Hingga Oktober 2017, Impor Sulsel Tembus Rp873,66 Juta

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam Rilis Data Inflasi
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam

Jakarta, KABAROKE — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas impor Sulsel periode Oktober 2017 mengalami penurunan. Meski demikian, secara kumulatif rentang Januari-Oktober 2017, nilai ekspor Sulsel malah mengalami kenaikan 28,53 persen, dari US$679,74 juta menjadi US$873,66 juta.

“Nilai impor Sulsel periode Oktober tahun ini menurun 1,9 persen atau sebesar US$92,29 juta bila dibandingkan bulan sebelumnya. Tapi, secara kumulatif malah melonjak cukup signifikan. Sepanjang 2017, nilai impor Sulsel menembus US$873,66 juta,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.

Berdasarkan data BPS, sebagian besar impor Sulsel ditujukan untuk komoditas bahan bakar mineral yang mencapai US$175,11 juta. Disusul gandum-ganduman (US$126,39 juta), mesin-mesin/pesawat mekanik (US$120,77 juta), mesin/peralatan listrik (US$111,5 juta) serta gula dan kembang (US$85,3 juta).

Baca Juga  Ini 'Senjata' KPPU Hadapi Banding Yamaha-Honda

Bila ditilik dari sebaran negara, impor Sulsel didominasi barang-barang asal Tiongkok yang mencapai US$226,61 juta. Disusul Singapura (US$165,49 juta), Thailand (US$64,28 juta) dan Argentina (US$52,8 juta). “Secara kumulatif, impor Sulsel kebanyakan dari Tiongkok. Tapi untuk Oktober 2017, Singapura dan Kanada mencatat impor terbesar,” ucap Nursam.

Peningkatan nilai impor Sulsel secara kumulatif, Nursam mengatakan berbanding terbalik pada nilai ekspor. Menurut dia, ekspor Sulsel malah anjlok 11,04 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Ekspor Sulsel periode Januari-Oktober 2017 hanya US$822,73 atau menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$924,82 juta. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment