Begini Prediksi Menteri Perhubungan Soal Puncak Arus Mudik Lebaran

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi [dok net]

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi [dok net]

Jakarta, KABAROKE — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan puncak arus mudik terjadi pada dua hari sebelum hari Lebaran.

“Kalau dari angka-angka bisa dikatakan puncak, tapi kita tidak tahu dua hari berikutnya seperti apa, karena swasta baru lusa liburnya,” kata Budi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/6/2018), terkait jumlah arus kendaraan yang kembali normal.

Menurut Budi, jumlah kendaraan pemudik pada Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6) yang melewati gerbang tol Cikampek menuju ke timur memang melonjak.

Namun, kenaikan jumlah kendaraan pemudik bisa terjadi kembali pada Selasa (12/6) hingga Kamis (14/6) karena mempertimbangkan hari libur pegawai swasta.

Menurut data PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, jumlah kendaraan yang melewati gerbang tol Cikarang Utama 1 pada Minggu (10/6) tercatat sebanyak 88.593 unit.

Jumlah tersebut menurun dari hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 109.165 kendaraan melewati GT Cikarang Utama 1 menuju ke arah timur.

Kemudian pada Jumat (8/6), jumlah kendaraan yang melalui gerbang tol itu sebanyak 89.363 unit.
PT Jasa Marga memprediksi arus kendaraaan mudik akan kembali bertambah pada 3 hari dan 2 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018.

Hal itu mempertimbangkan hari libur sejumlah pegawai perusahaan swasta yang dimulai pada 12 maupun 13 Juni 2018. (***)

Ini 6 Aktivitas Ujaran Kebencian yang Dilarang bagi ASN

ilustrasi

ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara atau ASN untuk tidak menyebarkan berita palsu alias hoax dan ujaran kebencian bermuatan SARA yang berpotensi menjadi sumber perpecahan bangsa. BKN bahkan telah mengidentifikasi enam bentuk kegiatan ujaran kebencian yang masuk kategori pelanggaran disiplin bagi ASN.

BKN bahkan telah menerbitkan edaran terkait larangan aktivitas ujaran kebencian bagi ASN. Toh, abdi negara sejatinya mesti menjalin tugas dan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Diterbitkannya edaran itu setelah BKN menerima pengaduan dari masyarakat atas keterlibatan ASN dalam ragam aktivitas ujaran kebencian yang turut memperkeruh situasi bangsa. Olehnya itu, BKN bersikap tegas bahwa ASN yang terbukti menyebarluaskan ujaran kebencian dan berita palsu masuk kategori pelanggaran disiplin.

BKN melayangkan imbauan bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah untuk melarang ASN di Iingkungannya menyampaikan dan menyebarkan berita berisi berupa ujaran kebencian perihal SARA. Serta mengarahkan ASN menjaga integritas, loyalitas, dan berpegang pada empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Republk Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kasatuan Repubik Indonesia (NKRI).

Berikut bentuk aktivitas ujaran kebencian yang masuk dalam kategori pelanggaran disiplin:

1. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Pemerintah.

2. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama ras, dan antar golongan

3. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian (pada poin 1 dan poin 2) melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya)

4. Mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-undang Dasar Republik Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika NKRI dan Pemerintah

5. Mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKR dan Pemerintah

6. Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagai (pada poin 1 dan 2) dengan memberikan like, dislike, love, retweet atau komen di sosial media

ASN yang terbukti melakukan pelanggaran pada poin 1 sampai 4 dijatuhi hukuman disiplin berat dan ASN yang melakukan pelanggaran pada poin 5 dan 6 dijatuhi disiplin sedang atau ringan. Penjatuhan hukuman disiplin dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak perbuatan yang diakukan oleh ASN tersebut.

PPK Instansi wajib menjatuhi hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi ASN yang terbukti melakukan pelanggaran.

Atas edaran itu, Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Sulsel, Ashari Fakhsarie Radjamilo, meminta agar ucapan dan tindakan ASN tidak ada yang menyimpang.

“Kadang kita tidak sadari bahwa ini adalah memberikan rasa tidak senang pada orang lain. Saya imbau pada ASN di Sulsel untuk mampu menahan diri, untuk memberikan komentar-komentar apalagi bertentangan dengan Negara Republik Indonesia, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Ashari, di Makassar.

