Gelar Perkara Ahok Berjalan, Ini Pendapat Kuasa Hukumnya…

Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna

Ketua Tim Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna

Jakarta, KABAROKE — Ketua kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna mengatakan proses gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang menjerat kliennya yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih berjalan dan belum bisa diambil kesimpulan

“Prosesnya masih jalan. Tidak bisa hanya mengacu pada keterangan satu sampai dua orang terus kita ambil kesimpulan. Hukum pidana ini materiil jadi harus betul-betul dijelaskan secara konprehensif karena itu gelar perkara,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11).

Selain itu, Sirra mengungkapkan belum ada yang memberikan pendapat dari saksi ahli pihaknya. Yang ada baru sebatas keterangan dari pihak pelapor, pihak terlapor, ahli dan dari penyidik. “Belum ada. Baru pemaparan proses permintaan keterangan dari masing masing baik dari pelapor, terlapor, ahli dan dari penyidik. Tidak ada tanggap menanggapi,” katanya.

Dia mengaku di dalam gelar perkara tidak ada yang diperdebatkan, tapi hanya sebatas tambahan. “Tidak ada yang perlu diperdebatkan. Kalau ada yang perlu masukan, ya silahkan. Lagian, apa yang mau ditanggapi, kan masing-masing memiliki pendapat sendiri dan sudah dimuat dalam berita acar,” ucap dia. (Iqbal)

Penemuan Bong di SMKN 2 Makassar, 1 Siswa Positif Narkoba

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Setelah menemukan alat isap narkoba alias bong di halaman belakang SMKN 2 Makassar, pihak sekolah langsung memanggil Badan Narkotika Kota (BNK) Makassar untuk melakukan tes urine. Hasilnya, satu dari 15 siswa yang kedapatan sedang ‘bolos’ upacara bendera dinyatakan positif narkotika.

“Satu dari 15 siswa yang kita periksa, berdasarkan hasil tes alat Monotes, Siswa R hasilnya positif Narkoba,” ungkap Sekretaris Badan Narkotika Kota Makassar, Andi Abidin Malik, Senin, 7 November.

Meskipun hasil tes urine positif, Abidin mengatakan belum mengetahui jenis zat apa yang terkandung dalam tubuh R. Ia menjelaskan jika hasil tes tersebut masih akan dikembangkan oleh pihak BNK Makassar. “Untuk jenisnya zat apa kita belum bisa memastikan. Kita akan lakukan tes ulang lagi di lab,” katanya.

Abidin mengatakan siswa tersebut akan diperiksa oleh Polrestabes Makassar untuk dilakukan pengembangan kasus. Ia mengatakan, diduga ada pemasok dibalik penemuan kasus tersebut.

“Katanya R akan diperiksa di Polrestabes. Termasuk siswa yang membuat ini alat juga akan diperiksa untuk mengetahui motifnya. Nanti akan didampingi orang tuanya. Pemeriksaan ini dilakukan karena jangan sampai ada oknum di belakang ini yang memasok narkotika kepada siswa di sekolah,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah SMKN 2 Makassar, Chaidir Madja, seluruh siswa yang telah diperiksa sudah dipulangkan. Sementara untuk orang tua siswa R telah datang setelah dipanggil oleh pihak sekolah. (Yasir)

Dianggap Hina Presiden Jokowi, Ahmad Dhani Dipolisikan

Ahmad Dhani (dok-net)

Ahmad Dhani (dok-net)

Jakarta, KABAROKE — Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan Projo melaporkan musisi Ahmad Dhani ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) dengan tuduhan telah menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berorasi dalam aksi 4 November.

“Ahmad Dhani telah melecehkan presiden saat orasi demo 4 November,” kata Ketua Umum LRJ Riano Oscha, seperti dilansir Antara, Senin, 7 November.

Dalam Laporan Polisi Nomor : LP /5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 7 November 2016, relawan Jokowi melaporkan Ahmad Dhani ke polisi dengan tuduhan melanggar Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penghinaan terhadap penguasa.

Menurut ketentuan itu barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau denda.

Riano mengatakan relawan Jokowi menganggap Ahmad Dhani menyampaikan perkataan yang tidak pantas dan tergolong menghina presiden sebagai simbol negara saat berorasi dalam aksi damai yang dikoordinir Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

“Publik dapat menilai ucapan seseorang yang tidak pantas terhadap kepala negara,” ujar Riano, yang saat melapor ke polisi menyerahkan barang bukti berupa rekaman suara dan audio visual orasi Ahmad Dhani pada 4 November ke polisi.

Pelapor juga menghadirkan relawan Jokowi yang melihat dan mendengar langsung cercaan Dhani kepada pemimpin negara. Riano menegaskan bahwa langkah relawan Jokowi melaporkan Ahmad Dhani ke polisi tidak berhubungan dengan rencana musisi itu mengikuti pemilihan kepala daerah Bekasi. (***)

Selain Ahok, Polisi Agendakan Pemeriksaan 3 Saksi Ahli Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)/dok-net

Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)/dok-net

Jakarta, KABAROKE — Penyidik Bareskrim Polri terus berusaha menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Karena itu, selain memeriksa Ahok, kepolisian juga diagendakan memeriksa tiga saksi ahli pada hari ini, Senin, 7 November.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Agus Riyanto, membenarkan pemeriksaan tiga saksi ahli bersama Ahok pada hari ini. “Dari Kementerian Agama, MUI dan Imam (Masjid) Istiqlal,” kata Agus di Mabes Polri, sesaat lalu.

Dari pantauan kabaroke.com, hingga siang ini baru Ahok yang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

Diketahui, Ahok berstatus terlapor kasus dugaan penistaan agama saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Ahok dipolisikan oleh sejumlah pihak lantaran pernyataannya terkait Surah Al Maidah ayat 51 dalam Al-Quran yang dianggap menyakiti hati umat Muslim. Meski Ahok sudah meminta maaf, para pelapor berkukuh ingin Polri memproses hukum petahana pada Pilgub DKI Jakarta tersebut. (Iqbal)

Berkas Kasus Perampokan di Pondok Indah Dinyatakan Lengkap

Ilustrasi Polri

Ilustrasi Polri

Jakarta, KABAROKE — Berkas keempat tersangka kasus perampokan Pondok Indah yakni Samadi alias S (satu berkas), Supriyanto alias SAS, Ria Haryanto alias RH dan Sukimin alias CH (satu berkas) dinyatakan lengkap atau P21.

“Senin lalu, Kejaksaan Negeri sudah menginformasikan bahwa berkas perkara telah P21,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy F.

Hendy menuturkan, dalam waktu dekat, penyidik akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti (tahap 2) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. “Selanjutnya hari Selasa tanggal 1 November 2016 rencananya akan masuk tahap 2 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan,” lanjutnya.

Sebelumnya, polisi telah mengirimkan berkas perkara empat tersangka perampokan Pondok Indah pada hari Selasa (10/10) yang lalu.

Hendy menambahkan meski perampokan di rumah mantan pejabat Exxonmobil tersebut dilakukan oleh 5 (lima) orang, namun pihaknya belum mengirimkan berkas satu orang tersangka lagi yang berinisial AJS. AJS sendiri mengalami perpanjang penahanan selama 30 hari untuk pendalaman asal muasal kepemilikan senpi. (Iqbal)

Ditetapkan Tersangka Jelang Pilkada, Ini Tanggapan Bupati

Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin

Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin

Makassar, KABAROKE — Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin, mengaku belum mengetahui ihwal penetapan tersangka dirinya oleh Kejati Sulselbar. Burhanuddin diketahui tersandung kasus korupsi penjualan lahan negara di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada 2015. Nilai penjualan lahan itu mencapai Rp 16 miliar.

Burhanuddin yang berstatus petahana pada Pilkada Takalar 2017 menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas kasus yang membelitnya kepada tim pengacara. Ia pun menolak berspekulasi ihwal adanya kemungkinan adanya nuansa politik di balik penetapan dirinya sebagai tersangka. “Saya belum tahu itu (penetapan tersangka). Biarkan berproses,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kejati Sulselbar, Hidayatullah, menyatakan Burhanuddin telah ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi di Desa Laikang. Kejaksaan diklaimnya sudah memiliki cukup bukti untuk menjerat sang petahana. Hidayatullah juga menegaskan tak ada nuansa politik di balik penetapan tersangka. “Murni persoalan yuridis,” tutur dia.

Dalam kasus tersebut, Hidayatullah mengatakan pihaknya juga telah menetapkan tiga orang tersangka lainnya. Mereka adalah Camat Mangarabombang, Muhammad Noer Utary; Kepala Desa Laikang, Sila Laidi; dan Sekretaris Desa Laikang, Andi Sose, sebagai tersangka dalam kasus lahan Laikang. “Masa yang bawahan saja (tersangka), yang ambil keputusan kan komandannya (bupati),” tutur dia.

Burhanuddin dilaporkan karena menjual lahan itu ke PT Karya Insan Cirebon untuk dijadikan kawasan industri. Padahal, sejak 1999, lahan tersebut sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk dijadikan pembangunan kawasan transmigrasi. “Itu sudah diperingatkan oleh BPN,” tuturnya.

Diketahui, Burhanuddin kembali mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan Natsir Ibrahim. Pasangan petahana ini diusung tujuh partai politik. Rinciannya yakni Golkar, Hanura, Gerindra, PAN, PDI-Perjuangan, Demokrat, dan PPP. Sedangkan, rival Burhanuddin dalam pilkada nanti ialah Syamsari Kitta dan Ahmad Daeng Se’re yang diusung oleh PKS, NasDem, dan PKB. (Yasir)

Parah! Peredaran Uang Palsu Dikendalikan dari Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap jaringan pembuat dan pengedar uang palsu serta mengamankan empat tersangka di Semarang, Jawa Tengah.

“Pada Kamis tanggal 6 Oktober 2016 Subdit Upal Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri menangkap empat orang jaringan pembuat uang palsu di Semarang, Jawa Tengah,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya, seperti dilansir dari Antara, Sabtu, 8 Oktober.

Pengungkapan ini berawal dari hasil penyelidikan tentang adanya pengedaran uang palsu di Ungaran, Semarang, yang dikendalikan oleh seorang narapidana dari dalam lapas. “Jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang sedang menjalani hukuman kasus uang palsu di Lapas Kerobokan Bali,” katanya.

Keempat tersangka ditangkap secara berurutan dari Kamis (6/10) hingga Jumat (7/10) dini hari di lokasi yang berbeda di Semarang dan sekitarnya.

Keempat tersangka memiliki peran yang berbeda mulai dari pembuat, kurir, penjual uang palsu hingga pengendali peredaran uang Palsu. “Para tersangka mengedarkan uang palsu di wilayah Jawa dan Bali sejak empat tahun yang lalu,” katanya.

Adapun identitas dan peran masing-masing tersangka yaitu:

1. HH (39 tahun), peran menjual uang palsu pecahan 100.000 dengan perbandingan 1:3.

2. SV (26 tahun), peran sebagai pengendali pembuatan upal dan atas perintah orang tuanya (AH) yang berada di LP Kerobokan, Bali ditahan dengan kasus yang sama (upal).

3. S (48 tahun), peran sebagai kurir sekaligus pengawas pembuatan upal.

4. MS (32 tahun), peran melakukan setting warna saat pencetakan upal.

Sejumlah barang bukti yang berhasil ditemukan oleh penyidik yaitu:

1. 450 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

2. Ratusan lembar uang palsu yang belum di potong

3. Alat sablon, komputer, printer dan perlengkapan lain yang digunakan untuk mencetak uang palsu.

Selain uang palsu, turut disita tiga unit mobil yang diduga merupakan hasil kejahatan selama 4 tahun ini. Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 36 Ayat 1, 2 dan 3 UU 7 Tahun 2011 dengan ancamam hukuman maksimal 15 tahun. (***)

Waduh, PNS Wajo Ditangkap Simpan Sabu

Ilustrasi

Ilustrasi

Wajo, KABAROKE — Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Wajo meringkus seorang pemuda berinisial AMN di Jalan Andi Jelantek, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa, 4 Oktober. AMN yang berprofesi sebagai PNS di Kabupaten Wajo diciduk dengan barang bukti narkotika jenis sabu.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Wajo, Inspektur Satu Suardi, membenarkan penangkapan oknum PNS Wajo yang tertangkap menyimpan sabu. Kepolisian masih mendalami peran dan keterlibatannya. Barang bukti yang disita pun masih harus diperiksa ke Labfor.

Saat ditangkap, AMN menyimpan satu sachet being yang diduga sabu, 24 sachet bekas pakai, satu set alat isap alias bong dan sebuah telepon seluler. Dugaan awal, AMN sebatas penyalahguna narkoba.

“Pelaku bersama dengan barang buktinya telah dibawah ke Markas Polres Wajo untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ucap Suardi, seperti dilansir dari laman resmi Polda Sulsel, Rabu, 5 Oktober. (Yasir)

Menag Terus Fokus Menyongsong Fase Arafah, Mina Dan Muzdalifah.

Menteri Agama Lukman Syarif

Menteri Agama Lukman Syarif

Jakarta, KABAROKE – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersyukur atas apresiasi para wakil rakyat yang diberikan atas kinerjanya memimpin Kementerian Agama. Meski demikain, Menag mengingatkan agar anak buahnya tetap fokus mengingat di depan atas tantangan menyongsong fase Arafah, Mina dan Muzdalifah.

“Tantangannya tidak sederhana. Kita negara terbesar pengirim jemaah. Selaku petugas kita mendapatkan kemuliaan,” ujarnya usai mengikuti Malam Konsolidasi Persiapan Armina yang digelar oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Dar Hadi Hotel, Makkah, Kamis (08/09).

Menurut Menag, Negara telah memberikan kepercayaan kepada para petugas haji untuk melayani tamu Allah. Menag sadar bahwa tidak mudah mengelola jemaah yang mencapai lebih dari 155 ribu, terbagi dalam 387 kloter, dan 3.409 petugas. Salama di Arab Saudi, jemaah harus ditempatkan di 232 hotel, 117 hotel di Makkah dan 115 di Madinah.

“Ada 5532 bus antar kota yang harus dimonitor seksama pergerakan mereka dari Madinah ke Makkah dan dari Makkah ke Madinah, termasuk juga dari Jeddah ke Makkah dan dari Makkah ke Jeddah. Juga ada tidak kurang 279 bus salawat yang beroperasi 24 jam dan harus dimonitor. Sementara katering yang harus disediakan di Madinah dan Makkah berjumlah 6.678.340 box untuk jemaah haji kita,” papar Menag.

Data-data ini menunjukan betapa kompleks nya pekerjaan mengelola haji ini. Tentu itu bukan hal mustahil untuk bisa dilakukan dengan baik, dan terbukti petugas haji tahun ini bisa melakukannya sampai saat ini sehingga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. “Mari jaga prestasi yang dinilai baik ini sambil meningkatkannya,” ajak Menag.

“Atribut yang kita kenakan adalah petugas Indoensia. Kita membawa nama baik Indonesia. Karenanya tanggalkan ego sektoral masing masing. Tidak perlu menepuk dada kalau ada yang diapresiasi karena itu semata mata kerja tim,” tandasnya. (fajar)

Wow…Kementrian Agama Luncurkan Aplikasi Al-Quran Digital

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE – Kementerian Agama secara resmi meluncurkan Aplikasi Al-Quran Digital Pertama Kementerian Agama. Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertepatan dengan diselenggarakan Seminar Internasional Al-Quran di Hotel Arya Duta -Jakarta, (30/8).

Menurut Menag, umat Islam di Indonesia kini tidak perlu khawatir lagi untuk menggunakan aplikasi Al-Quran digital (Quran Kemenag ) di perangkat ponselnya. Karena Aplikasi ini di buat langsung oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al’Quran Balitbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Mari kita manfaatkan Quran Kemenag dari ponsel pintar dan ajak saudara-saudara kita untuk lebih dekat dengan Al-Quran dengan aplikasi Quran Kemenag agar Al-Quran semakin membumi khususnya di kalangan anak muda,” terang Menag.

Apalagi, lanjut Menag, Peluncuran Aplikasi Quran Kemenag ini juga untuk memperingati 1.450 tahun turunnya Al-Quran.

“Di era digital, pemerintah (Kementerian Agama) hadir dengan aplikasi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mushaf Al-Qur’an yang berbentuk digital,” ucap Menag.

Sementara itu, Pgs. Ketua Lajnah Pentashian Mushaf Al-Quran Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Muchlis Hanafi menjelaskan, pengguna ponsel smartphone dapat mengunduhnya di Google Play Store (smartphone berbasis Android) dan secepatnya nanti juga bisa di AppStore dan Windows Phone Store.

Dikatakan Muchlis, aplikasi generasi pertama  ini menyajikan teks Al-Quran lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan. Selain itu, juga di lengkapi dengan  tafsir dalam dua varian: Tahlili (30 juz) ataupun tafsir ringkas.

Fitur lainya yang tersedia di aplikasi ini, yaitu suara murattal Al-Quran dari Syekh Mahmud Khalil al-Hushary. Dan Tulisan Al-Quran yang digunakan dalam aplikasi ini, terang Muchlis, bersumber dari Mushaf Attin yang mengikuti Mushaf Al-Quran Standar Indonesia.

” Mushaf Al-Quran Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Quran yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Quran yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Qur’an yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama,” jelas Muchlis.

Adapun, lanjut Muchlis, Terjemahan Al-Quran yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al-Quran dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama.  Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al-Quran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fitur Tafsir Ringkas Al-Quran Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Jakarta. Saat ini, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 – 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30 akan menyusul di apps Quran Kemenag.

” Aplikasi ini akan terus dikembangkan dan ditambahkan nanti juga ada tafsir tematik, tafsir ilmi dan lain sebagainya. Juga akan ada fitur Asbabun Nuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Quran yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama pada tahun 2015,” ucap Muchlis.

1 2 3 4 5 6