Wow .. Empat Kurir Bawa 14 Kilogram Ganja

Jakarta, KABAROKE – Aparat kepolisian kembali menggagalkan peredaran narkoba. Kali ini 14 kilogram ganja berhasil disita dari tangan empat kurir.

Mereka adalah Bohari (40), Sabdin (50), Johan (39) dan Awaluddin (45). Keempat warga Aceh ini ditangkap jajaran Polda Sumut di jalur Lintas Provinsi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, penangkapan keempat kurir tersebut berawal dari informasi warga setempat. Polisi yang mendapatkan informasi itu, kemudian bergegas melakukan penyelidikan.

“Anggota melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pembeli,” ucapnya.

Dalam proses penyeidikan, sempat terjadi tawar menawar harga antara petugas dengan salah satu pelaku. Dilokasi, petugas juga melihat 13 bungkus ganja dengan berat 14 Kg. Atas dasar tersebut, polisi pun langsung menangkap pelaku.

“Setelah diinterogasi, petugas lalu melakukan pengejaran terhadap jaringan ini dan akhirnya menangkap tiga orang lainnya,” terang Helfi.

Kini keempat pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pakpak Bharat. Polisi terus melakukan pengembangan penyidikan kasus ini. (*)

Status Janda Kian “Digandrungi” di Kota Ini

Surabaya, KABAROKE – Status janda bagi kaum perempuan tidak lagi menjadi momok. Seperti yang dialami maypritas perempuan di Kota Surabaya.

Sejak tahun 2002, tren istri menggugat cerai suami di kota ini teru meningkat. Menariknya, istri yang minta cerai kepada suaminya itu sebagian besar adalah wanita karir.

Fenomena meningkatnya angka perceraian yang didominasi perem- puan (gugat cerai) terlihat di Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya. Pada 2015 lalu, total ada 6.117 perkara perceraian yang masuk ke lembaga peradilan di Jalan Ketintang Madya itu.
Dengan rincian, kasus talak cerai atau suami yang mengajukan gugatan cerai sebanyak 2.098 perkara. Angka ini jauh berbeda dibanding istri yang menggugat suaminya. Jumlahnya nmencapai 4.019.

Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya (2014) yang hanya mencapai 5.996 perkara perceraian. Dengan detail data, yaitu talak cerai berjumlah 1.986 perkara, dan dua kali lipat angka gugat cerai yang mencapai 4.010 perkara.

“Setiap tahun memang jumlah gugatan meningkat,” jelas Wakil Ketua Pengadilan Agama Klas 1A Surabaya, Artifaturrahmaniyah seperti dilansir Radar Surabaya (JPNN Group).

Namun, ada fenomena menarik dan baru dalam gugatan perceraian tersebut. Ternyata, mayoritas penggugat adalah perempuan yang sudah bekerja. Perempuan yang secara finansial sudah bisa mandiri.

Dari 4.019 perkara gugat cerai yang masuk, hampir 80 persen atau se­ banyak 3.215 perempuan bekerja (wanita karier) melayangkan gugatan cerainya. Sisanya, 20 persen (804) adalah ibu rumah tangga. (*)

Hanya di Makassar, TPA Berkategori Bintang Lima. Kayak Hotel Ya?

Makassar, KABAROKE – Walikota Makssar, Danny Pomato terus melakukan inovasi demi mewujudkan visinya membawa Makassar menjadi kota dunia. Terobosan terbarunya yakni dengan menggagas Tempat Pembuangan Akhri (TPA) berpredikat Bintang Lima layaknya kategori untuk hotel-hotel mewah.

Danny mengatakan, gagasannya ini adalah yang pertama dan belum ada di Indonesia. Rencana pembangunan TPA ini akan dilakukan di Antang, Kecamatan Tamangapa.

Model TPA ini disebutnya, akan di desain khusus. Tidak hanya itu. TPA ini juga diklaim memiliki banyak fungsi.

“Selain TPA dengan akses jalan utama dua jalur, juga terdapat bank sampah induk dan pembakit listrik dari gas sampah serta banyak fungsi lainnya,” kata Danny.

Selain itu, direncanakan terdapat berbagai mesin pengolahan limbah untuk industri kecil masyarakat. Di antaranya, mesin pengolah sampah plastik, kertas, dan kaca.

“Di TPA ini akan banyak tercipta produk dengan bahan dasar plastik, kaca, maupun kertas, seperti bola plastik, vas bunga, dan lainnya. Kita harapkan hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan serta bisa membuka lapangan kerja baru sehingga persoalan pengangguran juga bisa ikut teratasi,” kata Danny.

Diketahui, Pemkot memiliki akses jalan yang luas dan memiliki panjang sekitar 1500 meter yang lurus. “Saya kira bisa juga dibuat jalur drag race sebagai sarana menyalurkan talenta anak-anak muda kita yang hobi balap motor,” jelas Danny. (*)

Kacau! Tahanan Narkoba Kabur dari Sel Markas Polisi. Kok Bisa?

Makassar, KABAROKE – Kasus tahanan kabur kembali terjadi. Kali ini, giliran tahanan Mapolres Majene yang berhasil kabur dari sel Markas Polisi tersebut.

Dia adalah Suardi alias Da’ding alias Gondrong. Tahanan dalam kasus narkoba ini melarikan diri sejak Sabtu, 12 Maret lalu. Dan hingga saat ini, masih belum ditemukan.

Diketahui, Suardi melarikan diri dengan cara mencongkel plafon ruang tahanan. Kemudian membobol kawat duri dua lapis pada bagian barat sel.

“Diperkirakan pelaku melarikan diri kemarin (Sabtu 12 Maret 2016) sekitar pukul 05.00 Wita. Karena sebelum salat subuh dia masih berada di sel menurut piket jaga,” ungkap Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jubaidi.

Untuk ciri-ciri, tahanan ini disebutnya berkulit putih, tinggi, berkumis, bertato dan gondrong. Diperkirakan dia melarikan diri menuju kampung halamannya di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Lebih jauh kata Jubaidi, pihaknya bersama tim dari Polres Majene tengah melakukan pengejaran terhadap Suardi. Dengan jalan menghubungi keluarganya serta sejumlah teman tersangka.

“Jika tertangkap nantinya, tersangka akan dikenakan pasal tambahan dan akan diperberat. Lain hal jika tersangka menyerahkan diri secara baik-baik,” sebut Jubaidi seraya menambahkan bahwa piket jaga yang bertugas pada saat kejadian kini tengah mendapat sanksi.

Suardi merupakan pengedar narkoba asal Kabupaten Sidrap. Dia ditangkap jajaran Polres Majene atas pengembangan kasus gembong narkoba di Kabupaten Majene dengan tersangka Abd Hamid yang tak lain mantan anggota Polri. (*)

Gara-gara 4 Nama Formatur, Kader Daerah Gugat DPP PAN

Makassar, KABAROKE — Kader-kader Partai Amanat Nasional (PAN) terus menyuarakan penolakan atas keputusan DPP PAN dalam menetapkan 4 nama formatur. Penolakan keras muncul, terutama dari sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel.

Setelah Buhari Kahar Muzakkar yang akan menggugat keputusan tersebut ke Mahkamah Partai (MP), kali ini, giliran Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jeneponto Syamsuddin Karlos juga akan mengajukan gugatan.

Karlos mengaku akan menggugat ke Mahkamah Partai karena kader daerah dirasa tidak dilibatkan dalam penetapan tersebut. Apalagi, dalam Anggaran Dasar (AD) PAN, jeas tertuang aturan yang seharusnya mengakomodir kader-kader PAN dalam pengambilan keputusan.

“Dalam waktu dekat ini saya sampaikan ke MP. Nanti kita serahkan keputusannya seperti apa di MP,” ujarnya.

Dia berharap gugatan yang diajukan bisa ditindaklanjuti MP dan membuat keputusan sebagaimana aturan yang dianut PAN.

Dasar utama keputusannya untuk menggugat keputusan DPP PAN, dikarenakan proses demokrasi yang tidak terlihat di lingkup partai. Proses demokrasi yang kerap disampaikan pendiri PAN Amin Rais dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, disebutnya sama sekali tidak tercermin dalam masalah ini.

“Menurut kami keputusan DPP kami anggap sebagai pengebirian demokrasi yang sebenarnya. Dalam AD PAN semua calon formatur dipanggil ke DPP utk verifikasi dan itu sebagai dasar untuk menetapkan empat nama formatur,” paparnya. (*)

Relawan Akbar Faizal Mulai “Bergerilya”

Makassar, KABAROKE – Rencana Akbar Faizal untuk maju di panggung Pemilihan Gubernur Sulsel mulai terlihat. Beberapa kelompok relawan anggota DPR RI itu juga telah dibentuk di beberapa wilayah.

Bahkan, kelompok-kelompok pendukung Akbar Faizal sudah bergerak dengan melakukan sosialisasi dalam berbagai bentuk gerakan. Salah satunya gerakan sosial yang dimotori oleh Pakabaji Community.

Salah satu kelompok relawan Akbar Faizal ini meluncurkan program Rumahku Sehat. Relawan yang berbasis di Makassar ini melakukan fogging demam berdarah di kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Makassar.

Kordinator Pakabaji Comunity, Beni Iskandar menjelaskan bahwa aksi sosial ini bukan yang pertama lakukan.

“Sudah sering kita lakukan aksi sosial. Kita kondisikan sesuai kebutuhan masyarakat.”ujar Beni.

Aksi sosial ini akan terus digencarkan oleh komunitasnya sesuai dengan permintaan masyarakat di Makassar. Ditambahkannya bahwa kelompok relawan yang dimotorinya sudah lama terbentuk.

Komunitas ini menurutnya merupakan binaan langsung Akbar Faizal. “Sudah lama dibina sama pak Akbar. Kalaupun sekarang dikaitkan dengan Pilgub, No Problemlah. Kita siap bekerja.” tutup Beni. (*)

Wabup Luwu Utara Resmi Pimpin NasDem

Makassar, KABAROKE – DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Luwu Utara kini pemimpin baru. Adalah Wakil Bupati Lutra, Thahar Rum yang resmi diangkat menjadi Ketua DPP NasDem Lutra kedepan.

Ini ditandai dengan dengan adanya Surat Keputusan (SK) DPP Partai NasDem, dengan Nomor: 006-SK/DPP-Nasdem/I/2016. SK tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Sekjen Nining Indra Saleh.

Penunjukan Thahar Rum sebagai Ketua NasDem Lutra juga sekaligus menepis rumor yang selama ini berkembang, bahwa Thahar tidak bersedia memimpin NasDem Lutra.

Di sisi lain, saat bertemu dengan Plt Ketua NasDem Sulsel Jeanentta Sudjunadi di Luwu Utara, Thahar juga membantah bahwa dirinya dan Bupatu Lutra Indah Putri Indriani pernah menolak Luthfi Andi Mutty untuk berkampanye buat mereka saat Pilkada lalu.

“Justru banyak masyarakat yang meminta agar Pak Luthfi perlu dihadirkan di Lutra dalam setiap kampanye. Ada daerah yang terpaksa menunda jadwal sosialisasi sampai 3 kali karena menunggu kehadiran Pak Luthfi,” terang Thahar.

Lebih lanjut, Thahar Rum menyebutkan ada beberapa daerah di Luwu Utara yang akan melaksanakan syukuran kemenangan. Itu setelah ada kepastian, anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Luwu Utara dua periode, Luthfi Andi Mutty, akan hadir di acara mereka. (*)

Gawat, Tujuh Polisi Diadang Ratusan Warga! Ada Apa?

Makassar, KABAROKE – Kericuhan kembali terjadi di Makassar. Namun, kericuhan kali ini bukanlah kericuhan antar warga. Melainkan warga dengan aparat kepolisian.

Kejadiannya di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Sabtu, 12 Maret, malam tadi. Warga setempat seketika mengadang dan mengepung Tim Buser Polsek Ujung Pandang yang hendak melakukan penangkapan.

Tidak hanya itu, sempat terjadi persitegangan dan tarik menarik diantara kedua pihak. Warga yang bahkan nyaris terlibat adu jotos dengan aparat yang hanya berjumlah tujuh orang saja.

Informasi yang dihimpun kabaroke.com, insiden itu berawal saat anggota Buser Polsek Ujung Pandang hendak mengamankan seorang pelaku pembegalan. Hanya saja, warga enggan menyerahkan pelaku.

Beruntung, aksi itu tidak berlangsung lama. Petugas langsung bereaksi dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Warga pun seketika mundur perlahan. Dan petugas mengamankan pelaku yang telah ditarget sebelumnya.

Selain terget, petugas juga mengamankan salah seorang warga setempat yang menjadi provokator atas perlawanan warga. Dia adalah Suarlan, seorng juru parkir di salah satu pusat pertokoan di Kota Makassar.

“Kami sudah amnakan pelaku. Mereka masih kita mintai keterangan di Polsek,” singkat Panit Buser Polsek Ujung Pandang, Iptu Eka Bayu. (qiu)

Hati-hati, Kosmetik Ilegal Kembali Beredar Liar

Makassar, KABAROKE – Kosmetik ilegal kembali marak beredar, khususnya di Makassar. Hal ini terbukti dari hasil penyitaan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar.

Penyitaan dilakukan di beberapa gudang penyimpanan kosmetik di Jalan Teuku Umur, Makassar. Tidak tanggung-tanggung, jumlah kosmetik yang disita mencapi ribuan, dengan merek dan jenis berbeda. Mulai dari riasan wajah hingga bahan kecantikan.

Kepala BPOM Makassar Muh Guntur mengatakan, penyitaan ini dilakukan lantaran seluruh kosmetik itu tidak memiliki izin beredar. Pihak BPOM juga menduga, kosmetik-kosmetik ini mengandung zat berbahaya.

“Ini adalah operasi khusus obat dan makanan. Yang kita dapat ini saat ini ada bedak. Ada juga cream,” kata Guntur.

Sebagian besar diantara osmetik ini diimpor dari luar Indonesia. Guntur menambahkan, ribuan kosmetik tersebut juga diduga diracik tanpa kewenangan dan keahlian khusus.

Selain dari luar negeri, kosmetik ilegal ini juga berasal dari Jakarta. Lalu diedarkan di sejumlah daerah di Sulsel. BPOM masih melakukan pencarian terhadap sumber dan asal kosmetik illegal itu.

“Nilainya mencapai Rp1 miliar. Ini masih kita telusuri lebih jauh,” katanya lagi.

Untuk sanksi hukum, Guntur menyatakan pemilik kosmteik tersebut akan diancam dengan Undang Undang nomor 36/2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

“Sejauh ini, kami sudah periksa pemiliknya. Dia berinisial A,” tutup dia. (ps/qiu)

Begal Makassar Makin Sadis

Makassar, KABAROKE – Aksi pembegalan di Makassar kian gencar. Para pelaku bahkan semakin sadis dalam melancarkan aksinya.

Terbaru, seorang anak Lurah menjadi korban. Dia adalah Muhammad Rangga atau yang karib disapa Bejo (20).

Korban diserang oleh kawanan pelaku begal di wilayah Antang. Dua anak panah menancap dibagian rusuk kirinya. Beruntung, barang berharga korban tidak berhasil dirampas oleh pelaku.

“Mereka langsung kabur karena masih melihat warga sudah berlarian,” ucapnya saat dirawat di RS Bhayangkara, Makassar, malam tadi, Sabtu, 13 Maret.

Bukan hanya Bejo yang menjadi korban pembegalan. Anak pejabat Pemprov Sulsel juga menjadi sasaran aksi begal.

Dia adalah Zahran Zafirin (15). Nahasnya, korban dibegal tepat didepan SMAN 5, tempatnya bersekolah.

Rentetan aksi begal tidak hanya menyasar warga asli Makassar. Warga Negara Asing (WNA) pun tak luput dari sasaran pelaku.

Seperti apa yang menimpa dua WNA asal Denmark, Helga dan Vibake Olsen, beberapa waktu lalu. Keduanya dibegal di Jalan Batu Putih oleh dua pelaku bersenjata tajam jenis parang.

Helga bahkan mendapat luka tebasan pada bagian lengan kirinya. Barang-barang berharga mereka pun raib dibawa kabur oleh pelaku.

Sejauh ini, jajaran kepolisian masih terus mengintensifkan patroli keamanan kota. Namun meski demikian, aparat kepolisian masih saja tetap bisa kecolongan.

“Kasus begal sudah kami jadikan prioritas utama untuk menjaga kemananan kota. Kami juga berharap, peran serta masyarakat untuk membantu kepolisian,” terang Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono. (qiu)

1 181 182 183 184