dia mengemis di sana sepanjang jalan. Suatu pagi ia terbangun dari tidurnya di sebuah stasiun di Roma, Italia. Ia tak menemukan sandalnya. Rupanya sandalnya hilang karena dicuri orang. Namun ia sama sekali tak marah apalagi merasa terganggu. Baginya hal itu tak penting meskipun ia sendiri hidup dalam kemiskinan.

Ia juga mengunjungi London. Di sana ia sangat mengagumi kemakmuran Inggris. Meskipun kemakmuran Inggris juga menimbulkan budaya ketergantungan karena pemerintah sudah menyediakan segalanya.

Saat di London, Edhie ditawari pekerjaan. Namun ia malah menolaknya. Ia mengatakan, ia harus melakukan sesuatu untuk rakyat di Pakistan.

Pulang dari Eropa semakin menguatkan jiwanya untuk bekerja bagi kemanusiaan. Tak ada kemakmuran di Pakistan. Ia akan mengisi kekurangan yang dimiliki oleh negaranya tersebut.

Namun ini juga menjadi periode yang sangat sulit dalam hidupnya. Ia sangat lusuh, berjenggot, dan tak memiliki prospek yang jelas. Bahkan tujuh wanita menolak lamarannya. Tak ada yang mau menikah dengannya kala itu.

Ia akhirnya memutuskan untuk mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kemanusiaan. Ia mencurahkan seluruh energinya bagi kerja kemanusiaan.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang juga berjiwa kemanusiaan, sama seperti dirinya. Ia bertemu dengan Bilquise dan menikah dengannya.

Ia dan istrinya mendirikan klinik bagi orang miskin, mendirikan tempat penampungan anak-anak yatim. Ia menyediakan ambulans bagi orang-orang miskin. Sebab Pakistan kurang memiliki sistem kesehatan publik yang bagus.

Ia sering berkeliling menyetir mobil ambulansnya sendiri di Provinsi Sindh. Ia mengumpulkan jenazah dan membawanya ke stasiun polisi, menunggu sertifikat kematiannya. Jika tak ada keluarga atau kerabat jenazah tersebut menghubungi maka ia memakamkan sendiri jenazah tersebut.

Ia laki-laki berhati mulia. Dengan ikhlas ia mengumpulkan jenazah yang membusuk dari sungai, dalam sumur, jalanan, tempat kecelakaan, dan rumah sakit.

“Ketika keluarga jenazah meninggalkan mereka. Kemudian pemerintah membuangnya, saya memandikan mereka dan merawat mereka selaiknya jenazah yang harus dihormati,” kata Edhie. (***)

Prarekonstruksi Kasus Pulomas Peragakan 72 Adegan

Pra-Rekonstruksi Kasus Pulomas Peragakan 72 Adegan

Pra-Rekonstruksi Kasus Pulomas Peragakan 72 Adegan

Jakarta, KABAROKE — Jajaran Polres Jakarta Timur telah selesai melakukan prarekonstruksi selama kurang lebih tiga jam.

“Prarekon yang berlangsung dari pagi sampai sekarang sudah selesai dilakukan. Kurang lebih ada 72 adegan. Per item sudah dipilah-pilah dari peran dan kegiatan pelaku, masing-masing sudah dipisahkan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes M. Agung Budijono di Pulomas Utara, Jakarta, Jumat (6/1).

Dalam reka adegan yang diperankan sejumlah petugas polisi dan pelaku Iyus Pane, terungkap beberapa fakta yang tidak terekam dalam bukti CCTV.

“Ada kalimat yang di CCTV tidak ada. Contohnya ‘kita sudah selesai yuk kita pulang’. Itu Iyus pane yang berbicara setelah memasukkan korban ke kamar mandi,” lanjutnya.

Dengan temuan tersebut, polisi telah mengantongi fakta baru, yakni peranan yang dimainkan pelaku Iyus Pane. “Dari situ (CCTV) kita tidak tidak tahu kalau Iyus ternyata juga memberi komando,” tandasnya. (Iqbal)

Ngaji 1 Jam, Servis Motor di Bengkel Makassar Ini Bisa Gratis

Salah Seorang Pelanggan Tampak Membaca Al-Quran Sebagai Bayaran Servis Motor di Bengkel Milik Hasanuddin

Salah Seorang Pelanggan Tampak Membaca Al-Quran Sebagai Bayaran Servis Motor di Bengkel Milik Hasanuddin

Makassar, KABAROKE — Hasanuddin (45), pemilik Bengkel Remaja Motor di Jalan Hertasning Baru, Kota Makassar, membebaskan biaya servis motor bagi pelanggannya yang melantunkan ayat suci Al-Quran selama satu jam di bengkel miliknya. Hal itu dilakukannya lantaran terinspirasi setelah melihat postingan di media sosial, beberapa waktu lalu. Postingan itu terkait salah satu SPBU di Jawa yang memberikan bahan bakar gratis bagi pengendara yang bisa menghafal ayat suci Al Quran.

Hasanuddin mengatakan di bengkel miliknya, pelanggan yang mengaji setidaknya selama satu jam berhak mendapatkan oli atau servis motor gratis. Pihaknya menyiapkan Al Quran dan air mineral bagi pengunjung yang berkenan membaca dan melantunkan ayat suci Al Quran di bengkel miliknya.

“Pengunjung yang mau baca Quran, nanti tinggal pilih, mau oli gratis atau servis motornya gratis,” kata Hasanuddin saat ditemui di bengkelnya, Rabu, 21 Desember 2016.

Hasanuddin menceritakan ide tersebut mulai diterapkannya sejak Juli 2016 lalu, saat memasuki bulan suci Ramadhan. Sehari, ada dua sampai tiga orang yang hendak membaca Al Quran di bengkel yang berdiri sejak 2004 itu. Mayoritas, remaja seperti mahasiswa dan pelajar yang selalu mengikuti program baca Al Quran tersebut.

Saat ditanya soal keuntungan, Hasanuddin mengungkapkan jika awalnya omset dari usahanya tersebut memang mengalami penurunan. Namun, setelah sebulan berjalan, usahanya perlahan terus meningkat.

“Memang waktu masih awal-awal agak menurun penghasilan. Tapi sebenarnya kita bukan incar keuntungan dari ini (membaca Al Quran). Saya hanya mau orang-orang meluangkan waktunya sedikit untuk membaca Al Quran. Tidak masalah kalau masih tersendat-sendat,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, program tersebut juga sebagai ajang untuk dirinya bersedekah atas apa yang telah didapatkannya dari usaha bengkelnya itu. “Ini program bersedekah dan berbagi rezeki ke sesama umat muslim saja. Ya, sama-sama kita dapat pahala,” kata Hasanuddin.

Meski hanya merintis usaha bengkel sederhana, Hasanuddin tetap dapat menyekolahkan enam anak-anaknya. Dua diantara enam anaknya saat ini telah menjalani pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Dua anaknya lagi mengikuti pendidikan SMP dan SMA di pondok pesantren.

Pemiik Bengkel Remaja Motor Hasanuddin

Pemiik Bengkel Remaja Motor Hasanuddin

Hasanuddin berharap, program membaca Al Quran di bengkelnya itu bisa tetap terus berjalan untuk selamanya. Apalagi, menurutnya, keluarga termasuk Isteri Hasanuddin sangat mendukung program tersebut.

“Biasanya ada pengunjung yang saat baca Quran itu bagus sekali. Tajwidnya bagus. Itu sangat menenangkan hati. Dapat momen seperti itu sebenarnya sangat mahal harganya,” kata Hasanuddin.

Saat reporter kabaroke.com berkunjung ke bengkel Hasanuddin, ada satu pelanggan yang membaca Al Quran untuk bisa mendapatkan pelayanan servis motor gratis. Asran Sailan (34) warga Mappaodang Makassar yang motornya mengalami masalah mesin.

Asran mengatakan, awalnya tidak mengetahui bisa dapat pelayanan servis motor gratis bagi pengunjung yang mau membaca Al Quran di bengkel Hasanuddin. Nanum karena ditawari oleh Hasanuddin, Asran tertarik untuk mengikuti program tersebut.

“Di sini juga kan, kalau motor kita di servis, menunggu juga. Daripada menunggu tidak ngapa-ngapain, lebih bermanfaat kalau sambil baca Al-Quran. Selain bermanfaat bisa dapat servis gratis juga,” beber Asran.

Asran menilai, program Hasanuddin itu dapat meningkatkan minat remaja untuk membaca Al Quran. Ia juga berharap, baca Quran gratis oli dan servis motor di bengkel Hasanuddin bisa terus berjalan.