Ia menambahkan selaku ASN berkewajiban menjalankan norma-norma aturan. Tidak mengundang rasa benci dari orang lain dan tidak memprovokasi. (**)

Bijaklah Sebelum Menebar Ikan, Pesan Lestari untuk Luwu Utara

Ahmad Musa

Ahmad Musa

Makassar, KABAROKE — Pesan gambar seseorang menebar ikan di Bendungan Baliase, Luwu Utara, masuk ke smartphone saya melalui aplikasi WhatsApp. Gambar itu disertai pesan agar bupati bersedia turut serta melepaskan bibit ikan di bendungan tersebut. Sang pengirim pesan yang notabene kawan saya lantas menanyakan tanggapan mengenai pelepasan bibit ikan tersebut.

Sebelum memberikan jawaban terkait pertanyaan kawan saya, ada baiknya untuk mengetahui tiga jenis ikan berdasarkan asalnya. Toh, pengetahuan itu nantinya sangat berpengaruh pada benar tidaknya melepaskan bibit ikan di suatu tempat. Adapun tiga jenis ikan merujuk pada habitatnya yaitu spesies asli (native), spesies endemik (endemic) dan spesies introduksi.

Spesies asli (native species) atau disebut juga indigenous adalah spesies-spesies yang menjadi penduduk suatu wilayah atau ekosistem secara alami tanpa campur tangan manusia. Contoh spesies asli adalah sidat (masapi) di perairan Indonesia. Adapun spesies endemik merupakan gejala alami sebuah biota untuk menjadi unik pada suatu wilayah geografi tertentu, contohnya ikan buntini dan opudi di Danau Matano.

Sebuah spesies bisa disebut endemik jika spesies tersebut merupakan spesies asli yang hanya bisa ditemukan di sebuah tempat tertentu dan tidak ditemukan di wilayah lain. Wilayah di sini dapat berupa pulau, negara, atau zona tertentu.

Selanjutnya spesies introduksi (introduced species) merupakan spesies yang berkembang di luar habitat (wilayah) aslinya akibat campur tangan manusia baik disengaja ataupun tidak. Contohnya ikan mas dan nila di perairan Indonesia.

Spesies asli dan endemik akan menjadi masalah jika punah dan hilang dari kawasan perairan tertentu. Sebaliknya, spesies introduksi dapat menjadi masalah jika terdapat pada suatu kawasan.

Beberapa masalah yang dapat dimunculkan oleh spesies introduksi ini antara lain : 1) Kompetisi yang dapat menyebabkan ikan asli kekurangan sumber pakan dan berujung menurunnya populasi. 2)Predator yang dapat memangsa ikan asli, 3) Penyakit dan parasit, 4) Pengaruh genetik jika terjadi perkawinan dengan spesies asli. 5) Perubahan fisiologis seperti menurunnya daya reproduksi karena efek stres adanya ikan introduksi, 6) gangguan pada komunitas ikan akibat adanya ketidak seimbangan dan ketidakstabilan ekologis, 7) dampak pada fauna akuatik apabila predatornya habis dimangsa oleh ikan introduksi dan 8) gangguan habitat seperti meningkatnya turbiditas dan menurunnya populasi tanaman akuatik (Kerr & Grant, 2000).

WhatsApp Image 2018-05-06 at 12.33.41

Pesan gambar ke aplikasi Whatsapp Ahmad Musa

Jika spesies introduksi dapat menimbulkan dampak seperti di atas maka dapat dikategorikan sebagai spesies asing invasive (SAI). Beberapa dampak SAI pernah dibahas pada forum yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014. Contohnya populasi ikan sapu-sapu, keong mas dan ikan mujair yang meledak di beberapa perairan umum menunjukkan adanya dominasi dan ketidak seimbangan populasi yang  dapat menurunkan populasi bahkan mungkin kepunahan species ikan asli di perairan.

Populasi ikan mujair di Waduk Cirata semakin berkurang, tapi ironisnya populasi ikan Louhan malah meningkat. Sedangkan di waduk Sempor, Jawa Tengah, ikan Wader dan ikan Betik yang dulunya berlimpah sekarang sudah jauh berkurang, dan sebaliknya ikan Oscar dan Louhan banyak ditemukan.

Ikan-ikan asli di perairan Bangka seperti Belida, Tapah, sekarang populasinya tergusur oleh ikan Toman yang dahulu ditebarkan sebagai upaya reklamasi bekas galian tambang.

Populasi ikan Depik, ikan asli danau Laut Tawar, Aceh  mulai terdesak oleh ikan Nila yang diintroduksikan ke danau tersebut. Ikan setan merah (red devil) yang masuk secara tidak sengaja bersama aneka jenis benih ikan di waduk Sermo, Yogyakarta populasinya semakin tidak terkendali, memangsa ikan lain seperti ikan Mas, Tawes, Nila di waduk tersebut.

Saat ini ikan tersebut juga semakin mengancam populasi ikan lain di Waduk Cirata, dan Kedung Ombo. Lobster air tawar Cherax quadricarinatus yang diintroduksikan ke danau Maninjau, Sumatera Barat dikhawatirkan akan menjadi jenis invasif karena lobster ini mempunyai laju pertumbuhan dan fekunditas yang superior.

Selain itu, fenomena penyakit yang masuk ke Indonesia di antaranya Lerneae cyprinacea, pada ikan Mas, Viral Nervous Necrosis Virus (VNNV) pada ikan Kerapu, Koi herpes virus (KHV) pada ikan Koi dan Mas, White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan taura Syndrome Virus (TSV) pada udang.

Di danau Matano, Sorowako, penulis menemukan bahwa ikan nila louhan menjadi predator ikan endemik seperti buntini dan opudi (Sudarto & Musa, 2010). Malangnya menurut penduduk, saat itu penebarannya disupport pemerintah daerah, penebaran dilakukan secara resmi dengan tujuan ikan tersebut akan dijadikan target pemancingan. Hal ini tentu sangat berdampak pada keanekaragaman ikan pada danau Matano.

Beberapa alasan untuk mendatangkan suatu spesies ikan ke suatu daerah, seperti sebagai sport fishes, ikan budidaya, dan agen pengendali hama atau gulma secara biologis. Namun dari sisi konservasi, hal tersebut dapat menimbulkan bencana biodiversitas.
Menelaah hal tersebut di atas, menurut kami pemerintah daerah tidak perlu latah dalam memenuhi setiap aspirasi warganya, tapi perlu meminta pertimbangan ilmiah dari pihak yang berkompeten.

Sebagaimana kita ketahui, negeri ini sedang dihebohkan akibat isu maraknya pekerja asing, mestinya kitapun mempertimbangkan hal tersebut sebelum melakukan introduksi ikan ke suatu habitat. Meskipun pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Keluatan dan Perikanan Nomor 41 tahun 2014 tentang larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah negara republik Indonesia, hal yang paling utama perlu dilakukan adalah menginventarisir ikan asli yang terdapat di sungai Baliase, lalu mengembangkan ikan tersebut dan merestocking ke bendungan Baliase.

Hasil penelusuran kami, belum banyak informasi ikan yang tercatat di sungai Baliase. Salah satu yang kami dapatkan  adalah ikan black bass yang masih rancu apakah ini introduksi atau asli (http://informasifishing.blogspot.co.id) karena pemancing terkadang hanya menggunakan nama komersil namun tidak menekankan pada identifikasi spesies. Karena berdasarkan penelusuran kami, gambar yang tercantum merupakan sea bass. Meskipun belum pernah mengamati langsung ikan di sungai Baliase, namun jika melihat kondisi geografisnya, kami menduga terdapat kemiripan dengan sungai yang ada di teluk Bone pada umumnya.

Jika benar, maka kemungkinan yang dimaksud adalah ikan kakap air tawar (Lutjanus fuscescens) atau kakap merah bakau (Lutjanus argentimaculatus) seperti yang kami temukan di sungai Lasusua (Musa dkk, 2010). Selain ikan tersebut juga ditemui sidat / masapi (Anguilla marmorata), family ikan Eleotrididae, Gobiidae, Kuhliidae, Muraenidae, Teraponidae dan lainnya.

Dibutuhkan inventarisasi berdasarkan observasi langsung untuk memastikan jenis ikan di sungai Baliase tersebut agar keputusan yang diambil tidak keliru.

Demikian pendapat kami, semoga keINDAHan sumber daya hayati Luwu Utara tetap terjaga. Pendekatan inipun dapat dilakukan untuk daerah-daerah lainnya. Bagi person yang mengusulkan tersebut agar dapat bersabar menanti solusi terbaik. Bahwa kerusakan di muka bumi ini tidak lain disebabkan oleh tangan manusia sendiri (Q.S. Ar Ruum 41), maka manusia pulalah yang berperan untuk menjaga dan melestarikan keindahannya, atas izin Allah SWT tentunya. Wallahua’lam. (***)

Ahmad Musa Said
Peneliti pada Balai Riset Budidaya Ikan Hias – Kementerian Kelautan dan Perikanan. Anggota Majelis Nasional KAHMI 2017-2022 bidang Kelautan dan Perikanan. ahmadmusasaid@kkp.go.id

 

Peserta JKN-KIS di Sulsel Tembus 8 Juta Jiwa

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 8 juta warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Bila dipersentasekan, realisasi program pemerintah tersebut telah mencapai 84 persen per Mei 2018. Total penduduk Sulsel diketahui mencapai 9,4 juta jiwa. Itu artinya tersisa 1,48 juta penduduk Sulsel yang belum terdaftar sebagai peserta program kesehatan pemerintah.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartra dan Maluku, I Made Puja Yasa, mengatakan pihaknya terus menggenjot kinerja agar seluruh penduduk Sulsel dapat tercover alias menjadi peserta JKN-KIS. Salah satu upaya yakni dengan menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk sosialisasi program JKN-KIS.

I Made bersama jajaran BPJS Kesehatan bahkan telah menemui penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, belum lama ini. Mereka membahas berbagai hal terkait pelaksanaan JKN, baik dari sisi jumlah kepesertaan, dari sisi pembayaran dan sisi ketersediaan infrastruktur pelayanan kesehatan yang harus dipenuhi.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, secara nasional jumlah peserta JKN-KIS di Indonesia mencapai 196,66 juta jiwa atau 77 persen. BUMN di bidang kesehatan itu sendiri menargetkan seluruh penduduk Indonesia berjumlah 257,5 juta akan tercover program tersebut pada 2019. Torehan Sulsel yang mencapai 84 persen berada di atas angka nasional.

I Made mengungkapkan program BPJS Kesehatan itu perlu didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Itu sejalan dengan Intruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Jaminan Kesahatan Nasional yang memerintahkan seluruh penentu kebijakan terkait untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta JKN.

Beberapa daerah juga disampaikan I Made masih terdapat persoalan pembayaran dari kabupaten/kota di Sulsel. “Di lapangan terkendala koordinasi komunikasi dan kelengkapan berita acara. Sering terjadi keterlambatan pembayaran. Kita sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah baik kabupaten, kota maupun provinsi bila memungkinkan pembayaran di depan,” ujar I Made, di Makassar.

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, menyambut baik dan menganggap bahwa peranan BPJS Kesehatan sangat penting. Terutama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk pelayanan kesehatan.

“Saya menekankan BPJS Kesehatan itu sangat penting. Masyarakat, kita dan PNS juga sama, kalau sudah ikut asuransi kita merasa tenang dan nyaman itu ada. itu sebenarnya harus disadarkan ke semua masyarakat,” kata Sumarsono.

Dengan jumlah mencapai 84 persen kepesertaan, maka pemerintah akan melakukan upaya sosialisasi agar kepesertaan meningkat. Karena kesehatan, sambung dia, masuk bagian dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (**)

Pembayaran THT Terbengkalai, Lalu Lintas Udara Terancam Lumpuh

Koordinator Eks Karyawan AP I Sumaryadi dan Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar Abidin Haju

Koordinator Eks Karyawan AP I Sumaryadi dan Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar Abidin Haju

Makassar, KABAROKE — Kisruh pembayaran Tunjangan Hari Tua (THT) terhadap 603 mantan karyawan PT Angkasa Pura I mendesak dituntaskan. Permasalahan itu dikhawatirkan dapat menganggu, bahkan membuat lumpuh lalu lintas penerbangan. Terlebih, ratusan mantan karyawan AP I rata-rata kini bekerja sebagai pemandu lalu lintas udara pada AirNav Indonesia.

Koordinator Eks Karyawan AP I untuk Wilayah Makassar, Abidin Haju, mengungkapkan bila tuntutan agar THT dibayarkan sesuai aturan sebesar Rp71 miliar tidak terpenuhi, pihaknya berencana menggelar aksi serentak di Jakarta. Bila itu terjadi, tentunya penerbangan bisa terganggu, bahkan lumpuh karena mereka semualah yang bertugas mengatur lalu lintas udara.

“Kalau masih tidak ada titik temu, 603 mantan karyawan AP I ada kemungkinan akan gelar aksi serentak ke Jakarta. Kalau itu terjadi ya penerbangan bisa lumpuh, contohnya di Makassar kami ada 136 orang, kalau semua ke Jakarta siapa yang atur lalu lintas penerbangan, lalu di Bali dan Surabaya juga banyak,” ujar Abidin.

“Intinya, kami tidak mau itu sampai terjadi (penerbangan lumpuh), tapi kami juga mengharapkan perusahaan (AP I melalui YAKKAP) dapat memenuhi hak kami sebagai mantan karyawan. Bayarlah THT sebagaimana mestinya, merujuk aturan,” sambung Abidin, saat menggelar aksi damai di lingkungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Perjuangan ratusan mantan karyawan AP I untuk mendapatkan THT sudah teramat panjang. Sejak 2014 tatkala diberhentikan, Abidin menyebut pihaknya dengan sabar menunggu. Padahal, hak pembayaran THT sesuai aturan mestinya dicairkan paling lambat satu bulan setelah diberhentikan. Nyatanya, sampai kini belum juga terealisasi.

Abidin mengungkapkan berbagai langkah sesuai prosedur telah ditempuh, termasuk mengadu ke Kementerian BUMN, Kementerian Tenaga Kerja dan Istana Negara. Teranyar, pihaknya telah mendapatkan secercah harapan terkait pembayaran. Sayangnya, perusahaan terkesan ingin mengelabui mantan pekerja dengan hanya ingin membayar sekitar 30 persen dari THT.

Sejumlah karyawan telah menerima surat dari AP I melalui YAKKAP terkait pengalihan pembayaran via AirNav Indonesia. Sayangnya, nominal pembayaran sangat memprihatinkan, hanya 20-30 persen dari yang semestinya. Abidin menegaskan itu jelas ditolak mantan karyawan AP I dan ditunjukkan dengan membakar surat dari AP I melalui YAKKAP.

Soal pembayaran THT itu, Human Capital & General Affair Director AP I, Adi Nugroho, sebelumnya membantah bila pihaknya tidak ingin membayarkan THT ratusan mantan pegawai perusahaan pelat merah. Namun, diakuinya terdapat perbedaan paham mengenai jumlah pembayaran THT. “Kapanpun kami siap bayarkan, tapi ya sesuai perhitungan aktuaris,” ujar dia.

Adi mengklaim pembayaran THT berdasar pada perhitungan aktuaris merujuk pada peraturan perundang-undangan. Disinggung perihal permintaan pembayaran eks karyawan sebesar Rp71 miliar yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama, ia membantah bila manajemen AP I ikut menyetujuinya. (**)

Kino Youth Innovator Award, Memotivasi Kaum Muda untuk Berani Berinovasi

Dr Mamat Rahmat (tengah duduk) bersama para peserta usai acara talkshow yang berlangsung di gedung Iptek Unhas Makassar, kamis 26 april 2018.

Dr Mamat Rahmat (tengah duduk) bersama para peserta usai acara talkshow yang berlangsung di gedung Iptek Unhas Makassar, kamis 26 april 2018.

Makassar, KABAROKE.COM — Sejalan dengan visi untuk “Menjadi perusahaan ternama di Indonesia yang berlandaskan ide dan inovasi, serta terus bergerak untuk menjadi perusahaan yang mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal, PT. Kino Indonesia, Tbk, kembali menggelar Kino Youth Innovator 2018 bertema Empower Life Through Nature.

Kompetisi tahunan ini bertujuan untuk memotivasi kaum muda agar kreatif dan berani berinovasi untuk memenangkan kompetisi di era pasar bebas ini. Sebagai ajang kompetisi inovasi tahunan, KYIA menyasar ide- ide terbaru dari mahasiswa seluruh Indonesia, dan di tahun ketiga ini Kino kembali mengajak kaum muda untuk mengedepankan sumber daya Indonesia untuk memenangkan kompetisi pasar.

Kino yakin bahwa Indonesia kaya akan sumber daya lokal, pemanfaatan yang sudah ada saat ini perlu dioptimalisasi agar terjadi peningkatan dalam berinovasi dan menciptakan potensi ekonomi yang prospektif. Diharapkan, hal itu dapat berguna bagi kehidupan manusia dengan terus menggali sumber daya yang belum termanfaatkan.

Kino sadar betul bahwa, dengan diberlakukannya MEA atau masyarakat ekonomi ASEAN, kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja tentu saja akan semakin ketat. Pada era ini, akan terjadi aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi. Dr. Mamat Rahmat, S.Si, M.Si selaku President Committee of Kino Youth Innovator Award (KYIA) 2018 dari PT. Kino Indonesia, Tbk mengungkapkan bahwa Diberlakukannya MEA ini justru menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan.

“Dan inovasilah kuncinya, namun saat ini perkembangan tren berlangsung sangat pesat, sehingga inovasi pun perlu terus dimodifikasi, agar menghasilkan sesuatu yang diterima masyarakat,” ucapnya.

Melalui tema Empower Life Through Nature tahun ini, Kino mengajak generasi muda Indonesia untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi kekayaan natural Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat sesuai dengan market trend saat ini dan dapat diproduksi secara bekelanjutan (sustainable).

Sebagai rangakaian dari KYIA, Kino mengadakan Road to KYIA 2018, talkshow bertema Tomorrows Innovator, Embracing Challenges, Shaping the Future diadakan di 13 universitas di Indonesia, diantaranya Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Kristen Satya Wacana, Prasetiya Mulya, Universitas Padjadjaran, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pelita Harapan. Selain perwakilan dari PT.

Kino Indonesia, Tbk, talkshow ini menghadirkan MINTEL, penyedia riset pasar global yang diwakili oleh Rachel Esmeralda. Inti talkshow ini membahas Global Customer trend tahun 2018 dan mendatang.

Ada 4 tren dunia yang terjadi saat ini, khususnya di Asia Pasific, yaitu Damsels In De-Stress (bagaimana tingkat stress masyarakat dunia meningkat), Beauty Round The Clock (ingin cantik sepanjang hari di tengah mobilitas tinggi), Back To Basics (kembali pada produk minimalis) dan Multi Purpose Customizable (tuntutan produk multifungsi).

Tren ini meningkat cukup pesat, dan menuntut para inovator terutama industri, memikirkan produk- produk yang menjawab kebutuhan ini , jelas Rachel.

Sebagai perusahaan yang inovatif, Kino pun selalu berusaha menangkap tren terbaru dan menerjemahkannya dalam produk inovasi yang menjawab keinginan masyarakat tersebut. Pada talkshow yang berlangsung, Herlina Alam, selaku Product Innovation Manager PT. Kino Indonesia, Tbk, membagikan tips cara berinovasi yang tepat. Pada dasarnya banyak sekali jenis inovasi yang dapat kita lakukan, namun waspadalah, karena inovasi itu sendiri sama dengan gambling. Inovasi yang tidak diterima masyarakat, akan membuang waktu dan biaya, ujarnya.

Adapun tips yang berlaku dalam inovasi adalah (1) Tepat waktu; tidak lebih cepat, tidak terlambat (2) Pilihlah inovasi yang paling tepat untuk dikembangkan; ikuti tren, gunakan insting bisnis.

“Melalui talkshow ini, Kino berharap, anak muda Indonesia termotivasi untuk berinovasi dan berani mendaftarkan idenya dalam ajang Kino Youth Innovator Award 2018. KYIA sebenarnya adalah tantangan dan tolak ukur apakah anak muda Indonesia berani berinovasi serta senantiasa mengoptimalkan diri menjadi sang innovator yang membawa nama baik Indonesia, masa kini dan mendatang. tutup Mamat Rahmat.

Mengenai Kino Youth Innovator
Kino Youth Innovator Award (KYIA) merupakan kompetisi ide- ide terbaru dari generasi muda. Bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar berani berinovasi, menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi masyarakat, kompetisi ini diadakan sebagai kompetisi tahunan yang diikuti oleh mahasiswa berbagai univeritas di Indonesia.

KYIA diadakan pertama kali pada tahun 2016 dan mengangkat tema Build Up A Glocal Innovation, di tahun 2017, KYIA bertema Advancing Indonesia Through Local Heritage, sedangkan di tahun 2018 bertema Empower Life Through Nature, yaitu bagaimana berinovasi dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari, hal ini menjadi titik berat atau diferensiasi dari kompetisi ini.

Kino Youth Innovator Award diadakan dalam berbagai tahapan, seperti campus roadshow, innovation submission, final defence challange dan awarding. Di tahun 2018 ini, semua tahapan akan dilaksanakan mulai Februari hingga Agustus 2018. Penerimaan proposal sendiri akan ditutup di 14 Mei 2018, untuk kemudian diseleksi menjadi 10 finalis terpilih.
Adapun kriteria yang akan menjadi penilaian adalah:

Original, dari ide sendiri, belum pernah diikutkan dalam kompetisi
Efektivitas inovasi, bagaimana penemuan tersebut dapat memecahkan masalah atau menjawab kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut harus dapat diaplikasikan dan diterima oleh pasar/ konsumen.

Kino Youth Innovator Award dapat diikuti semua mahasiswa dari universitas di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai KYIA dapat dilihat pada http://www.kino.co.id/kinoyouthinnovator/, atau account Instagram @kinoyouthid.

Dinsos: Puluhan Warga Bulukumba Gangguan Jiwa

Ilustrasi Ganggung Jiwa

Ilustrasi Ganggung Jiwa

Bulukumba, KABAROKE.COM — Pemerintah Kabupaten Bulukumba (Pemkab) melalui Dinas Sosial (Dinsos) awal tahun 2018 ini mencatat Orang Dengan Gangguang Jiwa (ODGJ) sebanyak 28 orang. Dari jumlah tersebut, 6 penderita gangguan jiwa sudah dipulangkan ke keluarganya.

Dari jumlah itu, 20 dari 50 penderita OGDJ pada 2017 lalu, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan sebagian besar sudah dipulangkan ke keluarga mereka karena dianggap sudah pulih.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bulukumba, Andi Sudriman Patikai mengatakan, Pemkab Bulukumba akan terus membantu penderita gangguan jiwa. Khususnya dalam pengananan ODGJ, Dinas Sosial berkolaborasi dengan berbagai komunitas yang ada di Bulukumba.

Menurut Andi Sudirman, gangguan jiwa yang terjadi yaitu, mudah lupa dan membuka pakaian. Sehingga untuk kesehatan kejiwaan, pihak Dinas Sosial memilih untuk mengikuti apa yang membuat mereka nyaman agar gangguan kejiwaannya tidak bertambah.

Awal pekan ini, Dinsos telah memulangkan tujuh orang penderita ganguan jiwa dari RSJ di Makassar. Mereka dinyatakan pihak RSJ sudah pulih serta dapat berbaur kembali dengan lingkungan sekitarnya.

Hanya saja, Dinsos masih memiliki beberapa orang yang mengalami gangguan jiwa untuk diserahkan ke RS Jiwa Makassar.

“Ada Satu orang berinisial R (38) warga Kecamatan Gantarang, yang diserahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan dan pembinaan. Saat ini yang tercatat tinggal di rumah singgah Dinas Sosial Bulukumba di Taccorong, ada empat orang,” ujar Andi Sudirman, Kamis (12/4/2018).

Selain R, masih ada tiga orang lainnya yang dipersiapkan untuk dirujuk ke RS Jiwa di Makassar.

Tim Kelelawar Polres Pelabuhan Makassar Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE.COM — Tim Kelelawar Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Makassar berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Sebanyak 1 kilogram lebih sabu berhasil diamankan.

Pengungkapan tersebut berhasil dilakukan pada Rabu, 11 April 2018 sekitar pukul 20.30 Wita di Jalan Borong Raya Kompleks Bitoa Lama, Kota Makassar.

Dalam pengungkapan ini, pelaku yang diamankan yakni Muh Idham Safruddin (21 tahun), Andi Hanifah Fahriyah (19) yang merupakan seorang mahasiswi dan Aprian Pratama alias Ardi.

“Pelaku (Idam) ditangkap saat hendak keluar mengendarai sepeda motor dengan membawa kantongan hitam. Sementara Hanifa dan Aprian diamankan di dalam kost (milik Idham),” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sindani dalam keterangan persnya, Kamis (12/4/2017).

Dari tangan pelaku, lanjut Dicky, petugas berhasil menyita 11 paket shabu dengan berat 1 kilogram lebih. Selain itu diamankan juga satu timbangan digital, satu sepeda motor dan 7 bal plastik sedang.

“BB yang diamankan satu kilo 50 gram. Kalau diuangkan ditaksir 1,5 miliar. Pelaku (Idham) yang bekerja sebagai mekanik ini, sudah sering jadi kurir narkoba di daerah Jalan Borong Raya,” jelasnya.

Dicky menyebut, untuk mengantar barang haram tersebut, Idam mendapat upah jutaan rupiah. “Untuk mengantarkan sabu, yang bersangkutan dibayar Rp 2,5 Juta,” tukasnya.

Polda Sulsel Sita Dua Rumah Milik Bos Abu Tours

Polda Sulsel Menyita Aset Bos Abu Tours

Polda Sulsel Menyita Aset Bos Abu Tours

Maros, KABAROKE.COM — Tim penyidik Ditres Krimsus Polda Sulawesi Selatan melakukan penyitaan terhadap aset milik bos travel Abu Tours, Abu Hamzah Mamba. Penyitaan tersebut dilakukan Kamis, 12 April 2018 sekira pukul 12.00 Wita.

Adapun aset yang disita adalah 1 unit bangunan dan tanah seluas 84 meter persegi di Perumahan The Lagosi Nomor D12 Kabupaten Maros, dengan SHM No. 01505 atas nama Muh. Hamzah Mamba. Selain itu, tim penyidik juga melakuan penyitaan 1 unit bangunan dan tanah seluas 98 meter persegi di Perumahan The Lagosi Nomor A9 Kabupaten Maros, dengan SHM No. 01313 atas nama Muh Hamzah Mamba.

“Total ada dua rumah di Perumahan The Lagosi kita sita,” ungkap Kombes Pol Dicky Sondani selaku Kabid Humas Polda Sulsel dalam keterangan tertulisnya.

Dicky mengatakan, penyitaan yang terus dilakukan oleh tim penyidik Ditres Krimsus tersebut merupakan upaya untuk menuntaskan kasus dugaan penelantaran dan penipuan terhadap calon jemaah umrah oleh Travel Abu Tours.

Hingga saat ini, jumlah aset yang disita Polda Sulsel yakni, 23 aset tidak bergerak, baik bangunan maupun tanah. Dengan rincian 17 di Makassar, 2 di Maros, 2 di Jakarta dan 2 di Depok. Sedangkan aset bergerak berjumlah 34 unit. Dengan rincian 16 mobil dan 4 motor di Makassar, 13 mobil di Jakarta dan 1 mobil di Palembang.

Sedangkan untuk aset elektronik berjumlah 33 unit. Terdiri dari 24 komputer dan 3 laptop di Makassar, 2 komputer dan empat kamera di Jakarta Selatan. Untuk barang bukti berupa uang yakni 11.250 Riyal, USD140 dan Rp1.492.000 diamankan di Makassar, 43 Riyal, 7 Ringgit, 1 Dinar, USD1 dan SGD62 diamankan di Depok.

“Total aset Abu Tours yang disita sekitar Rp 150 miliar,” ucap Dicky.

Target 400 Publikasi Karya Ilmiah, Begini Upaya UNM

Rektor UNM Prof Husain Syam [dok net]

Rektor UNM Prof Husain Syam [dok net]

Makassar, KABAROKE.COM — Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi tuan rumah dalam rapat kordinasi dengan beberapa perguruan tinggi yang terhimpun dalam anggota konsorsium 3rd, Internasional Join Conference on Science and Technology (IJCST). Rapat koordinasi dilakaanakan di gedung Phinisi UNM, Kamis, 12 April 2018.

Pertemuan yang ketiga kalinya dilakukan ini merupakan agenda rapat koordinasi dengan anggota konsorsium dalam melaporkan perkembangan persiapan pelaksanaan IJCST yang akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, 18-19 Oktober 2018 mendatang.

“Ini merupakan langkah kita untuk melihat kesiapan kita dalam pelaksanaan IJCST mendatang,” kata Prof Hasnawi Haris, saat memberi sambutan pada kegiatan tersebut.

Ia pun berharap, pertemuan dan pelaksanaan IJCST ini akan memberi manfaat dalam penerbitan jurnal-jurnal internasional. “Nanti pada ujungnya akan memberi manfaat untuk penerbitan paper atau publikasi jurnal internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNM, Prof Husain Syam mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini merupakan wadah untuk melakukan sharing dalam meningkatkan kualitas dalam pembuatan dan penerbitan paper.

“Saya merasa bahagia atas kegiatan ini, karena disini kita bisa melakukan sharing, bertukar pikiran dalam pembuatan paper dan publikasi jurnal,” ungkap Husain Syam.

Pada tahun ini, kata Husain Syam, UNM menargetkan 400 publikasi karya ilmiah. “Kami di UNM bekerja dengan target, kami buat target dan itu harus jalan, bahwa tahun ini kita targetkan 400 publikasi karya ilmiah, dan untuk mencapai itu kami sudah targetkan dan berbagi tugas kepada masing-masing fakultas,” jelasnya.

1 2 3 4 5 543