Duh, Pendukung FAS Blokir Jalan Trans Sulawesi

Massa Pendukung FAS Blokir Trans Sulawesi

Massa Pendukung FAS Blokir Trans Sulawesi

Parepare, KABAROKE — Ratusan pendukung kandidat nomor urut dua pada Pilwalkot Parepare, Faisal Andi Sapada-Asriady Samad, memblokir jalan Trans Sulawesi, tepatnya di perbatasan Kabupaten Barru-Kota Parepare, Kamis (5/7). Aksi itu ditengarai ekspresi kekecewaan massa, atas Pilwalkot Parepare yang dinilai penuh kecurangan.

Ratusan warga dari ragam elemen memadati area sekitar gapura batas kota, sejak pukul 14.00 WITA, yang memicu kemacetan panjang dari arah Kota Makassar. Di tengah aksi tersebut, massa tiba-tiba membakar ban bekas dan kayu di tengah jalan yang membuat kemacetan semakin parah.

“Ini aksi spontanitas dari massa, yang memang tidak bisa dibendung. Tidak terkoordinir dan tidak ada orasi. Ini murni ekspresi kekecewaan atas proses demokrasi di Kota Parepare,” kata salah seorang warga Kota Parepare, Arsyad, Kamis (5/7).

Ia menyebut pemblokiran dan aksi bakar ban di Trans Sulawesi merupakan bentuk kekecewaan sekaligus penyampaian pesan bahwa Pilwalkot Parepare dipenuhi kecurangan yang nyata. Itu jelas tidak bisa diterima oleh masyarakat. “Sangat jelas gelombang dukungan untuk FAS (Faisal Andi Sapada) sangat besar, namun dikalahkan dengan cara-cara keji dan licik,” tegasnya.

Aksi ratusan pendukung Faisal Andi Sapada-Asriady Samad dikawal oleh ratusan aparat keamanan bersenjata lengkap. Mereka sempat menghalau massa dan memadamkan api yang berkobar di tengah jalan. Beberapa saat kemudian setelah macet berjam-jam, lalu lintas akhirnya kembali normal sekira pukul 16.00 WITA.

Sebelumnya, massa pendukung kandidat nomor urut dua menggelar aksi di KPU dan Panwaslu. Mereka menuntut penanganan serius terhadap dugaan kecurangan Pilwalkot Parepare. Di antaranya yakni pemilih pengguna suket dan KTP dalam jumlah tak wajar yakni mencapai 3000 orang, pemilih di bawah umur serta belasan temuan kerusakan segel dan kotak suara.

Tim Faisal Andi Sapada-Asriady Samad juga sebelumnya menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 52 TPS yang ditengarai bermasalah. Namun keputusan Panwaslu tidak merekomendasikan adanya PSU. Kekecewaan massa pun semakin membesar. Informasi yang dihimpun, aksi serupa kembali akan digelar di titik berbeda. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *