Usai Pantau Pilkada Sulsel, Ini yang Dilakukan Sumarsono

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono

Makassar, KABAROKE — Usai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di sejumlah TPS, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono dan tim rombongan yang ikut melakukan sujud syukur di Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung) Pantai Losari, Rabu sore (27/6).

Sujud syukur ini, Ia lakukan karena sepanjang pemantauan secara umum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Selanjutnya, Ia mencoba menikmati, Indahnya matahari terbenam (sunset) dari kawasan pusat wisata yang paling ramai di kunjungi di Makassar.

Setiba di kawasan wisata utama justru Sumarsono “diserbu” beberapa kelompok ibu-ibu meminta untuk foto bersama.

Ada juga ayah, ibu dan anak-anak yang mendekati Sumarsono dan meminta berfoto.

“Ijin foto pak Gubernur,” pinta mereka dengan santun.

Usai foto-foto, Sumarsono berkeliling Losari yang sore itu dipadati ribuan pengunjung. Hari itu, Rabu 27 Juni memang ditetapkan Presiden RI Jokowi sebagai libur nasional.

Selanjutnya, di masjid yang terletak di Jalan Penghibur ini. Saat mendekati waktu salat Magrib, Ia kemudian mengambil air wudhu untuk salat bersama warga. (*)

Golkar Sulsel: Nurdin Halid Unggul 33,4 Persen di Real Count

Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Organisasi, M Risman Pasigai

Wakil Ketua Golkar Sulsel Bidang Organisasi, M Risman Pasigai

Makassar, KABAROKE — Partai Golkar Sulawesi Selatan merespon hasil perhitungan cepat yang menempatkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dengan elektabilitas tertinggi. Partai yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar itu menyebut jagoannya unggul di versi real count.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Partai Golkar Sulsel Risman Pasigai di kediaman Nurdin Halid, Jalan Mapala, Makassar, Rabu malam, 27 Juni 2018. Ia mengklaim, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar yang unggul berdasarkan rekap C1 yang dikumpulkan para saksi Golkar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“Partai Golkar yang turut merekap C1, hasil perhitungan suara dari saksi seluruh kabupaten/kota, kami nyatakan NH-Aziz unggul sementara 33,4 persen,” ungkap Risman.

Menurutnya, kandidat nomor dua, Agus-Tanribali meraih 6,7 persen. Kemudian kandidat nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman 32,2 persen, serta pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 27,8 persen. Hasil itu, kata dia, berdasarkan rekap perhitungan C1 dengan data yang terkumpul mencapai 70 persen.

“Jadi memang masih sementara, kami akan tunggu sampai pagi rekap C1 dari para saksi kami,” kata dia.

Risman menegaskan, pihak Golkar Sulawesi Selatan menghormati dan menghargai hasil hitung cepat yang dirilis oleh sejumlah lembaga. Tapi, hasil itu belum final dan belum berkekuatan hukum tetap. (**)

Khofifah Unggul Telak di TPS Kampungnya

Mensos Khofifah Indra Parawansa

Mensos Khofifah Indra Parawansa

Surabaya, KABAROKE — Calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) Khofifah Indar Parawansa berhasil meraup 76 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) di tempat pemungutan suara (TPS) 016, Kelurahan Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya, yang tak lain adalah kampugnya sendiri.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS setempat Muhammad Mabrur, kepada wartawan usai melakukan penghitungan suara, Rabu sore, mengumumkan Khofifah yang di Pilkada Jatim 2018 berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak memperoleh sebanyak 413 suara.

Sedangkan pasangan calon lawannya, Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno, di TPS tersebut memperoleh 56 suara.

“Kemenangan pasangan Khofifah-Emil di TPS 016 Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo Surabaya mencapai 76 persen dari total jumlah pemilih,” tuturnya.

Dia menjelaskan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 016 adalah 631 orang. Namun, tercatat yang hadir menggunakan hak pilihnya sebanyak 497 orang. 10 suara di antaranya dinyatakan tidak sah dalam penghitungan yang baru rampung pada sekitar pukul 15.40 WIB sore tadi.

TPS 016 berlokasi di Sekolah Dasar Negeri Margorejo VI Surabaya, yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah mantan Menteri Sosial itu di Jalan Jemursari VIII Surabaya.

Khofifah tercatat sebagai DPT nomor 217 di TPS tersebut. Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu hadir menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut pada sekitar pukul 10.30 WIB tadi pagi dengan didampingi tiga orang anaknya.

