Golkar Se-Sulsel Solid Dukung Nurdin Halid di Pilgub Sulsel

Idrus Marham dan Nurdi Halid [dok net]
Idrus Marham dan Nurdi Halid [dok net]
Makassar, KABAROKE — DPD II Golkar se-Sulsel solid menyatakan dukungan untuk mendorong Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid, bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Hal itu terungkap saat pertemuan seluruh DPD II Golkar se-Sulsel dengan Sekjen DPP Golkar, Idrus Marham, di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jalan Bontolempangan, Rabu, 11 Januari.

Idrus mengatakan hasil rapat konsolidasi itu sampai pada kesimpulan untuk mendukung Nurdin Halid dalam kontestasi politik lima tahunan mendatang.

“Kita (DPP Golkar) mengecek, karena di media betapa aspirasi dan dukungan terhadap saudara Nurdin Halid sebagai calon Gubernur (Sulsel). Dan karena itu, saya mengonfirmasi kepada mereka sebagaimana besar dukungan yang mereka sampaikan. Dan itu sudah dijelaskan semua tadi,” ucap Idrus.

Hasil temuannya, lanjut Idrus, dukungan itu mereka sampaikan baik dalam bentuk tertulis, maupun secara lisan. Dan hasilnya sama, mereka berkomitmen untuk mulai bergerak menyosialisasikan Nurdin Halid di Sulsel.

“Saya konfirmasi itu, apakah ini konfirmasi hanya main-main atau sungguh-sungguh. Jawabannya (pimpinan DPD II Golkar) ternyata sungguh-sungguh. Saya bilang, kalau Anda sungguh-sungguh, berarti Anda kerja ke rakyat,” sambung dia.

Baca Juga  Gerindra Pastikan Prabowo Turun Gunung Hadapi Pilkada

Bahkan kata dia, dalam pertemuan itu para pimpinan DPD II Golkar juga meminta kepastian DPP Golkar untuk Nurdin Halid. Hanya saja Idrus menjawab, DPP Golkar belum membahas hal itu, dikarenakan saat ini pihaknya masih fokus dengan Pilkada serentak 2017.

Hasil rapat konsolidasi itu, Idrus berkesimpulan jika Nurdin Halid hampir pasti diusung Partai Golkar. Tak ada alasan bagi Nurdin, untuk menolak aspirasi dari seluruh DPD II Partai Golkar se-Sulsel.

Nurdin Halid disebut Idrus sebagai kader militan. Sehingga ia pun meyakini, Nurdin bakal mengamini. Jika tidak, Nurdin akan mengkhianati aspirasi kader Partai Golkar dan masyarakat Sulsel.

“Saya katakan, kalau Pak Nurdin tidak mau (maju di Pilgub Sulsel), maka Pak Nurdin pengkhianat. Karena kalau didukung lalu tidak mau, berarti dia pengkhianat, karena dia mengkhianati aspirasi rakyat. Dia mengkhianati partai, karena partai ini suara Golkar suara rakyat,” pungkasnya. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment