Bupati Mau Jadi Raja? “Raja Aslinya” Protes dan Sebut Pemkab GILA!

Makassar, KABAROKE – Keinginan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan untuk menjadi raja menuai protes. Protes itu datang dari salah satu tokoh Gowa yang selama ini mengklaim diri sebagai keturunan raja asli Gowa.

Dia adalah Andi Maddusila. Ia mengaku berang dengan Ranperda tersebut. Dia mengatakan apa yang dilakukan Pemkab Gowa adalah pikiran gila.

“Gelar raja cuma bisa digunakan oleh keturunan raja yang asli,” kata Maddusila yang tak lain adalah mantan lawan Adnan pada Pilkada lalu.

Ia pun menegaskan, akan segera menggelar rapat diantara seluruh keluarga raja. Pihaknya akan menggugat seluruh aset Raja Gowa.

Dia juga mengaku tidak membenarkan jika pemerintah membuat lembaga adat baru. Apalagi diketuai langsung oleh Bupati Gowa.

Sebelumnya, masyarakat Sulsel, khususnya Gowa digegerkan dengan beredarnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Lembaga Adat Daerah Kabupaten Gowa. Dalam Ranperda itu, Bupati Gowa dikukuhkan sebagai Ketua dan selanjutnya disebut sebagai Raja.

Dalam draft Ranperda tersebut, tertulis tentang kedudukan lembaga adat di Gowa. Poin itu tertuang dalam draft Ranperda Bab III tentang susunan organisasi Lembaga Adat Daerah Kabupaten Gowa.

Pada Pasal 3 menyebutkan Ketua LAD adalah Bupati Gowa yang selanjutnya disebut Raja Gowa. Wakil Ketua I adalah Wakil Bupati Gowa selanjutnya disebut Tumailalang I, Wakil Ketua II adalah seorang unsur anak keturunan Raja Gowa yang disebut Tumailalang II.

Sedangkan Wakil Ketua III adalah salah satu unsur ketua dari Dewan Adat Batesalapang yang disebut Tumailalang III, Wakil Ketua IV adalah adalah salah satu unsur ketua dari Paccalayya ri Gowa yang disebut Tumailalang IV. Untuk Sekretaris adalah Sekretaris Kabupaten Gowa yang disebut Tumailalang Lolo.

Bocoran Ranperda ini bahkan telah beredar luas ke berbagai media sosial. Beredarnya ranperda ini tak ayal membuat media sosial menjadi heboh.

Apalagi, posisi Kerajaan Gowa memiliki sejarah panjang, termasuk dalam hal penentuan raja yang disesuaikan dengan garis keturunan bangsawan Gowa.

Hingga saat ini, Ranperda itu telah diserahkan ke DPRD Kabupaten Gowa. Dan telah memasuki tahap penadangan umum dari tujuh fraksi yang ada, siang tadi. (bs)

HEBOH! Bupati Ini Mau jadi Raja. Ranperdanya Lagi Digodok

Makassar, KABAROKE – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan membuat geger. Beredar kabar, Bupati termuda di Indonesia Timur ini ingin mengukuhkan dirinya sebagai Raja di Kabupaten yang saat ini dipimpinnya.

Hal itu tidaklah main-main. Terbukti dengan beredaranya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perihal Penataan Lembaga Adat Gowa.

Yang menarik, dalam draft Ranperda tersebut, tertulis tentang kedudukan lembaga adat di Gowa. Poin itu tertuang dalam draft Ranperda Bab III tentang susunan organisasi Lembaga Adat Daerah Kabupaten Gowa.

Pada Pasal 3 menyebutkan Ketua LAD adalah Bupati Gowa yang selanjutnya disebut Raja Gowa. Wakil Ketua I adalah Wakil Bupati Gowa selanjutnya disebut Tumailalang I, Wakil Ketua II adalah seorang unsur anak keturunan Raja Gowa yang disebut Tumailalang II.

Sedangkan Wakil Ketua III adalah salah satu unsur ketua dari Dewan Adat Batesalapang yang disebut Tumailalang III, Wakil Ketua IV adalah adalah salah satu unsur ketua dari Paccalayya ri Gowa yang disebut Tumailalang IV. Untuk Sekretaris adalah Sekretaris Kabupaten Gowa yang disebut Tumailalang Lolo.

Bocoran Ranperda ini bahkan telah beredar luas ke berbagai media sosial. Beredarnya ranperda ini tak ayal membuat media sosial menjadi heboh.

Apalagi, posisi Kerajaan Gowa memiliki sejarah panjang, termasuk dalam hal penentuan raja yang disesuaikan dengan garis keturunan bangsawan Gowa.

Hingga saat ini, Ranperda itu telah diserahkan ke DPRD Kabupaten Gowa. Dan telah memasuki tahap penadangan umum dari tujuh fraksi yang ada, siang tadi. (ps)

Akhirnya … “Sekwan Narkoba” Resmi Tersangka

Makassar, KABAROKE — Kasus narkoba yang membelit Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Jeneponto memasuki babak baru. Hasanuddin Turatea kini resmi menyandang status tersangka.

Polres Jeneponto resmi menetapkan Hasanuddin tersangka dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, Jumat siang, 18 Maret. Kapolres Jeneponto AKBP Joko Sumarno mengatakan, pihaknya juga langsung mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Hasanuddin Turatea.

“Jadi kita langsung tahan juga hari ini dengan dikeluarkannya surat perintah penahanan,” kata Joko Sumarno, siang tadi.

Joko mengatakan, penetapan tersangka terhadap Hasanuddin Turatea berdasarkan alat bukti sabu seberat 0,4 gram. Hasil tes urinenya juga positif narkoba.

Selain itu, alat hisap atau bong milik Hasanuddin juga masih terdapat sisa sabu. Penguatan bukti ini juga dilengkapi dengan keterangan saksi dan keterangan tersangka.

Hasanuddin Turatea juga dijerat Pasal 112 dan Pasal 127 UU 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 16 tahun penjara. “Jadi Pasal 112 itu ancaman hukumannya minimal 4 tahun maksimal 12 tahun. Kalau Pasal 127 itu maksimal 4 tahun,” pungkasnya. (ps)

Akibat Longsor, Dua Kelurahan Terisolasi di Torut. BPBD Belum Bergerak!

Makassar, KABAROKE – Dua Kelurahan dan dua desa di Kecamatan Rantebua Toraja Utara (Torut) terisolasi. Akses jalan penghunbung ke wilayah itu putus akibat bencana tanah longsor yang terjadi, Kamis, 17 Maret, siang tadi.

Bencana tanah longsor ini terjadi di jalan poros Bokin–Tombang Kalua’, Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara.

“Ada kurang lebih 10 titik longsor menutup jalan poros Tombang Kalua’-Bokin, Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua. Setidaknya ada 2 kelurahan dan 2 desa yang terisolir,” sebut Andri, salah seorang warga Bokin.

Titik longsor yang terparah terdapat di Tangdanun. Hingga saat ini kendaraan belum bisa melintas karena material longsor masih menutupi badan jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara, Paulus Kombong mengaku baru menurunkan 2 orang anggotanya untuk memantau kondisi longsor.

”Kami baru menurunkan 2 orang untuk memantau langsung kondisi longsor. Kami baru bisa menurunkan alat berat setelah ada laporan kondisi longsor dari anggota yang kami utus”. Ujar Paulus. (bs)

Polisi Bersama POM AL Masih Selidiki Penyebab Kebakaran RS AL Dr. Mintohardjo

Jakarta, KABAROKE – Polda Metro Jaya bekerjasama dengan POM AL melakukan penyelidikan peristiwa ledakan dan kebakaran di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr.Mintohardjo, yang menewaskan 4 korban diantaranya mantan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Purn Abubakar Nataprawira, dan Ketua Umum PGRI Sulistiyo.

“Sampai sekarang masih proses penyelidikan ya. Kami bekerjasama dengan POM AL dan tentunya menghadirkan saksi-saksi ahli dibidang itu,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal kepada di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/3).

Iqbal menjelaskan, dalam penyelidikan ini, pihaknya juga melibatkan tim laboratorium forensik untuk menganalisa secara ilmiah motif kebakaran tersebut.

Hingga saat ini, Iqbal belum bisa menceritakan hasil awal dari penyidikan tersebut.

“Belum ada kesimpulan ilmiah. Kita tunggu saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnaivan mengatakan, penyebab kebakaran di RUBT tersebut bisa saja karena kelalaian ataupun kecelakaan.

Seperti yang diketahui. Ruang tabung chamber Pulau Miangas di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo terbakar, Senin siang.

Kebakaran memicu terjadinya ledakan. Diduga, peristiwa berawal dari tegangan pendek arus listrik. Empat orang yang sedang menjalani perawatan meninggal.

Para korban meninggal adalah, Sulistiyo, Irjen Pol Purn Abubakar Nataprawira (65), Edi Suwandi (67), dan Dimas (28).

Korban Penembakan Kelompok Separatis Tiba di Toraja

Makassar, KABAROKE – Jenazah Yohanis Tiku Marampa, akhirnya tiba di kampung halaman di Dusun Tambunan, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara (Torut), Kamis (17/3/2016). Jenazah korban korban penembakan anggota separatis kelompok bersenjata di Papua, Papua itu disambut tangis keluarga.

Jenazah Yohanis tiba di kampung halaman bersama rombongan pengantar jenazah, yang di berangkatkan dari Bandara Sentani Papua pada Rabu sore, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Setibanya di Makassar, jenazah langsung diberangkatkan menuju kampung halaman di Toraja Utara.

Kini jenazah almarhum untuk sementara disemayamkan di rumah duka, di Dusun Tambunan, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara. Tangis keluarga tak terhindarkan saat menyambut jenazah.

Pihak perusahaan juga turut mengantar jenazah korban hingga di rumah duka. Korban meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Diketahui, korban adalah salah satu, dari 4 korban tewas, adalah manager di perusahaan PT Modern yang menjadi korban penyerangan anggota kelompok bersenjata di Desa Agenggen, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Penyerangan yang terjadi 15 Maret 2016, pukul 13.45 WIT. Saat itu, para karyawan sedang melakukan pekerjaan jalan tembus dari Sinak ke Paluga, Puncak, Papua.

Dalam peristiwa tersebut, empat karyawan PT Modern menjadi korban, masing-masing Yohanis Tiku Marampa asal Toraja Utara, Andi Dimena, Daud dan David. Selain membunuh karyawan, penyerang juga membakar satu unit buldozer dan eskavator. (ps)

NYAHO! Sudah Bonyok, Motor Dibakar Pula

Makassar, KABAROKE – Teror begal di Makassr seakan tidak ada habisnya. Tapi kali ini, aksi pembegalan berhasil digagalkan. Bukan oleh polisi, melainkan oleh warga yang sudah geram dengan teror-teror para pelaku.

Kali ini kawanan pelaku begal beraksi di perempatan Jalan Rusa dan Jalan Domba, Kecamatan Makassar, Rabu, 16 Maret, malam tadi. Pelakunya adalah Zul, 19 tahun. Hanya saja, warga Jalan Sukaria ini bernasib apes kala hendak beraksi.

Dia tepergok warga saat usai merampas tas seorang perempuan pengguna jalan, yang kala itu melintas dilokasi. Zul sempat berupaya kabur.

Namun, apes bagi dia. Saat memacu sepeda motornya, Zul justru menabrak salah seorang warga yang kebetulan melintas.

Bruukkk… dia terjatuh. Sepeda motornya terbanting. Akibatnya, dia pun tidak dapat berbuat apa-apa. Warga sudah terlanjur berkerumun. Satu persatu bogem mentah mendarat diwajah mulus Zul.

Sepeda motornya juga tak luput dari amukan warga. Motor yang masih berstatus kredit itu dibakar.

Sejatinya, Zul tidak sendiri. Dia saat itu bersama seorang rekannya. Hanya saja, rekannya itu berhasil melarikan diri dari kejaran warga.

Sementara Zul mengalami babak belur di sekujur tubuhnya akibat hantaman bogem mentah dari warga. Beruntung, aksi massa tidak berlangsung lama. Aparat Polsekta Makassar yang mendapakan informasi, dengan sigap mengamankan lokasi.

Kini pelaku dan rangka sepeda motornya telah berada di Mapolsekta Makassar untuk penyelidikan lebih lanjut. “Sementara masih kita kembangkan untuk menyelidiki beberapa kasus begal lainnya yang pernah dilakukan oleh tersangka Z ini,” ujar Kapolsekta Makassar Kompol Sudaryanto. (qiu)

Gara-gara Iuran BPJS Naik, Legislator-legislator di Daerah ini Tutup Jalan. Tutupnya Pakai Mobil Dinas Loh!

Makassar, KABAROKE – Beragam reaksi bermunculan pasca jajaran Direksi BPJS memutuskan untuk menaikkan iuran. Salah satunya dengan aksi demonstrasi dengan cara menutup jalan.

Namun, aksi kali ini, aksi demosntrasi bukan dilakukan oleh kalangan aktivis ataupun mahasiswa. Melainkan oleh puluhan anggota DPRD Kabupaten Bulukumba. Bukannya berjuang dengan cara legislasi, mereka justru menunjukkan aksi penolakan dengan cara menutup jalan.

Legislator-legislator Bulukumba ini menegaskan menolak rencana pemerintah yang dianggap akan membebani masyarakat. Ketua DPRD Bulukumba, Hamzah Pangki, bahkan ikut turun ke jalan, menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah tersebut.

Aksi demo itu dilakukan di depan kantor DPRD Bulukumba, Rabu (16/3). Jalan Sultan Hasanuddin yang berada di depan gedung DPRD Bulukumba, ditutup.

Kendaraan roda dua dan empat, harus memutar ke jalan lain melalui masjid Islamic Center Datotiro. Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Fakhidin, tampil sebagai pemimpin demo sekaligus orator utama dalam aksi tersebut.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, menegaskan sikap anggota Bulukumba yang menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan iuran BPJS. Menurut Fakhidin, rencana pemerintah yang akan menaikkan iuran BPJS akan membebani masyarakat. Fakhidin meminta pemerintah untuk mengurungkan niatnya menaikkan iuran BPJS. (RS)

Brimob Penembak Istri Meninggal, Mabes Polri : Kasusnya Ditutup!

Jakarta, KABAROKE – Brigadir Aris Chandra Kuswanto (28), anggota Brimob Desatemen D Mabes Polri yang menembak mati istrinya, Anisa Fitriani (26), akhirnya meninggal dunia. Dengan meninggalnya Aris, kasus penembakan tersebut secara otomatis ditutup.

Brigadir Aris meninggal di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (16/3). Dia dinyatakan meninggal sekira pukul 10.30 WIB tadi.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan membenarkan kematian anggota Brimob itu. Jenderal bintang dua ini menjelaskan, sejak dari awal dirawat hingga terakhir, keadaan korban kritis.
“Iya tadi dia meninggal. Saat ini jasadnya masih ditangani dokter. Mau dioperasi keadaan tidak memungkinkan, sementara pelurunya belum dikeluarkan,” ujarnya, Rabu (16/3) saat dihubungi, seperti dilansir jawapos.com.

Itulah yang membuat nyawa korban tak tertolong. Anton menambahkan, saat itu posisi peluru dari pistol colt yang digunakannya menengadah ke atas dari bawah.

“Dokter ketika itu mau mengeluarkan peluru dengan operasi, namun belum bisa melihat keadaan korban,” tambah dia.

Hingga akhirnya anggota Brimob itu tutup usia. Sebelumnya pihak kepolisian menduga pemicu tindakan brutal korban terhadap istrinya adalah masalah pribadi.

Namun, itu belum final lantaran belum ada keterangan dari pelaku. Belum sempat dimintai keterangan, akhirnya penembak istrinya ini meninggal menyusul sang istri. Anton pun menegaskan, kasus penembakan oleh Brigadir Aris telah ditutup secara otomatis. (bs)

Naas. Tertabrak Eskavator, Tubuh Seorang Pria Rata Dengan Tanah


KABAROKE – Seorang warga benama Joni Sinambela (42) tewas setelah terlindas eskavator hingga tubuhnya hampir rata dengan tanah.

Kejadian ini bermula. Saat korban sedang asik menonton perbaikan eskavator yang sedang diperbaiki di salah satu pool alat berat yang berlokasi di RT 01/08, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

“Peristiwanya tadi sore, sekitar pukul 17.15 WIB, kala itu sang sopir bernama Raki disuruh oleh mekanik untuk menyalakan kontak eskavator, tiba-tiba alat berat itu jalan dan menabrak korban, korban tewas di lokasi,” ujar Wakapolsek Tangerang Kompol Isa Ansori, Rabu (16/3).

Menurutnya, kondisi tubuh korban sangat mengenaskan, kepalanya terlihat pecah dan kini mayat korban di bawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.

Terkait kasus ini. Pihak kepolisian menyatakan, dari hasil penyidikan. Kematian Joni mutlak kecelakaan kerja.

“Jadi ini kecelakaan kerja, saat itu tak sengaja,” ujarnya.

1 65 66 67