Di Selayar, Warga Prancis Diciduk Karena Diduga Curi Kayu

Jean Philippe Andrea Thomas

Jean Philippe Andrea Thomas

Makassar, KABAROKE — Seorang warga negara asing alias WNA asal Prancis, Jean Philippe Andrea Thomas, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian lantaran diduga melakukan pencurian kayu kanaha di Kabupaten, Selayar, Sulsel. Lelaki berusia 51 tahun tersebut diketahui merupakan Direktur PT Pearl Beach Cottage di Kabupaten Selayar yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari di ujung Pulau Sulawesi.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, mengatakan kasus dugaan pencurian kayu oleh seorang WNA Prancis masih diusut. Kepolisian telah mengambil keterangan pelapor, terlapor dan sejumlah saksi. “Yang bersangkutan (Thomas) sudah diamankan. Laporannya itu diduga mencuri kayu kanaha sebanyak enam pohon,” kata Dicky, Selasa, 3 Oktober.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Thomas menebang enam pohon kanaha dengan menggunakan geregaji mesin. Kayu tersebut lantas dibawa oleh WNA Prancis itu ke villa miliknya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian di Desa Lowa, Kabupaten Selayar. “Pohon yang ditebang itu diolah menjadi balok dan sampai sekarang kayu hasil curian itu disimpan di sekitar villa,” ucap Dicky.

Kasus dugaan pencurian kayu kanaha tersebut dilaporkan oleh seorang warga bernama Dariatno. Dicky menyebut sang pelapor, terlapor dan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan terlapor, atas kejadian tersebut mengalami kerugian berkisar Rp50 juta. Adapun kepolisian sudah mengecek lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti berupa kayu hasil curian.

Dalam proses pengusutan kasus tersebut, Dicky melanjutkan terungkap bahwa izin tinggal Thomas di Indonesia sudah habis. Diperoleh dokumen pengajuan penambahan izin tinggal dari Bos PT Pearl Beach Cottage ke pihak Imigrasi Makassar. “Yang bersangkutan sudah overstay, makanya kami lakukan juga koordinasi dengan Imigrasi Makassar,” pungkas dia. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *