BPS : Jumlah Penduduk Miskin di Sulsel Capai 825 Ribu Jiwa

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Sulsel periode September 2017 mengalami peningkatan. Tercatat persentase penduduk miskin mencapai 9,48 persen atau setara 825,97 ribu jiwa. Angka itu melonjak dibandingkan kondisi September 2016 maupun Maret 2017.

“Dibandingkan September 2016 maupun Maret 2017, jumlah dan persentase penduduk miskin mengalami peningkatan. Penduduk miskin di Sulsel pada September 2017 berjumlah 825,97 ribu jiwa atau 9,48 persen,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Sulsel terus bertambah hampir dalam dua tahun terakhir. Sempat terjadi penurunan angka kemiskinan pada September 2016, dimana hanya tercatat 796,81 ribu jiwa atau 9,24 persen. Namun, pada Maret 2017 terjadi lonjakan menjadi 813,07 ribu jiwa atau 9,38 persen dan terus berlanjut.

Masih merujuk data BPS, angka kemiskinan Sulsel pada periode September 2017 bukanlah yang terburuk. Jumlah penduduk miskin sempat menembus 864,51 ribu jiwa atau 10,12 persen pada September 2015. Kondisi tidak jauh lebih baik pernah dialami periode September 2013, dimana penduduk miskin capai 863,23 ribu jiwa atau 10,32 persen.

Nursam melanjutkan bila melihat komposisi atau sebarannya, penduduk miskin di Sulsel kebanyakan berasal di pedesaan. Jumlahnya mencapai 659,47 ribu jiwa. Sedangkan penduduk miskin di perkotaan hanya berkisar 166,50 ribu jiwa. (***)

Pelindo IV Mutasi 18 Pejabat Struktural

Manajemen Pelindo Lakukan Mutasi Pejabat Struktural

Manajemen Pelindo Lakukan Mutasi Pejabat Struktural

Makassar, KABAROKE — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo IV mengakhiri tahun 2017 dengan melakukan mutasi terhadap 18 pejabat struktural di lingkungan BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan ini.

Direktur SDM dan Umum PT Pelindo IV, M. Asyhari, mengatakan mutasi tersebut dilakukan dalam rangka mengisi kekosongan jabatan dan atau memenuhi kebutuhan organisasi.

“Ada tiga hal yang melatar belakangi mutasi ini, yaitu kekosongan jabatan, organisasi baru dan kebutuhan organisasi,” kata Asyhari, dalam siaran persnya.

Asyhari menuturkan sebelumnya terdapat beberapa jabatan lowong dan cukup lama tidak diisi oleh pejabatnya. Di antaranya yakni General Manager Cabang Pelabuhan Ambon. Untuk itu, setelah melalui evaluasi dan penilaian terhadap beberapa calon, direksi akhirnya menunjuk personel yang dianggap mampu dan cakap.

“Dan sebagaimana lazimnya ibarat sebuah rangkaian gerbong, maka pergeseran satu orang tersebut telah menimbulkan konsekuensi kekosongan pula di tempat atau jabatan yang lain, sehingga perlu dilakukan pengisian jabatan,” terang dia.

Asyhari juga mengatakan prosesi mutasi yang dilakukan saat ini mengalami perubahan dibandingkan dengan mutasi sebelumnya. Di mana, ada dua hal yang menjadi kesepakatan Board of Director yakni penyederhanaan proses dan paradigma baru dalam kegiatan mutasi Pelindo IV.

Selama ini, kata Asyhari, mutasi cenderung dianggap sesuatu yang sakral, sehingga terkesan rumit dan berbelit-belit. “Kedepannya, direksi ingin mengubah hal tersebut dan dengan paradigma baru bahwa mutasi, baik rotasi, promosi maupun demosi adalah hal biasa. Itu merupakan satu kesatuan dari dinamika organisasi perusahaan untuk menstimulus pencapaian tujuan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Asyhari, idealnya mutasi dapat dilakukan setiap saat berdasarkan kebutuhan perusahaan. Bahkan mutasi kali ini dilakukan dengan sangat sederhana, baik dari sisi proses maupun pembiayaannya. Saat ini sedang dilakukan review terhadap beberapa Peraturan Direksi terkait mutasi, seperti uang pindah akibat mutasi, sehingga lebih sederhana, efektif, efisien dan lebih berdaya guna.

Dia mengungkapkan bahwa mutasi kali ini juga menetapkan pejabat dalam rangka mengisi jabatan pada unit kerja baru yaitu Strategic Bisnis Unit (SBU) Pengelolaan Jasa Ketenagakerjaan. Unit kerja baru itu bertujuan mengantisipasi potensi resistensi dari perspektif ketenagakerjaan sehubungan dengan rencana pengambilalihan dan atau pembelian 100% saham PT Equiport Inti Indonesia (anak usaha Pelindo IV).

“Sekaligus antisipasi terhadap rencana kebijakan Pemerintah yang akan menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang kebijakan dalam pengelolaan ketenagakerjaan.”

Dikatakan Asyhari, mutasi ini juga dalam rangka menindaklanjuti surat Dewàn Komisaris Nomor 278/KPI.IV/XII/2017 tanggal 11 Desember 2017, perihal persetujuan atas usulan perubahan organisasi PT Pelindo IV (Persero). Juga surat Dewan Komisaris Nomor 263/KPI.IV/XI/2017 tanggal 23 Nopember 2017, perihal persetujuan atas pembentukan SBU Pengelolaan Jasa Ketenagakerjaan pada PT Pelindo IV (Persero).

Saat ini, organisasi PT Pelindo IV telah mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan strategi bisnis korporasi kedepan.

Adapun penyerahan Keputusan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) No SK.1455/KP.304/DUT-2017 tanggal 18 Desember 2017 tentang Pemberhentian, Pemindahan dan Pengangkatan di dalam Jabatan Pegawai di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah dilaksanakan pada Kamis, 28 Desember 2017, bertempat di Ruang Rapat Direktur Utama Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar. (***)

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Pertama pada 2018, Apa Itu?

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Raih Penghargaan Perdana pada 2018

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Raih Penghargaan Perdana pada 2018

Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meraih penghargaan nasional dari Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) sebagai Koordinator Embarkasi Haji Terbaik. Itu menjadi penghargaan perdana Gubernur Syahrul pada 2018. Adapun penyerahan penghargaan diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama di Gedung Manunggal, Kota Makassar, kemarin.

Gubernur Sulsel sendiri merupakan Koordinator Penyelenggara Haji Embarkasi Makassar. Mantan Bupati Gowa itu dinilai memberikan pelayanan haji terbaik di Indonesia.

Sebelum menyampaikan sambutan seragam dari Menteri Agama Republik Indonesia, Gubernur Syahrul menyampaikan beberapa pesan moral. Dikatakan dia, masyarakat Indonesia, khususnya aparatur negara harus mampu memberikan manfaat bagi publik.

Khusus di lingkup Kementerian Agama, Gubernur Syahrul memaparkan misi uang melekat bagi aparatur negara cukup banyak. Di antaranya yakni mengayomi bangsa, melebarkan akses pendidikan, pelayanan keagamaan yang berkualitas dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan agama.

“Misi ini harus dipenuhi karena tuntutan publik semakin tinggi, cepat, spontan dan membutuhkan respon cepat,” kata Gubernur Syahrul.

Gubernur Sulsel melanjutkan Hari Amal Bakti harus dijadikan momentum menyemai kebaikan dan menyebarkan kedamaian. “Saya mengajak semua untuk menjadi duta kedamaian, agama adalah pembawa kesejukan. Pesan ini penting agar tidak terjebak perseteruan dan jebakan pertentangan atas nama agama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Syahrul yang telah menjabat dua periode mengaku bersyukur bisa hadir selama sepuluh kali berturut-turut pada Hari Amal Bakti ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Abdul Wahid Thahir, mengatakan Hari Amal Bakti yang dirangkaikan dengan ramah tamah diawali dengan berbagai kegiatan. Di antaranya yakni gerak jalan, vokal group lintas agama dan olahraga.

“Mari berkomitmen untuk melaksanakan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladan,” imbaunya.

Pada acara ini juga diserahkan penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya (30, 20 dan 10 tahun) serta nota kesepahaman bersamadengan BNN dan empat universitas (UNM, UMI, Universitas Muhammadiyah Makassar dan UIM) di Sulsel, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia aparatur Kementerian Agama. (***)

Nelayan Batubara Dilarang Melaut Karena Angin Kencang

Gelombang Tinggi di Laut Membahayakan Keselamatan Nelayan [dok net]

Gelombang Tinggi di Laut Membahayakan Keselamatan Nelayan [dok net]

Medan, KABAROKE — Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sumatera Utara mengingatkan kepada nelayan tradisional di Kabupaten Batubara, agar tidak tergesa-gesa melaut karena masih terjadi angin kencang.

Wakil Ketua DPD Himpunan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli di Medan, Sabtu (30/12/2017), mengatakan, saat ini cuaca ekstrem belum juga berakhir di wilayah pantai timur Sumatera.

Sehubungan dengan itu, menurut dia, para nelayan kecil di Batubara dapat mengurungkan niat mereka untuk sementara waktu pergi menangkap ikan di laut.

“Ini demi keselamatan nelayan tersebut, agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita ingini terhadap mereka,” ujar Nazli.

Ia mengatakan, sebelumnya dua dua nelayan tradisional Rajali (40) dan Iwan warga Dusun IV, Desa Paluh Baji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang dihantam badai di perairan Selat Malaka dan mereka terdampar di daerah Dumai, Provinsi Riau.

Peristiwa yang seperti itu, diharapkan tidak terulang lagi terhadap nelayan Batubara dan hal tersebut dapat membahayakan keselamatan di laut.

“Mari kita jadikan, peristiwa yang dialami nelayan Delisedang pengalaman yang sangat berharga dan ke depan diharapkan tidak terulang lagi,” ucapnya.

Nazli mengatakan, nelayan Batubara juga harus mematuhi imbauan yang disampaikan pemerintah melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan yang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Imbauan tersebut adalah untuk kepentingan nelayan yang ada di wilayah Sumatera Utara dan diharapkan tidak menganggapnya sebagai hal yang sepele.

“Kita berharap pada tahun pengunjung 2017 ini, tidak ada nelayan Sumut dan nelayan Batubara yang mengalami peristiwa kecelakaan di laut akibat cuaca ektrem,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.

Sebelumnya, nelayan tradisional di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara tidak melaut dalam beberapa hari terakhir akibat angin kencang dan cuaca ekstrem.

“Sudah satu minggu ini kami tidak ke laut, anginnya kencang sekali,” kata Ramli Harun, nelayan Kabupaten Batubara.

Menurut Ramli, angin kencang tersebut sering diiringi hujan lebat yang menyebabkan terbatasnya jangkauan penglihatan nelayan ketika berada di laut.

Namun, yang dikhawatirkan nelayan bukan hujan lebat yang dapat diatasi nelayan dengan menggunakan mantel, terpal, atau tenda penutup mesin perahu.

Faktor yang ditakutkan nelayan adalah angin kencang yang selalu menyebabkan munculnya ombak besar yang dapat mengancam keselamatan jiwa nelayan. (***)

Alumni Rebutan Foto Bareng NH di Jalan Santai UNM

Alumni UNM Foto Bareng Nurdin Halid

Alumni UNM Foto Bareng Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid mengikuti jalan santai Dies Natalis ke-56 dan Temu Alumni Nasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, Sabtu (30/12). Ia tampak bugar di antara ribuan peserta jalan santai.

Di sepanjang jalan, alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial IKIP Ujung Pandang (1977-1982) ini memperoleh sambutan hangat dari peserta. Tak sedikit yang menyapa, lalu mengajak berfoto bersama.

Di antaranya, alumni Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Winda Syarif. Dirinya kagum, Nurdin Halid dianggapnya alumni yang telah sukses menjaga nama baik almamaternya.

“Pak Nurdin Halid memang orang hebat, ini bukti kalau alumni kampus UNM tidak kalah saing dengan kampus lain,” ujarnya.

Ia berharap, kesuksesan NH terus berlanjut, termasuk pada Pilgub Sulsel mendatang. NH menjadi bakal calon Gubernur Sulsel berpasangan dengan legislator DPD RI, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

“Semoga beliau menjadi gubernur selanjutnya, programnya paling dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Hal senada diungkap Alumni Jurusan Administrasi Perkantoran yang turut berebut berfoto bersama dengan NH, Yusniati. Ia menuturkan, program NH paling berkualitas terutama dalam sektor pendidikan. Utamanya program perlengkapan sekolah gratis SD-SMA.

“Alumni kampus eks IKIP, karena dia perhatikan memang kebutuhan pendidikan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari SD sampai SMA,” pujinya. (**)

Maulid Nabi, NH Sampaikan Ingin Bangun Sulsel dengan Hati

Nurdin Halid Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Makassar

Nurdin Halid Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Makassar

Makassar, KABAROKE — Ketua Harian Golkar, Nurdin Halid menyampaikan kehendaknya membangun Sulawesi Selatan bersama Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dengan sepenuh hati. Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri peringatan maulid yang digelar Organisasi Keperempuanan Golkar di Tribun Lapangan Karebosi, Rabu (27/12).

Bakal calon Gubernur Sulsel ini berujar, segala tanggung jawab yang diamanahkan wajib dituntaskan dengan sepenuh hati. Dengan demikian, kata ia, segala hal yang dikerjakan dapat ditempuh dengan berbagai kemudahan.

“Kalau kita mau melihat peningkatan kesejahteraan di Sulsel maka harus menggerakkan dengan hati. NH-Aziz ingin membangun Sulsel dengan hati. Itulah mengapa ada NH di hatiku,” ujarnya menyampaikan jargonnya.

Pasangan Aziz Qahhar ini mengatakan, hal tersebut sejalan dengan prinsip dan ajaran yang diwariskan Rasulullah. Menurutnya, rakyat Sulsel akan dapat ikut bersama-sama dalam pembangunan karena tanggung jawab yang dilandasi dengan hati.

“Ini adalah salah satu simbol kegigihan yang diperjuangkan Rasulullah. Kalau sudah hati yang bergerak, rakyat akan bergetar, Insya Allah masyarakat akan ikut untuk dengan pergerakan kita,” tuturnya.

Adapun peringatan maulid yang diprakarsai oleh organisasi keperempuanan Golkar ini, kata NH, menjadi langkah partai dalam mewujudkan tema perayaan ulang tahun Golkar ke-53. Tema tahun ini, Partai Golkar merayakan posisinya sebagai sahabat rakyat.

“Kepedulian partai Golkar berkaitan dengan berbagai hal yang menyentuh aspek kehidupan masyarakat, baik aspek sosiologi, agama. Itu memang salah satu program  untuk mendekatkan partai golkar dengan masyarakat,” tandasnya.

Ia menyebut, perayaan maulid ini dapat dijadikan momentum untuk meneladani sikap agung yang dimiliki Rasullah. Hal tersebut sangat diperlukan di tengah munculnya berbagai godaan dan tantangan di era keterbukan.

“Kalau zaman dulu, mungkin tantangannya tidak seperti sekarang yang sudah semakin banyak permasalahan. Itulah kita perlu memaknai peringatan maulid kelahiran Nabi Muhammad untuk bermuhasabah,” pungkasnya. (*)

NH Saksi Nikah Putri Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia

Nurdin Halid Jadi Saksi Nikah Pernikahan Putri Wakil Ketua Dekopin

Nurdin Halid Jadi Saksi Nikah Pernikahan Putri Wakil Ketua Dekopin

Makassar, KABAROKE — Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menjadi saksi pernikahan putri Wakil Ketua Umum Dekopin, Sirajuddin Sewang, dr. Ayu Nur Eka Saputri. Akad nikah kedua mempelai berlangsung di Jalan Mallombassang, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (27/12).

Bakal calon Gubernur Sulsel ini menjadi saksi prosesi akad yang berlangsung dengan khidmat. Ia menyimak mempelai pria mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar.

“Saya terima nikahnya dr. Nur Ayu Eka Saputri binti Sirajuddin Sewang dengan mahar tersebut tunai,” ucap mempelai pria, Pangeran Karaeng Raja.

Pernikahan kedua mempelai tersebut akhirnya dinyatakan sah setelah disaksikan NH bersama undangan lainnya. Penghulu yang juga merupakan Imam Kelurahan Jongaya kemudian mengucapkan doa atas usainya ijab kabul pernikahan.

Salah satu kerabat mempelai wanita, Muhammad Nasrun mengaku amat bahagia atas pernikahan yang berlangsung. Apalagi, prosesi sakral dari keturunanannya dapat disaksikan langsung bakal orang nomor satu di Sulsel.

“Alhamdulillah di tengah-tengah kita juga hadir saudara dari Pak Sirajuddin Sewang. Ada pak Nurdin Halid yang insya Allah menjadi Gubernur Sulsel,” tutur Sekretaris DPW PPP Sulsel kubu Djan Faridz ini.

Sementara itu, NH juga tak lupa berpesan kepada mempelai agar dapat membina hubungan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia berharap, janji yang telah diikrarkan agar tetap dipegang komitmen.

“Insya Allah kelak akan lahir putra-putra yang dapat berbakti kepada kedua orang tua, agama, dan bangsa,” harapnya. (**)

Aziz Ingin Hotel dan Mal Dimiliki Koperasi

Aziz Qahhar Mudzakkar

Aziz Qahhar Mudzakkar

Makassar, KABAROKE — Bakal Calon Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, menekankan gerakan koperasi patut terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkannya, koperasi benar-benar menjadi soko guru perekonomian nasional. Toh, gerakan koperasi sangat identik dengan sistem ekonomi yang diakui UUD 45 yakni ekonomi Pancasila atau ekonomi kerakyatan.

Bersama Nurdin Halid (NH), Aziz memiliki mimpi besar untuk mendorong gerakan koperasi Sulsel seperti halnya di Finlandia ataupun negara-negara Skandinavia. Tidak bisa dipungkiri, gerakan koperasi di Finlandia dan negara Skandinavia sangat maju dan Aziz menginginkan Sulsel tidak boleh kalah. Toh, Indonesia sejak dulu sebenarnya berlandaskan ekonomi Pancasila melalui gerakan koperasi.

“Di Finlandia atau negara-negara Skandinavia, kesejahteraan (masyarakat) lebih merata. Itu tidak lepas karena gencarnya gerakan koperasi, dimana mereka kecenderungan sudah meninggalkan paham neoliberal dan kapitalis (sebagai sistem ekonomi). Nah, orang cerdas memang melihat semua itu (kapitalisme dan neoliberalisme) sebagai masa lalu,” kata Aziz.

Menurut Aziz, saat berkunjung ke Finlandia, beberapa waktu lalu, ia mengaku kagum saat mengetahui banyak hotel dan mal dimiliki koperasi. Sangat jauh berbeda dengan Indonesia, dimana pusat ekonomi masih dikuasai oleh swasta. Ke depannya, dia berharap gerakan koperasi Sulsel tak kalah dari Finlandia, dimana rakyat melalui gerakan koperasi bisa lebih dominan dalam perekonomian.

Berdasarkan statistik, Finlandia termasuk negara paling berkoperasi di dunia, dimana 84 persen dari penduduknya adalah anggota koperasi. Selain itu koperasi di negara yang beribukota di Helsinki itu mampu menyumbang 10 persen Groos National Product (GNP).

Menurut Aziz, bila negara-negara Eropa yang dulunya berhaluan kapitalis dan neoliberal bisa sukses menerapkan gerakan koperasi, maka tidak ada alasan bagi Indonesia, termasuk Sulsel untuk meninggalkan ekonomi kerakyatan. Toh, sistem ekonomi kerakyatan paling selaras dengan gerakan koperasi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya kembali tegaskan, kami (NH-Aziz) pejuang ideologis! Sikap ideologis kami jelas, kami pernah menjadi aktivis dan itu tidak pernah luntur. Kami sangat ideologis dan memberikan tempat seluasnya bagi ekonomi Pancasila, bukannya ekonomi kapitalis atau ekonomi neo-liberal,” pungkasnya. (*)

Optimalkan Potensi Luwu Raya-Toraja, NH Gagas Bandara Internasional Bua

Nurdin Halid

Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Kawasan Luwu Raya dan Toraja tak dipungkiri memiliki potensi sangat tinggi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Namun potensi tersebut masih dinilai belum digali secara optimal sehingga tidak mencapai hasil maksimal.

Demi mengoptimalkan potensi kawasan lintas kabupaten tersebut, bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) tengah merancang program agar disiapkan bandara internasional yang berada di daerah tersebut. Selama ini, terdapat empat bandara di kawasan tersebut, tetapi hanya melayani penerbangan lokal.

Keempat bandara tersebut ialah Bandara Lagaligo (Bua) di Luwu, Bandara Andi Djemma di Luwu Utara, Bandara Sorowako di Luwu Timur, dan Bandara Pongtiku di Tana Toraja.

Pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini kemudian memilih Bandara Bua agar kelak dapat dirintis sebagai bandar udara internasional. Dengan demikian, bandar udara tersebut dapat menjadi pintu gerbang utama dalam penyaluran potensi yang terdapat di kawasan Luwu Raya-Toraja.

“Kalau kita mau menjadikan Toraja sebagai salah satu wisata darat dunia, maka kita harus menciptakan lapangan terbang internasional di sekitarnya. Di Toraja, agak sulit karena tidak ada lokasi yang cocok. Jadi, Bua harus jadi bandara internasional, maka akan cepat ke Toraja melalui Luwu,” tutur besan tokoh masyarakat asal Toraja, dr. Fellicita Tallulembang ini.

Selain potensi pariwisata, Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara juga memiliki potensi lain dari sumber daya alam. Di antaranya, produksi hasil bumi pertanian dan perkebunan berupa kopi dan cokelat. Lebih lanjut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini menyebut,  potensi besar serupa juga dimiliki oleh Luwu Raya.

“Luwu juga punya prinsip wanua mappatuo naewae alena (negeri yang menghidupi, mampu memberdayakan dirinya sendiri). Faktanya, ada sumber daya cokelat di Luwu, tapi pabriknya ada di Gowa,” beber Ketua Harian Golkar ini. (*)

Ternyata, Masih Ada 2,2 Juta Warga Sulsel Belum Terdaftar Program JKN

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat sebanyak 7,2 juta warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bila dipersentasekan, realisasi program pemerintah tersebut baru 76 persen. Total penduduk Sulsel diketahui mencapai 9,4 juta jiwa. Itu artinya masih ada 2,2 juta warga yang belum tercover JKN.

“Berdasarkan data terakhir, angka partisipasi warga Sulsel untuk program JKN mencapai 76 persen atau setara 7,2 juta orang. Ya tersisa 2,2 juta warga lagi yang belum terdaftar dan itu kami upayakan untuk segera bisa tercover,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartra dan Maluku, I Made Puja Yasa, saat media gathering BPJS Kesehatan di Makassar.

I Made mengaku optimistis sebelum 1 Januari 2019, seluruh warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta JKN. Toh, perkembangan partisipasi Sulsel terbilang cukup baik dan signifikan. “Saya yakin Sulsel lebih awal memenuhi target. Karena capaian kita di atas angka nasional yang baru 73 persen. Lagi pula, berbagai upaya sekarang sedang dilakukan,” tuturnya.

Menurut I Made, berbagai strategi untuk mendongkrak partisipasi warga dalam program JKN berupa advokasi ke pemerintah daerah. Pihaknya telah menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dan sejumlah kepala daerah lainnya. Pada dasarnya, pihaknya mengingatkan terkait peran pemerintah daerah dalam mendorong program JKN yang merupakan nawacita Presiden Jokowi.

I Made juga menerangkan kesuksesan program JKN bukan hanya tanggungjawab BPJS Kesehatan. Terlebih, setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Regulasi itu mengatur peran dan tanggungjawab berbagai pihak, mulai dari kementerian hingga kepala daerah terkait program kesehatan tersebut.

“Inpres Nomor 8 Tahun 2017 itu bukti keseriusan Presiden Jokowi. Nah, aturan itu sudah kami lakukan penyampaian dan beberapa daerah sudah komitmen untuk memastikan warganya tercover program JKN per 1 Januari nanti,” pungkasnya. (***)

1 2 3 4 5 184