Cerita Aziz Soal NH Tolak Jabatan Menteri Demi Sulsel Baru

Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar
Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar

Bone, KABAROKE — Perjalanan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) memasuki arena Pilgub Sulsel 2018 penuh perjuangan. Meski didukung lima parpol, tetap saja ada upaya menjegal pasangan nasionalis-religius tersebut. Hal itu diungkapkan Aziz, saat melakukan kampanye di Kabupaten Bone.

Menurut Aziz, upaya penjegalan itu utamanya ditujukan kepada NH. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang diperolehnya, ada pihak yang berupaya menghalangi NH mengikuti kontestasi politik tahun ini. Caranya dengan menawarkan posisi menteri.

“Ini saya dengar dari banyak sumber bahwa ada pihak yang coba halangi Pak NH agar tidak maju di pilgub ini. Beliau diminta jadi salah satu menteri, tapi tekadnya beliau sudah kuat. Pak NH menunjukkan komitmen pengabdiannya, tetap memilih membangun Sulsel Baru,” ujar Aziz.

Komitmen pengabdian itu turut menjadi pertimbangan Aziz yang akhirnya mantap berpasangan dengan NH. Setelah enam bulan melakukan perenungan, sosok yang besar di lingkungan pesantren ini yakin hanya NH sosok terbaik pada Pilgub Sulsel 2018. Terlebih, dirinya memiliki kesamaan visi dan misi mewujudkan Sulsel yang sejahtera dan berkeadilan.

Tidak kalah penting, Aziz menyebut hanya NH yang tidak sebatas berkomitmen membangun ekonomi, tapi juga umat. Aziz juga menegaskan duetnya bersama Nurdin terjalin atas kesamaan sudut pandang ideologi. Tidak seperti pasangan calon lain yang ‘kawin paksa’ demi meraih kursi menuju Pilgub Sulsel 2018.

Baca Juga  Diisukan Mundur, NH-Aziz Siap Daftar ke KPUD Sulsel

“Saya dan Pak NH mantap berpasangan karena kesamaan ideologi. Bukan untuk mengejar kekuasaan atau menumpuk kekayaan,” tutupnya.

Cerita Nurdin menolak jabatan menteri demi membangun Sulsel memang turut mewarnai perjalanan pasangan nomor urut satu ini. Bukan hanya jabatan menteri, mantan Ketua PSSI itu diketahui juga menolak tawaran posisi sebagai Ketua Umum DPP Golkar. Tawaran jabatan strategis itu bahkan tiga kali datang, tapi tegas ditolak Nurdin demi Sulsel.

Nurdin menuturkan pilihan pulang kampung untuk mewujudkan Sulsel Baru adalah janji yang diikrarkan kepada rakyat dan Allah SWT. Pantang bagi mantan bos PSM Makassar itu melanggar janji, apapun taruhannya.

“Sulsel Baru itu janji saya kepada masyarakat Sulsel untuk membangun kampung dan menata kota. Terlebih, di masa saya terpuruk dulu, saya juga pernah berjanji kepada Allah SWT untuk membuat Sulsel, kampung halaman saya menjadi lebih baik,” pungkasnya. (*)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment