Tips ‘Bertahan Hidup’ di Tanggal Tua

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Problematika akhir bulan yang bikin baper apalagi kalo bukan tanggal tua. Buat lo yang udah kerja, bertahan hidup di akhir bulan sama kayak ikut reality show survival.

Dompet tebel isinya kartu sama struk indom*ret, mau kasbon nggak enak, nyari duit di selipan celana kayak nyari harta karun, belom lagi dengan sangat terpaksa ngitung duit receh yang lo kumpulin di celengan. Emang musti bisa muter otak gimana caranya lo tetep selamat sentosa, bahagia jiwa raga dengan perut tetap kenyang sebelum gajian datang. Mau tau caranya??

1. Bawa bekal dari rumah

Buat lo yang masih tinggal di rumah sama ortu jangan sungkan buat bawa bekal dari rumah. Kenapa? Karena bawa bekal bisa bikin lo berhemat. Lo nggak perlu pusing makan siang nggak punya duit yakaaan. Coba manfaatkan bekal dari rumah dari awal gajian sampe tanggal tua. Dijamin uang makan siang lo bakalan utuh.

2. Numpang makan di rumah temen

Temen yang baik pasti nggak mau liat temennya kesusahan apalagi kelaperan. Buat lo anak kostan, sering-sering deh tuh maen ke rumah temen terus numpang makan. Nggak mungkin kan nyokap-nyokap bakalan tega ngeliat lo anak kostan kelaperan.

3. Sering ke kondangan/hajatan

Buat kita yang gajinya pas-pasan jangan skip buat dateng kondangan. Lo juga harus pasang kuping dan sering-sering minta informasi kapan hajatan warga, rapat RT, arisan RW, sunatan, akikahan. Menang banyak kan?

4. Beli makanan murah tapi banyak

Mau gimana lagi yakaan. Saking sulitnya perekonomian, menu tanggal tua selalu ind*mie pake nasi. Makan mie tiap hari sama aja kayak stalking mantan, sama-sama nggak baek. Walaupun lambung lo udah kebal, tapi tetep aja lo harus cari alternatif makanan murah lain yang ngenyangin.

Contohnya ke warteg beli nasi sama tempe orek minta kuah sop sama sambel. Atau beli nasi padang lauknya telor dadar plus kuah yang banyak biar nggak seret. Kalo lo bener-bener bokek, beli nasi sama gorengan. Murah dan kenyaaang.

5. Nyimpen duit tak terduga

Heeeiii, sekecil-kecilnya gaji biar cuma dikiiiit bisa dong ya lo sisihkan. Simpen di tempat yang random dan bikin reminder di hape lo tiap akhir bulan atau di orang yang lo percaya. Pokoknya nggak boleh lo ambil sampe lo butuh. Duit tak terduga itu adalah persiapan kalo lo lagi keadaaan emergency. Contohnya udah nggak makan 2 hari (itu emergency).

P! mau ngasih advice nih, kita para pekerja yang gajinya lima koma alias tanggal lima udah koma hendaknya pinter-pinter mengatur uang. Kenapa? walaupun segenting-gentingnya tanggal tua, kita masih tetep bisa makan enak. Nggak nelen ludah ngelap iler kalo lewat tempat makan. Masih punya uang, perut kenyang, hati senaaaang. (***)

Musik Penting untuk Perkembangan Karakter Anak

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Maestro pianis Ananda Sukarlan mengatakan musik sangat penting dalam pembentukan karakter anak terutama pada usia dini.

“Mengajarkan musik pada anak, bukan hanya menjadikan anak sebagai musikus tetapi mengasah sensitivitasnya serta mengaktifkan bagian otak yang tak aktif,” ujar Ananda dalam presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin, 16 Januari.

Dia mengatakan musik sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan anak serta mengasah kepekaan terhadap suara dan lingkungan.

Dalam bermusik, lanjut Ananda, anak-anak juga diajarkan untuk bekerja sama dengan musisi-musisi dalam suatu orkes. Hal tersebut mengajarkan anak bagaimana bekerja sama dengan perbedaan yang ada untuk mencapai satu tujuan. “Nanti anak-anak akan terbiasa dengan perbedaan, begitu selesai latihan.”

Ananda Sukarlan sudah menerapkan pendidikan karakter pada anak melalui Yayasan Musik Sastra Indonesia. Ia dengan suka rela mengajarkan anak-anak bermain musik secara gratis.

Kelas musik tersebut, lanjut dia, sudah dimulai sejak 2009 lalu. Setiap tahun, setidaknya ada sekitar 50 anak yang ikut serta. “Kelihatan banget perbedaannya, energi mereka tersalurkan ke hal-hal positif.”

Ananda sendiri mengajarkan teknik klasik, alasannya karena merupakan dasar dari semua jenis musik. Jika anak tertarik dengan aliran musik lain, maka dia dengan mudah pindah.

Ia berharap pendidikan karakter melalui musik tersebut dapat diterapkan di sejumlah sekolah-sekolah yang ada di Tanah Air/

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid, mengatakan pihaknya akan melihat berbagai kemungkinan penerapan dari pendidikan karakter melalui musik tersebut. “Kami akan lihat kemungkinan untuk penerapannya dilakukan di sekolah,” kata Hilmar. (***)

Awas, Kursi Bayi di Restoran Bisa Jadi Sarang Bakteri

Kursi Bayi di Restoran Harus Dicermati Jangan Sampai Merupakan Sarang Bakteri yang Membahayakan Buah Hati

Kursi Bayi di Restoran Harus Dicermati Jangan Sampai Merupakan Sarang Bakteri yang Membahayakan Buah Hati

Jakarta, KABAROKE — Ahli mengungkapkan, restoran bisa menjadi tempat “sempurna” bagi anak usia dini terinfeksi bakteri dan suber diare. Mengajak makan keluarga di restoran bisa menjadi momen menyenangkan. Namun, bila Anda membawa anak batita (usia di bawah 3 tahun), Anda perlu lebih hati-hati terhadap paparan bakteri.

Dr Charles Gerba, seorang ahli mikrobiologi dari University of Arizona meneliti beberapa objek di sebuah restoran yang dianggap paling banyak mengandung bakteri.

Baby chair atau kursi makan bayi, didapati menjadi salah satu spot paling kotor di restoran. Gerba berpendapat, masih jarang restoran yang membersihkan kursi makan bayi dengan cairan desinfektan setelah terpakai.

“Kita tahu bahwa celana anak-anak dapat mengandung bakteri. Fakta bahwa popok kotor dari banyak bayi dan anak-anak akan membuat dudukan kursi makan menjadi sarang bakteri seperti E. coli,” katanya.

Selain kursi makan bayi, menurut Gerba, sendok dan garpu yang diletakkan di atas meja juga dapat meningkatkan risiko batita terinfeksi bakteri. Apalagi, jika peralatan makan atau mainan jatuh ke lantai. Sebaiknya, jangan berikan pada bayi sebelum dibersihkan.

Kenyataan bahwa batita sedang dalam masa eksplorasi untuk memegang segala sesuatu dan memasukkannya ke dalam mulut tak dapat terelakkan.

Inilah yang bisa menjadi awal balita terkena diare. Sehingga, selalu menyediakan pembersih anti bakteri, seperti tisu basah maupun cairan pencuci tangan, akan membantu orangtua untuk membersihkan segara sesuatu yang berada di sekitar batita saat berkunjung ke restoran.

“Perbaikan sederhana dapat membantu Anda dan keluarga terlindung dari bakteri. Selalu membawa tisu desinfektan, pembersih tangan, dan hindari menggunakan peralatan makan atau sesuatu yang sudah terjatuh di lantai,” ucap Gerba menyarankan. (***)

Tingkat Kecerdasan Anak Dipengaruhi Kasih Sayang Orang Terdekat

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE –Psikolog mengatakan tingkat kecerdasan anak bisa meningkat bila ia mendapat cukup kasih sayang dari orang-orang terdekat.

“Kasih sayang ibarat nutrisi, selain empat sehat lima sempurna. Kalau nutrisi cukup, ditambah kasih sayang, intelegensia anak meningkat,” kata Psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia Bona Sardo di Jakarta, seperti ditulis Antara, Jumat, 13 Januari.

Rasa cinta menimbulkan hormon endorfin yang memberi rasa senang dan nyaman, dan ketika anak merasa bahagia, dia punya motivasi untuk melakukan apa pun, termasuk belajar.

Bona mengibaratkan kasih sayang dengan air dalam tangki yang harus terus-menerus diisi. Kalau “tangki kasih sayang” itu kosong, menurut dia, efeknya bisa tercermin dalam perilaku.

“Jangka pendeknya bisa terlihat dari perilaku cari perhatian atau caper,” katanya.

Anak-anak yang kurang kasih sayang bisa tumbuh besar menjadi pembenci dan orang yang penuh dengki. Perilakunya juga penuh nuansa negatif. Selain itu, anak juga bisa tumbuh menjadi orang yang sulit mencari teman.

“Karena mereka tidak tahu cara mengekspresikannya, perilaku jadi lebih kasar dan agresif,” imbuh Bona. (***)

Libur Tahun Baru, Ini Tips Aman dan Nyaman Bagi Calon Penumpang di Bandara

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (int)

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (int)

Makassar, KABAROKE — Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke luar kota. Baik itu wisata, maupun sekadar bersilaturrahmi dengan keluarga.

Memen tersebut tentu saja membuat lonjakan penumpang di sejumlah Bandara mengalami peningkatan. Terkait situasi tersebut, calon penumpang diharapkan waspada terhadap tindak kriminalitas yang manfaatkan situasi yang padat di bandara.

Untuk itu, General Manager (GM) Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Cecep Marga Sonjaya memberikan tips aman dan nyaman bagi calon penumpang.

Datang Lebih Awal

Cecep menjelaskan, mementum libur Natal dan Tahun Baru membuat aktivitas di Bandara mengalami peningkatan. Termasuk padatnya kendaraan yang keluar masuk area Bandara.

Untuk itu, datang ke Bandara lebih awal menjadi salah satu langkah untuk menghindari calon terjebak macet di jalan dan ketinggalan pesawat. Apalagi, semakin ketatnya pengamanam dan pengawasan yang sedikit memakan waktu saat pemeriksaan.

Bawa Barang Seperlunya

Meskipun hendak berlibur, calon penumpang diharapkan tidak membawa barang berlebihan. Bawa barang seperlunya saja.

Gunakan juga koper ataupun ransel yang sesuai dengan muatan barang anda. Secara tidak langsung penumpang akan merasa nyaman saat hendak memasuki area bandara karena barang bawaan yang tidak berat.

Selain itu, membawa barang seperlunya juga akan memperlancar calon penumpang pada saat periksaan. Tidak memakan waktu yang lama, karena barang bawaan yang diperiksa juga sedikit.

Bijak Memilah Barang

Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, calon penumpang juga diminta untuk bijak dalam memilah barang yang akan dibawa ke kabin dan yang akan disimpan dalam bagasi.

Usahakan membawa serta barang berharga dan tidak menaruhnya didalam tas, ransel ataupun koper yang dititipkan ke bagasi. Hal itu juga bertujuan untuk menciptakan rasa tenang calon penumpang saat menikmati penerbangan.

Kurangi Penggunaan Perhiasan

Calon penumpang juga diharapkan tidak membawa ataupun menggunakan perhiasan berlebihan saat ke Bandara.

Selain untuk mencegah terjadinya tindak kriminal seperti pencopetan ataupun pencurian, tidak menggunakan perhiasan berlebihan juga dapat memperlancar calon penumpang saat proses pemeriksaan.

Jam tangan, ikat pinggang, telepon genggam, laptop dan barang logam lainnya juga diharapkan tidak dibawa kecuali mendesak.

Lakukan Web Check-in

Bila memungkinkan, calon penumpang juga diharapkan dapat melakukan web check-in untuk mengantisipasi panjangnya antrian. Cara tersebut juga dianggap efektif untuk memperlancar proses perjalanan calon penumpang.

Disarankan juga agar calon penumpang melakukan check-in di bandara paling lambat 2 jam sebelum keberangkatan dan hadir lebih awal di Bandara. (Yasir)

Ini 5 Rekomendasi Kado untuk Hari Ibu

Mother Day alias Hari Ibu Diperingati Tiap 22 Desember

Mother Day alias Hari Ibu Diperingati Tiap 22 Desember

Jakarta, KABAROKE — Bingung harus memberikan apa pada ibunda menjelang Hari Ibu? Berikut ini lima rekomendasi kado untuk bunda tercinta yang laku keras pada Harbolnas 2016 seperti dihimpun oleh Elevenia, sebagaimana ditulis Antara, Rabu, 20 Desember :

1. E-coupon perawatan kesehatan dan kecantikan
Kupon perawatan cocok untuk ibu yang sangat memperhatikan kesehatan kulit dan kecantikan, mulai dari potong rambut hingga spa.

2. Produk kecantikan
Coba periksa kotak kosmetik sang ibu untuk mencari inspirasi produk kecantikan yang dibutuhkanya.

3. Pakaian
Siapa perempuan yang tidak senang mendapat busana baru? Tentu saja ibu kita termasuk salah satunya.

4. Handphone
Bila ibu termasuk orang yang gagap teknologi, handphone bisa jadi pilihan untuk, sekaligus mengajari bagaimana mengirim pesan secara mudah lewat aplikasi hingga cara video call.

5. Perlengkapan bayi dan ibu hamil
Pernak-pernik bayi dan ibu hamil seperti ini cocok untuk para calon ibu, bisa jadi saudara atau sahabat yang sedang menanti kelahiran buah hati. (***)

Ini 5 Alasan yang Sering Digunakan Perempuan untuk Putus

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Mencari alasan untuk putus dengan pasangan mungkin jadi hal yang susah-susah gampang. Terkadang, kita membutuhkan kejujuran tapi di sisi lain tak tega karena bisa menyakiti perasaan pasangan.

Bicara tentang alasan putus cinta, ada beberapa alasan yang kerap dipilih banyak perempuan untuk memutuskan hubungan mereka. Berikut daftarnya seperti dilansir dari suara.com :

1. Aku bukan pengasuhmu!

Ketidakdewasaan dapat benar-benar berbahaya bagi hubungan. Kebanyakan perempuan mengeluh, karena harus berurusan dengan lelaki yang masih kekanak-kanakan dan tidak bisa bertindak serius tentang apa pun dalam hidup mereka.

2. Kamu telah berubah

Daftar pertama yang sering menjadi alasan orang untuk memutuskan kekasihnya adalah ‘kamu telah berubah’. Kedengarannya memang lucu, perubahan bukanlah tanda negatif, kecuali jika dia berubah bukan untuk kebaikan. Anda tidak bisa tetap bersamanya, jika dia sudah berubah bukan?

3. Prioritasnya sudah berubah

Tidak mengangkat panggilan Anda, membatalkan kencan, hingga tak menepati janji, tentu dapat membuat perempuan yakin bahwa prioritas pacarnya, kini telah berubah. Dan akhirnya, inilah yang mengarah ke perpecahan.

4. Kamu tidak bisa membelikan barang mahal

Tidak dapat dipungkiri, beberapa perempuan menganggap, uang dan materi adalah hal yang penting ketika menjalin hubungan. Apalagi jika sudah mulai berpikir tentang masa depan. Benar atau tidak, alasan ini juga sering menjadi salah satu alasan perempuan untuk memutiskan kekasihnya.

5. Hubungan jarak jauh sulit berhasil

Percakapan mereka yang menjalani hubungan jarak jauh, hanya sebatas melali telefon atau Skype. Anda tidak lagi bisa menyeruput kopi bersama-sama atau bahkan untuk sekedar berjalan-jalan bersama-sama. Seiring berjalannya waktu, kemesraan semakin hambar, yang tersisa hanya perasaan menyedihkan. Tingkat kesabaran Anda habis, dan menyerah adalah hal yang sering kita dengar. (***)

Uang Belanja Anda Boros ? Antisipasi Dengan Cara Ini

belanja hemat 2

KABAROKE – Meningkatnya harga kebutuhan pokok, kerap membuat biaya makan sehari-hari menguras isi dompet Anda. Apalagi jika Anda seorang karyawan dengan penghasilan yang tidak begitu besar. Hal itu justru membuat Anda harus lebih bijak untuk memilih makanan.

Dilansir dari TheDailyMeal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghemat uang belanja tanpa mengesampingkan kualitas makanan yang Anda.

Membeli bersama teman

Jika ingin membeli bahan makanan seperti daging, kacang-kacangan dan pasta, lebih baik beli sekaligus dalam jumlah banyak. Usahakan beli bersama teman-teman yang juga butuh bahan tersebut. Dengan begitu harga akan lebih murah dan menghemat pengeluaran. Selain itu, daging dan kacang bisa disimpan dalam jangka waktu lama jika disimpan dalam suhu beku.

Beli makanan yang mengenyangkan

Belanjakan anggaran bulanan dengan berbagai makanan yang mengenyangkan. Misalnya jenis kacang-kacangan, seperti kacang polong dan pilihan kacang kering. Selain itu berbagai karbohidrat juga bisa membuat Anda kenyang, ubi manis dan beras merah mengandung banyak serat sehingga bisa membuat Anda lebih kenyang.

Telur sebagai menu makan siang dan malam

Coba sajikan telur dengan cara berbeda. Dengan kandungan rendah kalori dan rendah lemak telur cocok dijadikan menu makan siang atau makan malam. Sebagai menu pendamping, bisa ditambahkan berbagai bahan yang hemat pengeluaran, seperti salad.

Sayuran merupakan asupan nutrisi dan vitamin. Biasanya sayuran segar harga mahal, sebagai alternatif bisa mengganti dengan sayuran beku. Biasanya sayuran beku harganya lebih murah dibanding yang segar. Tapi Anda harus teliti sebelum membeli. Pastikan kemasan sayuran beku dalam kondisi baik dan tidak rusak.

(Sumber: okezone.com)

Teman Sebaya Bisa Pengaruhi Anak Berperilaku Menyimpang

Teman Sebaya dan Lingkungan Merupakan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Anak

Teman Sebaya dan Lingkungan Merupakan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Anak

Makassar, KABAROKE — Ketua Himpunan Psikolog Indonesia Wilayah Sulsel, Dr Asniar Khumas, menyebut teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku anak. Menurutnya, lingkungan bermain atau bergaul anak bisa mengarahkan anak berperilaku menyimpang seperti mengkonsumsi narkotika.

“Terkait konsumsi narkoba, yang harus dipahami, pengaruh lingkungan dalam hal ini teman sebaya itu sangat kuat. Hampir semua riset yang dilakukan peneliti termasuk saya terkait konsumsi narkoba itu dipengaruhi teman sebaya,” ujar Asniar Khumas, saat ditemui kabaroke.com di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa, 8 November.

Pakar psikologi perilaku anak itu mengatakan orang tua perlu memahami lingkungan sekitar dari pergaulan anaknya. Khususnya lingkungan pergaulan di sekolah bagi anak yang baru masuk usia remaja. “Ini yang perlu kita pahami sebagai orang tua bahwa lingkungan pergaulan anak itu perlu kita kontrol dan cek, termasuk di sekolah, apa sih yang mereka lakukan di sekolah, apa yang diperbuat dengan temannya,” ucap Dosen Psikologi di UNM itu.

Ia juga menjelaskan jika peran orangtua untuk mendapingi anak di sekolah masih tetap dibutuhkan. Orangtua wajib memahami lingkungan sekolah dan dengan siapa anak sering bergaul. “Setiap minggu orangtua bisa berbincang dengan wali kelas anaknya. Berkunjung ke sekolah untuk melihat aktivitas sehari-hari anak. Jadi bukan sepenuhnya diserahkan ke guru dan sekolah,” kata Asniar. (Yasir)

Perhatian Keluarga Bisa Cegah Seks Pranikah Bagi Remaja

Ilustrasi

Ilustrasi

Yogyakarta, KABAROKE — Perhatian orang tua dan keluarga sangat diperlukan sebagai kunci untuk mencegah perilaku seks pranikah pada remaja.

“Keluarga faktor yang terutama dan utama memengaruhi perkembangan remaja, walaupun dalam pertumbuhan dan perkembangannya juga dipengaruhi teman sebaya, teman sekolah dan masyarakat. Salah satu bentuk keterlibatan keluarga dalam bentuk monitoring parental,” pengamat kesehatan dari Universitas Gadjah Mada, Linda Suwarni, sepertti dikutip dari Antara, Senin, 19 September.

Ia menuturkan berdasarkan riset Kesehatan Dasar (RISKEDAS) di Indonesia pada 2010 menunjukkan, satu persen anak laki-laki dan empat persen anak perempuan di seluruh Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum usia 13 tahun, beberapa bahkan ketika berusia di bawah 10 tahun.

Melihat fenomena ini, ucap dia, perlu ada upaya dalam mencegah dan mengatasi perilaku seks pranikah di kalangan remaja, salah satunya melalui intervensi berbasis keluarga dan sekolah.

“Beberapa penelitian sebelumnya juga menyatakan, aspek monitoring parental merupakan hal yang paling efektif dalam menunda remaja melakukan aktivitas seksual dini. Program intervensi monitoring parental yang didesain secara efektif dapat memengaruhi perilaku seksual berisiko pada remaja awal atau usia 14-16 tahun,” terang dia.

Linda menyebutkan beberapa aspek monitoring parental yang dapat mencegah remaja melakukan perilaku seks pranikah.

Diantaranya, pengetahuan parental yang meliputi keberadaan, aktivitas, dan teman-teman remaja, hubungan orang tua dengan remaja yang diindikasikan dengan kepedulian orang tua, kepercayaan yang diberikan, atau frekuensi komunikasi di dalam keluarga.

Selain itu, lanjut dia, kontrol parental yang terkait dengan pergaulan, jam malam, dan konsekuensi yang diterima remaja jika melanggar aturan/batasan yang sudah ditetapkan orang tua. “Komunikasi orang tua dengan remaja, tidak hanya terkait seksualitas tetapi juga komunikasi tentang kegiatan sehari-hari, serta kontrol psikologis juga menjadi aspek yang perlu menjadi perhatian kedua orang tua,” jelas Linda.

Meski demikian, ia juga menekankan bahwa monitoring parental yang efektif diterapkan pada remaja perlu memiliki keseimbangan. Monitoring yang terlalu banyak aturan berhubungan dengan bertambahnya kecenderungan perilaku berisiko remaja dengan sikap permisif dan kurangnya pengawasan justru dapat berkontribusi pada perilaku seksual berisiko remaja.

“Monitoring parental mengurangi frekuensi aktivitas seksual remaja melalui pembatasan kesempatan melakukan aktivitas seksual. Akan tetapi, pada beberapa kasus aktivitas seksual cenderung meningkat jika kontrol parental berlebihan atau intrusif,” jelasnya.

Karena itu, ia pun menyarankan agar kedua orang tua dapat bekerja sama dalam melakukan pengawasan kepada anak remajanya sedini mungkin.

Tidak hanya dengan mengetahui dan memantau keberadaan dan aktivitas remaja serta menyampaikan batasan dan aturan yang jelas, tetapi juga dengan menjalin komunikasi dan hubungan yang dekat dengan anak remaja melalui waktu kebersamaan dalam keluarga. (***)

1 2 3 4 8