Lantamal VI Evakuasi Warga Filipina yang Kena Stroke di Selat Makassar

Lantamal VI Lakukan Evakuasi Warga Asing yang Sakit di Selat Makassar

Lantamal VI Lakukan Evakuasi Warga Asing yang Sakit di Selat Makassar

Makassar, KABAROKE — Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI mengevakuasi warga asing yang sakit yang sedang berlayar di wilayah Selat Makassar, Selasa (10/7). Warga asing yang diketahui berasal dari Filipina itu dievakuasi dengan KRI Madidihang-855 di Selay Makassar yang juga masuk Alur Laut Kepulauan Indonesia alias ALKI II.

Asisten Operasi Danlantamal VI, Kolonel Laut (P) Musleh Yadi, mengatakan evakuasi yang dilakukan berdasarkan adanya laporan dari Kapal MV. Paradburdoo Vessel dengan rute Taiwan-Australia yang sedang berlayar di Selat Makassar. Mereka meminta bantuan kepada Lantamal VI terkait adanya warga asing yang terkena penyakit stroke yang membutuhkan pertolongan ke rumah sakit.

“Pengevakuasian dilaksanakan dengan mengirim KRI Madidihang-855 yang merupakan bantuan dari Koarmada II ke tempat posisi warga asing tersebut berada di sekitar perairan Pulau Kapoposang, Kabupaten Pangkep, Sulsel,” kata Musleh, dalam keterangan persnya.

“Kemudian diterima oleh tim kesehatan Dermaga Layang Mako Lantamal VI dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Siloam Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif dan pengobatan dari tim medis”, sambung Musleh.

Ia menambahkan sampai saat ini, warga asing tersebut masih menjalani pengobatan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan kesehatan warga asal Filipina tersebut. “Kita terus pantau perkembangan kesehatannya bersama tim medis terkait,” pungkas dia. (***)

Pramugari Cantik Ditangkap Pakai Sabu dan Kokain

Pramugari Cantik Ditangkap Pakai Narkoba

Pramugari Cantik Ditangkap Pakai Narkoba

Bali, KABAROKE — Seorang pramugari berinisial MMS (28) diamankan oleh Polsek Kuta Bali, karena kedapatan memakai narkoba jenis sabu dan kokain.

Pramugari yang berasal dari Jakarta Selatan ini, diamankan oleh polisi pada hari Sabtu (24/2) di kamar indekosnya bernama Anika House, kamar Nomor 4, Jalan Gunung Lumut nomer 62 D, Denpasar Barat.

Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya, menjelaskan bahwa tersangka dalam pemeriksaan awal masih berstatus pengguna narkotika jenis sabu dan kokain ini.

“Saat melakukan penggeledahan, dalam kamarnya kita temukan, satu paket sabu seberat 0,7 gram yang disimpan dalam hiasan kaca hias,” ucapnya Jumat (2/3).

Kapolsek menambahkan, selain mengonsumsi sabu, hasil tes urine MMS positif mengandung kokain. MMS mengaku sudah 4 kali membeli barang haram (kokain) tersebut pada seseorang berinisial BNY (41) dengan membayar lewat via ATM.

“Kita masukan kategorinya (Kokain) jenis narkotika paling mahal dengan harga pergramnya mencapai Rp 2,5 juta. Dia (Pramugari) setiap off memakai barang itu untuk hura-hura untuk pesta dan party,” jelasnya.

Menurut Kapolsek, tersangka ini memang pramugari yang bertugas dalam penerbangan nasional dan menetap di Bali dan sudah 8 bulan menjadi pramugari.

“Dari pengakuan tersangka, baru 4 kali beli kokain. Untuk tersangka, kita kenakan pasal 122 ayat (1) atau pasal 127 Undang-undang 127 Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tutup Kapolsek. (*)

Gedung BEI Roboh, Ratusan Mahasiswa Terluka

Ratusan Mahasiswa Terluka Imbas Robohnya Gedung BEI

Ratusan Mahasiswa Terluka Imbas Robohnya Gedung BEI

Jakarta, KABAROKE — Koridor lantai satu di tower dua Bursa Efek Indonesia (BEI) roboh dan menimpa ratusan mahasiswa Universitas Bina Darma yang tengah melakukan kunjungan ke BEI, Senin (15/1/2018).

Berdasarkan pantauan seperti dikutip dari Warta Ekonomi, mahasiswa yang menjadi korban timpaan bangunan segera diungsikan ke luar ruangan untuk mendapatkan pengobatan. Sampai saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa terkait musibah tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait tentang penyebab robohnya koridor dua BEI.

Seperti diketahui, selain kantor pusat BEI di gedung tersebut terdapat beberapa perusahaan yang menjadi tenant seperti BCA, Strarbucks, CIMB Niaga, EY, dan Eximbank. (**)

Pasca Gempa, Tiga Layanan di RSUD Banyumas Lumpuh

Pelayanan Rumah Sakit lumpuh akibat gempa

Pelayanan Rumah Sakit lumpuh akibat gempa

Banyumas, KABAROKE.COM — Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Banyumas Jawa Tengah menghentikan sementara tiga layanan untuk pasien menyusul gempa bumi semalam. Langkah ini dilakukan karena kondisi gedung rusak berat. Pengelola RSUD itu masih mendata kerusakan yang terjadi.

Tiga layanan yang dihentikan yakni radiologi, haemodialisa dan laboratorium. Gedung untuk tiga unit layanan ini mengalami kerusakan parah, dinding gedung tiga lantai ini retak. Bahkan di bagian belakang, atap gedung ambruk. Seluruh dinding retak dengan alur yang mengarah kerusakan struktur gedung.

Sedangkan bagian dalam gedung seperti plafon juga rusak. Pasien di tiga layanan ini, terutama hemodialisa atau cuci darah, dialihkan ke rumah sakit lain.

Sementara, pengelola RSUD masih berupaya membenahi peralatan agar bisa difungsikan lagi.
RSUD Banyumas merupakan bangunan yang terdampak paling parah akibat gempa bumi tengah malam tadi.

Berdasarkan siaran pers dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), gempabumi berkekuatan 6,9 magnitudo terjadi di darat pada jarak 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 120, Jumat (16/12/2017) pukul 23.47.58 WIB. Pusat gempa di darat atau dekat pantai.

BMKG menyebutkan gempa yang terasa di Jakarta dan Depok memiliki skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala II MMI artinya, getaran dirasakan beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan skala III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Gempa Susulan Terus Terjadi di Pulau Jawa

UntitledJakarta, KABAROKE.COM — Gempa besar dengan magnitude 7,3 Skala Richter mengguncangkan Pulau Jawa. Lokasi gempa berada di laut Jawa Barat, Jumat malam tadi, 15 Desember 2017.

Berdasarkan siaran pers dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), gempabumi berkekuatan 6,9 magnitudo terjadi di darat pada jarak 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kedalaman 120, Jumat (16/12/2017) pukul 23.47.58 WIB. Pusat gempa di darat atau dekat pantai.

BMKG menyebutkan gempa yang terasa di Jakarta dan Depok memiliki skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala II MMI artinya, getaran dirasakan beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan skala III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Guncangan gempa dengan magnitudo 4,5 yang diikuti gempa susulan dalam rentang waktu kurang dari satu menit berkekuatan magnitudo 6,9 di selatan Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47, masih terus menimbulkan gempa susulan.

Hingga Sabtu (16/12/2017), gempa susulan terakhir dirasakan di Garut dengan magnitudo 5,7 di 129 KM barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 kilometer.

Hal itu disampaikan koordinator Humas dan Protokoler Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor yang dihubungi, Sabtu (16/12/2017) pagi. Joshua memastikan, gempa susulan yang skalanya cukup besar tersebut masih rangkaian gempa yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam. Namun, gempa susulan yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami, jadi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada. Jika ada perlu bantuan bisa langsung hubungi kantor SAR,” katanya.

Gempa susulan pada Sabtu pagi di Garut tidak terlalu membuat masyarakat panik. Bahkan, sebagian warga tidak menyadarinya.

“Iya, katanya tadi ada gempa susulan, tapi tidak berasa seperti tadi malam,” jelas Erlin (32), warga Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (16/12/2017).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mochamad Riyadi melalui rilis resminya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya gempa susulan yang skalanya akan lebih kecil.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerahnya masing-masing dan tidak terpancing isu-isu tak bertanggung jawab soal gempa bumi dan tsunami.

Sementara, dihubungi terpisah, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria menyampaikan, hingga saat ini BPBD Garut baru menerima laporan 14 rumah rusak yang tersebar di beberapa kecamatan di Garut.

“Saya masih di lokasi kejadian, sampai saat ini ada 14 rumah yang rusak,” katanya lewat pesan singkat saat dihubungi Sabtu (16/12/2017) pagi.

Kepsek di Makassar Ditangkap Usai Cabuli Murid SD

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Seorang kepala sekolah dasar (SD) berinisial SS (57) harus berurusan dengan aparat kepolisian karena telah memerkosa dan mencabuli dua murid di sekolah yang dipimpinnya.

Kasus pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan SS terungkap setelah D (9), korban pemerkosaan, bercerita kepada ibunya. Demikian pula dengan korban S (9) yang memberitahukan perbuatan SS saat di sekolah.

Kepala Satuan Reskrim Polresta KPPP Pelabuhan Makassar AKP Rustian Efendi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kedua korban. Kedua korban pun telah divisum di rumah sakit dan tim dokter menyatakan terdapat tanda luka kekerasan pada alat vital.

“Setelah mendapat laporan kedua korban, kami langsung jemput SS di tempatnya bekerja. Jadi satu korban diperkosa dan satu korban lagi dicabuli. SS sementara kami periksa karena baru tadi diamankan,” tutur Rustian, seperti dilansir kompas.com, belum lama ini.

Dari keterangan para korban, lanjut dia, perbuatan SS dilakukan saat proses belajar berlangsung di sekolah. SS sengaja memanggil satu per satu korban pada hari yang berbeda masuk ke ruangannya untuk membersihkan piala yang terpajang.

“Perbuatan SS ini dilakukan sejak bulan Agustus lalu. SS memerkosa korban D sebanyak empat kali, sedangkan S dicabuli sekali di ruangan kepala sekolah,” ujar Rustian.

Terkait kemungkinan adanya korban lain, sambung dia, polisi masih melakukan penyelidikan. Sebab, saat ini polisi baru menerima dua laporan korban.

“SS masih diperiksa intensif. Jika terbukti maka SS diancam Pasal 81 subsider 82 UU Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ucap Rustian. (***)

Polda Sulsel Tangkap Penyebar Video Hoax Soal Operasi Zebra di Bali

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani

Makassar, KABAROKE — Unit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menciduk Effendi (30 tahun) di salah satu gerai makanan di Denpasar, Bali, Jumat, 24 November. Effendi ditangkap karena menyebarkan video hoax soal Operasi Zebra. Video kebohongan berjudul ‘Inilah Video Akibat Operasi Zebra 2017″ itu sempat viral di dunia maya.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, mengatakan Effendi ditangkap lantaran diduga sebagai pelaku hate-speech. Pria asal Jember itu dinilai memprovokasi dengan mendistribusikan video aksi perusakan dan pembakaran motor polisi di Makassar pada 2016. Ironisnya, Effendi mengubah tema dan judulnya, lalu menyebut aksi anarkistis dalam video itu akibat Operasi Zebra 2017.

“Pelaku mendistribusikan, bahkan memviralkan peristiwa perusakan dan pembakaran motor (polisi) oleh mahasiswa Unismuh saat aksi Sumpah Pemuda 2016 di Makassar. Video itu kembali diviralkan oleh yang bersangkutan dengan mengganti judulnya. Ditulisnya itu akibat Operasi Zebra 2017 yang jelas merupakan kebohongan besar,” kata Dicky.

Menurut Dicky, aksi Effendi yang menyebar video hoax seputar Operasi Zebra 2017 telah meresahkan masyarakat. Tidak hanya itu, tindakan pria yang sebagai pekerja lepas tersebut juga merusak citra Polri. Dicky mengimbau agar masyarakat lebih bijak di dunia maya. Jangan sembarangan memposting status, foto atau video yang dapat berimplikasi hukum.

Terkait kasus yang menjerat Effendi, Dicky belum merinci mengenai pasal yang akan menjeratnya. Yang pasti, Effendi akan diperiksa oleh penyidik terkait modus dan motifnya menyebar video hoax seputar Operasi Zebra 2017. “Yang bersangkutan kan baru ditangkap tadi siang di Bali dan baru mau diterbangkan ke Makassar untuk pemeriksaan di Markas Polda Sulsel,” pungkas dia. (***)

Duh, Jurnalis Papua Dikeroyok Oknum Polisi

Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Kerap Terjadi dan Tak Tuntas dalam Pengusutannya di Kepolisian

Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Kerap Terjadi dan Tak Tuntas dalam Pengusutannya di Kepolisian

Papua, KABAROKE — Sekelompok oknum anggota Polres Mimika, Papua mengeroyok dan menganiaya Saldi Hermanto, wartawan Harian Pagi Salam Papua di Timika, Sabtu (11/11) malam.

Saldi menuturkan bahwa dirinya dianiaya oleh sekitar enam hingga delapan orang oknum polisi bertempat di Pos Terpadu dekat pertigaan Jalan Budi Utomo-Jalan Kartini, Sempan, Timika.

“Saya dikeroyok oleh sekitar enam sampai delapan orang di pos itu. Sampai di Kantor Polres Mimika, saya masih dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan,” kata Saldi, seperti dilansir Antara, Minggu, 12 November.

Akibat pengeroyokan dan penganiayaan itu, Saldi mengalami luka di bagian kiri wajahnya dan leher.

Tidak itu saja, wajah Saldi terlihat bengkak dan lebam.

Saldi yang juga merupakan kontributor pada media Okezone.com untuk wilayah Timika itu mengaku masih merasa sakit pada rusuk kanannya sehingga kesulitan bernafas.

Ikhwal penganiayaan terhadap Saldi bermula dari kegiatan Pasar Malam yang berlangsung di Lapangan Timika Indah.

Pada Sabtu (11/11) malam, Saldi bersama anaknya ikut menikmati hiburan di arena Pasar Malam Timika Indah itu.

Sementara acara berlangsung, terjadi kericuhan di arena itu.

Peristiwa itu membuat Saldi menyampaikan kritik kepada oknum aparat melalui akun facebooknya.

Rupanya kritikan Saldi membuat sejumlah oknum aparat kepolisian berang karena dianggap telah dilecehkan.

Beberapa anggota Satuan Sabhara Polres Mimika lantas mencari Saldi ke warung depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Mimika. Warung tersebut biasa dimanfaatkan oleh para wartawan di Timika untuk mengerjakan sekaligus mengirim berita ke berbagai media.

Saat itu juga Saldi langsung digelandang menuju Pos Terpadu di pertigaan Jalan Kartini dan Jalan Budi Utomo hingga terjadi aksi pengeroyokan dan penganiayaan.

Pemimpin Redaksi Harian Pagi Salam Papua Fidelis Jaminta mengutuk keras tindakan brutal oknum anggota Satuan Sabhara Polres Mimika yang ditengarai melakukan penganiayaan kepada Saldi.

“Kami akan mengawal proses hukum oknum-oknum polisi yang terlibat menganiaya Saldi sampai kasus ini tuntas,” kata Fidelis.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius VD Paron Helan berjanji akan memproses para pelaku penganiayaan terhadap Saldi.

Oknum anggota yang terlibat kasus tersebut, katanya, sedang diperiksa intensif oleh Bagian Propam Polres Mimika.

“Pak Kapolres (AKBP Victor Dean Mackbon) memohon maaf atas kejadian yang diluar dugaan ini. Beliau sangat menyesalkan peristiwa ini. Sekarang ini beliau masih fokus menyelesaikan masalah di Tembagapura. Sesuai perintah pimpinan, proses penegakkan hukum berjalan. Silakan rekan-rekan mengontrol penanganan kasus ini. Sekali lagi kami mohon maaf,” kata Dionisius. (***)

Begini Kronologi Kisruh di Rutan Salemba

Brigjen Rikwanto

Brigjen Rikwanto

Jakarta, KABAROKE — Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto membenarkan bahwa telah terjadi keributan di Rutan Mako Brimob Cabang Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat yang berujung pada perusakan beberapa fasilitas disana.

Rikwanto mengatakan keributan bermula ketika napi teroris yang tidak terima saat petugas piket menggeledah kamar mereka sehingga terjadi keributan diantara para napi dengan petugas.

Ia merinci, awalnya usai Shalat Jumat berjamaah, Jumat, para tahanan dimasukkan ke sel masing-masing.Setelah masuk sel, petugas piket yang merupakan anggota Densus 88 melepas kunci yang ada di Kamar A5 dan C5.

“Kunci dilepas karena ada selotan kunci dari dalam, demi keamanan dan memudahkan petugas piket membuka pintu sel,” kata Rikwanto.

Saat itu juga dilakukan penggeledahan di dua kamar tahanan tersebut dan ditemukan empat ponsel milik empat napi teroris yakni Juhanda, Saulihun, Khairul Anam dan Jumali.

“Saat kegiatan penggeledahan, salah satu tahanan ada yang tidak terima dan memancing petugas dengan berbagai ucapan,” katanya.

Kemudian, salah seorang petugas piket yang terpancing perkataan napi dan menembakkan peluru ke atas untuk memberi peringatan terjadinya keributan kepada petugas yang lain.

Dalam keributan ini, sejumlah fasilitas rutan dirusak oleh para napi teroris diantaranya pintu sel tahanan, pintu pagar lorong Blok B dan Blok C serta kaca jendelanya.

Rikwanto mengatakan saat ini situasi di rutan tersebut sudah berangsur pulih. Kendati demikian, ada beberapa napi yang masih berteriak.

“Suasana sudah reda. Namun para tahanan masih ada yang berteriak takbir,” katanya. (***)

Ulama Madura Polisikan Megawati Karena Pidato Ini

Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri

Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri

Makassar, KABAROKE — Para Ulama Madura melaporkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri ke Polda Jawa Timur, Rabu atas pidatonya di HUT PDIP ke-44 Januari 2017. Juru bicara Ulama Madura, Ustaz Saifudin mengemukakan ulama Madura diwakili pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, Pamekasan KH M Ali Salim melaporkan Presiden ke-5 itu karena pidatonya di HUT PDIP ke-44 yang mengatakan seakan-akan setelah hari kiamat tidak ada dan hanya peramal.

“Kiai setelah mendengar dari hal itu dari santri, akhirmya membuka Youtube dan melaporkan yang bersangkutan ke polisi, walau agak terlambat” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Ulama Madura Andry Ernawan mengatakan pihaknya telah menerima Tanda bukti lapor dengan nomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM pada Rabu 8 November 2017.

“Sebelumnya tadi kami sudah komunikasi, ada adu argumentasi dan akhirnya diterima laporannya,” kata dia.

Bersamaan dengan pelaporan itu, pihaknya juga membawa bukti laporan yang diserahkan ke polisi yakni CD yang isinya rekaman video pidato Ketum Megawati saat pidato dalam rangka HUT ke 44 PDIP di Jakarta pada Januari 2017 lalu. (***)

1 2 3 67