Polemik Seragam Putih PNS

KABAROKE — Pemerintah mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengenakan seragam putih di lingkup Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah.

Apa yang dilakukan pemerintah tersebut adalah sebuah politik impresi (politik kesan). Setidaknya demikian yang dikatakan Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani.

“Dimana yang diutamakan adalah kesan, daripada substansi,” kata Ismail baru-baru ini.

Politik kesan tersebut memberikan gambaran seolah-seolah orang yang menggunakan kemeja putih adalah sosok sederhana dan masyarakat merasa lebih dekat.

Ismail menyebut ini adalah ikhtiar yang coba didorong oleh pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, namun bukan hal substantif.

“Hanya rame-ramean saja. Tidak ada jaminan baju putih mencerminkan kesederhaan dan teladan bagi rakyat,” ujarnya.

Setiap Rabu, ASN diwajibkan mengenakan kemeja putih yang identik dengan Presiden Joko Widodo. Hal ini, kata Ismail, mengingatkan masyarakat kembali ke masa dimana Golkar berjaya, hampir semua dibuat kuning. Bedanya saat ini bukan ‘dikuningkan’ melainkan ‘dihitam-putihkan’.

Bagi ASN yang tidak mematuhi peraturan tersebut, maka ada sanksi menanti. Kepala daerah yang tidak menjalankannya akan disekolahkan kembali.

Kalau begini, kata Ismail, apa bedanya pemerintah saat ini dengan masa lalu. Sanksi tersebut dinilai berlebihan, mengingat mereka permisif terhadap pelayanan buruk yang tidak tercapai ukurannya. (zbs)

PERSIB Sementara Unggul Atas Tamunya

KABAROKE — Pertandingan persahabatan antara Persib Bandung melawan Bali United saat ini unggul 1-0 atas tamunya di Stadion Siliwangi, Sabtu (13/2).

Peluit babak pertama berbunyi tuan rumah Persib Bandung tampil mendominasi lawanya melalui sisi sayap sebelah kanan. Mengandalkan kecepatan Atep Si Maung Bandung terus menggempur pertahanan Bali United.

Memasuki menit kedelapan, Persib mendapatkan peluang emas namun sayang tendangan dari Atep masih menjauh dari mistar gawang kiper Bali United, Indriyana.

Persib kembali mencoba peruntungannya melalui sepakan keras Tantan pada menit ke-13, sayang percobaan tersebut masih bisa diselamatkan oleh Indriyana dengan baik.

Berselang empat menit kemudian, Bobotoh bergemuruh setelah pemain asal Serbia, Vladimir Vujovic menjadi algojo melalui titik putih setelah memanfatkan kesalahan handsball pemain Bali United, Bobby Satria di area terlarang.

Tiga pemain Persib Kim, Rahmat, dan Aron tampil percaya diri meskipun tampil perdana bersama Persib. Hingga peluit panjang babak pertama kedudukan masih berpihak pada Persib 1-0 atas tim Indra Sjafrie. (zgdc)

Pengendara Go-jek Menjadi Korban Penembakan

KABAROKE – Seorang pengemudi Gojek menjadi korban penembakan di Jalan Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/2) sore tadi.

“Iya benar, lokasi kejadian di Jalan Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jaksel, dekat Masjid Al Barkah,” ujar Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Priyo Utomo Teguh.

Saat ditanya identitas korban dan motif penembakan, Priyo mengatakan, belum mengetahui karena tengah dalam perjalanan ke lokasi. “Saya baru mau ke TKP,” ucapnya.

Sedangkan, korban saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC), Jaksel. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengendara Gojek itu ditembak oleh orang tidak dikenal. Diduga motif penembakan karena korban berusaha mempertahankan sepeda motor dari pelaku pembegalan.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat menjelaskan bahwa pengendara Go-jek tersebut masih hidup dan dirawat di Rumah Sakit JMC

“Korban ada di Rumah Sakit JMC, kondisinya masih hidup,” Ujar Wahyu.

Saat ditanya di bagian mana tepatnya korban mendapatkan luka tembak, Kapolres mengatakan petugas masih mengumpulkan informasi. Termasuk apa sebenarnya motif penembakan itu.

Wahyu juga mengatakan, saat kejadian, korban diketahui sedang tidak membawa penumpang. Ia mengatakan saat ini ia sedang di lokasi kejadian yaitu di dekat Pasar Kambing, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dirinya dan aparat polisi sedang mencari informasi dari saksi di lokasi kejadian. “Kami sedang meminta keterangan saksi di TKP, sedang melakukan pengembangan,” katanya. (zrol)

Tinggal di Tengah Sawah

Keluarga Jaja (44) warga Kampung Babakan Nangleng, RT 01/14, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, merupakan salah satu keluarga dari sekian banyak yang masih kurang beruntung. Hari-harinya diisi dengan kecemasan dan serba kekurangan.

Sungguh menyedihkan nasib yang dialami keluarga Jaja (44), warga Kampung Babakan Nangleng, RT 01/14, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. Karena himpitan ekonomi yang menjerat, mereka harus berpindah rumah tanpa tujuan, anak-anaknya pun terpaksa harus putus sekolah.

Keluarga Jaja hanya salah satu dari sekian banyak keluarga yang masih kurang beruntung. Jaja dan keluarga terpaksa harus berpindah-pindah rumah untuk bertahan hidup. Bahkan mereka pernah tinggal di saung (gubuk) milik orang lain di pematang sawah, sebelum akhirnya mampu mengontrak rumah, itupun dengan dana hasil mengutang.

Kebiasaan Jaja berpindah-pindah rumah tentu bukan tanpa alasan. Jeratan kemiskinan yang dialaminya menjadi faktor utama. Jaja pernah terpaksa menghuni sebuah gubuk di tengah areal pesawahan di daerah Ciwalen.

Nasib kurang baik masih saja menghampirinya, ia dan keluarga terpaksa pindah rumah, karena saung yang ditinggalinya akan digunakan kembali oleh pemiliknya. Dengan berat hati, Jaja terpaksa harus meminjam uang demi bisa mengontrak sebuah rumah.

“Kalau saya tak pinjam uang, mau tinggal dimana kami sekeluarga,” ucap Jaja.

Pria yang hanya menjadi buruh tani ini memiliki penghasilan yang tak menentu. Bahkan tak jarang pendapatannya habis hanya untuk membayar hutang bekas pinjamannya. “Yang terpenting bagi kami saat ini bagaimana bisa bertahan hidup, dan bisa makan dan memiliki tempat berteduh,” ujarnya pilu.

Kondisi ekonomi yang melilitnya ini, tak ayal membuat ia tak mampu menyekolahkan anak- anaknya, sehingga anaknya tak sempat menyelesaikan pendidikannya di bangku sekolah dasar.

“Kedua anak kami terpaksa putus sekolah, karena untuk makan saja kami sulit apalagi untuk menyekolahkan anak kami,” ujarnya.

Pria yang berperangai ramah ini berharap ada perhatian dari pemerintah dan para donatur untuk bisa meringankan beban hidupnya. “Sekarang bantuan pemerintah saja kami tak dapat, karena itu saya berusaha bertahan sekuat tenaga saja,” ungkapnya.(zrc)

 

Siaga Satu di Bengawan Solo

KABAROKE –  Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur hari ini sejak pukul 06.00 WIB sudah mencapai ketinggian 13,00 meter atau Siaga I.

Bengawan Solo“Bojonegoro mulai masuk siaga banjir, sejak pagi ini,”  demikian ucap Mucharom, Kasi Operasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur.

Ia lebih lanjut menjelaskan penyebab kenaikan ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, disebabkan pasokan berlimpah air dari daerah hulu di Jawa Tengah. Padahal, ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, yang sempat menimbulkan luapan di daerah hilir, berangsur-angsur surut di bawah siaga banjir.

“Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, dua hari lalu, statusnya sempat Siaga III Merah,” ujar dia. Naiknya air Bengawan Solo di Bojonegoro, juga memperoleh pasokan air dari Ngawi, akibat hujan deras yang mengguyur Madiun dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

Mucharom memperkirakan ketinggian air masih akan naik dalam beberapa jam ke depan dikarenakan pasokan air dari hulu Jawa Tengah dan Ngawi. Oleh karena itu, ia meminta tim penanggulangan bencana di sepanjang daerah hilir, Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik, tetap waspada. Menurut data yang dia peroleh, ketinggian air Bengawan Solo di daerah hilir, mulai Babat, Plangwot/Laren, Karanggeneng dan Kuro, Lamongan, statusnya Siaga I, dengan ketinggian masing-masing 7,21 meter, 4,92 meter,3,70 meter dan 1,58 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, menyatakan sudah menyediakan bebagai kebutuhan, dalam menghadapi banjir luapan Bengawan Solo di daerahnya. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, banjir luapan Bengawan Solo telah merendam 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan dengan status Siaga II. (Anc)

Ini Fakta Menarik di Balik Pemeriksaan Jessica

KABAROKE — Sampai Selasa, 2 Februari 2015, Jessica Kumala Wongso masih berada di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Penyidik masih sibuk memeriksa dan melakukan pengembangan terhadap sejumlah saksi terkait kassus tewasnya Mirna, sesaat setelah menenggak kopi beracun.

Pada pemeriksaan Senin, 1 Februari, sejumlah fakta menarik tersaji . Mulai dari ayah Mirna, Darmawan Salihin yang berpapasan dengan ibu Jessica, Imelda Wongso di Mapolda, hingga Jessica yang menjalani pemeriksaan dan melemparkan senyum usai diperiksa.

Berikut perkembangan kasus pembunuhan kasus Wayan Mirna Salihin yang terjadi pada Senin:

1. Jessica dikunjungi Ibu kandungnya, Imelda Wongso dan pengacara, Yayat Supriatna.

Ini merupakan kunjungan perdana pihak keluarga setelah Jessica ditahan. Sesaat sebelum diperiksa penyidik, Ibunda dan Yayat sempat makan bersama di dalam ruang tahanan. Selain itu, kunjungan mereka juga mendampingi pemeriksaan Jessica.

2. Sekitar pukul 10.00 Wib Jessica memasuki gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

3. Kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto mengatakan kliennya selama ditahan polisi merasa tertekan lantaran kerap dipaksa Krishna sebagai pembunuh Mirna. “Sampai dibawa ke ruang kerja Krishna. Suruh ngaku. Diperiksa suruh ngaku. Ada saksinya,” kata dia.

4. Guru Besar Kriminolog Universitas Indonesia, Prof Ronny Rahman Nitibaskara akhirnya diputuskan menjadi saksi ahli untuk mengungkap kematian Wayan Mirna Salihin.

Ronny sedikit membocorkan bahwa bahasa tubuh Jessica sedikit berbeda saat memberikan ‎pernyataan kepada penyidik. “Ya, antara lain itu (bahasa tubuh),” ucapnya singkat.

5. Ayah Mirna, Darmawan Salihin menyambangi Mapolda Metro Jaya. Kunjungannya untuk diperiksa kembali oleh penyidik.

Dia mengatakan, merasa puas dengan kinerja kepolisian dalam mengusut kasus yang menewaskan putrinya itu.

6. Darmawan Salihin sempat berpapasan dengan Imelda Wongso di ruang pemeriksaan. “Tadi sempat berpapasan di dalam. Tapi tidak berkomunikasi,” kata pengacara Jessica Yayat Supriatna setelah keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (1/2).

7. Sekitar pukul 17.20 Wib, Jessica akhirnya selesai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Jessica masih bisa tersenyum usai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya.‎ Padahal, pemeriksaannya sudah bergulir selama 7 jam, dari pukul 10.00 sampai 17.20 WIB, Senin, (1/2).

8. Darmawan Salihin mengaku kecewa dengan sikap keluarga Jessica yang sampai saat ini tidak tampak menaruh kesan simpati padanya. “Engga usah apa-apa lah, paling engga minta maaf anak saya (Jessica) yang kebetulan belikan kopi itu. Maaf ada kejadian seperti ini. Begitu,” ucap Darmawan.

9. Ayah Mirna mengaku bahwa sang menantu Arief Soemarko adalah seorang pengusaha hasil bumi dan sang besan adalah seorang pensiunan pegawai swasta. Namun dia mengaku tak terlalu mengenal secara detail apa latar belakang keluarga sang menantu. (*/bs))

Jessica

Jessica saat diminta keterangan oleh kepolisian beberapa waktu lalu.

1 257 258 259