Khofifah berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak mengikuti Pilkada Jatim 2018 diusung oleh koalisi partai politik Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PAN dan PPP. Pasangan lainnya yang mengikuti Pilkada Jatim 2018 adalah Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno yang diusung koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra. (*)

Belum Menyerah, NH Optimistis Menang di Real Count

Nurdin Halid dan Istrinya Andi Nurbani

Nurdin Halid dan Istrinya Andi Nurbani

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), belum menyerah meski hasil quick count alias hitung cepat dari berbagai lembaga riset mengunggulkan pasangan nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). NH-Aziz masih menunggu hasil hitung nyata alias real count dari tim pemenangannya maupun hasil rekapitulasi KPU.

“Kita hargai hasil quick count, tapi itu bukan akhir dari perjuangan. Yang paling menentukan adalah real count dan itu masih kita tunggu,” ujar NH, kepada awak media di kediamannya, Rabu (27/6).

Sejauh ini, perkembangan hasil real count dari tim NH-Aziz baru mencapai 20 persen. Dan, untuk sementara pihaknya unggul telak dibandingkan tiga pesaingnya, termasuk NA-ASS. Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu menyampaikan hasil real count dari timnya sudah bisa kelihatan pada pukul 21.00-22.00 WITA. “Ya nanti setelah itu barulah kita bisa mengambil sikap,” tegasnya.

NH juga sempat kaget melihat hasil quick count dari beberapa lembaga riset yang merilis elektabilitasnya terpaut jauh dengan NA-ASS. Padahal, dalam beberapa hasil survei dari lembaga riset kredibel dan independen rentang sebulan sampai sepekan sebelum pemilihan, NH-Aziz selalu unggul. Olehnya itu, kalau pun ada perubahan signifikan di lapangan, selisih suaranya tidak akan terpaut jauh.

“Ya intinya quick count itu bukanlha final perhitunagn suara. Final penghitungan resmi tentunya ada pada keputusan KPU. Tapi ya memang (hasil quick count) mengejutkan saya, kalau selisih yang dipertontonkan itu besar, padahal sebulan terakhir survei independen menempatkan kita di urutan pertama,” urai NH.

“Jadi kalaupun dalam satu bulan mereka bekerja massif merebut hati rakyat, selisihnya tidak akan sampai sebesar ini, sampai 8-10 persen,” pungkasnya. (*)

Masa Tenang Pilgub Sulsel, NH dan Keluarga Salawatan Bareng Anak Yatim

Nurdin Halid dan Keluarga Salawatan di Mapala

Nurdin Halid dan Keluarga Salawatan di Mapala

Makassar, KABAROKE — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid memanfaatkan masa tenang Pilgub Sulsel dengan berbagai kegiatan positif. Di hari keduanya, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini menggelar sejumlah agenda.

Usai melakukan halalbihalal bersama warga hijau hitam, NH dan keluarga berkumpul bersama ratusan anak yatim. Ia mengundang anak yatim dari berbagai panti asuhan di makassar untuk salawatan bareng.

Suasana salawatan berlangsung begitu khusyuk. Dengan mengenakan pakaian yang didominasi berwarna putih, ratusan anak yatim melantunkan doa kepada Allah swt. untuk Nabi Muhammad SAW.

Di berbagai kesempatan, NH dan keluarga selalu menyempatkan momen doa dan zikir bersama secara khusus. Hal itu dilakukan agar setiap langkah dapat diiringi berkah dan rahmat dari Tuhan.

Zikir dan doa bersama anak yatim di kediamannya juga dilakukan NH saat Ramadan lalu. Begitu pula saat jelang penentuan nomor urut dan kirab pra deklarasi pasangan bersama Aziz Qahhar. (*)

NH Sebut Ada Menteri Intervensi Pilgub, Sampai Mengancam Kepala Daerah

Nurdin Halid dan Sejumlah Pengurus Golkar Sulsel

Nurdin Halid dan Sejumlah Pengurus Golkar Sulsel

Makassar, KABAROKE — Calon gubernur dan calon wakil guernur Sulawesi Selatan nomor urut satu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar mengingatkan pemerintah maupun aparat agar bersikap netral dan independen pada Pemilihan Kepala Daerah. Ketua DPD I Golkar Sulsel sekaligus meminta oknum yang mencoba intervensi proses demokrasi, agar menghentikan segala upayanya.

Pernyataan NH menyusul laporan yang dia dapatkan, berupa aduan sejumlah kepala daerah di Sulsel. Para bupati tersebut mengaku dihubungi oleh seorang menteri di Kabinet Kerja, yang berupaya mengarahkan agar masyarakat di daerah setempat memilih pasangan calon tertentu. Pasangan calon tersebut tak lain merupakan kerabat dekat sang menteri.

“Saya ingatkan, aparat tidak lakukan intervensi demokrasi. Siapa pun, bahkan menteri. Jangan ada menteri asal Sulsel salah gunakan jabatannyan, menghubungi bupati, sampai mengancam-ancam,” kata NH di Makassar, Minggu 24 Juni 2018.

Intervensi sang menteri, kata NH, merupakan tanda kemunduran demokrasi. Oknum bersangkutan disebut berupaya menghalalkan segala cara agar kandidat tertentu memenangi pertarungan.

NH memastikan intervensi menteri di Sulsel bukan isapan jempol. Bupati yang berasal dari Partai Golkar rata-rata mengakui hal itu. Meski pun, hingga kini belum ada rekaman atau bukti lain yang bisa menguatkan pengakuan tersebut

“Pengakuan ada, meski buktinya susah. Tapi yang jelas bupati Golkar ditelepon, diancam-ancam. Ini terjadi di daerah basis NH-Aziz. Di mana pun NH-Aziz unggul, di situ pasti ada upaya intervensi,” ujar NH.

“Kami imbau, seiring masuknya masa tenang, hentikan cara-cara seperti itu. Intervensi sampai mengancam-ancam itu sesuatu yang tidak baik. Rakyat juga sudah cerdas,” dia melanjutkan.

Tak hanya oknum menteri, NH juga mendapatkan informasi bahwa ada kalangan yang ingin memanfaatkan TNI-Polri. Padahal kedua lembaga ini dijamin netralitasnya oleh undang-undang.

Salah satu calon gubernur, kata NH, diduga mengerahkan oknum pada salah satu organ di lembaga tersebut untuk menggalang massa pada pemungutan suara. Sebelum hal itu terbukti benar, pihaknya mengingatkan kepada Pangdam dan Kapolda agar mengantisipasi.

“Kami yakin TNI dan Polri tidak akan terpengaruh intervensi. Karena merupakan penjaga keutuhan NKRI, penjaga Pancasila.” (***)

Usai Tahap Kampanye, Tim Ranger Punggawa Alihkan Dukungan ke NH-Aziz

Tim Punggawa Alihkan Dukungan ke NH-Aziz

Tim Punggawa Alihkan Dukungan ke NH-Aziz

Makassar, KABAROKE — Tim Ranger Punggawa yang sebelumnya mendukung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mengalihkan dukungan ke pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Hal itu setelah Koordinator Tim Ranger Punggawa, Karaeng Sikin bertemu dengan NH di Mapala, Minggu 24 Juni 2018.

Karaeng Sikin mengungkapkan bahwa dirinya kecewa dengan paslon IYL-Cakka. Berjuang mulai dari turut mengumpulkan KTP kala IYL-Cakka hendak maju melalui jalur independen hingga saat tahapan kampanye usai, namun pihaknya tak pernah mendapatkan perhatian.

“Di tim Punggawa (IYL-Cakka) sangat mengecewakan. Bahkan untuk bertemu dengan pak Ichsan pun tak pernah, padahal kami turut mengumpulkan KTP saat dia mau maju,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya sempat menunggu berjam-jam hanya untuk bertemu Ichsan, namun tak juga bisa dapat bertemu. “Waktu Ramadan saja, kami mau ketemu membahas upaya pemenangan dan koordinasi tapi tidak bisa,” kata dia.

Ia menjelaskan, Tim Ranger yang sudah terbentuk lebih dari setahun itu sebelumnya aktif melakukan sosialisasi di wilayah Takalar, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar. Pemuka masyarakat pun dilibatkan sebagai koordinator, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

“Saya sisa sms dan telepon koordinator saya. Jangan pilih punggawa, kita sekarang di NH-Aziz, bersatu memenangkan nomor satu,” ucapnya. (***)

Soal Alih Dukungan, NA-ASS Jangan Bohongi Rakyat

Nasruddin Upel

Nasruddin Upel

Makassar, KABAROKE — Tim pemenangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) angkat bicara soal pengalihan dukungan yang diklaim kubu Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Klaim tersebut dianggap sebagai upaya penggiringan opini yang sesat dan cenderung mengarah kepada kebohongan.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel Nasruddin Upel mengatakan, NA-ASS sebelumnya mengklaim pengalihan dukungan dari komunitas Jaringan Koperasi NH-Azis di Makassar. Kelompok ini dipimpin Nur Hamsiah. Padahal setelah ditelusuri, orang bersangkutan ternyata bukan jaringan relawan NH-Aziz.

Upel menjelaskan, Hamsiah diketahui merupakan keluarga dari Syaiful Ahmad, salah satu mantan relawan NH-Aziz di kabupaten Pinrang yang telah dipecat. Pria ini juga sebelumnya diklaim telah berpindah dukungan untuk NA-ASS.

“Hamsiah itu masih keluarganya Syaiful. Syaiful kan sudah dipecat, keluarganya mungkin marah sampai ada klaim-klaim seperti ini,” kata Upel di Makassar.

Upel mengatakan, wacana pengalihan dukungan biasanya marak jelang pemungutan suara. Ini dianggap mencerminkan keputusasaan kandidat calon kepala daerah yang merasa kalah bersaing. Opini masyarakat digiring untuk mempercayai sesuatu yang tidak benar.

“Kami mengimbau para kandidat di Pilgub Sulsel untuk bersaing secara sehat. Jangan bohongi rakyat dengan isu murahan. Mari menunjukkan cara-cara politik yang santun,” ujar Upel.

Lebih lanjut, Upel juga menyindir modus lain kandidat pesaing NH-Aziz dalam wacana pengalihan dukungan. Di mana kader partai pendukung sendiri pun dibuat seolah-olah berpindah haluan. Ini ditunjukkan kubu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, yang mengklaim dukungan pejabat Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. Padahal Demokrat, dari awal memang mendukung IYL-Cakka.

“Beda halnya dengan dukungan yang mengalir untuk NH-Aziz. Semua datang apa adanya tanpa rekayasa, tidak dibuat-buat. Kami juga menegaskan seluruh jaringan pemenangan NH-Aziz selalu solid dan tak gampang terpengaruh,” Upel menambahkan.

Terpisah, Ketua Tim Relawan JK NH-Aziz, Rahman Halid mengatakan pihaknya mengedepankan aspek jujur dan bertanggungjawab dalam menggalang dukungan masyarakat. Relawan dan tim yang didapati berbuat melenceng dari aturan, dipastikan didepak.“Pihak NH-Aziz selalu memberikan pendidikan politik yang baik kepada seluruh tim pemenangan agar tak bermasalah di kemudian hari. Prinsipnya sama-sama ki, bekerja secara bersama-sama, bukan karena ada kepentingan pribadi. Tujuannya satu, memenangkan nomor urut satu,” tuturnya. (**)

Ini 4 Faktor Pendorong Elektabilitas NH-Aziz di Pilgub Sulsel 2018

Ilustrasi

Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Lembaga riset nasional Index Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Hotel Clarion Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (7/6). Hasilnya, elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menempati urutan pertama, unggul cukup telak dibandingkan tiga paslon lain yang menjadi rivalnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada Mei 2018, elektabilitas NH-Aziz mencapai 30,1 persen. Unggul 6,7 persen dibandingkan elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) sebesar 23,4 persen pada urutan kedua. Selanjutnya, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 18,9 persen dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) 5,1 persen. Sisanya, sebesar 22,5 persen responden menjawab rahasia/tidak tahu.

Direktur Eksekutif Index Indonesia, Agung Prihatna, mengungkapkan riset mengenai elektabilitas empat kandidat dilakukan periode Mei 2018 atau sebulan sebelum tahapan pemilihan pada 27 Juni. Survei Index Indonesia dijamin akurat karena memakai sampel sangat besar mencapai 11.200 responden di 24 kabupaten/kota. Margin error-nya pun hanya plus minus 1 persen.

Menurut Agung, secara umum elektabilitas keempat kandidat menunjukkan tren positif. Namun, dengan sisa waktu yang ada, NH-Aziz unggul cukup jauh, bahkan terpaut 6,7 persen dengan NA-ASS di urutan kedua. Kata dia, terdapat setidaknya empat faktor pendorong yang membuat tingkat keterpilihan pasangan nasionalis-religius sangatlah tinggi, beda jauh dengan tiga kandidat lain.

Pertama, NH-Aziz mampu mencitrakan diri sebagai orang yang baik, ramah dan sopan. Itu bisa terlihat dengan komitmen politik santun dan memberikan pencerahan demokrasi, termasuk menciptakan pilkada aman, damai, bersih dan bermartabat. Kedua, pasangan ini unggul dalam hal program yang sangat diterima masyarakat karena sesuai kebutuhan.

Ketiga, NH-Aziz berhasil menarik dukungan besar dari kantong-kantong pemenangan dengan melakukan pendekatan kedaerahan. Keempat, pasangan yang diusung lima partai itu unggul berkat citra keagamaan, dimana kehadiran Aziz yang berlatar belakang tokoh agama menjadi magnet tersendiri bagi pemilih di Sulsel.

“Dalam analisis regresi pada survei ini, NH-Aziz cenderung dipilih karena empat faktor dominan. Itu meliputi citra sebagai orang baik, ramah dan sopan; menawarkan program yang dibutuhkan masyarakat, berasal dari daerah yang sama dan citra keagamaannya,” kata Agung, di sela rilis survei dan diskusi pilkada bertema ‘Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulsel 2018: Siapa yang Paling Berpeluang?’

Menurut Agung, tiga kandidat lain juga memiliki faktor dominan pendorong elektabilitas, tapi tidak sekuat NH-Aziz. AAN-TBL misanya memiliki nilai tambah pada faktor pengalaman memimpin. Lalu, NA-ASS mempunyai keunggulan pada kinerja baik dalam pemerintahan dan IYL-Cakka dipandang memiliki pengalaman memimpin dan adanya ikatan kekerabatan, khususnya dengan pemimpin terdahulu. (**)

Kampanye di Basis IYL, TPP NH-Aziz Kembali Diintimidasi

Ketua TPP NH-Aziz, Sabriati Aziz

Ketua TPP NH-Aziz, Sabriati Aziz

Gowa, KABAROKE — Tersisa beberapa hari menjelang pencoblosan, tim pemenangan pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar terus mempertahankan kemenangan. Apalagi, pasangan ini baru saja diunggulkan oleh lembaga Index Indonesia dengan elektabilitas tertinggi sebesar 30,1 persen.

Karena itu, tim pemenangan NH-Aziz terus bergerak menggalang kekuatannya di berbagai daerah. Termasuk, Tim Perempuan Pejuang NH-Aziz yang kembali menyisir basis Ichsan Yasin Limpo menjabat bupati selama dua periode, Kabupaten Gowa.

Diketahui, tim yang dinakhodai langsung oleh istri Aziz Qahhar, Sabriati Aziz ternyata tidak selalu menemukan kemudahan dalam menjalani safari politik di Gowa. Bahkan, kata Ummi Aty, sapaannyaa, setiap titik kumpul kerap mendapatkan tekanan dari pemerintah setempat.

Seperti kali ini, Tim Perempuan Pejuang NH-Aziz menjadwalkan sosialisasi program pasangan nasionalis-religius di Dusun Embun, Desa Jene Madinging, Kecamatan Pattallassang. Kabupaten Gowa, Senin (11/6). Oleh Ummi Aty, sedianya agenda tersebut digelar pada pukul 14.00 wita.

“Akhirnya harus tertunda hampir satu jam, karena kepala desa setempat komplain. Pasalnya, Tim TPP dianggap tidak mappatabe ke aparat desa setempat,” bebernya.

Tak hanya itu, isu lain yang diembuskan pihak tidak bertanggung jawab di Desa Jene Madinging, tim NH-Aziz telah membagikan gambar kepada warga setempat. Bahkan, ada pula isu miring bahwa warga telah dijanji uang Rp100 ribu per orangnya. Hal itu akhirnya ditegaskan, bagi-bagi gambar dan uang itu tidak ada.

Namun demikian, terlepas dari intimidasi dan tekanan di Gowa, ratusan warga setempat tetap antusias hadir dalam kesempatan tersebut. Mereka pun solid dan siap memenangkan pasangan NH-Aziz yang digelari duet “lino-akhirat”.

Intimidasi kepada tim NH-Aziz juga pernah terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, NH hendak mengunjungi kediaman salah satu warga di Kecamatan Pallangga. Namun, pihak warga mendadak membatalkan agenda tersebut. Setelah ditelusuri, camat setempat rupaya mengintimidasi warga tersebut agar tidak menerima kedatangan NH di daerahnya. (*)

1 2 3 4 273