Awas! Kurang Tidur Bisa Berujung Penyakit

Kurang tidur tidak baik untuk kesehatan

Kurang tidur tidak baik untuk kesehatan

Jakarta, KABAROKE — Studi terbaru mengungkapkan kurang tidur berdampak buruk pada kekebalan tubuh, ini menjelaskan mengapa banyak orang sakit akibat kurang istirahat.

Para peneliti di UW Medicine Sleep Center meneliti dengan mengambil sampel darah dari sebelas pasang kembar identik dengan pola tidrur berbeda.

Rupanya, orang kembar yang kurang tidur punya sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah ketimbang saudaranya.

“Kekebalan tubuh berfungsi maksimal saat orang tidur cukup. Tidur tujuh jam atau lebih direkomendasikan untuk kesehatan optimal,” kata Dr. Nathaniel Watson, seperti ditulis Antara, Senin, 30 Januari.

Dalam penelitian ini melibatkan anak kembar karena studi menunjukkan genetik punya pengaruh hingga 55 persen terhadap kebiasaan tidur seseorang.

Peneliti ini hanya fokus pada respon kekebalan tubuh dalam studi ini. Sebelumnya, penelitian menunjukkan ketika vaksin diberikan pada orang yang kurang tidur, respon antibodinya lebih lemah.

Peneliti mengungkapkan data dari Centers for Disease Control bahwa warga Amerika saat ini tidur kira-kira 1,5 jam hingga dua jam lebih sedikit dibandingkan orang-orang pada abad sebelumnya.

Sekitar sepertiga populasi yang bekerja tidur kurang dari enam jam per malam.

Masyarakat modern yang bisa mengontrol cahaya dan berinteraksi dengan teknologi sepanjang waktu menjadi salah satu alasan di baliknya. (***)

Selain Wortel, 5 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Mata

Aneka Sayuran

Aneka Sayuran

Jakarta, KABAROKE — Anda pasti sudah tahu bahwa wortel dan buah serta sayur berwarna oranye dapat meningkatkan kesehatan mata. Beta-karoten, tipe vitamin A pemberi warna oranye pada makanan-makanan ini, berguna untuk membantu retina dan bagian mata yang lain berfungsi dengan baik.

Tapi, beta-karoten bukan satu-satunya nutrisi yang baik untuk mata. Ada beberapa vitamin dan mineral lainnya yang juga penting untuk indera penglihatan Anda. Inilah lima makanan sumber vitamin dan mineral itu :

Sayuran hijau

Sayuran hijau mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang mampu menurunkan risiko degenerasi makula dan katarak.

Telur

Kuning telur merupakan sumber utama lutein dan zeaxanthin, plus seng. Ketiganya juga membantu mengurangi risiko degenerasi makula, menurut Paul Dougherty, MD, direktur medis Dougherty Laser Vision di Los Angeles.

Jeruk dan beri

Buah-buahan ini adalah sumber utama vitamin C, yang juga telah terbukti dapat mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak.

Kacang almond

Kacang almond sarat akan vitamin E untuk memperlambat degenerasi makula. Segenggam (satu ons) kacang almond menyediakan sekitar setengah dari total dosis harian vitamin E yang dianjurkan para ahli kesehatan.

Ikan berlemak

Tuna, salmon, makarel, tongkol adalah contoh ikan yang kaya asam lemak DHA. Retina kita mengandung DHA. Kadar DHA yang terlalu rendah dalam retina akan menyebabkan sindrom mata kering, kata Jimmy Lee, MD, direktur bedah refraktif di Montefiore Medical Center, New York. (***)

Stres Bisa Picu Gangguan Jantung

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Masalah fisik tak melulu berasal dari kuman, virus, atau gaya hidup yang salah. Beban pikiran atau stres juga dapat membuat tubuh kena gangguan, termasuk menyebabkan masalah pada jantung.

Baru-baru ini para peneliti dari Harvard Medical School menemukan penjelasan ilmiah mengenai bagaimana stres bisa menyebabkan masalah pada jantung. Penelitian ini melibatkan 300 orang dan dipantau selama empat tahun.

Para peneliti itu memantau kegiatan yang terjadi pada amygdala, sebuah bagian pada otak yang berkaitan dengan stres, sumsum tulang belakang, dan peradangan dalam pembuluh darah.

Dari situ ditemukan bahwa makin aktif amygdala, makin besar risiko seseorang terkena masalah jantung. “Makin tinggi tingkat stres seseorang, amygdala akan semakin aktif,” ujar Ahmed Tawakol, M.D selaku ketua tim peneliti ini.

Kondisi ini menciptakan efek domino. Ketika amygdala aktif akibat stres, sumsum tulang belakang akan mengeluarkan zat imun untuk melawan stres tersebut.

Tapi meningkatnya produksi zat imun tersebut membuat peradangan. Kondisi ini bisa merusak pembuluh darah dan menyebabkan masalah pada jantung.

Peradangan membuat dinding pembuluh darah menipis. Akibatnya jadi mudah pecah.

Sebetulnya, tubuh merespon kondisi ini dengan menciptakan bekuan untuk mencegah pembuluh darah pecah. Tapi respon tubuh ini justru berdampak pada urusan jantung.

“Penting dicatat bahwa penelitian ini hanya menunjukkan kaitan antara satu hal dan lainnya, bukan menyebut secara pasti kalau stress menyebabkan amygdala aktif lalu menyebabkan masalah jantung,” ujar Tawakol.

Tapi, lanjut Tawakol, ini merupakan petunjuk yang sangat kuat. Jadi, ada baiknya seseorang mulai menangani stres sebelum berubah menjadi penyakit. (***)

3 Makanan Berbahaya yang Ternyata Hoax

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Hoax nyatanya melingkupi juga dunia makanan dan kesehatan. Konsultan nutrisi menyebut setidaknya ada tiga makanan yang diklaim berbahaya bagi kesehatan, padahal sebenarnya itu hanya hoax.

1. Susu berbahaya bagi kesehatan “Sampai penelitian detik ini, susu masih bermanfaat bagi tubuh, membantu kepadatan tulang,” ujar Jansen Ongko di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin, 16 Januari.

Dia mengatakan, kalaupun ada kejadian seseorang menderita diare setelah meminum susu, itu bukan karena susu.

“Kalau ada kejadian setelah minum diare, itu biasanya kekurangan enzim. Enzim itu sebenarnya diproduksi tubuh kita sendiri. Cukup tidak enzim mencerna laktosa di susu itu? Enzim bisa bekerja apabila protein sudah terpenuhi,” kata dia.

“Orang Indonesia, kebutuhan protein saja belum terpenuhi, apalagi menciptakan enzim untuk memproses laktosa,” imbuh Jansen.

2. Air dingin menggemukan Ahli gizi Leona Victoria Djajadi mengungkapkan air dingin yang kita konsumsi saat tiba di lambung berada dalam suhu sama seperti tubuh.

Oleh karena itu, tidak benar air dingin langsung menyebabkan kegemukan. “Mana mungkin, air tetap dingin di suhu kita yang 37 derajat.

Waktu dia masuk usus itu suhunya sudah sama dengan suhu tubuh. Jadi tidak mungkin cairan dingin itu secara langsung menyebabkan kegemukan,” kata dia. “Mengapa cairan dingin dibilang menggemukan, biasanya dingin-dingin itu manis, biasanya sirup,” imbuh Leona.

3. Makanan hewani berbahaya Jansen mengatakan kebanyakan mereka yang menjalani diet alkali cenderung menjadi vegetarian. Hal ini karena munculnya anggapan makanan hewani itu asam. Kondisi tubuh yang asam diklaim menjadi jalan bagus bagi sel kanker tumbuh.

“Kebanyakan yang menjalani diet alkali akan menjadi vegetarian. Karena mereka menganggap makanan hewani itu accidic atau asam, sehingga membuat tubuh lebih asam. Lalu ada klaim bahwa sel kanker bertumbuh karena kandungan darah yang asam,” kata dia.

“Padahal asam diregulasi tubuh kita sendiri. Bukan karena apa yang kita makan. Jadi kalau tubuh tak sehat, otomatis, keseimbangan PH akan terganggu. Kalau PH darah tak beraturan, harus cuci darah,” pungkas Jansen. (***)

Musik Penting untuk Perkembangan Karakter Anak

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Maestro pianis Ananda Sukarlan mengatakan musik sangat penting dalam pembentukan karakter anak terutama pada usia dini.

“Mengajarkan musik pada anak, bukan hanya menjadikan anak sebagai musikus tetapi mengasah sensitivitasnya serta mengaktifkan bagian otak yang tak aktif,” ujar Ananda dalam presentasi pendidikan karakter berbasis musik untuk sekolah dasar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin, 16 Januari.

Dia mengatakan musik sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan anak serta mengasah kepekaan terhadap suara dan lingkungan.

Dalam bermusik, lanjut Ananda, anak-anak juga diajarkan untuk bekerja sama dengan musisi-musisi dalam suatu orkes. Hal tersebut mengajarkan anak bagaimana bekerja sama dengan perbedaan yang ada untuk mencapai satu tujuan. “Nanti anak-anak akan terbiasa dengan perbedaan, begitu selesai latihan.”

Ananda Sukarlan sudah menerapkan pendidikan karakter pada anak melalui Yayasan Musik Sastra Indonesia. Ia dengan suka rela mengajarkan anak-anak bermain musik secara gratis.

Kelas musik tersebut, lanjut dia, sudah dimulai sejak 2009 lalu. Setiap tahun, setidaknya ada sekitar 50 anak yang ikut serta. “Kelihatan banget perbedaannya, energi mereka tersalurkan ke hal-hal positif.”

Ananda sendiri mengajarkan teknik klasik, alasannya karena merupakan dasar dari semua jenis musik. Jika anak tertarik dengan aliran musik lain, maka dia dengan mudah pindah.

Ia berharap pendidikan karakter melalui musik tersebut dapat diterapkan di sejumlah sekolah-sekolah yang ada di Tanah Air/

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid, mengatakan pihaknya akan melihat berbagai kemungkinan penerapan dari pendidikan karakter melalui musik tersebut. “Kami akan lihat kemungkinan untuk penerapannya dilakukan di sekolah,” kata Hilmar. (***)

6 Gejala Nyeri yang Tidak Boleh Disepelekan

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, KABAROKE — Kebanyakan rasa nyeri yang dialami tubuh adalah gejala yang tidak serius, tetapi beberapa rasa sakit sebaiknya tak diabaikan. Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala berikut ini:

1. Kelemahan di lengan dan tangan
Jika Anda merasa lemah atau kebas di bagian tangan, lengan, atau wajah, bisa jadi itu merupakan gejala stroke, terutama jika terjadi pada satu bagian tubuh.

Anda juga mungkin mengalami stroke jika tidak bisa menjaga keseimbangan, merasa pusing, atau kesulitan melangkah. Segeralah ke rumah sakit jika penglihatan mendadak kabur, sakit kepala berat, pusing, atau tidak dapat bicara dengan lancar.

2. Nyeri dada
Ketika mengalami nyeri dada, lebih baik berhati-hati dari pada menyesal. “Setiap gejala nyeri dada, terlebih jika diikuti dengan keluarnya keringat, rasa tertekan, atau sesak napas, sebaiknya diperiksa oleh dokter,” kata Shilpi Agarwal, dari One Medical Group, AS.

Nyeri dada atau rasa tertekan di dada bisa menjadi tanda serangan jantung, terutama jika rasa nyerinya lebih terasa saat dipakai beraktivitas.

3. Nyeri di bagian betis
Ini bisa jadi gejala pembekuan darah di kaki yang disebut dengan deep vein thrombosis (DVT). Kondisi itu dipicu oleh duduk yang terlalu lama, misalnya dalam penerbangan jarak jauh atau berada di tempat tidur lama karena sakit.

Jika memang pembekuan darah, maka rasa nyerinya akan terasa lebih berat saat berdiri atau berjalan. Anda juga mungkin melihat adanya bengkak. Kaki akan terlihat merah.

4. Ada darah di urine
Beberapa hal dapat menyebabkan darah muncul di urine. Jika Anda juga mengalami gejala nyeri di punggung atau pinggang, mungkin ada batu ginjal. Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam di ginjal dan bergerak ke saluran kandung kemih.

Bila Anda melihat darah di urine dan juga mengalami frekuensi buang air kecil yang lebih sering, atau ada sensasi terbakar saat berkemih, mungkin ada infeksi di ginjal atau kandung kemih.

5. Napas berbunyi
Setiap gangguan pernapasan sebaiknya segera diobati. Jika Anda mendengar suara seperti peluit atau mengi saat bernapas, periksakan ke dokter.

Pemicu napas berbunyi itu bisa karena asma, penyakit paru, atau alergi berat. Dokter akan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya. Penyebab lain kondisi tersebut adalah pneumonia atau bronkitis, terutama jika disertai batuk dengan lendir berwarna hijau.

6. Ingin bunuh diri
Jika Anda merasa putus asa atau terjebak, atau merasa tak punya alasan untuk hidup, carilah pertolongan. Sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga profesional di klinik psikiatri atau rumah sakit. (***)

Awas, Kursi Bayi di Restoran Bisa Jadi Sarang Bakteri

Kursi Bayi di Restoran Harus Dicermati Jangan Sampai Merupakan Sarang Bakteri yang Membahayakan Buah Hati

Kursi Bayi di Restoran Harus Dicermati Jangan Sampai Merupakan Sarang Bakteri yang Membahayakan Buah Hati

Jakarta, KABAROKE — Ahli mengungkapkan, restoran bisa menjadi tempat “sempurna” bagi anak usia dini terinfeksi bakteri dan suber diare. Mengajak makan keluarga di restoran bisa menjadi momen menyenangkan. Namun, bila Anda membawa anak batita (usia di bawah 3 tahun), Anda perlu lebih hati-hati terhadap paparan bakteri.

Dr Charles Gerba, seorang ahli mikrobiologi dari University of Arizona meneliti beberapa objek di sebuah restoran yang dianggap paling banyak mengandung bakteri.

Baby chair atau kursi makan bayi, didapati menjadi salah satu spot paling kotor di restoran. Gerba berpendapat, masih jarang restoran yang membersihkan kursi makan bayi dengan cairan desinfektan setelah terpakai.

“Kita tahu bahwa celana anak-anak dapat mengandung bakteri. Fakta bahwa popok kotor dari banyak bayi dan anak-anak akan membuat dudukan kursi makan menjadi sarang bakteri seperti E. coli,” katanya.

Selain kursi makan bayi, menurut Gerba, sendok dan garpu yang diletakkan di atas meja juga dapat meningkatkan risiko batita terinfeksi bakteri. Apalagi, jika peralatan makan atau mainan jatuh ke lantai. Sebaiknya, jangan berikan pada bayi sebelum dibersihkan.

Kenyataan bahwa batita sedang dalam masa eksplorasi untuk memegang segala sesuatu dan memasukkannya ke dalam mulut tak dapat terelakkan.

Inilah yang bisa menjadi awal balita terkena diare. Sehingga, selalu menyediakan pembersih anti bakteri, seperti tisu basah maupun cairan pencuci tangan, akan membantu orangtua untuk membersihkan segara sesuatu yang berada di sekitar batita saat berkunjung ke restoran.

“Perbaikan sederhana dapat membantu Anda dan keluarga terlindung dari bakteri. Selalu membawa tisu desinfektan, pembersih tangan, dan hindari menggunakan peralatan makan atau sesuatu yang sudah terjatuh di lantai,” ucap Gerba menyarankan. (***)

Ini 3 Manfaat Berenang di Air Laut

Berenang di Air Laut Ternyata Memiiki Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Berenang di Air Laut Ternyata Memiiki Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Jakarta, KABAROKE — Berenang di air laut saat pergi ke pantai atau mengunjungi pulau kecil ternyata lebih dari sekedar untuk bersenang-senang saat liburan. Sejumlah penelitian mengungkapkan berbagai manfaat air laut untuk kesehatan.

Hal ini karena air laut kaya akan mineral, sepert natrium, klorida, sulfat, magnesium, dan kalsium.

Air laut bahkan sudah digunakan untuk terapi medis yang dikenal dengan thalassotherapy. Setidaknya ada tiga manfaat berenang di air laut seperti dilansir dari Daily Mail.

1. Meredakan sinusitis
Berenang di laut yang mengandung garam dan mineral lainnya dipercaya dapat menurunkan gejala sinusitis, serta masalah pernapasan lainnya.

Seorang direktur layanan klinis dari medical charity Allergy di Inggris menyebut orang-orang yang hidup dekat laut atau sering berenang di laut memiliki sistem pernapasa yang sehat.

Air laut dinilai dapat membersihkan lapisan saluran udara atau sebagai irigasi hidung. Kandungan garam bersifat antiseptik dan membantu mengurangi peradangan pada lapisan sinus.

2. Meringankan psoriasis
Berenang di air laut yang kaya akan mineral alami telah lama digunakan untuk meringankan gejala psoriasis. Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit. Psoriasis bisa berupa ruam, bersisik, kulit sangat kering, atau terkadang terasa gatal pada kulit.

Air laut yang mengandung magnesium dipercaya dapat meningkatkan kelembaban kulit. Selain itu, garam dan mineral berlimpah di air laut juga membantu mengatasi peradangan pada kulit.

Tak heran jika Laut Mati yang terletak di perbatasan Yordania dan Israel itu dikenal sebagai tempat untuk terapi psoriasis karena tingginya kandungan garam dan mineral lainnya.

3. Sehatkan mental
Berenang di laut yang bersih dan indah akan sangat menyenangkan. Merasa senang atau bahagia sangat membantu melepaskan stres.

Dalam bukunya Blue Mind tahun 2014, seorang ahli biologi kelautan Wallace J. Nichols menemukan mengapa orang-orang bisa relaksasi dan meditasi ketika berada di atas air laut ataupun saat di bawah laut.

Salah satu penyebabnya adalah pengaturan pernapasan selama berenang maupun menyelam. Pola pernapasan itu dapat merangsang sistem saraf parasimpatis hingga hormon yang memengaruhi otak secara positif. (***)

Resiko Kecelakaan Saat Berkendara Meningkat Bila Kurang Tidur

Kurang Tidur Beresiko Kecelakaan saat Berkendara

Kurang Tidur Beresiko Kecelakaan saat Berkendara (dok net)

Jakarta, KABAROKE — Pengemudi mobil maupun sepeda motor yang tidur hanya 5 jam semalam (mengacu pada rekomendasi tidur minimal 7 jam semalam), sama membahayakannya dengan pengemudi mabuk, ungkap sebuah studi dari AAA Foundation for Traffic Safety.

Data baru menunjukkan bahwa pengemudi yang tidur kurang dari 7 jam semalam, risiko mengalami kecelakaan berkendara meningkat hampir dua kali lipat.

Dan pengemudi yang hanya tidur 4-5 jam semalam, empat kali lipat lebih mungkin untuk alami kecelakaan berkendara—sama dengan pengemudi yang secara hukum dinyatakan mabuk.

“Anda yang kurang tidur, tidak dapat berharap untuk berfungsi aman sepenuhnya di belakang kemudi,” kata David Yang, direktur eksekutif AAA, mengatakan dalam siaran pers.

Hasil penelitian dari laporan “pengemudi mengantuk” yang didapat dari data 4.571 polisi Amerika juga mendapati:

– Pengemudi yang tidur 6-7 jam, 1,3 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

– Pengemudi yang tidur 5-6 jam, 1,9 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

– Pengemudi yang tidur 4-5 jam, 4,3 kali lebih mungkin untuk kecelakaan.

– Pengemudi yang tidur kurang dari empat jam, 11,5 kali lebih mungkin untuk kecelakaan. (***)

Produk Sehat Tak Mesti Mahal Lho…

Priduk Maupun Jajanan Sehat Tak Mesti Mahal

Priduk Maupun Jajanan Sehat Tak Mesti Mahal

Jakarta, KABAROKE –Demi memiliki pola makan yang sehat banyak orang rela mengeluarkan uang tak sedikit untuk membeli bermacam produk sehat di pasaran.

Harga produk yang diberi label sehat itu memang mahal. Sebut saja makanan bebas gluten, bahan pangan organik, telur mengandung omega, pressed juice, hingga chia seed.

Meski tak murah, tapi konsumen rela menghabiskan dana tak sedikit karena banyak yang menganggap bahwa produk yang sehat memang mahal.

Persepsi yang keliru dari konsumen itu dikenal juga dengan teori lay, yakni mengonsumsi produk makanan sehat berarti perlu mengeluarkan uang lebih banyak. Faktanya, nutrisi di dalam produk makanan itu sama saja.

Dalam sebuah percobaan, Rebecca Reczek, profesor bidang marketing dari AS meminta sekelompok orang mencoba produk camilan baru yang disebut “granola bites”.

Pada sebagian peserta diberitahu bahwa produk tersebut sangat sehat. Sementara pada peserta lain diceritakan bahwa produk camilan itu hanya memiliki manfaat nutrisi yang kecil. Kemudian para partisipan studi diminta menilai berapa harga produk itu.

Sudah diduga, partisipan yang diberi tahu granola itu sehat menilai harganya lebih tinggi dibanding partisipan yang diberitahu produk itu tidak sehat.

Beberapa penelitian serupa juga memberi hasil yang kurang lebih sama. Produk yang diberi label “sehat” atau “bernutrisi” dianggap lebih mahal.

“Konsumen seharusnya lebih pintar. Kita bisa membandingkan lebel nutrisi tiap produk dan melakukan sedikit riset sebelum membeli sebuah produk. Gunakan data dan fakta ketimbang intuisi,” kata Reczek.

Makanan sehat seharusnya tidak sebatas organik dan tak mengandung pengawet atau pewarna, tapi cek juga kandungan gula, garam, dan lemaknya. (***)

1 2 3 4 5 31