Ini 4 Faktor Pendorong Elektabilitas NH-Aziz di Pilgub Sulsel 2018

Ilustrasi
Ilustrasi

Makassar, KABAROKE — Lembaga riset nasional Index Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Hotel Clarion Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (7/6). Hasilnya, elektabilitas Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) menempati urutan pertama, unggul cukup telak dibandingkan tiga paslon lain yang menjadi rivalnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada Mei 2018, elektabilitas NH-Aziz mencapai 30,1 persen. Unggul 6,7 persen dibandingkan elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) sebesar 23,4 persen pada urutan kedua. Selanjutnya, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 18,9 persen dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) 5,1 persen. Sisanya, sebesar 22,5 persen responden menjawab rahasia/tidak tahu.

Direktur Eksekutif Index Indonesia, Agung Prihatna, mengungkapkan riset mengenai elektabilitas empat kandidat dilakukan periode Mei 2018 atau sebulan sebelum tahapan pemilihan pada 27 Juni. Survei Index Indonesia dijamin akurat karena memakai sampel sangat besar mencapai 11.200 responden di 24 kabupaten/kota. Margin error-nya pun hanya plus minus 1 persen.

Menurut Agung, secara umum elektabilitas keempat kandidat menunjukkan tren positif. Namun, dengan sisa waktu yang ada, NH-Aziz unggul cukup jauh, bahkan terpaut 6,7 persen dengan NA-ASS di urutan kedua. Kata dia, terdapat setidaknya empat faktor pendorong yang membuat tingkat keterpilihan pasangan nasionalis-religius sangatlah tinggi, beda jauh dengan tiga kandidat lain.

Baca Juga  Nurdin Halid dan Idris Manggabarani Bertemu, Bahas Pilgub Sulsel?

Pertama, NH-Aziz mampu mencitrakan diri sebagai orang yang baik, ramah dan sopan. Itu bisa terlihat dengan komitmen politik santun dan memberikan pencerahan demokrasi, termasuk menciptakan pilkada aman, damai, bersih dan bermartabat. Kedua, pasangan ini unggul dalam hal program yang sangat diterima masyarakat karena sesuai kebutuhan.

Ketiga, NH-Aziz berhasil menarik dukungan besar dari kantong-kantong pemenangan dengan melakukan pendekatan kedaerahan. Keempat, pasangan yang diusung lima partai itu unggul berkat citra keagamaan, dimana kehadiran Aziz yang berlatar belakang tokoh agama menjadi magnet tersendiri bagi pemilih di Sulsel.

“Dalam analisis regresi pada survei ini, NH-Aziz cenderung dipilih karena empat faktor dominan. Itu meliputi citra sebagai orang baik, ramah dan sopan; menawarkan program yang dibutuhkan masyarakat, berasal dari daerah yang sama dan citra keagamaannya,” kata Agung, di sela rilis survei dan diskusi pilkada bertema ‘Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulsel 2018: Siapa yang Paling Berpeluang?’

Menurut Agung, tiga kandidat lain juga memiliki faktor dominan pendorong elektabilitas, tapi tidak sekuat NH-Aziz. AAN-TBL misanya memiliki nilai tambah pada faktor pengalaman memimpin. Lalu, NA-ASS mempunyai keunggulan pada kinerja baik dalam pemerintahan dan IYL-Cakka dipandang memiliki pengalaman memimpin dan adanya ikatan kekerabatan, khususnya dengan pemimpin terdahulu. (**)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment