Ya Ampun…Sudah Dipecat Dari Kesatuan, Mantan Polisi Malah Ditangkap Polisi

Ilustrasi diamankan polisi (dok-net)

Ilustrasi diamankan polisi (dok-net)

Jakarta KABAROKE – Polsek Tamansari mengamankan seorang pria bernama Mahmur Rosyid (33) warga Kp. Utan ceger rt01/018 Bekasi, Jawa Barat, lantaran telah melakukan perampokan dan mengaku sebagai anggota polisi.

“MR ini memang bekas anggota Brimob, dia di Pecat dari kesatuannya beberapa tahun lalu,” Ujar Kapolsek Tamansari AKBP Suhermanto kepada wartawan (17/05).

Suhermanto melanjutkan, pihaknya menangkap eks Brimob tersebut setelah mendapatkan laporan dari salah seorang warga yang menjadi korbannya berinisial S (25). Sehingga anggota kepolisian Tamansari langsung melakukan pencarian terhadap pelaku yang kerap melancarkan aksinya di kawasan Tamansari Jakarta Barat.

Dengan menuding para korbannya sebagai pengguna narkoba, dia membawa mereka kesebuah hotel untuk dipereteli.

“Biasanya pelaku ini membawa korbannya ke hotel illigals yang ada di Tamansari‎. Pelaku memperlihatkan kartu anggotanya ke korban, kemudian korban di geledah,” tuturnya.

Suhermanto menambahkan, pelaku yang menggeledah bukannya mencari barang bukti narkoba atau sejenisnya, justru menguras harta benda yang di bawa oleh korbannya.

“Korbannya ada sekitar lima orang, tapi yang baru melapor satu orang. Kami menangkap pelaku masih di kawasan tamansari sini. Biasanya setelah pelaku mengambil barang-barang korbannya, dia mengunci korban di dalam kamar hgotel tersebut,” pungkasnya.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap mantan anggota kesatuan brimob tersebut. (Iqbal)

Nah Loh … Gara-gara Tak Dapat Jatah dari Istri, Lelaki Ini Garap Anak Tiri

ilustrasi

ilustrasi

Makassar, KABAROKE – Kejadian kali ini patut dijadikan pelajaran bagi pasangan suami istri. Khususnya dalam menjalin komunikasi hingga urusan kebutuhan seks diantara suami dan istri.

Dalam urusan seks, bisa menjadi masalah yang sangat serius. Seperti yang dialami oleh Nur Alan alias Lallan (47), tersangka pelecehan seksual terhadap bocah berininsial B (8), yang tak lain adalah anak tirinya sendiri.

Nur Alan tega menggarap anak tirinya sendiri lantaran tak mendapat jatah seks dari sang istri. Setiddaknya, itulah pengakuan langsung lelaki yang karib disapa Lallan ini di hadapan penyidik Polres Sidrap.

Warga Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca, Rijang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengaku, nekat menggagahi anak tirinya karena terdesak kebutuhan biologis. “Saya jarang mendapat jatah dari istri karena sering bertengkar,” aku Lallan.

Dia juga mengaku, dalam memuluskan aksinya, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang puluhan ribu rupiah untuk jajan. Aksinya mulai dilakukan sejak 2015 lalu.

Perbuatan bejat Nur Alan dibuktikan dengan hasil pemeriksaan medis terhadap korban. Berdasarkan hasil visum dokter RS Arifing Nu’mang, selaput tipis kelamin korban mengalami luka robek hingga 7 cm.

Kasat Reskrim AKP Chandra Yudha Pranata mengatakan, menurut analisa visum dokter, beruntung korban tak mengalami pembengkakan dan infeksi saluran kencing. “Pelaku sudah memasukkan alat kelaminnya ke dalam kemaluan korban. Dan bekas bercak cairan sperma ditubuh korban cocok dengan milik pelaku,”ungkapnya. (ps/jk)

Wow … Kodam VII Siapkan Lahan Seribu Hektar untuk Eks Santoso

Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Makassar, KABAROKE — Kodam VII/Wirabuana menyadiakan 1.000 hektare lahan persawahan baru di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Seribu hektare lahan itu disiapkan khusus untuk para pengikut Santoso yang mau meninggalkan jaringan teroris Santoso.

Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan pembukaan lahan baru seluas 1.000 Hektar ini diperuntukkan untuk eks jaringan teroris Santoso sebagai lahan pekerjaan.

“Kita bekerjasama dengan Menteri Pertanian untuk pembukaan lahan persawahan baru ini dengan memberikan bantuan alat-alat pertanian (elsintan),” kata Agus SB usai memberikan pengarahan dalam Apel Komandan Satuan (Dansat) Tersebar di Rindam VII/Wirabuana Pakkatto, Kabupaten Gowa, Senin, 9 Mei.

Pangdam Agus SB menyebutkan, hingga saat ini sudah ada satu anggota jaringan teroris Santoso yang menyerahkan diri dan ingin bertani di lahan persawahan 1.000 yektar yang disediakan itu. Dia pun berha berharap agar semua jaringan teroris Santoso memiliki pandangan yang sama untuk bergabung menjadi petani di lahan tersebut

Selain itu, lanjut Pangdam Agus SB, Hingg saat ini pihaknya tetap melakukan pengejaran terhadap jaringan teroris Santoso melalui operasi kewilayahan (teritori)

“Kita melihat ada batas waktu, tetapi bagi Kodam VII/Wirabuana tugas pembinaan teritorial atau pembinaan kewilahan tidak bisa kita elakkan. Berhenti atau tidak berhenti, operaisi teritorial akan berjalan terus . Denga berhentinya operasibtinombala maka saya akan intensifkan operasi teritorial,” kata Pangdam Agus SB.

Agus SB menyebutkan, dalam operasi kewilayahan ini pihaknya akan melibatkan semua stakeholder untuk melakukan sosialisasi penangkalan faham dan tindakan teroris di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.

Pihak pihak yang akan dilibatkan adalah penangkalan tindakan dan faham radikal yakni akademisi dan ulama. Mereka nantinya akan diajak untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya faham yang disebarkan oleh teroris jaringan Santoso. Dia mengatakan, keterlibatan akademisi dan ulama diharapkan dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat. (ps/jk)

Waduh … Pemuda Ini Diamankan Gara-gara Baju Palu Arit

AF, pemuda yang diamankan oleh aparat TNI

AF, pemuda yang diamankan oleh aparat TNI

Makassar, KABAROKE – Tiga orang pemuda terpaksa diboyong ke Kantor Kodim 1426 Takalar. Itu setelah satu di antara mereka secara tidak langsung kedapatan memakai baju berwarna merah berlogo paru arit, Kamis, 5 Mei, malam tadi.

Dia adalah AF. Informasi yang dihimpun, pemuda 22 tahun itu adalah seorang warga Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Sebelumnya ia berselfie-selfie di Lapangan Makkattang Karaeng Sibali dengan memamerkan palu aritnya.

Tak lama berselang, Anggota Intel Yonif Kodim 726 Takalar, Serka Ryckye Rahman pun melintas. Ia kemudian melihat baju mencolok yang dikenakan AF. Ryckye pun kemudian berkoordinasi Serka Syamsuddin.

Setelahnya, kedua tentara ini pun membuntuti AF dan rekan-rekannya, untuk mengetahui asal muasal baju tiu. Tepat di depan RSUD Padjonga Dg Ngalle, Takalar, ketiga pemuda ini disetop dan digelandang ke Mako Kodim 1426. Ketiagnya langsung diperiksa di Ruang Staf Intel Kodim 1426.

“Saya langsung panggil teman saya, Serka Syamsuddin untuk mengintrogasi AF di depan RSUD Padjonga,” beber Serka Ryckye. Sampai berita ini diturunkan, Staf Kodim 1426 Takalar masih meminta keterangan dari AF. Pemeriksaan sejak pukul 18.45 Wita tadi. (rc/jk)

Tahu Gak, Penghuni Bumi Sebelum Nabi Adam?

Planet Bumi (dok-net)

Planet Bumi (dok-net)

KABAROKE – Bumi tempat kita berpijak usianya sudah miliaran tahun. Sebelum akhirnya ditinggali manusia pertama yakni Adam, bumi menurut ahli tafsir sudah ditinggali oleh beberapa makhluk. Berkenaan dengan penciptaan Adam, mayoritas ulama Islam percaya bahawa Adam dan Hawa telah dicipta dengan lengkap di Surga. Mereka kemudiannya dihantar ke bumi usai memakan buah yang terlarang. Keturunan mereka mengisi populasi bumi dan memulai sejarah manusia.

Manurut ahli tafsir pada saat bumi berumur delapan ribu tahun, keadaanya masih kosong.Di sini sudah terdapat banyak biji sawi putih. Kemudian Allah SWT menciptakan seekor unggas yang bernama Tabirunnasar.

Allah SWT berfirman kepada-Nya : Hai unggas tabirunnasar, makanlah olehmu biji sawi itu. Apabila habis biji sawi itu, engkau akan kumatikan.

Sang unggas pun memakan biji-bijian itu. Namun, cara memakannya diatur: pertama, sehari satu biji yang dimakan. Setelah semakin berkurang, maka kini dimakannya hanya satu biji sebulan. Biji sawi itu semakin berkurang saja.

Oleh karena begitu takutnya terhadap kematian, maka sang unggas hanya memakan satu biji dalam setahun. Namun, akhirnya habislah biji-biji sawi itu. Tabirunnasar pun akhirnya mati.

Setelah kematian tersebut, Allah SWT menciptakan makhluk lain sebagai penghuni bumi, yaitu tujuh puluh orang laki-laki. Namun tidak semuanya langsung diciptakan, melainkan satu persatu Allah SWT menciptakannya. Apabila seorang meninggal, maka langsung diciptakan yang lain.

Masing-masing dari mereka berumur 70.000 tahun. Konon, setahun pada masa itu sama dengan seribu tahun pada masa sekarang. Tatkala telah mati tujuh puluh lelaki itu, kemudian Allah ciptakan Jin.
Allah berfirmanDescription: :Dan Dia menciptakan jin dari nyala api. ( Q.S. 55 : 1 )

Sebagian dari jin-jin itu ada yang berkaki empat,berkaki dua, dan ada yang terbang. Kemudian Allah SWT mengutus salah satu seorang di antara mereka yang bernama Yusuf untuk memberikan pengajaran ilmu dan syariat agama.

Namun, jin-jin itu banyak yang mendustakan ajaran-ajaran tersebut yang menyebabkan Allah SWT mematikan semuanya. Penghuni bumi berikutnya adalah suatu makhluk yang berpasangan. Rupanya seperti binatang. Keluar dari dalam neraka.

Binatang itu pun beranak, dan anaknya dinamakan dengan AZAZIL. Setelah cukup besar, Azazil mulai melakukan peribadatan kepada Allah SWT seribu tahun lamanya. Setelah itu, Allah SWT mengangkatnya ke langit pertama.

Selama seribu tahun, di sini pun ia tekun beribadah. Allah SWT menganugerahkannya sayap yang terbuat dari manikan yang hijau. Dengan izin-Nya maka terbanglah ia ke langit kedua.

Seribu tahun lamanya pula ia beribadah. Demikianlah, pada tiap-tiap lapisan langit ia beribadah selama seribu tahun lamanya, hingga ke lapisan langit ketujuh.

Sementara itu, di bumi saat itu sudah ada penghuni lainnya, yaitu dari bangsa jin yang bernama JANNA. 70000 tahun lamanya hingga lahir anak cucunya. Kata ahli tafsir yang lain, delapan belas ribu tahun mendiami bumi yang kemudian menjadi sombong dan kufur.

Allah SWT pun mematikan janna. Sebagai gantinya adalah yang bernama BANUNAL JANNA. Ia mendiami bumi selama delapan belas ribu tahun lamanya. Ia juga dimatikan oleh Allah SWT.

Sementara itu, di atas langit sana, Azazil bersama para Malaikat masih khusyuk beribadah. Azazil menjadi penghulu para malaikat selama tujuh ribu tahun lamanya dalam beribadah. Hingga pada satu waktu, Azazil mengajukan suatu permohonan kepada Allah SWT, katanya :

Ya tuhanku, tujuh ribu tahun hamba-Mu ini berbuat kebaikan pada-Mu dalam tujuh lapis langit ini. Jikalau dianugerahkan oleh-Mu, hamba-Mu mohon hendak turun ke bawah ke langit keenam, berbuat kebaikan kepada-Mu.

Pergilah engkau ! tegas Allah SWT.

Turunlah Azazil atau iblis itu bersama tujuh ratus Malaikat pengiringnya ke langit keenam. Setelah merasa cukup, ia pun memohon izin lagi kepada Allah SWT agar diturunkan ke angit kelima. Di langit kelima pun ia memohon diturunkan ke langit yang di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga sampai mereka di langit dunia.

Di langit dunia, Azazil atau iblis mengajukan suatu permohonan pula: Ya Tuhankum, hambamu hendak memohon turun ke bumi dengan para malaikat. Bahawasanya hamba-Mu hendak beribadah kepadamu di bumi itu.

Ya Tuhanku, betapa Bananul Janna telah banyak berbuat kerosakan di muka bumi. Anugerahkanlah atas hamba-Mu ini bersama para malaikat berbuat kebaikan ke hadirat-Mu di muka bumi itu.

Allah SWT pun mengabulkan permohonan Azazil itu. Diturunkanlah ia bersama tujuh ratus Malaikat yang mengiringnya untuk beribadah di muka bumi, setelah sebelumnya Banunal Janna dimatikan kerana banyak berbuat kerusakan.

Setelah delapan ribu tahun lamanya beribadah, Iblis mencoba mengemukakan ungkapan hatinya bahwa di muka bumi inilah ia begitu betahnya, dan tidak ada tempat lain yang membuatnya demikian betah.

Dan memohon agar selamanya ia berada di muka bumi untuk berbakti kepada Allah SWT. Sampai pada satu waktu, Allah SWT berkehendak menurunkan suatu keterangan kepada Azazil.

firmannya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.(Q.S. 2: 30).

Mendengar firman tersebut, Iblis menjadi berduka, disebabkan dengkinya. Mereka (para Malaikat ) pun bertanya kepada Allah SWT mengenai siapa yang akan menjadi khalifah itu.

Adam namanya, jawab Allah SWT. Mereka berkata ,Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau.

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang engkau tidak ketahui.(Q.S. 2 :30)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: www.enterberita.com

REKLAMASI CPI: Legislator Ini Bela Gubernur Sulsel

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Makassar, Zaenal Dg Beta. (int)

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Makassar, Zaenal Dg Beta. (int)

Makassar, KABAROKE – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Makassar, Zaenal Dg Beta memiliki pandangan berbeda terkait reklamasi di Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI). Legislator PAN itu bahkan mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan pemerintah dibawah komando Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam proyek tersebut.

Zaenal menilai, reklamasi pantai di kawasan Centre Point Of Indonesia (CPI) hanyalah sebagian kecil dari proses reklamasi yang ada di sepanjang wilayah pesisir pantai Makassar. Menurut dia, jika dibandingkan dengan aktivitas reklamasi lainnya, reklamasi pantai di kawasan CPI masih tergolong bagus karena negara dalam hal ini pemerintah Provinsi masih mendapat bagian dari proses tersebut.

“Dibandingkan reklamasi lainnya, di CPI itu jelas, karena negara (Pemprov) mendapat bagian,” katanya saat ditemui di ruang komisi C, Kamis, 21 April.

Zaenal menyatakan mendukung, jika permasalahan reklamasi itu bukan hanya tertuju pada CPI saja akan tetapi semua pengembang yang melakukan reklamasi seperti, GTMD, PT Mariso Indo Land dan lainnya.

“Kalau memang mau diusut, jangan cuma CPI, tapi pengembang lain yang juga melakukan reklamasi. Sebab jelas melanggar karena mereka menimbun sebelum Perda RTRW disahkan,” tegasnya.

Politis PAN itu juga menjelaskan, aktivitas reklamasi itu pada intinya tidak dilarang asalkan mengedepankan kepentingan masyarakat dan pemerintah serta mematuhi peraturan yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga menyampaikan hal senada. Bahwa pelaksanaan reklamasi di kawasan CPI itu berbeda dengan yang dilakukan di Jakarta.

“Kenapa tidak persoalkan juga reklamasi yang lain, malah yang Pemerintah yang dipermasalahkan. Kan jelas, disini alasan mitigasi,” papar Syahrul ketika diwawancara di kantornya Rabu (20/4/2016).

Dia menegaskan bahwa reklamasi yang dilakukan Pemerintah provinsi Sulsel bersama pengembang itu untuk kepentingan rakyat, dan demi kemajuan daerah dan bukan yang lain.

“Pikiran saya hanya untuk rakyat, daerah dan kemajuan, tidak ada pikiran lain,” tegasnya. (ps/jk)

PARAH! Maling Ini Nekat Bobol Rujab Kapolrestabes Makassar

Eki, pelaku pembobolan Rujab Kapolrestabes Makassar. (rc)

Eki, pelaku pembobolan Rujab Kapolrestabes Makassar. (rc)

Makassar, KABAROKE – Maling yang satu ini tergolong super nekat. Bagaimana tidak, objek yang dijadikan sebagai sasaran pembobolan merupakan Rumah Jabatan (Rujab) Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono.

Rujab yang terletak di Jl Haji Bau dibobol sekira pukul 01.20 Wita, Kamis, 21 April, dini hari. Pelakunya adalah ZS (17) dan Eki Sanrio (28).

Sejatinya, ZS sudah berhasil membbol rumah yang dihuni oleh perwira tiga bunga itu. Keduanya sukses menyelinap lantaran beberapa petugas yang sedang berjaga tengah tertidur.

Praktis, dua handphone dari rujab orang nomor satu di jajaran kepolisian Makassar itu berhasil dibawa kabur. Petugas baru tersadar saat mendapati rumah dalam dalam keadaan berantakan.

“Saya datang bersama teman untuk ketemu Pak Anas yang biasanya piket di Pos. Namun, tiba-tiba waktu kami pulang di jalan, dia (ZS) kasih lihat 2 Hp yang diambil di rumah jabatan Kapolrestabes,” kata Eki sesaat setalah diamankan.

Eki diamankan Polsek Panakkukang setelah menjadi target operasi. Belakangan setelah tertangkap di rumahnya di Jl Rappocini, Eki baru diketahui sebagai satu dari dua pembobol Rujab Kapolrestabes Makassar.

Setelah mengetahui hal itu, polisi bersama pelaku langsung mengembangkan kasus dan mengejar ZS yang berhasil kabur. (rc/jk)

1 4 5 6