16 Tim Beradu dalam KNPI Torut Futsal Cup

Wakil Bupati Torut Yosia Rinto Kadang saat Membuka Turnamen Futsal KNPI

Wakil Bupati Torut Yosia Rinto Kadang saat Membuka Turnamen Futsal KNPI

Toraja Utara, KABAROKE — Sebanyak 16 tim beradu dalam KNPI Toraja Utara Futsal Cup 2016 di GOR Rantepao, Senin, 7 November. Turnamen futsal yang dibuka oleh Wakil Bupati Torut, Yosia Rinto Kadang, itu merupakan kegiatan KNPI dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88.

Pembukaan turnamen futsal tersebut dihadiri Ketua KONI Kabupaten Toraja Utara, Ketua KNPI Kabupaten Toraja Utara, Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Toraja Utara dan Kapala Bagian Humas Kabupaten Toraja Utara. Adapun tim yang beradu tak hanya berasal dari Torut, tapi juga dari Tator, Enrekang dan Palopo.

Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, mengajak para pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas serta kerja sama yang baik antar tim. Ia pun mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh KNPI Kabupaten Toraja Utara yang dianggapnya mendukung dan menyalurkan bakat pemuda.

“Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 88, kami dari pemerintah mengapresiasi turnamen futsal yang diselenggarakan oleh KNPI Kabupaten Toraja Utara. Apalagi olahraga futsal ini adalah olahraga yang digemari oleh pemuda kita di Toraja Utara,” ujarnya, seperti rilis yang diterima kabaroke.com.

Lanjutnya, selain menjadi kegiatan yang postif bagi pemuda-pemuda kita, turnamen ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan yang dimilki oleh adik-adik kita. Oleh karena itu bagi para adik-adik pemuda yang ikut serta dalam kegiatan ini, harus menjunjung tinggi sportivitas, selain itu para pemain tunjukkanlah kerja sama yang baik dalam timnya masing-masing.

Selain membuka secara resmi turnamen futsal yang diselenggarkan oleh KNPI Toraja Utara, Wakil Bupati Toraja Utara juga menyempatkan untuk melihat kondisi gedung olahraga yang saat ini masih dalam proses pembangunan. (Arman)

Begini Rangkaian Peringatan Sumpah Pemuda ala KNPI di Palembang

KNPI

KNPI

Jakarta, KABAROKE — DPP KNPI akan menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Palembang. Tuan rumah pelaksanaan perhelatan akbar itu adalah DPD KNPI Sumatera Selatan. Beragam kegiatan sudah dirancang untuk menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda bertema “Bangga Jadi Pemuda Indonesia”.

Ketua Panitia Nasional Peringatan Hari Sumpah Pemuda DPP KNPI, Mustahuddin, mengatakan ada beberapa rangkaian kegiatan untuk menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut. Rangkaian kegiatan itu adalah lomba baris-berbaris, lomba lintas alam, lomba modern dance yang digelar pada (22/10/2016) ini.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah pertandingan futsal pada 27 Oktober dan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda bersama DPP KNPI, DPD KNPI Provinsi Sumatera Selatan dan Pemda Provinsi Sumatera Selatan pada (28/10/2016). Selanjutnya, akan digelar Mimbar Tokoh Pemuda Indonesia di The Daira Hotel Palembang pada (29/10/2016) dan yang terakhir adalah Ramah Tamah Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Khusus untuk acara Mimbar Tokoh Pemuda Indonesia ini kami menggelar dan mengundang para tokoh Indonesia untuk hadir memberikan dan menyampaikan pokok – pokok pikiran, ide dan gagasannya tentang Pemuda dan Masa Depan Bangsa Indonesia,” kata Mustahuddin, yang sekarang juga sebagai Koordinator Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Koordinator MPK PB HMI Periode 2016 – 2018). (***)

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, mengatakan melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, bangsa Indonesia dapat mengenang kembali tekad pemuda Indonesia dan mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan bangsa. Ikrar dan komitmen itu yakni, Satu Tanah Air-Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa- Bangsa Indonesia, dan menjunjung Bahasa Persatuan-Bahasa Indonesia. (***)

KNPI Pusatkan Peringatkan Sumpah Pemuda di Palembang

pengurus knpi

Jakarta, KABAROKE — Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) akan menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88. Kegiatan ini akan dipusatkan di Palembang dengan tuan rumah yakni DPD KNPI Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut bakal dihadiri oleh seluruh pimpinan OKP Tingkat Nasional dan DPD KNPI Provinsi Se-Indonesia. Adapun, kegiatan ini mengangkat tema “Bangga Jadi Pemuda Indonesia”.

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, mengatakan melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, bangsa Indonesia dapat mengenang kembali tekad pemuda Indonesia dan mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan bangsa. Ikrar dan komitmen itu yakni, Satu Tanah Air-Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa- Bangsa Indonesia, dan menjunjung Bahasa Persatuan-Bahasa Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Sirajuddin Abdul Wahab, menambahkan bahwa momentum sejarah ini penting untuk kembali direnungkan dan direaktualisasikan. Dengan begitu, semangat yang terkandung di dalamnya dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi kaum muda dan seluruh bangsa Indonesia.

Adapun Ketua Panitia Nasional Peringatan Hari Sumpah Pemuda DPP KNPI, Mustahuddin, mengatakan ada beberapa rangkaian kegiatan untuk menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut. Rangkaian kegiatan itu adalah lomba baris-berbaris, lomba lintas alam, lomba modern dance yang digelar pada (22/10/2016) ini.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah pertandingan futsal pada 27 Oktober dan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda bersama DPP KNPI, DPD KNPI Provinsi Sumatera Selatan dan Pemda Provinsi Sumatera Selatan pada (28/10/2016).

Selanjutnya, akan digelar Mimbar Tokoh Pemuda Indonesia di The Daira Hotel Palembang pada (29/10/2016) dan yang terakhir adalah Ramah Tamah Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Khusus untuk acara Mimbar Tokoh Pemuda Indonesia ini kami menggelar dan mengundang para tokoh Indonesia untuk hadir memberikan dan menyampaikan pokok – pokok pikiran, ide dan gagasannya tentang Pemuda dan Masa Depan Bangsa Indonesia,” kata Mustahuddin, yang sekarang juga sebagai Koordinator Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Koordinator MPK PB HMI Periode 2016 – 2018). (***)

Ketua DPD-RI Ditangkap, KNPI Lansir 7 Seruan Moral

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus

Jakarta, KABAROKE — Elemen pemuda turut prihatin dengan wajah elite bangsa yang terus tergerus pusaran korupsi. Teranyar, aksi operasi tangan tangan KPK menjerat Ketua DPD-RI, Irman Gusman. Irman tersandung kasus korupsi kuota gula impor dan dituduh menerima suap sebesar Rp 100 juta.

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, mengaku miris dan berharap generasi muda bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Ia pun melansir tujuh poin seruan moral terkait penangkapan tersebut, Senin 19 September 2016. Bunyinya begini;

1. DPP KNPI mendukung penuh upaya penegakan hukum dalam hal pemberantasan korupsi oleh KPK maupun Kepolisian dan Kejaksaan;

2. Mengapresiasi KPK dengan operasi OTT terhadap petinggi negara walaupun nilai OTT hanya 100 juta;

3. DPP KNPI, sebagai organisasi pemuda terbesar di Indonesia dan wadah berhimpun OKP mengutuk keras para petinggi negara yang semena-mena menghalalkan segala cara untuk memperkaya diri sendiri , golongan dan kroninya ;

4. DPP KNPI menghimbau penyelenggara negara baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif baik di pusat maupun daerah agar berhati-hati dan bertanggung jawab melaksanakan tugasnya ;

5. DPP KNPI mendukung penuh penyelenggara negara yang bersih, santun dan bertanggung jawab. Karena kami yakin masih ada pemimpin dipusat dan daerah yang memiliki moral yang baik;

6. DPP KNPI secara struktural hingga kecamatan siap mengawal gerakan perubahan dengan mendorong penyelenggara negara yang bersih, jujur dan bertanggung jawab dan siap mendistribusikan pemimpin nasional dan daerah yang bersih, jujur dan bertanggung jawab;

7. DPP KNPI meminta kepada aparat penegak hukum baik KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk terus memberantas korupsi dalam koridor hukum yang tepat. Tidak pandang bulu dan tebang pilih. Aparat jangan terkesan bekerja untuk kepentingan kelompok atau kekuasaan. Dengan kata lain masih ada kasus-kasus besar yang seakan-akan dipetieskan atau diabaikan (baca BLBI, Sumber Waras, Reklamasi dll). (Dian)

KNPI Lutra Agendakan Seminar Pemuda Anti-Narkoba

KNPI 1

Masamba, KABAROKE — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Luwu Utara mengagendakan pelaksanaan Seminar Pemuda Anti-Narkoba pada 26 September mendatang. Penetapan agenda kegiatan diputuskan setelah organisasi pemuda ini melakukan audiens bersama Bupati Lutra, Indah Putri Indriani dan Kapolres Lutra, Ajun Komisaris Besar M Endro.

