Soal Perikanan, Indonesia Sepakat Dengan Thailand

Kunjungan Menlu Thailand

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai

KABAROKE – Indonesia dan Thailand setuju untuk menyelesaikan persoalan di bidang perikanan dalam jangka panjang. Selain itu, kedua negara juga menyetujui promosi dagang dan investasi kerjasama untuk menekan kriminalitas lintas negara.

Persetujuan tersebut dibuat dalam kunjungan dua hari Menlu Thailand Don Pramudwinai ke Indonesia yang berakhir, Kamis (11/2) lalu.

Dalam kunjungannya, Menlu Thailand melakukan pembicaraan dengan Menlu Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi di Jakarta.

Don mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayut Chan-ocha mengundan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Thailand, sebagaimana disiarkan Kantor Berita Thailand TNA.

Selain itu Don juga mengundang Retno untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Eropa di Thailand pada bulan Oktober dan November nanti.

Isu-isu mengenai perikanan dibahas selama Don bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti.

Mereka berjanji melakukan kerja sama untuk memerangi pencarian ikan secara tidak sah (illegal fishing).

Don menyampaikan usul mengenai langkah-langkang jangka pendek dan jangka panjang dalam mengatasi persoalan tersebut.

Untuk jangka pendek, pejabat tinggi Indonesia akan menggelar pertemuan di Thailand, sedangkan untuk jangka panjang akan dibuat kontrak penanaman modal bersama dalam industri perikanan di Indonesia.

Don juga menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia atas pencarian dan pemulangan sekitar 1.800 nelayan Thailand.

Indonesia dan Thailand merayakan ulang tahun ke-66 hubungan diplomatiknya pada tahun ini, demikian kantor berita Thailand TNA melaporkan. (bs)

Semua senang jika Kim Jong-Un dimusnahkan

KABAROKE — Ha Tae-keung, anggota parlemen Korea Selatan, mengatakan Kim Jong Un harus dimusnahkan sebagai satu-satunya solusi untuk menghentikan program senjata nuklir yang dikembangkan Korea Utara.

Kekuatan Militer Iran

Jika dilihat dari statistiknya, kekuatan militer Iran menghuni peringkat 23 dari 126 negara. Satu pencapaian yang tidak boleh diremehkan. Dan memang pada kenyataannya, Iran memiliki modal yang lebih dari cukup untuk membuat negara lain tidak coba-coba cari gara-gara.

Yang paling diingat dan dikenal dunia, Iran memiliki nuklir. Meskipun tidak sebanyak Amerika dan negara-negara lainnya, namun tetap saja akan jadi ancaman serius bagi siapa pun yang mengusik negaranya Ahmadinejad itu. Jika nuklir masih belum cukup, Iran masih memiliki banyak senjata mematikan lainnya.

Apa saja yang dimiliki Iran sehingga negara ini ditakuti?

1. Pasukan Quds

Jika Amerika punya Navy Seal, Iran juga tak mau kalah dengan pasukan elit mereka bernama Quds Force (Pasukan Suci). Pasukan spesial ini adalah pilihan dari kandidat terbaik di angkatan bersenjata Iran. Jumlahnya sekarang diperkirakan sekitar 15 ribu orang. Jika satu orang pasukan khusus saja bisa membunuh 10 orang lebih, maka jumlah ini lebih dari cukup untuk menghabisi seluruh pasukan musuh.

Quds Force dibekali kemampuan mengerikan khas tentara spesial. Tak hanya skill,  Quds Force juga dibekali berbagai alutsista terbaik oleh pemerintah Iran.

Pasukan Quds

Quds Force

2. Misil Balistik

Iran memang mengembangkan beberapa jenis misil dengan kemampuan dan daya ledak berbeda. Misalnya Shabab-4 yang bisa menghancurkan target sejauh 2.400 mil, atau mungkin Sejil 3 yang memiliki berat 38 ribu kilogram dan mampu merengkuh jarak maksimum 4 ribu kilometer. Hanya sekali tekan, misil-misil ini akan meluncur ke target yang diinginkan.

3. Perahu Tempur Cepat

Iran memiliki skuad perahu tempur cepat paling terlatih di dunia. Pasukan tempur ini didesain multi fungsi. Ia tak hanya bisa dipakai untuk menghancurkan properti dan fasilitas militer musuh, tapi juga bisa bertarung di tengah laut (sea combat).

Pasuka perahu tempur cepat

Pasukan perahu tempur cepat

4. Ghadir-Class Midget Submarines

Ghadir mungkin bukan kapal selam kelas berat, tapi ia bisa jadi ancaman super serius bagi musuh-musuh Iran. Bentuknya yang ramping membuat Ghadir bisa melesat cepat.  Kecepatannya bisa mencapai 11 knot ketika di dalam air.

Ghadir Class Submarine

Ghadir Class Submarine

Fungsi lain Ghadir, ia  juga bisa dipakai untuk memboyong para Quds. Jadi, sekalian bisa sebagai kendaraan akomodasi bayangan yang tak terlihat. Lalu dari sini Quds bisa langsung menusuk ke jantung pertahanan musuh. Satu lagi keunggulan Ghadir adalah biaya pengadaannya yang murah. Dengan memanfaatkan sedikit kekayaan alamnya, Iran bisa memboyong lusinan Ghadir untuk dioperasikan bersama-sama.

5. Misil Soumar

Iran kabarnya baru-baru ini mengembangkan senjata baru bernama Soumar. Ini adalah semacam misil jarak jauh yang punya daya ledak super. Iran terinspirasi dari Kh-55 bikinan Rusia. Meskipun demikian, negara Persia di masa lalu ini punya ciri khas sendiri.

Misil Soumar

Misil Soumar

Tak hanya punya daya ledak yang tidak main-main, Soumar katanya bisa menghancurkan target dari jarak yang cukup jauh. Masih belum diketahui berapa banyak Soumar yang bisa dibuat oleh Iran. Tapi, kalau dilihat dari ekonomi mereka yang stabil, mungkin saja Iran bisa membuat Soumar dengan jumlah yang lebih dari cukup untuk meluluhlantahkan sebuah negara.

Iran mungkin bukan pemilik militer terbaik, tapi setelah melihat fakta ini mereka patut untuk diperhitungkan di kancah dunia. (zbdc)

syria

KABAROKE –  Sejumlah Negara-negara besar,  Jum’at ini telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik di Suriah dan memperluas pengiriman bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang terjebak dalam konflik.

 
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, berbicara kepada wartawan setelah pertemuan beberapa negara di Munich yang termasuk  diantaranya Rusia dan lebih dari selusin negara lain. Dia mengatakan, target untuk menerapkan penghentian pertempuran adalah seminggu.

Semua peserta pertemuan telah sepakat bahwa perundingan damai Suriah harus dilanjutkan di Jenewa sesegera mungkin. Namun Kerry berkata bahwa penghentian itu tidak berlaku untuk konflik dengan ISIS dan kelompok militan lain yang terlibat pertempuran di Suriah.

Sementara itu Menlu Inggris Philip Hammond mengatakan, penghentian pertempuran hanya bisa berhasil jika Rusia menghentikan serangan udara yang mendukung pasukan pemerintah Suriah melawan oposisi. “Jika dilaksanakan sepenuhnya dan benar … ini (kesepakatan) akan menjadi langkah penting untuk menghilangkan pembunuhan dan penderitaan di Suriah,” kata Hammond dalam sebuah pernyataan.

Para menteri luar negeri yang bertemu kemarin juga membahas tiga isu utama: Penghentian sengketa secara bertahap dengan tanggal yang jelas. Akses kemanusiaan ke kota-kota yang dikepung oleh kedua belah pihak,  dan meminta komitmen pihak Suriah agar kembali ke Jenewa untuk negosiasi politik. (hfp)

 

1 353 354 355