Inflasi Sulsel 0,28 Persen Per November, Ini Penyebabnya…

Pesawat Garuda Indonesia
Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi di Sulsel

Makassar, KABAROKE — Setelah sempat mencatatkan deflasi berturut-turut, Sulsel kembali mengalami inflasi pada November 2017. Inflasi Sulsel sebesar 0,28 persen pada bulan ke-11 pada tahun ini didorong oleh kenaikan hampir seluruh komponen pengeluaran.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan kenaikan tarif angkutan udara menjadi penyumbang inflasi terbesar pada November 2017. Disusul ikan cakalang, beras, bahan bakar rumah tangga, ikan bandeng dan cabai rawit.

“Inflasi November 2017 terutama disebabkan oleh kenaikan harga komoditas angkutan udara. Andilnya mencapai 0,079 persen, disusul ikan cakalang (0,055 persen), beras (0,052 persen), bahan bakar RT (0,051 persen) dan ikan bandeng (0,043 persen),” kata Bambang, di Makassar.

Menurut Bambang, meski secara umum terjadi inflasi, tapi beberapa komoditas ada yang mengalami penurunan harga. Di antaranya yakni tomat sayur (-0,092 persen), tomat buah (0,087 persen), emas perhiasan (0,066 persen), kacang panjang (0,022 persen) dan wortel (0,014 persen).

Baca Juga  April 2017, Kunjungan Wisman ke Sulsel Turun 22,94 Persen

Bila ditilik berdasarkan kelompok pengeluaran, Bambang menyebut kontribusi terbesar atas pembentukan inflasi berasal dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,49 persen (mtm). Disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,42 persen) serta kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar (0,40 persen).

“Seperti halnya pada komoditas, bila dilihat secara kelompok pengeluaran meski terjadi inflasi, tetap ada juga yang mengalami penurunan harga. Itu berasal dari kelompok sandang (-0,77 persen),” terang Bambang.

Secara tahunan, Bambang mengimbuhkan laju inflasi Sulsel mencapai 3,68 persen (yoy). Semua itu didorong oleh kenaikan kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar (5,58 persen), kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (5 persen) dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (4,17 persen).

“Inflasi Sulsel secara tahunan masih berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia yakni 4 plus minus 1 persen,” tutup dia. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment