Dilirik Kemenperin, UMI Genjot Kualitas SDM Keinsinyuran

Rektor UMI Prof masrurah Mokhtar (dok net)
Rektor UMI Prof masrurah Mokhtar (dok net)

Makassar, KABAROKE — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Institut Otomotif Indonesia (IOI) serta 22 perguruan tinggi Indonesia menandatangani nota kesepahaman‎ dalam penguatan industri kecil menengah otomotif, peningkatan kapasitas SDM industri otomotif serta pengembangan kendaraan pedesaan. Penandatangan nota kesepahaman tersebut dilakukan di Ruang Garuda Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 29 November.

Salah satu perguruan tinggi yang dilirik Kemenperin itu yakni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. UMI bersama 21 perguruan tinggi lainnya dan Kemenperin akan berusaha maksimal memperkuat memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia. Guna mewujudkan hal tersebut, UMI Makassar menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas SDM Keinsinyuran.

Rektor UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar, mengatakan pihaknya saat ini tengah berusaha meningkatkan kualitas SDM secara khusus pada pengembangan riset dan inkubator bisnis Industri Kendaraan Pedesaan. Caranya dengan membuat program inovatif bagi dosen dan mahasiswa pada lingkup Fakultas Teknik Industri (FTI) UMI.

Komitmen tersebut diungkapkan Masrurah Mokhtar dihadapan para menteri dan 21 rektor dan direktur perguruan tinggi yang hadir dalam Forum Group Discussion (FGD) usai penandatanganan MoU. FGD tersebut mengangkat tema Pengembangan IKM, Pendidikan Tinggi Vokasi dan Kendaraan Pedesaan Indonesia Menuju Industri Nasional Yang Maju dan Mandiri.

Baca Juga  "Petepete Smart Harusnya Dirancang oleh Gabungan Insinyur, Bukan Arsitek"

“Salah satu upaya kita dengan memaksimalkan dan mengoptimalkan kerjasama yang sudah terjalin dengan sejumlah industri dan perusahaan yang ada di daerah,” kata Masrurah saat dikonfirmasi, Selasa 29 November.

Hasil dari kesepakatan bersama dalam MoU tersebut, Masrurah menjelaskan ada tiga point penting sebagai tugas yang harus diemban oleh masing-masing perguruan tinggi terkait. Ia mengatakan, “Kami memiliki tiga tugas utama, pertama sertifikasi kompetensi, kemudian pengembangan Industri Kecil-Menengah dan kendaraan pedesaan.”

Pada kesempatan yang sama juga diadakan penandatanganan nota kesepahaman lima Menteri, yaitu Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset, Teknologi dan PendidikanTinggi, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri BUMN dalam mendorong pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi berbasis kompetensi yang link and match dengan industri. (Yasir)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment