Percepatan Penerapan Kesetaraan Gender di Indonesia Terus Didorong

Menteri PPPA Yohana Susana Yambise

Menteri PPPA Yohana Susana Yambise

Makassar, KABAROKE — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, terus mendorong percepatan penerapan keseteraan gender di Indonesia. Pemerintah menaruh atensi besar terhadap realisasi cita-cita mulia tersebut, apalagi pengarusutamaan gender sudah menjadi komitmen global. Hal itu disampaikan Menteri Yohana dalam International Conference on Gender and Development (ICGD) 2018, di Universitas Hasanuddin, Kota Makassar, Selasa (10/7).

Menteri Yohana mengatakan agenda pembangunan berkelanjutan 2030 atau SDGs telah disepakati menjadi komitmen global, dimana kesetaraan gender menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai. Perempuan dan laki-laki mesti setara terlibat dalam pembangunan. Itu selaras dengan komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perubahan positif bagi kaum perempuan, khususnya yang menyangkut akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dari pembangunan.

“Penerapan kesetaraan gender dalam rangka pembangunan berkelanjutan di Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama. Keberhasilan dari pelaksanaan pembangunan berkelanjutan ini menuntut partisipasi dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, kementerian/lembaga, tenaga ahli serta akademisi, termasuk di dalamnya adalah lembaga pendidikan, yakni perguruan tinggi,” ucap Menteri Yohana, dalam keterangan persnya, Rabu (11/7).

Berdasarkan data dari Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional pada 2016 menunjukkan sebanyak 18,3 % perempuan menikah usia 15-64 tahun mengalami kekerasan fisik dan atau kekerasan seksual. Yang palinh dominan adalah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan jumlah 12,3 %.

Selanjutnya, angka kekerasan terhadap anak juga cukup memprihatinkan. Survei Kekerasan Terhadap Anak (SKTA) pada 2013 menunjukkan jumlah kekerasan terhadap anak yang tinggi, yaitu 38,62 % pada anak laki-laki dan 20,48 % pada anak perempuan. Data tersebut menunjukan bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih cukup memprihatinkan.

“Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencanangkan program prioritas, yakni Three Ends (Tiga Akhiri). Three Ends menjadi salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak dengan upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak; mengakhiri perdagangan orang; dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan.”

“Jika ketiga hal tersebut dapat terpenuhi, maka saya yakin kita dapat menciptakan kesetaraan gender di Indonesia,” sambung Menteri Yohana.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu. Menurut dia, membahas perempuan dan anak sama halnya membahas tentang masa depan bangsa. “Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

“Kontribusi dari akademisi akan sangat bermanfaat terutama dalam memberikan pendampingan dan penyelesaian masalah yang ada di sekitar kita,” pungkasnya. (***)

Penggunaan Internet of Things Masih ‘Dihantui’ Masalah Keamanan dan Privasi

Rektor Institut Perbanas Prof Marsudi

Rektor Institut Perbanas Prof Marsudi

Makassar, KABAROKE — Dunia industri memasuki era baru yang dikenal Revolusi Industri 4.0. Industri generasi keempat bukan hanya jadi perbincangan dunia, tapi juga di Indonesia. Terlebih, setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0.

Salah satu pilar industri 4.0 adalah penggunaan perangkat berbasis Internet of Things atau IoT. Konsep asli dari IoT merupakan kecerdasan inteligensi dan kontrol automatisasi. Pemerintah dan berbagai instansi kini getol memperkenal penggunaan dan manfaat teknologi cerdas itu. Meski memiliki kecanggihan dan kecerdasan teknologi, IoT masih memiliki celah.

Rektor Institut Perbanas sekaligus konsultan ahli smart city, Prof Marsudi Wahyu Kusworo, mengungkapkan IoT menjadi tema besar abad ke-21, berubah dari tema besar abad sebelumnya yakni automasi. Saat ini, segala sesuatunya dilakukan menggunakan kecanggihan dan kecerdasan teknologi. Semua itu untuk hasil yang lebih memuaskan.

Termasuk dalam pemerintahan maupun bisnis, penggunaan IoT terus dikembangkan dan didorong. Tapi, kemajuan teknologi tersebut belum paripurna. Marsudi menyebut problema terbesar dan utama IoT bukan sekadar ketersediaan infrastruktur jaringan. Yang kerap mengganggu dan menjadi ancaman terbesar adalah masalah keamanan dan privasi.

“Ya masalah IoT itu soal sekuritas (keamanan) dan privasi. (Soal privasi) itu mudah dilihat banyak orang dan soal sekuritas terkait adanya hacker,” ucap Marsudi, saat tampil menjadi pembicara pada Virtus Showcase 2018 di Hotel Melia, Kota Makassar.

Di hadapan ratusan pelaku industri di Makassar maupun pegawai pemerintah daerah lingkup Sulsel, Marsudi memaparkan mengenai perkembangan teknologi yang mendorong revolusi industri 4.0. Termasuk mendoronh langkah daerah untuk menjadi smart city, termasuk Kota Makassar yang terbilang sukses menuju ke arah sana..

Terlepas dari itu, masalah keamanan dan privasi dalam penggunaan teknologi, termasuk IoT memang harus dicarikan solusi. Ia mencontohkan dari sebuah jam pintar alias smartwatch, keamanan dan privasi seseorang bisa terancam. “Rekam mediknya bisa diakses dari situ (smartwatch), mudah dibaca orang. Lalu bisa juga kena hacker yang dapat merugikannya,” ujar Marsudi.

Olehnya itu, Virtus Technology Indonesia selaku penyedia solusi infrastruktur Teknologi Informasi alias TI dan anak perusahaan Computrade Technology International (CTI) Group, menggelar konferensi dan pameran infrastruktur TI bertajuk Virtus Showcase 2018. Kegiatan tersebut ditujukan bagi ratusan pelaku profesional industri.

Virtual Showcase 2018 merupakan konferensi tahunan yang sudah diselenggarakan selama enam tahun terakhir. Yang istimewa, pelaksanaan kegiatan yang dulunya terpusat di Jakarta dan Surabaya, untuk pertama kali digelar di luar Pulau Jawa, tepatnya Makassar. Itu semua berkat kolaborasi dengan PT Lintasarta selaku penyedia jasa komunikasi data, internet dan layanan TI serta anak perusahaan Indosat.

General Manager Virtus Technology Indonesia, Riski Lana, menyampaikan teknologi IoT berperan penting di balik transformasi berbagai industri, seperti manufaktur, retail, energi dan utilitas, transportasi serta keuangan. Mulai dari untuk menghemat biaya operasional, men-generate data baru lebih cepat serta meningkatkan produktivitas. Karena alasan itu, pihaknya mengganggap perlunya Virtus Showcase, terkhusus di kota berkembang seperti Makassar.

“Di era intelligent things ini, dimana semua perangkat dapat saling berkomunikasi melalui jaringan internet, ada banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis maupun pemerintah kota Makassar. Hal inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan pertama Virtus Showcase di kota ini dengan harapan peserta yang hadir dapat belajar bagaimana memanfaatkan IoT sesuai dengan gila perusahaan, harus mulai dari mana dan tantangan apa saja yang harus dihadapi,” pungkasnya. (***)

39 Kapal Terbakar di Pelabuhan Benoa

Kapal Zahro Express yang Terbakar Mengakibatkan Puluhan Orang Meninggal (dok net)

Ilustrasi Kapal Terbakar (dok net)

Denpasar, KABAROKE — Sebanyak 39 buah kapal terbakar di pelabuhan Benoa, Bali. Peristiwa ini terjadi pada Senin (9/7/2018) dini hari pukul 02.00 Wita.

Bahkan sampai Senin siang, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama kepolisian masih berusaha melakukan pemadaman.

Kabid Kegawatdaruratan BPBD Denpasar Ida Bagus Yoga mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Polsek Benoa bahwa ada kebakaran kapal.

Awalnya hanya satu kapal yang terbakar. Namun, dalam waktu singkat menyebar ke sejumlah kapal lain yang ditambat berdekatan di pelabuhan barat Benoa.

“Upaya pemadaman melibatkan 11 unit mobil pemadam kebakaran,” kata Yoga, dilansir dari kompas.com, Senin (9/7).

Namun, upaya pemadaman mengalami sejumlah kendala. Di antaranya minimnya ketersediaan keran air khusus pemadam sehingga mobil pemadam yang kosong setelah digunakan harus mengambil air di luar areal pelabuhan.

“Kendalanya di mobilisasi pengambilan air, Pelindo seharusnya menambah jumlah keran air agar lebih banyak,” kata Yoga.

Sementara itu, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Harga satu kapal sekitar Rp 3 miliar, tinggal dikalikan saja perkiraan kerugiannya,” ujar Yoga.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Tim Inafis dari Polda Bali masih melakukan penggalian data di lapangan. (**)

Serahkan Bantuan untuk Korban KM Lestari, Mensos Bilang Begini

Menteri Sosial Idrus Marham di Selayar

Menteri Sosial Idrus Marham di Selayar

Selayar, KABAROKE — Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Idrus Marham, turun langsung untuk menyalurkan bantuan kepada korban KM Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel. Penyerahan bantuan kepada ahli waris berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Selayar, Jumat (6/7).

Di depan ahli waris dan korban selamat, Menteri Idrus menyampaikan ucapan bela-sungkawa mewakili Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi. “Saya menyampaikan keprihatinan yang dalam dari Presiden Jokowi. Dan, turut berduka cita atas apa yang menimpa keluarga kita,” katanya, Jumat (6/7).

“Presiden Jokowi menyampaikan kepada saya, untuk segera ke lokasi. Mensos harus segera ke sana dan presiden sudah menyampaikan kepada saya, berikan bantuan, semuanya kita berikan bantuan. Yang meninggal diberikan dan alhamdulillah yang selamat juga diberikan,” sambung dia.

Menteri Idrus menyampaikan sampai sekarang proses pencarian terhadap korban masih dilakukan oleh semua pihak. “Basarnas, TNI Polri dan Pemda itu masih di sana (perairan Kabupaten Selayar), masih ada yang menyelam di sana,” katanya.

Menteri Idrus juga menyampaikan dalam penyaluran bantuan kepada KM Lestari Maju, Presiden Jokowi meminta untuk tidak menjadikan manifes penumpang sebagai acuan. Diketahui manifes kapal nahas itu berbeda jumlah penumpang yang telah dievakuasi.

“Presiden sampaikan kepada saya, jangan perhatikan manifes. Ini tidak normal (kondisinya), jangan masyarakat susah, dibikin tambah susah. Seluruh yang direkomendasikan oleh Bupati Selayar, semua Insya Allah akan diberikan bantuan,” jelasnya.

Total bantuan yang diserahkan Kemensos RI untuk korban KMP Lestari Maju sebesar Rp 897,5 juta. Dengan rincian, korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, masing-masing ahli waris menerima Rp15 juta dan korban selamat sebanyak 155 orang menerima masing-masing Rp2,5 juta.

Menteri Idrus menyebut jumlah bantuan yang diberikan bisa bertambah jika nantinya ada korban lain yang direkomendasikan oleh Bupati Selayar. “Ini sesuai data yang ada saat ini. Kalau ada (bantuan) yang tidak sampai (kepada korban), sampaikan kepada saya,” ujar Menteri Idrus.

Diketahui, KM Lestari Maju kandas di perairan Kabupaten Selayar, Senin (3/7). Total penumpang yang sudah dievakuasi berdasarkan data terbaru sudah mencapai 202 orang. Rinciannya yakni 36 orang meninggal dan 166 orang lainnya ditemukan selamat. (*)

Menhub Segera Panggil Seluruh Kadishub untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Lokasi KM Lestari Maju

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Lokasi KM Lestari Maju

Makassar, KABAROKE – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil dan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Perhubungan di seluruh Indonesia untuk membahas dan mengevaluasi keselamatan pada sektor transportasi. Hal ini terkait dengan kecelakaan yang akhir-akhir ini terjadi khususnya dalam kegiatan penyeberangan. Menhub menyampaikan hal ini dalam Konferensi Pers usai meninjau lokasi kecelakaan KMP Lestari Maju yang bertempat di VIP Room Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu lalu.

Menhub mengatakan tujuan dikumpulkannya para Kadishub ini adalah agar apa yang diamanatkan dalam undang-undang atau peraturan sektor transportasi khususnya terkait keselamatan dapat dilaksanakan dengan baik. Menhub mengakui bahwa dengan adanya otonomi daerah, koordinasi penerapan peraturan-peraturan tersebut belum bisa maksimal dilakukan.

“Oleh karenanya sesuai dengan amanat pak Presiden saya akan kumpulkan. Kemenhub akan menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan tanpa kecuali. Mudah-mudahan apa yang dilakukan bisa dilaksanakan dengan baik dan saya berharap kepada semua Dishub Provinsi dan di Kabupaten/Kota hendaknya kita bahu-membahu untuk memastikan level of service dan keselamatan dengan baik,” sebut Menhub.

Menhub menyebut bahwa dari kasus yang terjadi akhir-akhir ini, tentunya semua pihak baik pusat maupun daerah sepakat untuk melakukan evaluasi dan reformasi bersama. Karena tanpa dukungan pemerintah daerah, Menhub mengakui bahwa hal tersebut tidak mungkin akan terlaksana dengan baik.

“Kita melihat suatu kasus yang besar kemarin. Tentunya kita sepakat untuk melakukan suatu reformasi bersama dengan Pemda, karena tanpa dukungan mereka hal ini tidak mungkin terlaksana dengan baik. Seperti yang dilakukan di Toba kami akan melakukan evaluasi baik provinsi maupun pemerintah pusat dan hal tersebut akan dilaksanakan dengan konsisten. Kami juga akan melakukan pendidikan ulang berkaitan dengan pejabat di syahbandar agar mereka ada suatu penyegaran berkaitan dengan aturan yang berlaku,” jelas Menhub. (***)

Korban KM Lestari Maju Dapat Santunan dari Jasa Raharja

Penyerahan Santunan Korban KM Lestari Maju dari Jasa Raharja

Penyerahan Santunan Korban KM Lestari Maju dari Jasa Raharja

Selayar, KABAROKE — PT Jasa Raharja (Persero) menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan KM Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel. Penyerahan santunan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Selayar, Kamis (5/7). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Selayar, Basli Ali dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulsel, Jahja Joel Lami.

PT Jasa Raharja menyerahkan santunan duka sebesar Rp50 juta untuk tiap ahli waris merujuk data yang diterima dari Posko DVI Bidokkes Polda Sulsel. Total ada 35 korban meninggal dunia yang sudah terdata dan dilakukan pengecekan keabsahan ahli waris. Namun, untuk tahap awal, PT Jasa Raharja mengagendakan menyerahkan santunan duka kepada 18 korban meninggal.

Yang hadir pada acara penyerahan santunan pada hari ini hanya 8 ahli waris. Jahja mengungkapkan pihaknya tahap awal ini menyerahkan santunan duka kepada ahli waris korban yang berdomisili di Kabupaten Selayar. Lalu, ada lima korban yang santunannya diserahkan di domisili korban, masing-masing 4 ahli waris di Kabupaten Bone dan 1 ahli waris di Kota Surabaya.

“Seharusnya 18 orang (ahli waris) yang kami serahkan santunan duka, namun pertimbangan azas domisili 5 korban, maka yang lainnya diserahkan di domisilinya yakni di Kabupaten Bone dan Kota Surabaya,” kata Jahja, dalam keterangan persnya, Kamis (5/7).

Jahja melanjutkan santunan duka 17 korban KM Lestari yang belum dibayarkan pada hari ini akan segera diselesaikan. Namun, pihaknya terlebih dulu harus menyelesaikan pengecekan kebenaran dan keabsahan ahli waris. “Sisa 17 korban lainnya sedang dilakukan pendataan ahli waris sebelum dilakukan penyerahan santunan duka,” ucap dia.

Lebih jauh, Jahja menyampaikan untuk santunan biaya perawatan akan diberikan kepada seluruh korban yang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, baik itu di puskesmas maupun rumah sakit.

Santunan biaya perawatan akan diberikan kepada seluruh korban yang saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan yang ada baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Kami menyadari apa yang kami berikan tidak dapat menggantikan rasa duka dan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga korban, namun itu sebagai bentuk kehadiran negara pada saat masyarakat mengalami musibah,” ujarnya.

KM Lestari Maju berlayar dengan manifes berisi 139 penumpang. Selain itu terdapat 48 unit kendaraan berbagai jenis. Namun belakangan petugas gabungan mengaku telah mengevakuasi 202 korban kecelakaan, terdiri dari 36 meninggal dan 166 selamat. (**)

Menhub Tugaskan KNKT Usut Kecelakaan KM Lestari Maju

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Lokasi KM Lestari Maju

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Tinjau Lokasi KM Lestari Maju

Makassar, KABAROKE — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menunggu laporan investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perihal kasus kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Kabupaten Selayar, Sulsel, Selasa (3/7). KNKT yang dikomandoi oleh Soerjanto Tjahjono sudah berada di Kabupaten Selayar untuk mencari tahu penyebab kecelakaan sekaligus kelayakan KM Lestari Maju yang sengaja dikandaskan.

Menteri Budi mengungkapkan KNKT akan mengusut dugaan KM Lestari Maju tidak layak beroperasi. Informasi itu banyak beredar di kalangan tertentu, termasuk terkait kapal itu disebut bukan kapal penumpang, melainkan kapal kargo alias barang. KM Lestari juga disebut tidak memenuhi standar untuk melayani jasa transportasi penyeberangan.
“Saya tugaskan KNKT untuk stay di Selayar, biar bisa mengklarifikasi semua surat-surat, keadaan kapal, untuk kepastian berkaitan sinyalemen itu,” ucap Menteri Budi, di Makassar, Rabu (4/7).

Menteri Budi menunggu laporan formal dari KNKT pada Rabu malam atau paling lambat pada Kamis pagi. Sejauh ini, kata dia, hal teknis mengenai keadaan kapal diakuinya masih sepotong-sepotong, sehingga belum bisa disampaikan kepada publik.

Menteri Budi menegaskan Kemenhub pada dasarnya mengeluarkan izin untuk kapal apa pun, selalu merujuk  rekomendasi yang terbit pada level instansi terkait di tingkat bawah. “Kita konsisten. Apabila bukan kapal layak, maka kami tindak tegas operator. Akan ada sanksi pidana,” ujarnya.

Terlepas dari informasi ketidaklayakan, KM Lestari Maju dianggap Menteri Budi cukup sigap dalam menangani kecelakaan. Itu terlihat dimana pada kapal disediakan jaket pelampung atau lifejacket, seperti pada foto-foto yang tersebar. Namun prosedur penanganan, seperti tindakan nakhoda yang mengkandaskan kapal perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Beri kesempatan KNKT untuk bekerja,  melakukan penelusuran. Setelah itu mereka memberi rekomendasi, catatan-catatan yang lebih pasti” ujarnya.

KM Lestari Maju berlayar dengan manifes berisi 139 penumpang dan 48 kendaraan dari berbagai jenis. Namun, belakangan terungkap jumlah penumpang tidak sesuai manifes. Buktinya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 202 penumpang. Rinciannya yakni 36 meninggal dunia dan 166 selamat. (**)

Ini Orang Terakhir yang Dievakuasi dari KM Lestari Maju

Evakuasi Penumpang KM Lestari Maju

Evakuasi Penumpang KM Lestari Maju

Selayar, KABAROKE — Evakuasi para penumpang KM Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar telah dihentikan, Rabu (4/7) dini hari. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu nelayan dan kapal dari tim SAR terpadu. Nakhoda dan pemilik kapal menjadi orang terakhir yang dievakuasi dari KM Lestari Maju.

Direktur Jenderal Hubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, R. Agus H. Purnomo, mengatakan sisa penumpang di atas kapal KM Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Proses evakuasi penumpang di atas kapal sudah selesai (Rabu dini hari). Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KM Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR,” ujar Agus, dalam keterangan persnya, Rabu (4/7).

Cuaca buruk sempat menghambat proses evakuasi para penumpang kapal karena susah bagi kapal-kapal merapat ke lokasi kandasnya KM Lestari Maju. Meski begitu, berkat kerja keras tim SAR, sisa penumpang kapal bisa dievakuasi. Olehnya itu, Agus memberikan apresiasi kepada tim SAR yang bekerja dengan penuh kehati-hatian dan terencana.

Saat ini, Agus mendampingi Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, menuju lokasi musibah KM Lestari Maju di Kabupaten Selayar, Sulsel. Keduanya ingin memastikan dan melihat langsung langkah-langkah lanjut terkait musibah kandasnya kapal KM Lestari Maju.

Pada kesempatan ini, Agus mengaku telah menerima laporan adanya korban penumpang yang meninggal dunia akibat musibah kandasnya KM Lestari Maju. “Saya menyampaikan turut berduka cita bagi para korban meninggal dunia atas musibah KM Lestari Maju di perairan Selayar. Saya dan jajaran Perhubungan Laut sangat prihatin dengan adanya kejadian ini,” ujarnya.

Disinggung tentang penyebab terjadinya musibah KM Lestari Maju, Agus menegaskan bahwa saat ini Ditjen Perhubungan Laut sedang fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi. “Kami fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi, terkait penyebab terjadinya musibah tersebut, kami serahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk memastikan jumlah korban yang meninggal.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut menegaskan bahwa kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju sengaja dikandaskan dan tidak tenggelam seperti informasi yang beredar di luar.

Kapal penyeberangan KMP. Lestari Maju dikandaskan di perairan Kabupaten Selayar-Kabupaten Bulukumba, Sulsel pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA.

Kapal KM Lestari Maju tujuan
Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto dan sesuai manifes membawa 139 orang penumpang. Kapal itu dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Kabupaten Selayar.

Adapun kapal tersebut juga membawa kendaraan roda dua sebanyak 18 unit, kendaraan roda empat sebanyak 14 unit, kendaraan golongan 5 sebanyak 8 unit dan kendaraan golongan 6 sebanyak 8 unit dengan jumlah total seluruhnya 48 unit kendaraan.

Sebagai informasi, Kapal KMP. Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira-Pamatata. (***)

Korban Tewas KM Lestari Maju Jadi 29 Orang

Evakuasi Penumpang KM Lestari Dihentikan Rabu Dini Hari

Evakuasi Penumpang KM Lestari Dihentikan Rabu Dini Hari

Makassar, KABAROKE — Korban tragedi Kapal Motor (KM) Lestari Maju yang kandas di perairan Kabupaten Selayar, Provinsi Sulsel, Selasa (3/7), terus bertambah. Informasi terakhir yang dihimpun hingga Rabu (4/7) pukul 01.45 WITA, korban tewas akibat musibah tersebut telah mencapai 29 orang. Korban meninggal dunia terdiri atas anak-anak, dewasa dan lanjut usia.

Evakuasi terhadap penumpang KM Lestari Maju dihentikan pada Rabu dini hari. Terakhir yang dievakuasi adalah nakhoda kapal yakni Agus Susanto. “Hari ini kami berencana menyisir kembali untuk mencari korban yang kemungkinan hanyut atau tenggelam. Kami fokus penyelamatan penumpang dulu,” kata Kepala Polres Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, Rabu (4/7).

KM Lestari Maju dilaporkan mengalami masalah pada Selasa sekitar pukul 13.40 WITA. Terjadi kerusakan mesin di lambung kiri kapal yang membuat air masuk di dek lantai bawah. Kondisi itu diperparah dengan cuaca yang kurang bersahabat. Padahal, kapal yang bertolak dari Kabupaten Bulukumba itu sudah hampir berlabuh di Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar.

KM Lestari Maju akhirnya dilaporkan dikandaskan sebelum karam di dekat sebuah pulau dan pantai di Desa Bungayya, Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal itu diketahui mengangkut 139 penumpang dan 48 kendaraan dari berbagai jenis golongan. KM Lestari Maju juga membawa dana Rp30 miliar dari Bank Sulselbar untuk gaji ke-13 ASN dan dana BOS Kabupaten Selayar.

