Penyaluran Rupiah Baru Terbatas, Antrean Penukaran di Kas Keliling Diserbu Warga

Kas Keliling Bank Indonesia untuk Penukaran Rupiah Baru Diserbu Warga
Kas Keliling Bank Indonesia untuk Penukaran Rupiah Baru Diserbu Warga

Makassar, KABAROKE — Sejak diluncurkan pada 19 Desember 2016 lalu, rupiah baru tahun emisi 2016, terus diedarkan ke seluruh wilayah di Indonesia. Namun, di Kota Makassar, rupiah TE 2016 masih langka, antrean panjang penukaran tampak panjang di lokasi Mobil Kas Keliling Bank Indonesia di Pasar Terong Makassar, Jalan Masjid Raya, Kota Makassar, Senin, 10 Januari 2017.

Petugas Pengamanan Bank Indonesia, Dany Wahyuddin, mengungkapkan antrean panjang penukaran uang terjadi di Makassar akibat pasokan rupiah TE 2016 di Kota Makassar masih kurang. Pelanggan pun hanya diberikan satu paket rupiah baru untuk satu kali penukaran.

“Satu paket perorang. Isinya Rp200 ribu, terdiri dari pecahan Rp100 ribu sampai Rp2.000. Sekarang masih langka atau terbatas,” kata Dany di lokasi Mobil Kas Keliling Bank Indonesia.

Puluhan orang tampak antre sejak pukul 09.00 Wita pagi tadi. Sementara pelayanan penukaran hanya dilakukan hingga pukul 12.00 wita.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan penukaran rupiah TE 2016 akan dilakukan secara berkelanjutan. Dalam satu mobil kas keliling, jumlah modal yg dibawa terbatas, dan kemungkinan tidak mencukupi semua permintaan masyarakat.

Baca Juga  Ini 12 Pahlawan di Rupiah Seri Baru

“Oleh karena itu, biasanya dilakukan pembatasan dalam setiap penukaran. Yang penting masyarakat tidak perlu khawatir karena uang yang emisi sebelumnya masih berlaku dan bisa digunakan sebagai alat tukar,” jelasnya saat dihubungi, Selasa, 10 Januari 2017.

Ia mengatakan, Bank Indonesia akan berusaha sekuat tenaga untuk secara optimal dan maksimal mengedarkan uang baru Tahun Emisi 2016 tersebut.

Sebelumnya, sejak diluncurkan pada 19 Desember 2016 lalu, rupiah baru tahun emisi 2016, khusus untuk Sulawesi Selatan, Bank Indonesia telah mendistribusikan sebanyak Rp65,97 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Sistem, Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel, Jundun Faisal.

Menurutnya, pendistribusian rupiah baru tersebut dilakukan dengan penukaran melalui kas-kas keliling, penukaran di 12 bank se-Sulsel, dan kas titipan di Kota Palopo, Kota Parepare dan Kabupaten Bulukumba.

“Kami sudah dropping puluhan miliar itu ke wilayah Sulsel khususnya di Makassar. Dan saat ini masih tersisa Rp 100 miliar lagi yang dua pekan mendatang baru didistribusikan,” kata Jundung Faisal dalam keterangan persnya di lantai 11 Menara Bosowa, kantor BI Perwakilan Sulsel, Rabu, 4 Januari 2017 lalu. (Yasir)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment