NH Sebut Ada Menteri Intervensi Pilgub, Sampai Mengancam Kepala Daerah

Nurdin Halid dan Sejumlah Pengurus Golkar Sulsel

Nurdin Halid dan Sejumlah Pengurus Golkar Sulsel

Makassar, KABAROKE — Calon gubernur dan calon wakil guernur Sulawesi Selatan nomor urut satu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar mengingatkan pemerintah maupun aparat agar bersikap netral dan independen pada Pemilihan Kepala Daerah. Ketua DPD I Golkar Sulsel sekaligus meminta oknum yang mencoba intervensi proses demokrasi, agar menghentikan segala upayanya.

Pernyataan NH menyusul laporan yang dia dapatkan, berupa aduan sejumlah kepala daerah di Sulsel. Para bupati tersebut mengaku dihubungi oleh seorang menteri di Kabinet Kerja, yang berupaya mengarahkan agar masyarakat di daerah setempat memilih pasangan calon tertentu. Pasangan calon tersebut tak lain merupakan kerabat dekat sang menteri.

“Saya ingatkan, aparat tidak lakukan intervensi demokrasi. Siapa pun, bahkan menteri. Jangan ada menteri asal Sulsel salah gunakan jabatannyan, menghubungi bupati, sampai mengancam-ancam,” kata NH di Makassar, Minggu 24 Juni 2018.

Intervensi sang menteri, kata NH, merupakan tanda kemunduran demokrasi. Oknum bersangkutan disebut berupaya menghalalkan segala cara agar kandidat tertentu memenangi pertarungan.

NH memastikan intervensi menteri di Sulsel bukan isapan jempol. Bupati yang berasal dari Partai Golkar rata-rata mengakui hal itu. Meski pun, hingga kini belum ada rekaman atau bukti lain yang bisa menguatkan pengakuan tersebut

“Pengakuan ada, meski buktinya susah. Tapi yang jelas bupati Golkar ditelepon, diancam-ancam. Ini terjadi di daerah basis NH-Aziz. Di mana pun NH-Aziz unggul, di situ pasti ada upaya intervensi,” ujar NH.

“Kami imbau, seiring masuknya masa tenang, hentikan cara-cara seperti itu. Intervensi sampai mengancam-ancam itu sesuatu yang tidak baik. Rakyat juga sudah cerdas,” dia melanjutkan.

Tak hanya oknum menteri, NH juga mendapatkan informasi bahwa ada kalangan yang ingin memanfaatkan TNI-Polri. Padahal kedua lembaga ini dijamin netralitasnya oleh undang-undang.

Salah satu calon gubernur, kata NH, diduga mengerahkan oknum pada salah satu organ di lembaga tersebut untuk menggalang massa pada pemungutan suara. Sebelum hal itu terbukti benar, pihaknya mengingatkan kepada Pangdam dan Kapolda agar mengantisipasi.

“Kami yakin TNI dan Polri tidak akan terpengaruh intervensi. Karena merupakan penjaga keutuhan NKRI, penjaga Pancasila.” (***)

Usai Tahap Kampanye, Tim Ranger Punggawa Alihkan Dukungan ke NH-Aziz

Tim Punggawa Alihkan Dukungan ke NH-Aziz

Tim Punggawa Alihkan Dukungan ke NH-Aziz

Makassar, KABAROKE — Tim Ranger Punggawa yang sebelumnya mendukung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mengalihkan dukungan ke pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Hal itu setelah Koordinator Tim Ranger Punggawa, Karaeng Sikin bertemu dengan NH di Mapala, Minggu 24 Juni 2018.

Karaeng Sikin mengungkapkan bahwa dirinya kecewa dengan paslon IYL-Cakka. Berjuang mulai dari turut mengumpulkan KTP kala IYL-Cakka hendak maju melalui jalur independen hingga saat tahapan kampanye usai, namun pihaknya tak pernah mendapatkan perhatian.

“Di tim Punggawa (IYL-Cakka) sangat mengecewakan. Bahkan untuk bertemu dengan pak Ichsan pun tak pernah, padahal kami turut mengumpulkan KTP saat dia mau maju,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya sempat menunggu berjam-jam hanya untuk bertemu Ichsan, namun tak juga bisa dapat bertemu. “Waktu Ramadan saja, kami mau ketemu membahas upaya pemenangan dan koordinasi tapi tidak bisa,” kata dia.

Ia menjelaskan, Tim Ranger yang sudah terbentuk lebih dari setahun itu sebelumnya aktif melakukan sosialisasi di wilayah Takalar, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar. Pemuka masyarakat pun dilibatkan sebagai koordinator, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

“Saya sisa sms dan telepon koordinator saya. Jangan pilih punggawa, kita sekarang di NH-Aziz, bersatu memenangkan nomor satu,” ucapnya. (***)

Soal Alih Dukungan, NA-ASS Jangan Bohongi Rakyat

Nasruddin Upel

Nasruddin Upel

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) angkat bicara soal pengalihan dukungan yang diklaim kubu Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Klaim tersebut dianggap sebagai upaya penggiringan opini yang sesat dan cenderung mengarah kepada kebohongan.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel Nasruddin Upel mengatakan, NA-ASS sebelumnya mengklaim pengalihan dukungan dari komunitas Jaringan Koperasi NH-Azis di Makassar. Kelompok ini dipimpin Nur Hamsiah. Padahal setelah ditelusuri, orang bersangkutan ternyata bukan jaringan relawan NH-Aziz.

Upel menjelaskan, Hamsiah diketahui merupakan keluarga dari Syaiful Ahmad, salah satu mantan relawan NH-Aziz di kabupaten Pinrang yang telah dipecat. Pria ini juga sebelumnya diklaim telah berpindah dukungan untuk NA-ASS.

“Hamsiah itu masih keluarganya Syaiful. Syaiful kan sudah dipecat, keluarganya mungkin marah sampai ada klaim-klaim seperti ini,” kata Upel di Makassar.

Upel mengatakan, wacana pengalihan dukungan biasanya marak jelang pemungutan suara. Ini dianggap mencerminkan keputusasaan kandidat calon kepala daerah yang merasa kalah bersaing. Opini masyarakat digiring untuk mempercayai sesuatu yang tidak benar.

“Kami mengimbau para kandidat di Pilgub Sulsel untuk bersaing secara sehat. Jangan bohongi rakyat dengan isu murahan. Mari menunjukkan cara-cara politik yang santun,” ujar Upel.

Lebih lanjut, Upel juga menyindir modus lain kandidat pesaing NH-Aziz dalam wacana pengalihan dukungan. Di mana kader partai pendukung sendiri pun dibuat seolah-olah berpindah haluan. Ini ditunjukkan kubu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, yang mengklaim dukungan pejabat Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. Padahal Demokrat, dari awal memang mendukung IYL-Cakka.

“Beda halnya dengan dukungan yang mengalir untuk NH-Aziz. Semua datang apa adanya tanpa rekayasa, tidak dibuat-buat. Kami juga menegaskan seluruh jaringan pemenangan NH-Aziz selalu solid dan tak gampang terpengaruh,” Upel menambahkan.

Terpisah, Ketua Tim Relawan JK NH-Aziz, Rahman Halid mengatakan pihaknya mengedepankan aspek jujur dan bertanggungjawab dalam menggalang dukungan masyarakat. Relawan dan tim yang didapati berbuat melenceng dari aturan, dipastikan didepak.“Pihak NH-Aziz selalu memberikan pendidikan politik yang baik kepada seluruh tim pemenangan agar tak bermasalah di kemudian hari. Prinsipnya sama-sama ki, bekerja secara bersama-sama, bukan karena ada kepentingan pribadi. Tujuannya satu, memenangkan nomor urut satu,” tuturnya. (**)

Ini 4 Faktor Pendorong Elektabilitas NH-Aziz di Pilgub Sulsel 2018

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Lembaga riset nasional Index Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Hotel Clarion Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (7/6). Hasilnya, elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menempati urutan pertama, unggul cukup telak dibandingkan tiga paslon lain yang menjadi rivalnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada Mei 2018, elektabilitas NH-Aziz mencapai 30,1 persen. Unggul 6,7 persen dibandingkan elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) sebesar 23,4 persen pada urutan kedua. Selanjutnya, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 18,9 persen dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) 5,1 persen. Sisanya, sebesar 22,5 persen responden menjawab rahasia/tidak tahu.

Direktur Eksekutif Index Indonesia, Agung Prihatna, mengungkapkan riset mengenai elektabilitas empat kandidat dilakukan periode Mei 2018 atau sebulan sebelum tahapan pemilihan pada 27 Juni. Survei Index Indonesia dijamin akurat karena memakai sampel sangat besar mencapai 11.200 responden di 24 kabupaten/kota. Margin error-nya pun hanya plus minus 1 persen.

Menurut Agung, secara umum elektabilitas keempat kandidat menunjukkan tren positif. Namun, dengan sisa waktu yang ada, NH-Aziz unggul cukup jauh, bahkan terpaut 6,7 persen dengan NA-ASS di urutan kedua. Kata dia, terdapat setidaknya empat faktor pendorong yang membuat tingkat keterpilihan pasangan nasionalis-religius sangatlah tinggi, beda jauh dengan tiga kandidat lain.

Pertama, NH-Aziz mampu mencitrakan diri sebagai orang yang baik, ramah dan sopan. Itu bisa terlihat dengan komitmen politik santun dan memberikan pencerahan demokrasi, termasuk menciptakan pilkada aman, damai, bersih dan bermartabat. Kedua, pasangan ini unggul dalam hal program yang sangat diterima masyarakat karena sesuai kebutuhan.

Ketiga, NH-Aziz berhasil menarik dukungan besar dari kantong-kantong pemenangan dengan melakukan pendekatan kedaerahan. Keempat, pasangan yang diusung lima partai itu unggul berkat citra keagamaan, dimana kehadiran Aziz yang berlatar belakang tokoh agama menjadi magnet tersendiri bagi pemilih di Sulsel.

“Dalam analisis regresi pada survei ini, NH-Aziz cenderung dipilih karena empat faktor dominan. Itu meliputi citra sebagai orang baik, ramah dan sopan; menawarkan program yang dibutuhkan masyarakat, berasal dari daerah yang sama dan citra keagamaannya,” kata Agung, di sela rilis survei dan diskusi pilkada bertema ‘Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulsel 2018: Siapa yang Paling Berpeluang?’

Menurut Agung, tiga kandidat lain juga memiliki faktor dominan pendorong elektabilitas, tapi tidak sekuat NH-Aziz. AAN-TBL misanya memiliki nilai tambah pada faktor pengalaman memimpin. Lalu, NA-ASS mempunyai keunggulan pada kinerja baik dalam pemerintahan dan IYL-Cakka dipandang memiliki pengalaman memimpin dan adanya ikatan kekerabatan, khususnya dengan pemimpin terdahulu. (**)

Kampanye di Basis IYL, TPP NH-Aziz Kembali Diintimidasi

Ketua TPP NH-Aziz, Sabriati Aziz

Ketua TPP NH-Aziz, Sabriati Aziz

Gowa, KABAROKE — Tersisa beberapa hari menjelang pencoblosan, tim pemenangan pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar terus mempertahankan kemenangan. Apalagi, pasangan ini baru saja diunggulkan oleh lembaga Index Indonesia dengan elektabilitas tertinggi sebesar 30,1 persen.

Karena itu, tim pemenangan NH-Aziz terus bergerak menggalang kekuatannya di berbagai daerah. Termasuk, Tim Perempuan Pejuang NH-Aziz yang kembali menyisir basis Ichsan Yasin Limpo menjabat bupati selama dua periode, Kabupaten Gowa.

Diketahui, tim yang dinakhodai langsung oleh istri Aziz Qahhar, Sabriati Aziz ternyata tidak selalu menemukan kemudahan dalam menjalani safari politik di Gowa. Bahkan, kata Ummi Aty, sapaannyaa, setiap titik kumpul kerap mendapatkan tekanan dari pemerintah setempat.

Seperti kali ini, Tim Perempuan Pejuang NH-Aziz menjadwalkan sosialisasi program pasangan nasionalis-religius di Dusun Embun, Desa Jene Madinging, Kecamatan Pattallassang. Kabupaten Gowa, Senin (11/6). Oleh Ummi Aty, sedianya agenda tersebut digelar pada pukul 14.00 wita.

“Akhirnya harus tertunda hampir satu jam, karena kepala desa setempat komplain. Pasalnya, Tim TPP dianggap tidak mappatabe ke aparat desa setempat,” bebernya.

Tak hanya itu, isu lain yang diembuskan pihak tidak bertanggung jawab di Desa Jene Madinging, tim NH-Aziz telah membagikan gambar kepada warga setempat. Bahkan, ada pula isu miring bahwa warga telah dijanji uang Rp100 ribu per orangnya. Hal itu akhirnya ditegaskan, bagi-bagi gambar dan uang itu tidak ada.

Namun demikian, terlepas dari intimidasi dan tekanan di Gowa, ratusan warga setempat tetap antusias hadir dalam kesempatan tersebut. Mereka pun solid dan siap memenangkan pasangan NH-Aziz yang digelari duet “lino-akhirat”.

Intimidasi kepada tim NH-Aziz juga pernah terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, NH hendak mengunjungi kediaman salah satu warga di Kecamatan Pallangga. Namun, pihak warga mendadak membatalkan agenda tersebut. Setelah ditelusuri, camat setempat rupaya mengintimidasi warga tersebut agar tidak menerima kedatangan NH di daerahnya. (*)

Anggota DPR RI Ini Minta Habibie Maju Capres 2019

Legislator RI Tamzil Linrung [Foto: Liputan6]

Legislator RI Tamzil Linrung [Foto: Liputan6]

Parepare, KABAROKE — Anggota DPR RI Komisi VII Tamsil Linrung bertemu dengan ratusan warga Parepare, pada acara buka puasa bersama pengurus DPD PKS Kota Parepare, akhir pekan lalu. Acara itu turut dihadiri Ustaz Das’ad Latief dan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Faisal Andi Sapada dan Asriady Samad.

Dalam sambutan singkatnya, Tamsil menyampaikan keinginannya untuk mendukung kembali BJ Habibie untuk maju kembali jadi presiden. Seperti diketahui Parepare adalah kota kelahiran presiden ketiga RI.

“Kita tidak heran di Malaysia saja terpilih seorang presiden dari pihak oposisi yang usianya jauh lebih tua dari Habibie. Jadi apa salahnya kalau kita kembali dorong Habibie untuk maju kembali di Pilpres 2019 mendatang,” ungkap legislator asal Sulsel tersebut.

“Kita dorong beliau untuk menjadi solusi dari permasalahan negara ini dengan hadirnya kembali sosok Habibie yang sudah teruji kepemimpinanya,” ungkap Tamsil Linrung.

Tamsil Linrung yang saat ini tengah mencalonkan diri maju di DPD RI 2019 juga merasa lembaga dewan perwakilan daerah atau DPD RI ada berkat buah reformasi yang telah didorong oleh Habibie. (***)

Waspada Manipulasi Survei, Ini Tiga Potensi Praktik Jekkong di Pilgub Sulsel

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Hamka B Kady

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Hamka B Kady

Makassar, KABAROKE — Masyarakat Sulsel khususnya pendukung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) diminta waspada terhadap praktik kecurangan di Pilgub Sulsel. Khususnya dengan cara manipulasi hasil survei untuk membentuk opini publik.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim NH-Aziz Center, Hamka B Kady menanggapi hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang diduga kuat merupakan pesanan. Setidaknya, ia menjabarkan tujuh kemungkinan praktik “jekkong” berdasarkan hasil survei yang direkayasa.

Pertama, melalui survei yang di publish bisa jadi adalah target perolehan suara seorang kandidat dan penggembosan suara bagi lawan tandingnya. Tujuannya, kata dia, agar hasil suara akhir akan dipaksakan dicapai dengan cara apapun termasuk cara jekkong.

Kedua, oknum kandidat akan melakukan langkah-langkah penekanan di daerah yang di kuasai atau daerah basisnya. Mungkin saja, lanjutnya menjelaskan, melakukan langkah jekkong dengan di-backup aparat sipil negara.

“Bahkan bisa jadi berusaha mempengaruhi aparat keamanan termasuk penyelenggara dan panwas untum minta perlindungan atau paling tidak ada pembiaran supaya aman dalam melaksanakan aksi jekkongnya,” tuturnya.

Kemudian, oknum kandidat melakukan pengawalan suara di setiap lingkungan dan dusun atau di sekitar TPS pada malam hari hingga menjelang pecoblosan. Bahkan, ia menyebut, ada kemungkinan dilakukan cara memberikan sesuatu kepada pemilih yang dikawalnya.

Olehnya itu, Hamka mengingat kepada masyarakat untuk turut memerangi praktik curang di Pilgub Sulsel. Penguatan tim di tingkat TPS, kata Hamka, akan diperkuat untuk mencegah adanya praktik jekkong.

“Ayo rapatkan barisan untuk melawan proses kecurangan yang mereka rancang secara sistematis dan massif,” ujarnya. (**)

Didukung Batu Putih Syndicate, NH-Aziz Dapat Suntikan 1,7 Juta Suara

Presiden Batu Putih Syndicate Syamsul Bahri Sirajuddin Bersama Nurdin Halid

Presiden Batu Putih Syndicate Syamsul Bahri Sirajuddin Bersama Nurdin Halid

Makassar, KABAROKE — Komunitas Batu Putih Syndicate (BPS) akhirnya resmi menyatakan arah dukungannya dalam Pilgub Sulsel. Tim pemenangan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar pada pilgub lalu ini memilih untuk kembali memenangkan Aziz Qahhar yang kini menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Nurdin Halid.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus menjelaskan, dukungan BPS dalam jejaring pemenangan NH-Aziz dianggap sebagai langkah maju bagi tim. Hal itu diungkapkannya karena telah begitu mengenal dan mengetahui kekuatan jaringan yang dimiliki oleh lembaga ini.

“Pada Pilgub 2013 saya merekam aktivitas mereka di lapangan. Bagaimana mereka membangun jaringan dan dimana jaringan itu berada sedikit banyak saya tahu,” kata Nurmal yang juga alumni Batu Putih Sindycate.

Mantan Ketua KPU Makassar ini menyatakan salah satu faktor keberhasilan Ilham-Azis meraih hingga 1,7 juta dukungan pada Pilgub 2013 adalah karena kesuksesan manajemen tim yang mereka bangun. Sehingga, Nurmal menyebutkan, modal itulah yang dapat menjadi kekuatan ekstra bagi NH-Aziz kali ini.

“Jaringan mereka meliputi seluruh Sulsel. Saya tidak tahu apakah jarjngan itu masih bertahan atau tidak. Kalau bertahan, itu sangat luar biasa. Mereka mampu meraup 1,7 juta suara padahal saat itu melawan incumbent SYL,” ujarnya.

Nurmal pun menyarankan agar langkah pertama yang dilakukan NH-Aziz dengan bergabungnya BPS adalah dengan mencoba membangun kembali kekuatan lembaga ini.

“Saya tahu mereka punya database tim hingga tingkat TPS. Tapi, apakah itu masih aktif atau tidak itu dulu yang harus ditelusuri,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, kekuatan itu tak terlalu sulit untuk dibangun karena saat itu BPS juga mengelola tim bersama tim pejuang bersatu. Saat ini, tim pejuang bersatu juga kian getol memperjuangkan kemenangan NH-Aziz dalam Pilgub Sulsel.

“Saya pikir itu tak terlalu sulit bagi mereka karena mereka dulu membangun kekuatan Pilgub 2013 bersama tim pejuang bersatu yang kini juga bersama NH” tutupnya. (*)

Totalitas Pendukung Appi-Cicu Menangkan NH-Aziz

Pendukung Appi-Cicu All Out Menangkan NH-Aziz

Pendukung Appi-Cicu All Out Menangkan NH-Aziz

Makassar, KABAROKE — Gagasan dan program Sulsel Baru yang dicanangkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) membuat masyarakat tidak bisa berpaling. Dukungan kepada calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu itu semakin massif jelang tahapan pencoblosan. Di Makassar, pendukung calon tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) memastikan dukungan kepada NH-Aziz.

“Ya arah dukungan pendukung Appi-Cicu jelas. Di Pilwalkot Makassar, kita all out menangkan Appi-Cicu dan di Pilgub Sulsel, kita berjuang habis-habisan menangkan NH-Aziz, itu harga mati. Tidak usah diragukanlah, seluruh pendukung Appi-Cicu pasti dukung NH-Aziz,” kata salah seorang pendukung militan Appi Cicu, Hj Lina, Kamis, 31 Mei.

Menurut Hj Lina, banyak pertimbangan hingga akhirnya pendukung Appi-Cicu menjatuhkan dukungan untuk NH-Aziz. Di antaranya yakni Appi-Cicu dan NH-Aziz bisa dibilang memiliki banyak kesamaan dan memang berafiliasi secara resmi. Appi-Cicu dan NH-Aziz dapat dikatakan merupakan satu paket untuk menuju Makassar dan Sulsel Baru yang lebih maju dan sejahtera.

“Tidak kalah penting itu program NH-Aziz tiada duanya. Ya inilah kandidat yang paling gagah dan bagus programnya, seperti orangnya,” ucap Hj Lina yang merupakan warga Rappokalling.

Lebih jauh, ia menyampaikan secara spesifik, program NH-Aziz menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Terkhusus kalangan ibu rumah tangga dan masyarakat kurang mampu. Kehadiran program pendidikan dan perlengkapan sekolah gratis, layanan kesehatan berbasis KTP, bantuan modal tanpa bunga, bantuan peningkatan gizi ibu hamil dan balita dan banyak lainnya sangatlah membantu wong cilik.

“Kalau masyarakat dukung NH-Aziz, itu karena programnya tiada duanya, paling top. Program NH-Aziz itu jawaban dari seluruh permasalahan ibu rumah tangga maupun orang yang kurang mampu. NH-Aziz menunjukkan kepedulian dan perhatian yang sangat besar,” tutup dia. (**)

Tak Dimiliki Kandidat Lain, Program Kesehatan NH-Aziz Buat Masyarakat Tak Bisa Berpaling

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Soppeng, KABAROKE — Ketua Harian DPD II Golkar Soppeng, Syahruddin M Adam, mengungkapkan melesatnya elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), tidak lepas berkat gagasan dan programnya yang sangat pro-rakyat. Sederet program pasangan dengan tagline Sulsel Baru itu membuat masyarakat tidak bisa berpaling. Terlebih, banyak program NH-Aziz yang memang tidak dimiliki oleh kandidat lain.

Khusus di Soppeng, Syahruddin menyebut masyarakat ‘jatuh cinta’ dengan program kesehatan NH-Aziz. Di antaranya yakni layanan kesehatan berbasis KTP, program 1 dokter 1 kampung dan menghadirkan rumah sakit pratama di tiap kecamatan. Program-program kesehatan itu sama sekali tidak dimiliki oleh kandidat lain. Padahal, semuanya itu merupakan harapan dan kebutuhan masyarakat yang kebanyakan masih sulit mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas.

“NH-Aziz kini unggul dan paling dominan di Soppeng. Kenapa? Salah satunya ya berkat gagasan dan programnya yang sangat diterima. Yang paling dinanti ya layanan kesehatan berbasis KTP, itu sangat membantu masyarakat. Nah, keunggulan NH-Aziz karena mampu mencanangkan program sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, program demikian tidak dimiliki oleh kandidat lain,” ujar Syahruddin yang juga Wakil Ketua DPRD Soppeng, Senin, 28 Mei.

Menurut Syahruddin, berkat gagasan dan program pro-rakyat, NH-Aziz kini mendapatkan dukungan besar. Masyarakat Soppeng, sambung dia, siap menyatu dan bahu-membahu memenangkan pasangan nomor urut satu. Harapannya, jika NH-Aziz menang, maka seluruh program pro-rakyat yang dicanangkan dapat segera direalisasikan.

“Kita percaya kepada NH-Aziz. Dengan jaringan yang luas dan kuat di pentas nasional, semua program dapat direalisasikan. Apalagi, NH-Aziz telah membuat kontrak politik, sebuah ikrar dan komitmen yang tidak dilakukan oleh kandidat lain,” tegas Ketua Tim Pemenangan NH-Aziz di Soppeng.

Lebih jauh, Syahruddin memaparkan elektabilitas NH-Aziz kini semakin jauh meninggalkan kandidat lain. Saat ini, tingkat keterpilihan pasangan nasionalis-religius itu sudah hampir mencapai 50 persen. Terpaut belasan persen dengan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) di posisi kedua. Adapun dua kandidat lain cukup keteteran dan tertinggal jauh.

“Saat ini, (elektabilitas) NH-Aziz sudah mencapai 43 persen, mendekati target 50 persen. Di Soppeng, kita bersyukur NH-Aziz paling dominan, ini semua harus mampu kita jaga hingga hari pemilihan,” pungkasnya. (**)

1 2 3 4 5 355