Pilkada 2018, Gerindra Sulsel Target 73 Persen Kemenanagan

Makassar, KABAROKE – Partai Gerindra Sulsel terus mencanangkan kekuatan di seluruh wilayah. Meski berhasil di Pilkada serentak 2015 lalu dengan meraih 8 kemenangan, tak membuat Gerindra Sulsel puas diri.

Alasannya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra memberikan target lebih di Pilkada serentak 2018 mendatang. Ketua Gerindra Sulsel La Tinro La Tunrung mengatakan, keberhasilan Partai Gerindra Sulsel di Pilkada serentak 2015 lalu membuat kader Gerindra akan semakin solid.

Alasannya, DPP Gerindra memberikan target lebih agar di Pemilu 2018 mendatang perolehan suara Gerindra bisa lebih meningkat.

“Tahun lalu kita bisa capai 73 persen di Pilkada dan itu pencapaian tertinggi Gerindra Sulsel dibandingkan DPD lainnya. Untuk kedepan kita targetkan kembali minimal bisa raih 73 persen kemenangan di Pilkada serentak 2018 di Sulsel,” ujarnya

Mantan Bupati Enrekang dua periode ini menambahkan, kalau target-target bisa dicapai, maka keinginan Gerindra untuk kembali mengusung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang bisa benar-benar terealisasi.

“Untuk itu semua kader harus tetap kompak dan solid untuk mendekati masyarakat Sulsel melalui program-program yang dibuat DPP,” sebutnya.

Sementar itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hasyim Djojohadikusumo mengatakan, tak memberikan target pasti kepada Gerindra Sulsel. Hanya saja, adik Prabowo Subianto ini menginginkan Gerindra Sulsel bisa meraih kemenangan sebanyak-banyaknya di setiap momentum politik kedepan. (ps)

Prabowo : Bisa Saja KMP Berikan Dukungan Terhadap Kadidat DKI 1

Jakarta, KABAROKE – Koalisi Merah Putih (KMP) berencana bergabung kembali dalam mendukung salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, bisa saja KMP mengusung satu nama calon.

Tapi harus melakukan beberapa proses dan tes intuk lolos.

“Bisa saja,” ujar Prabowo saat usai melakukan pertemuan antar pemimpin Partai yang tergabung dalam KMP, Kamis (31/3) malam.

Seperti yang diketahui. Sejumlah tokoh politik yang disebut hadir di antaranya, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Ketum PPP Djan Faridz, Ketum PAN Zulkifli Hasan. Sementara dari PKS hadir Presiden DPP PKS Mohamad Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri.

 

 

 

Pertemuan tersebut diagendakan membahas sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi partai. Mulai dari kondisi ekonomi hingga kesenjangan. (red)

Kemenlu Tegur Yusron, Ahok Itu Kewenangan Kementerian

Jakarta, KABAROKE –  Kementerian Luar Negeri angkat bicara terkait celotehan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendera yang menyinggung Gubernur DKI. Basuki T Purnama (Ahok) di akun twitter miliknya.

Menurut Retno, Para duta besar harusnyatetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.

Menanggapi hal itu, Ahok mengatakan terguran tersebut adalah kewenangan kementerian.

“Ya nggak apa-apa, haknya menlu,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016).
Sebelumnya, Ahok menganggap pernyataan adik Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra sebagai sikap kurang ajar dan bisa memberikan dampak negatif kepada warga keturunan Tionghoa.

Bahkan Ahok sampai meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mencopot Yusron dari jabatannya.

“Kakak Yusron, saat ini sangat berhasrat untuk menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022.” kata Ahok.

Survei : Elektabilitas Ahmad Dhani Tertinggal Jauh Dari Ahok Dan Yusril

Jakarta, KABAROKE – Hasil survei yang dilakukan lembaga riset dan konsultan politik Charta Politika Indonesia menyebutkan elektabilitas musisi Ahmad Dhani belum mampu menyaingi calon incumbent Basuki Tjahja Purnma (Ahok).

Bahkan, hasil survei itu menyebutkan jika Ahmad Dhani hanya mampu menyaingi Ahok dari segi popularitasnya di masyarakat.

“Dari segi popularitas, yang kita gunakan dengan top of mind, artinya saat survei kita tidak menyebutkan nama calon kepada masyarakat, tapi mereka yang menyebutkan. Ahmad Dhani mendapatkan angka yang cukup besar, tapi Ahok masih lebih tinggi, kemudian dibawah Ahmad Dhani ada Desy Ratnasari, baru Yusril Ihza Mahendra,” kata Direktur Ekesekutif Charta, Yunarto saat merilis hasil surveinya yang bertajuk ‘Siapa Berani Lawan Ahok’ di Kantor Charta Jalan Cilannggiri Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).

Ia melanjutkan. Dari sekian aspek yang disurveinya, hanya dalam aspek popularitas saja Ahmad Dhani mendapatkan persentase yang tinggi. Hal itu terbukti, ketika dilihat dari aspek kesukaan masyarakat terhadap bakal calon, persentase suara responden yang didapatkan oleh Ahmad Dhani sangat kecil dan disalip oleh Yusril Ihza Mahendra.

“Kalau kita lihat pada tingkat popularitas, Ahmad Dhani tinggi tapi kalah dari Ahok. Tapi dalam aspek kesukaan masyarakat ini, Yusril meningkat ke peringakat kedau menjadi 68,8 di bawah Ahok, 84,3 persen sementara Ahmad Dhani turun ke angka 45 persen bahkan di bawah Desyratnasari, 64,3 persen. Ternyata tingkat popularitas tidak sejalan dengan kesukaan masyarakat,” kata Yunarto.

Selain kedua aspek tersebut, dua aspek lain yang menunjukkan ketidakberdayaan Ahmad Dhani adalah pada aspek elektabilitas bakal calon. Menurut Yunarto, pada tingkat elektabilitas ini, dimana nama bakal calon gubernur hanya disebutkan oleh responden, Ahmad Dhani hanya mendapatkan angka 0,3 persen.

Persentase angka tersebut jauh di bawah Ahok yang selalu nangkring di posisi teratas dengan angka 44,5 persen.

“Kalau disimpulkan, Ahmad Dhani selalu kalah dari Ahok, tetapi yang selalu meningkat adalah Yusril, bahkan ketika terjadi head to head dengan Ahok,” pungkasnya.

Kesalnya Ahok Melihat Celoteh Adik Yusril Di Twitter

Jakarta, KABAROKE  – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa kesal dengan cuitan (tweet) yang ditulis adik bakal calon DKI 1, Yusril Ihza Mahendra, yakni Yusron Ihza Mahendra.

Ahok menyebut apa yang publikasikan Yusron melalui akun Twitter-nya sangat berbau intimidasi.

“Ada yang nge-twit nakutin, kasihan loh, ‘turunan Cina miskin, nanti dibantai gara-gara Ahok’. Itu kurang ajar, namanya rasis,” ujar Ahok di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan mengadukan sikap Duta Besar Indonesia untuk Jepang itu ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Bu Retno Menlu kalau punya dubes kaya gini ini bukan Indonesia. Jangan taruh orang yang mau ubah Pancasila sila pertama,” ucap Ahok.

Lebih lanjut. Ahok menilai Yusron adalah orang yang pengecut karena menggunakan nama agama dan ras sebagai senjata menjatuhkan kredibilitasnya.

“Kalau masyarakat percaya kan dapat suara, kalau jual agama kan pengecut dan menghina Tuhan. Tuhan saja enggak rasis, kamu Islam saya kristen Tuhan kasih udara yang sama,” kata dia.

Sebelumnya, Yusron Ihza Mahendramemberikan penilaiannya terhadap gaya kepemimpinan Ahok di akun Twitter-nya, @YusronIhza_Mhd.

Dia berkicau, gaya Ahok arogan dan dapat menimbulkan kerusuhan atau kesenjangan sosial di kalangan masyarakat kecil dan etnis Tionghoa.

Ahmad Dhani : Jokowi Lindungi Ahok Di Kasus RS Sumber Waras

Jakarta, KABAROKE – Musisi senior yang juga bakal calon gubernur DKI Jakarta, Ahmad Dhani menilai adanya perlindungan dari Presiden Joko Widodo terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tumah Sakit Sumber Waras.

Untuk itu, pria juga bakal cagub mengingatkan Jokowi untuk bersikap adil jika tidak ingin berdampak buruk pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Jokowi melindungi Ahok sangat kuat. Saran saya kepada Jokowi, Ahok dilepas saja, daripada memberatkan pada 2019 (pilpres),” ujar Dhani saat menghadiri deklarasi Tim Relawan Jakarta Bergerak, Jakarta, Rabu (30/3).

Pentolan grup band Dewa 19 tersebut mengklaim akan pasang badan untuk menyikat semua pihak yang melindungi kasus korupsi RS Sumber Waras tersebut Termasuk Presiden Jokowi dan KPK.

“Siapa saja yang ada di belakang Ahok, KPK, presiden. Kalau korupsi kita sikat, kita sikat,” kelakarnya.

PDIP Memastikan Tidak Akan Dukung Ahok Di Pilgub

Jakarta, KABAROKE – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memastikan tidak akan mendukung calon incumbent, Basuki Tjahaja Purnama di pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto mengatakan partainya akan mendukung calon yang maju lewat jalur partai bukan independen

“Pada Pak Ahok, kami hormati pilihan beliau yang sudah menempuh jalur perseorangan. Maka dalam hal ini, PDIP hanya mencalonkan mereka yang bersama PDIP menempuh jalan kepartaian,” kata Hasto di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

PDIP yakin pengelolaan pemerintah perlu kerjasama antara legislatif dan eksekutif. Karenanya, dukungan partai politik diperlukan agar pemerintahan berjalan stabil.

“Untuk mengelola pemerintah memerlukan sebuah kepemimpinan yang mampu menyatupadukan seluruh potensi tersebut, bukan yang memecah belah potensi tersebut,” katanya.

Walaupun demikian. Hasto mengatakan, ‎saat ini partainya tengah melakukan penjaringan guna mencari kepala daerah untuk DKI Jakarta yang mampui mengatasi persoalan di DKI Jakarta.

“Kami pastikan, yang kami calonkan adalah mereka yang betul-betul memiliki kemampuan mengelola pemerintahan dan memberi jawab pada DKI Jakarta, dapat mengatasi persoalan di DKI dan dapat menjadi kebanggaan bagi bangsa,” ‎ujar Hasto.

Adie MS : Jakarta Butuh Ahok

Jakarta, KABAROKE – Sejumlah aktis, Selasa (29/3) malam. Menggelar acara makan malam bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purna (Ahok), di rumah dinasnya, menteng, Jakarta Pusat.

Sejumlah Aktris Ibu Kota, Tadi Malam Menggelar Acara Makan Bersama Ahok

Jakarta, KABAROKE – Sejumlah Aktris menghadiri acara makan malam bersama Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di rumah dinas, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016) malam.

Sejumlah aktris tersebut ialah, Raffi Ahmad dan istri: Nagita Slavina, Addie MS dan istri: Memes, Gading Marten dan istri: Gisella Anastasia, Raline Shah, Julia Perez, Denny Cagur, Tika Panggabean, dan Udjo Project Pop.

Mereka bertemu kurang lebih tiga jam lamanya. Pertemuan berlangsung tanpa sorotan kamera wartawan.

Ahok mengatakan pertemuan tadi tak membicarakan tentang dukungan selebriti buat Ahok jelang pilkada Jakarta. Pertemuan hanya dipakai untuk saling tukar pikiran.

“Kami nggak cerita dukungan, cerita yang lucu-lucu saja selama di pemda. Ngobrol saja emang nggak boleh? Kenal Jupe (Julia Perez) gue. Boleh dong,” kata Ahok.

“Ini kan sudah teman lama, sama Pak Toto dari zamannya Pak Jokowi bike to work. Ini kan adik kakak,” Ahok menambahkan. (red)

Bakal Calon DKI 1 Termuda Ini, Siap Saingi Ahok Di Pilgub DKI

Jakarta, KABAROKE – Bakal Calon Gubernur DKI termuda, Muhamad Idrus mengaku telah menyiapkan program dan strategi untuk melawan calon incumbent Basuki T Purnama (Ahok) diajang Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

Pria yang kerap disapa Bang Idrus menjelaskan, gagasan program yang akan dilontarkan untuk DKI Jakarta diantaranya Rp. 1 Miliar per Tahun untuk setiap Rukun Warga (RW), 1 orang PNS di setiap RW, 1 Koperasi di setiap RW.

“Dalam berpolitik harus bertindak positif dengan cara kreatif dalam menggugah warga jakarta,” tutur Muhamad Idrus saat Syukuran hari lahir (ulang tahun) ke 38 Tahun (28 maret 1978 – 28 maret 2016) di Kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/03) malam.

Ia menceritakan. Dengan pengalamannya sebagai pengusaha yang dirintis sejak kecil. Idrus yakin dapat membawa perubahan besar untuk Jakarta.

Kedepannya. Bersama relawan #JakartaKEREN, Ketua Koperasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta ini ingin menggugah masyarakat untuk bersama-sama membangun Jakarta yang lebih Keren di bidang Tata Kota, Transportasi, Pendidikan, Ekonomi dan Budaya. Idrus mengusung konsep keren dengan tersedianya fasilitas publik yang nyaman, aman, adil dan merata untuk seluruh warga Jakarta.

“Prinsipnya untuk membangun Jakarta yang lebih Keren kita harus fokus pada 4 pilar yaitu transportasi, pendidikan, ekonomi dan budaya. Jika keempat itu kita benahi. Ibukota pasti maju,” ujar Idrus.

Sebelumnya. Peneliti Politik IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan bahwa Untuk pilkada DKI, semua orang punya potensi dalam memperebutkan DKI 1, tokoh pemuda juga bisa jadi alternatif. Tetapi tentu saja tokoh muda yang bisa dijual di publik. Yang kedua, selain figur, tokoh muda ini mesti apa yang dilakukannya memiliki nilai jual.

“PKS harus cepat mencari figur alternatif yang betul betul bisa mengangkat, kalau tidak akan percuma. PKS harus mempersiapkan agar mendapatkan keuntungan berlipat, PKS harus mempersiapkan calon yang benar-benar bisa dijual ke publik yang bisa menantang Ahok, ” ujar Pangi. (lan/red)

1 263 264 265 266 267 273