BNN Sita 57 Karung Ganja

karung-berisi-ganja-di-kantor-bnn-cianjur

Karung berisi ganja di kantor BNN Cianjur

KABAROKE – Badan Narkotika Nasional (BNN) pada kamis (18/2) malam berhasil menyergap sebuah truk yang mencurigakan di wilayah Gebkrong, Cianjur. Dari penyergapan tersebut BNN berhasil mengamankan 57 karung narkotika jenis ganja dengan berat rata-rata 40 kilogram hingga 50 kilogram.

 

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik menjelaskan, ganja tersebut didapat melalui penyergapan yang dilakukan oleh petugas BNNK Cianjur tehadap sebuah truk bernomor polisi F 8583 SJ yang melakukan bongkar muat di wilayah tersebut. Sebelumnya BNN melakukan pengincaran terhadap truk mencurigakan tersebut.

 

“Truk  masuk ke wilayah Kecamatan Cireunghas  menuju Cianjur melalui jalan-jalan pedesaan, melalui wilayah Lampegan Kecamatan Campaka. Kami mengintai di wilayah Desa Tegal Buleud sekitar satu jam,” ujar Hendrik di Kantor BNNK Cianjur, Jumat (19/2) pagi.

 

Setelah berkoordinasi dengan BNNK Sukabumi dan sejumlah tim lainnya, penyergapan pun dilakukan. Namun, pelaku melarikan diri dan meninggalkan truknya. Hendrik menyebutkan, total berat ganja yang diamankan itu seberat 2 ton, dan harganya mencapai miliaran rupiah. (ztc)

 

Berkas Perkara “Kopi Beracun” sudah 75 Persen

KABAROKE — Berkas perkara Jessica Kumala Wongso (27) sudah rampung 75 persen. Sedangkan 25 persennya masih dalam tahap kelengkapan dan penguatan. Demikian ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Muhammad Iqbal Iqbal di Polda Metro Jakarta, Selasa (16/2).

Iqbal mengatakan penyidik tidak bisa serta merta memberikan informasi terkait alat bukti yang nantinya akan dibawa ke pengadilan, begitu pula hasil pemeriksaan kejiwaan Jessica di RSCM yang terbilang tertutup. Menurut Iqbal, jika polisi membocorkan alat bukti, hal itu termasuk ke dalam pelanggaran kode etik materi penyidikan.

Namun Iqbal juga memastikan, polisi bekerja profesional dan maksimal untuk membuktikan bahwa tersangka yang sudah ditetapkan adalah benar pelaku dibalik tewasnya Wayan Mirna Salihin. “Makanya kita profesional untuk membuktikan tersangka J adalah pelakunya,” kata Iqbal.

Saat ditanya perihal sudah ada pengakuan dari tersangka, Iqbal menggeleng.

“Apalagi kasus ini, J tidak mengaku. Pengacara jelas membela bahwa penetapan tersangka itu tidak betul, jadi penyidik PMJ tidak mengejar pengakuan,” ujar Iqbal.

Jessica Kumala menjadi tersangka tewasnya Mirna yang tidak lain adalah temannya sendiri semasa kuliah di Australia. Mirna meninggal usai meminum kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indoensia pada 6 Januari 2016 yang dipesan oleh Jessica. Polisi menemukan kopi yang diminum Mirna bercampur sianida. (bs)

Jessica Kumala Wongso

Pengendara Go-jek Menjadi Korban Penembakan

KABAROKE – Seorang pengemudi Gojek menjadi korban penembakan di Jalan Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/2) sore tadi.

“Iya benar, lokasi kejadian di Jalan Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jaksel, dekat Masjid Al Barkah,” ujar Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Priyo Utomo Teguh.

Saat ditanya identitas korban dan motif penembakan, Priyo mengatakan, belum mengetahui karena tengah dalam perjalanan ke lokasi. “Saya baru mau ke TKP,” ucapnya.

Sedangkan, korban saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC), Jaksel. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengendara Gojek itu ditembak oleh orang tidak dikenal. Diduga motif penembakan karena korban berusaha mempertahankan sepeda motor dari pelaku pembegalan.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan bahwa pengendara Go-jek tersebut masih hidup dan dirawat di Rumah Sakit JMC

“Korban ada di Rumah Sakit JMC, kondisinya masih hidup,” Ujar Wahyu.

Saat ditanya di bagian mana tepatnya korban mendapatkan luka tembak, Kapolres mengatakan petugas masih mengumpulkan informasi. Termasuk apa sebenarnya motif penembakan itu.

Wahyu juga mengatakan, saat kejadian, korban diketahui sedang tidak membawa penumpang. Ia mengatakan saat ini ia sedang di lokasi kejadian yaitu di dekat Pasar Kambing, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dirinya dan aparat polisi sedang mencari informasi dari saksi di lokasi kejadian. “Kami sedang meminta keterangan saksi di TKP, sedang melakukan pengembangan,” katanya. (zrol)

Ini Fakta Menarik di Balik Pemeriksaan Jessica

KABAROKE — Sampai Selasa, 2 Februari 2015, Jessica Kumala Wongso masih berada di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Penyidik masih sibuk memeriksa dan melakukan pengembangan terhadap sejumlah saksi terkait kassus tewasnya Mirna, sesaat setelah menenggak kopi beracun.

Pada pemeriksaan Senin, 1 Februari, sejumlah fakta menarik tersaji . Mulai dari ayah Mirna, Darmawan Salihin yang berpapasan dengan ibu Jessica, Imelda Wongso di Mapolda, hingga Jessica yang menjalani pemeriksaan dan melemparkan senyum usai diperiksa.

Berikut perkembangan kasus pembunuhan kasus Wayan Mirna Salihin yang terjadi pada Senin:

1. Jessica dikunjungi Ibu kandungnya, Imelda Wongso dan pengacara, Yayat Supriatna.

Ini merupakan kunjungan perdana pihak keluarga setelah Jessica ditahan. Sesaat sebelum diperiksa penyidik, Ibunda dan Yayat sempat makan bersama di dalam ruang tahanan. Selain itu, kunjungan mereka juga mendampingi pemeriksaan Jessica.

2. Sekitar pukul 10.00 Wib Jessica memasuki gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

3. Kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto mengatakan kliennya selama ditahan polisi merasa tertekan lantaran kerap dipaksa Krishna sebagai pembunuh Mirna. “Sampai dibawa ke ruang kerja Krishna. Suruh ngaku. Diperiksa suruh ngaku. Ada saksinya,” kata dia.

4. Guru Besar Kriminolog Universitas Indonesia, Prof Ronny Rahman Nitibaskara akhirnya diputuskan menjadi saksi ahli untuk mengungkap kematian Wayan Mirna Salihin.

Ronny sedikit membocorkan bahwa bahasa tubuh Jessica sedikit berbeda saat memberikan ‎pernyataan kepada penyidik. “Ya, antara lain itu (bahasa tubuh),” ucapnya singkat.

5. Ayah Mirna, Darmawan Salihin menyambangi Mapolda Metro Jaya. Kunjungannya untuk diperiksa kembali oleh penyidik.

Dia mengatakan, merasa puas dengan kinerja kepolisian dalam mengusut kasus yang menewaskan putrinya itu.

6. Darmawan Salihin sempat berpapasan dengan Imelda Wongso di ruang pemeriksaan. “Tadi sempat berpapasan di dalam. Tapi tidak berkomunikasi,” kata pengacara Jessica Yayat Supriatna setelah keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (1/2).

7. Sekitar pukul 17.20 Wib, Jessica akhirnya selesai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Jessica masih bisa tersenyum usai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya.‎ Padahal, pemeriksaannya sudah bergulir selama 7 jam, dari pukul 10.00 sampai 17.20 WIB, Senin, (1/2).

8. Darmawan Salihin mengaku kecewa dengan sikap keluarga Jessica yang sampai saat ini tidak tampak menaruh kesan simpati padanya. “Engga usah apa-apa lah, paling engga minta maaf anak saya (Jessica) yang kebetulan belikan kopi itu. Maaf ada kejadian seperti ini. Begitu,” ucap Darmawan.

9. Ayah Mirna mengaku bahwa sang menantu Arief Soemarko adalah seorang pengusaha hasil bumi dan sang besan adalah seorang pensiunan pegawai swasta. Namun dia mengaku tak terlalu mengenal secara detail apa latar belakang keluarga sang menantu. (*/bs))

Jessica

Jessica saat diminta keterangan oleh kepolisian beberapa waktu lalu.

1 156 157 158