Ketua KNPI Lutra, Sudirman Salomba, menjelaskan pihaknya baru bisa memastikan agenda Seminar Pemuda Anti-Narkoa setelah kedua tokoh itu menyatakan kesiapan menjadi narasumber. “Berdasarkan hasil audiens bupati dan kapolres merespon positif kegiatan ini dan bersedia jadi narasumber,” kata Sudirman di Masamba.

Sudirman mengatakan Seminar Pemuda Anti-Narkoba itu akan menghadir peserta dari segala kalangan, khususnya pemuda. Peserta seminar berasal dari unsur muspida, camat, kepala desar, pelajar SMA, pengurus OKP, pegiat anti-narkoba, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Ketua panitia Seminar Pemuda Anti-Narkoba, Asjaya, menambahkan dalam seminar juga dijadwalkan pelaksanaan tes urine bagi puluhan pengurus KNPI Lutra. Tes urine dilakukan untuk membuktikan bahwa pengurus KNPI Lutra terbebas dari jerat narkotik.

Asjaya menyebut pihaknya berharap para pengurus KNPI mampu menjadi contoh bagi pemuda untuk senantiasa kreatif dan bebas dari belenggu narkotik. “Dalam pelaksanaan tes urine, kami bekerjasama dengan BNN Provinsi dan Dinas Kesehatan Luwu Utara,” kata Asjaya. (***)

KNPI : Prestasi Owi-Butet Cerminkan Persatuan Indonesia

KNPI 1

Jakarta, KABAROKE — Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Farida Farichah, mengatakan prestasi pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi-Liliyana alias Owi-Butet, pada Olimpiade 2016 di Brazil tidak cuma membanggakan bangsa dan negara. Prestasi mereka juga mencerminkan persatuan Indonesia. Tengok saja, lanjut dia, latar belakang keduanya yang sangat berbeda.

Farida menuturkan Owi-Butet merupakan pasangan ganda campuran yang berarti terdiri satu laki-laki dan satu perempuan. Lalu, agama dan suku Owi-Butet pun berbeda yakni Islam-Kristen dan Jawa-Batak. Farida menyebut beragam perbedaan, tapi tetap membuat mereka bersatu dan saling mendukung untuk Indonesia jaya adalah perwujudan Pancasila.

“Persatuan Indonesia itu mutlak lintas suku budaya agama ras dan bahasa. Semoga pemuda generasi penerus bangsa bisa belajar dari Owi-Butet agar bisa berbuat juga untuk bangsanya,” ujar Farida yang menyebut torehan medali emas Owi-Butet terasa spesial lantaran didapatkan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun.

Lebih jauh, Farida mengatakan pihaknya juga amat mengaprepsiasi peran Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang terus memberikan semangat sehingga akhirnya Indonesia mendulang emas di Olimpiade 2016. Di samping itu, dukungan dan doa dari rakyat Indonesia juga pastinya merupakan pelecut semangat sehingga Owi-Butet mampu berprestasi. “Kami bangga menjadi pemuda Indonesia,” tuturnya. (***)

KNPI Bulukumba Siap Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah 

KNPI 1

Bulukumba, KABAROKE — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) siap berkontribusi dalam pembangunan daerah. Organisasi pemuda tersebut tentunya akan berfokus membangun karakter pemuda.
“Kita siap bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong kemajuan dan pembangunan daerah,” kata Ketua KNPI Bulukumba, Andi Idil Akbar.

Menurut Idil, KNPI terus berupaya mengawal pembangunan daerah dengan membangun karakter generasi muda. Ia menyebut pihaknya senantiasa mendorong seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama melawan pelbagai penyakit masyarakat yang bisa merusak generasi muda. “Yang paling mendesak itu penyakit masyarakat seperti narkotik,” tuturnya.

Komitmen KNPI untuk berkontribusi membangun daerah mendapat apresiasi dari Bupati Bulukumba, Sukri A Sappewali. Ia berharap kepengurusan KNPI yang baru bisa mewadahi seluruh pemuda di Bulukumba untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Dengan begitu, kemajuan dan pembangunan daerah bisa dipacu lebih cepat lagi. (***)

KNPI-MBM Perjuangkan ‘Bahasanya’ Jadi Bahasa Internasional

DPP KNPI dan Majlis Belia Malaysia menggelar pertemuan yang bertajuk “Membangun Hubungan Harmonis, Menjemput Masa Depan Gemilang” di Batam. (dok net)

DPP KNPI dan Majlis Belia Malaysia menggelar pertemuan yang bertajuk “Membangun Hubungan Harmonis, Menjemput Masa Depan Gemilang” di Batam. (dok net)

Batam, KABAROKE — DPP KNPI dan Majlis Belia Malaysia (MBM) menggelar pertemuan yang bertajuk “Membangun Hubungan Harmonis, Menjemput Masa Depan Gemilang” pada tanggal 5-7 Agustus 2016 di Batam.

Delegasi Pemuda Malaysia yang berjumlah 24 orang dipimpin oleh Setiausaha Agung/Sekretaris Jenderal MBM, Ahmad Saparudin Yusup terdiri dari pengurus MBM dan Majlis Belia tingkat negeri. Sementara delegasi pemuda Indonesia yang terdiri dari pengurus DPP KNPI, Ketua DPD KNPI se-Indonesia dan OKP tingkat nasional, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Sirajuddin Abdul Wahab.

Ketua Steering Committe Dialog Pemuda Malindo yang juga Ketua DPP KNPI Bidang Hubungan Luar Negeri, Doni Harsiva Yandra menyatakan, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yg disebut dengan “Kesepakatan Pemuda Malindo 2016”.

Terdapat lima poin kesepakatan. Doni menyebut pertama pihaknya ingin memperjuangkan ‘bahasa’ menjadi bahasa internasional resmi ketujuh di dunia. Kedua, pihaknya berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Ketiga, pihaknya akan ikut mencegah muncul dan berkembangnya terorisme dan radikalisme khususnya di kalangan pemuda.

Hari melanjutkan poin kesepakatan keempat berupa mendorong kerjasama di bidang ekonomi dan enterpreneurship di kalangan pemuda. Terakhir alias kelima, menurut Doni yakni pihaknya akan memperluas kerjasama kepemudaan di tingkat provinsi/negeri dalam membangun sinergi dan partisipasi luas dikalangan pemuda.

Kelima point ini merupakan hal penting dan menjadi perhatian serius pemuda di kedua negara. Untuk memastikan agenda kesepakatan berjalan, disepakati dilahirkannya Komite Bersama Pemuda Malindo sebagai badan bersama antara MBM dan DPP KNPI.

Setiausaha Agung Majlis Belia Malaysia, Ahmad Saparuddin Yusup sangat senang dan berbahagia dengan adanya dialog Malindo yang digagas oleh DPP KNPI. Pertemuan diyakininya kian memperkokoh hubungan kepemudaan di kedua negara. Dengan adanya kesepakatan bersama, akan menjadi acuan kerangka kerja bersama sehingga hubungan tidak lagi terbatas pada hubungan silaturrahmi yang memang telah lama terjalin namun sudah bergerak menjadi hubungan kerja dalam membangun dunia kepemudaan dikedua negara.

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, menyatakan dialog malindo ini sebagai langkah maju dalam membangun hubungan kepemudaan di kedua negara. Rifai menegaskan kegiatan pemuda malindo ini akan menjadi agenda tetap bersama antar pemuda kedua negara. KNPI berkomitmen untuk terus membangun hubungan kepemudaan yang tidak hanya terbatas dengan Malaysia tetapi juga Jepang, Yordania, Australia dan negara – negara di Eropa dimana KNPI telah mendirikan Badan Perwakilan.

Pertemuan ini semakin mengukuhkan hubungan kepemudaan dikedua negara. Pemuda sebagai bagian dari masyarakat memainkan peranan strategis dalam konteks diplomasi internasional. (***)

Soal Reshuffle, Ketum KNPI: Jangan Banyak Janji dan Bicara, Bekerja Saja!

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus

Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus

KABAROKE — Menteri yang berhasil menduduki sejumlah jabatan dalam reshuffle kabinet Jokowi – JK jilid II diminta ambil pelajaran dari para menteri sebelumnya. Tidak perlakuan terlalu banyak bicara dan berjanji, tapi kinerjanya jelas.

“Para menteri ini sebaiknya jangan terlalu banyak bicara apalagi berjanji. Jangan jadikan jabatan itu sebagai panggung mencari popularitas. Itu amanah, jangan disulap jadi panggung popularitas,” kata Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, di Jakarta, 27 Juli 2016.

“Jika mereka bekerja dengan baik, berprestasi, toh pada akhirnya populer sendiri. Apalagi rakyat saat ini memang dalam keadaan susah akibat himpitan ekonomi. Jadi yang ditunggu adalah kinerjanya,” tambahnya.

DPP KNPI menyambut baik perombakan kabinet kerja ini. Berharap benar-benar memaksimalkan kinerja untuk kesejahteraan rakyat. “Kami melihat upaya Jokowi mengelaborasi politisi dan profesional adalah hal yang wajar dalam membangun keseimbangan politik dan mengawal kebijakan pembangunan,” tegas MRD.

Sebagai elemen pemuda, DPP KNPI tetap mendukung seluruh kebijakan pemerintah. “Tapi dalam situasi yang sama kami akan melakukan koreksi pada  kebijakan yang tidak pro rakyat,” katanya.

Presiden Jokowi melantik sejumlah menteri hasil perombakan (reshuffle) kabinet jilid II. Prosesi pelantikan digelar pukul 13.30 WIB di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7).

Sebelum pengambilan sumpah dan janji dibacakan terlebih dahulu dua keputusan presiden (keppres) yakni Keppres 83/P/2016 tentang Penggantian Beberapa Menteri Negara Kabinet Kerja Periode 2014-2019 dan Keppres 84/P/2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dalam Keppres 83/P/2016 tercantum 12 nama menteri yang diangkat Presiden. Adapun nama-nama menteri tersebut yaitu:

1. Wiranto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
2. Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman.
3. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan

4. Muhajir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

5. Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian
6. Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan
7. Archandra Tahar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
8. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan
9. Eko Putro Sanjoyo, Menteri Desa
10. Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN
11. Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas
12. Asman Abnur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Sedangkan Keppres 84/P/2016 memutuskan mengangkat Thomas Trikasih Lembong sebagai kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Seluruh menteri dan kepala BKPM yang dilantik kemudian mengucapkan sumpah dan janji yang dibacakan Presiden.

Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, jajaran Wantimpres serta menteri-menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Sutiyoso dan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (dian)

 

KNPI Sulbar : Pemuda Harus Miliki Wawasan Kebangsaan

KNPI 1

Mamuju, KABAROKE — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Mamuju Ashari Rauf, mengatakan pada peringatan HUT ke-43 KNPI diharapkan para pemuda Indonesia dan khususnya di Provinsi Sulawesi Barat, memiliki wawasan kebangsaan yang komprehensif.

“Organisasi KNPI telah menapaki usia yang cukup dewasa, dan semestinya menjadi lembaga yang harus terus kokoh dan mampu menghasilkan pemuda-pemuda Indonesia yang kuat, berkualitas dan mumpuni di berbagai sektor,” kata Ashari, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, bahwa KNPI yang telah memasuki usia matang harus benar-benar menelurkan anak-anak muda yang berkarakter kuat, berkualitas dan berwawasan kebangsaan. “Yang kita butuhkan saat ini selain pemuda berkapasitas adalah sosok pemuda yang berwawasan kebangsaan. Banyak anak muda cerdas, pintar dan berkualitas tetapi bisa jadi wawasan kebangsaannya masih kurang,” kata Ashari.

Wawasan kebangsaan yang dimiliki pemuda, kata Ansari, akan berpengaruh terhadap masa depan Indonesia. Lunturnya semangat dan wawasan kebangsaan Indonesia bisa berpengaruh terhadap kelemahan-kelemahan di masa mendatang.

“Pemuda punya posisi strategis untuk menguatkan hal ini dengan wawasan kebangsaan yang baik. Nilai-nilai kebangsaan yang mesti kita junjung tinggi di negara ini justru digerus banyak faham, utamanya faham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” sebutnya yang juga wartawan radio di daerah ini.

Olehnya, pria kelahiran Mamuju 08 Desember ini berharap, dalam menata kepemudaan diperlukan penguatan-penguatan wawasan kebangsaan. Pemuda harus paham betul Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu, semangat dan cinta tanah air pemuda pun akan semakin kuat.

“Di negara-negara Eropa, misalnya, pemudanya memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Bahkan, anak seusia SD saja, mereka sudah menghafal nama-nama para pahlawan-pahlawan kemedekaannya, termasuk sejarah perjalanan bangsanya,” ucap Ashari.

Ia menambahkan, pemuda masa kini banyak tantangan. Mulai dari Narkoba hingga pada paham-paham radikalisme yang dapat menjaga keutuhan NKRI. “Itulah sebabnya wawasan kebangsaan ini sangat penting, agar pemuda dapat membantengi diri dari berbagai hal yang dapat menciderai keutuhan NKRI,” katanya.

Disinggung mengenai kesiapan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Mamuju, Ashari mengaku tetap optimis maju dan bakal memenangkan pertarungan ini. “Saya bukan siapa-siapa. Tapi besar harapan saya untuk menyalurkan ide dan gagasan untuk menata dan membangun pemuda di daerah ini. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Saya sudah siapkan visi dan misi, termasuk di dalamnya penguatan pemuda dalam hal wawasan kebangsaannya,” tutur dia.

1 2 3 4 5 6