“Sangat bagus, apalagi pemuda-pemuda seperti saya yang sebenarnya jarang baca Al Quran. Apalagi dengan kesibukan remaja sekarang ini. Semoga ini jalan terus, supaya banyak remaja bisa sempatkan waktunya baca Quran,” ungkap Asran. (Yasir)

Polisi Geledah 2 Rumah Terkait Dugaan Makar

Kaid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rd Prabowo Argo Yuwono [dok net]

Kaid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rd Prabowo Argo Yuwono [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melakukan penggeledahan di dua rumah di lokasi berbeda di Jakarta terkait kasus dugaan makar atau pemufakatan jahat yang menyeret aktivis Sri Bintang Pamungkas.

“Penyidikan terkait dugaan upaya makar,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rd Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 14 Desember.

Penyidik kepolisian menggeledah satu rumah toko di Jalan Guntur No.49, Jakarta Selatan, dan satu rumah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, untuk mencari barang bukti terkait perkara itu.

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hendy F Kurniawan memimpin penggeledahan tersebut.

Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus percobaan makar, penghinaan terhadap penguasa dan pelanggaran Undang-Undang tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Di antara para tersangka itu ada Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin, Rachmawati, dan Sri Bintang Pamungkas yang diduga terlibat makar.

Dua tersangka lainnya, Jamran dan Rizal, dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dan musisi Ahmad Dhani dituduh menghina penguasa. (Iqbal)

Berstatus Terdakwa, Ahok Pasrah Bila Jabatannya Dicopot

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Jakarta, KABAROKE — Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pasrah bila jabatannya selaku Gubernur DKI Jakarta harus dicopot setelah menyandang status terdakwa kasus penistaan agama. Ahok diagendakan menjalani sidang perdana, Selasa, 13 Desember. Adapun, statusnya saat ini pun non-aktif sebagai kepala daerah lantaran mengambil cuti kampanye.

Ahok mengaku kurang mengetahui mengenai statusnya nanti saat menjalani sidang dan berstatus terdakwa. “Saya nggak tahu, itu kan tergantung ini kasus apa, apakah ini pidana khusus ataukah ini pidana apa,” kata Ahok usai menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Al Huda, Menteng, Senin, 12 Desember.

Ahok mengatakan Kemendagri adalah pihak yang berwenang dalam menentukan status jabatannya. “Jadi tergantung Kemendagri seperti apa, kan ini bukan korupsi. Saya nggak tahu,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, mengacu pada Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, setiap kepala daerah atau wakil kepala daerah yang didakwa dengan ancaman pidana minimal lima tahun, maka yang bersangkutan diberhentikan sementara.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri yang juga pelaksana tugas (PLT) gubernur, Soni Sumarsono membenarkan aturan di undang-undang tersebut. Namun menurutnya, pemberhentian kepala daerah harus menunggu register perkara dari pengadilan.

“Nanti pasti ada perintah dari pengadilan. Kita tunggu implikasi putusan pengadilan. Tetap harus melalui proses hukum, karena negara ini berdasarkan hukum,” katanya. (Iqbal)

Kuasa Hukum Ahok : Pembelaan Kami Sudah Sempurna

Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna

Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna

Jakarta, KABAROKE — Ketua Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sirra Prayuna mengklaim pembelaan pihaknya terkait kasus dugaan penistaan agama yang membelit kliennya sudah sempurna. Karena itu, pihaknya merasa tak perlu melakukan penambahan keterangan lagi, saat gelar perkara di Mabes Polri, Selasa, 15 November.

“Kalau dari kami, itu sudah sempurna. Makanya, kami nggak menggunakan waktu satu jam untuk menyampaikan tambahan, tanggapan, dan hal lainya. Justru teman-teman pelaporlah yang banyak menggunakan waktu itu,” ucapnya.

Sirra menambahakan, pihaknya menganggap pemaparannya sudah sempurna lantaran juga sudah mendengarkan langsung penjabaran tersebut dari para ahli dan saksi di dalam ruang sidang tersebut. Sehingga, ia pun tak banyak menambahkan pemaparan dan pembelaanya.

“Ini adalah serangkaian tindakan penyidik untuk menemukan adanya pidana atau tidak. Ada proses lidik dengan pemeriksaan pelapor, terlapor, ahli, baru nanti penyidik buat rumusan kesimpulan bisa ditingkatkan nggak status perkaranya,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sirra mengatakan jika Ahok juga belum dapat dipastikan kehadiranya dalam pengumuman hasil gelar perkara yang sedianya akan dilakukan besok, Rabu (16/11). “Kan pengumumannya nggak harus pihak pelapor dan terlapor datang, karena kewenangan penyelidikan ada di Bareskrim, kita lihat saja urgensinya seperti apa,” pungkasnya. (Iqbal)

1 2 3 4 6