Berikut daftar korban meninggal dunia pada tragedi KM Lestari Maju berdasarkan informasi terakhir pada Rabu (4/7) pukul 01.45 WITA :

1. Hari Laksono, alamat Jl. Jeruk (ASDP Pamatata)
2. Drs. Rurung, umur 51 tahun, alamat Jl. Mangga Benteng (suami)
3. Hj. Marlia, umur 44 tahun, alamat Jl. Mangga Benteng (istri)
4. Hj. Amawati, umur 43 tahun, alamat Desa Laiyolo Kec. Bontosikuyu.
5. Sitti Saerah, umur 58 tahun, alamat Desa Onto Kec. Bontomatene.
6. H. Abd. Rasyid, alamat Jl. Jend. Ahmad Yani Benteng
7. Rini Nurianti, umur 29, alamat Bonea Kec. Benteng Kep. Selayar.
8. Abizar, umur 2 tahun, alamat Bonea (anak Rini Nurianti)
9. Rosmiati, umur 40 tahun, alamat Jl. Manga Benteng
10. Demma Ganrang, umur 45 tahun, alamat Kalaroi Kec. Bontomatene
11. Andi Le’leng, umur 47 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu
12. Syamsuddin, umur 50 tahun, alamat Jl. Pierre Tendean Benteng
13. Hensi, umur 64 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu (suami)
14. Ati Mala, umur 58 tahun, alamat Baringan Kec. Bontosikuyu
15. Denniamang, umur 74 tahun, alamat Lambongan Kec. Bontomatene
16. Marwani, umur 46 tahun, alamat Sappang Herlang Singa
17. Hj. Salmiah, umur 55 tahun, alamat Kab. Sinjai.
18. A. Abd. Rasyid, umur 42 umur, alamat Jl. Pahlawan benteng selayar (asal banyorang KEC. Tompo bulu Kab. bantaeng)
19. Suryana, umur 55 tahun, alamat Bonehalang Kec. Benteng.
20. Dempa, umur 50 tahun, alamat Kalaroi Kec. Bontomatene
21. Nurlia, umur 64 tahun, alamat Batangmata sapo Kec. Bontomatene
22. Andi Junaeda, umur 70 tahun, alamat Bone
23. Norma, umur 50 tahun, alamat Benteng Somba Opu.
24. Ningsih, umur, alamat Cinimabela ( Takalar / Galesong)
25. Haidir, umur 2 tahun, alamat Cinimabela ( Takalar / Galesong) (anak dari Pr. Ningsih)
26. Kartini, umur 60 tahun, alamat cinimabela desa parak Kec. Bontomanai selayar
27. Siti baedah, umur 55 tahun, alamat desa baraklambongan Kec. Bonto matene selayar
28. Jumbrah, alamat 50 tahun, pekerjaan barugayya Kec. Bontomanai selayar
29. Mayat perempuan usia 50-60 tahun tanpa identitas. (***)

Bersama RMS, Menteri BUMN : Ini Sidrap, Bukan Eropa

Bupati Sidrap Rusdi Masse Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Bupati Sidrap Rusdi Masse Bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Sidrap, KABAROKE — Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno berdiri bersama di PLTB Sidrap menanti kedatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan PLTB Sidrap tersebut, Senin (2/7/2018).

Selain Rini, RMs juga berbincang bersama Menteri PU dan ESDM Ignius Jonan. Ada hal menarik dalam percakapan mereka, khususnya yang diungkapkan Menteri BUMN.

“Pak Bupati ini hebat loh. Turbin ini kan biasanya kita dapat kalau kita ke Eropa. Ingat, ini bukan Eropa loh, ini Sidrap. Ini Sidrap,” ujar Rini berulang ulang.

Sekadar diketahui PLTB Sidrap ini adalah energi alternatif terbarukan dengan menghasilkan 75 MW daya listrik. Inilah energi terbarukan pertama dan terbesar di Indonesia.

Bupati Sidrap H Rusdi Masse mengatakan bahwa keberadaan PLTB Sidrap ini tak lepas dari seluruh peran aktif semua pihak.

“Ini akan kita jaga terus kawal terus. Pemkb Sidrap bukan hanya tahap dua kita support tapi sebelumnya ini tahap pertama kita support penuh,” ujar RMS.

Ini adalah sebuah kebanggaan bagi warga Sidrap dan seluruh warga Indonesia. Inilah leradaban baru Indonesia hadir di Kabupaten Sidrap.

“Mari kita saling support. Dengan adanya PLTB Sidrap ini selain akan meningkatkan energi juga meningkatkan perekonomian Sidrap tentunya,” jelas RMS. (***)

1 2 3 259