Dimulai 2018, Proyek Tol Layang Dalam Kota Makassar Ditarget Tuntas 2020

Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Dirut PT Bosowa Mega Nusantara Anwar Toha
Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Dirut PT Bosowa Mega Nusantara Anwar Toha

Makassar, KABAROKE — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggandeng PT Marga Utama Nusantara untuk proyek pembangunan tol layang dalam kota. Megaproyek tersebut rencananya akan dimulai pada awal 2018. Adapun pengerjaan proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di Kota Makassar itu ditarget rampung dalam dua tahun.

Proyek pembangunan tol layang dalam Kota Makassar diawali dengan penandatanganan letter of intent di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Penghibur, Rabu, 11 Oktober. Surat kerjasama itu diteken langsung oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Direktur Utama PT Bosowa Mega Nusantara (anak perusahaan dari PT Marga Utama Nusantara), Anwar Toha.

“Kesepakatan ini merupakan inti dari pembangunan yang akan dimulai pada awal 2018. Kesepakatan ini berisi pernyataan kehendak untuk bersama-sama perusahaan berpengalaman dalam mewujudkan tol dalam kota,” kata Danny-sapaan karib Ramdhan Pomanto.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek tol layang rencananya dibangun melintasi Jalan AP Pettarani, salah satu jalan protokol utama di Makassar. Jalan itu membentang sepanjang 4,3 kilometer, berbatasan dengan Jalan Urip Sumoharjo di sisi utara dan Jalan Sultan Alauddin di bagian selatan. Proyek tol layang ditargetkan tuntas pada 2020 dengan biaya Rp2,3 triliun.

Baca Juga  Dukungan PDIP Terhadap Ahok Masih Indikatif

Danny optimistis bila tol layang dalam kota itu beroperasi, maka kemacetan akan terurai, khususnya pada Jalan AP Pettarani. Jalan itu memang terbilang paling padat di Makassar, dengan dilintasi sekitar 60 ribu kendaraan setiap hari. Dengan adanya jalan tol layang, bebannya bisa berkurang hingga 40 persen.

“Kami informasikan kepada masyarakat Makassar bahwa nantinya dua lajur Jalan AP Pettarani akan ditutup selama masa pengerjaan. Tapi pengerjaannya dilakukan pada malam hari sehingga tidak akan terlalu mengganggu aktivitas warga,” terang Danny.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bosowa Marga Utama Nusantara, Anwar Toha, mengatakan pemasangan batu pertama akan dilanjutkan dengan pemancangan tiang pada sejumlah titik proyek. Adapun proses konstruksi baru akan dimulai pada Maret 2018. “Semoga bisa sesuai target yakni rampung dalam dua tahun,” pungkasnya. (***)


Was This Post Helpful:

1 votes, 5 avg. rating

Share:

Leave a Comment