Ini Curhat dan Pesan Korban First Travel untuk Andika dan Anniesa

Polisi Tangkap Pimpinan First Travel [dok net]
Polisi Tangkap Pimpinan First Travel [dok net]
Jakarta, KABAROKE — Rusmala Dewi (54 tahun) adalah korban kesekian yang mengadukan nasibnya kepada Crisis Center. Dewi tidak berharap banyak selain keajaiban Allah akan datang kepadanya dan para korban lainnya.

“Kalau saya boleh berharap, saya ingin tetap berangkat, tapi kan Allah yang mengatur segalanya, saya pasrah saja,” ujar Dewi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari republika.co.id, Kamis kemarin.

Dewi bercerita awal mula ikut berangkat menggunakan First Travel. Sebelumnya, dia mengaku, pernah umrah melalui jasa First Travel. Semua berjalan dengan normal dan jadwal keberangkatan tidak dipalsukan.

Sehingga pada 2015 pun keluarganya ingin umrah bersama dengan Dewi. Bermodalkan tabungan hasil upah mengajar ngaji selama ini, akhirnya Dewi menyanggupi ajakan keluarganya.

“Saya karena bapak, ibu, kakak, dan adik belum pernah umrah jadi mereka takut dan ngajak saya. Ya sudah saya ada uang ya udah berangkat (daftar) sama-sama,” ceritanya.

Awalnya dijanjikan bahwa keberangkatan akan dilakukan Februari 2017, namun kemudian diundur menjadi bulan Mei 2017. Pasca mendengar jadwal diundur keluarga mulai mengajukan refundsedangkan Dewi tetap melanjutkan niatnya untuk umrah.

“Tapi sampai hari ini belum dikembalikan uangnya, janji katanya 90 hari, ini kan sudah lebih dari 90 hari, tapi ya belum nerima uangnya,” ucap Dewi.

Baca Juga  Deng Ical: Perayaan Imlek, Momen Pemersatu Etnis

Dewi mengaku, awalnya tetap yakin tidak memilih jalur refund karena yakin Allah melihat kesungguhannya dan para jemaah lain untuk pergi umrah. Namun, saat kasus ini muncul di media dan mendengar bahwa First Travel hanya memiliki saldo Rp 1,3 juta, Dewi mulai berpikir.

“Saya harapnya berangkat, tapi kalau lihat berita di TV, katanya saldonya tinggal Rp 1,3 juta jadi itukan tidak mungkin (berangkat),” ujarnya.

Meski demikian, Dewi berharap, agar para tersangka tidak lepas tangan. Mereka yang memiliki aset banyak harus bisa mempertangungjawabkan perbuatannya dan segara mengganti uang jemaah.

Dewi pun mengaku kapok ikut First Travel dan menyatakan tidak akan lagi-lagi umrah menggunakan First Travel. Semoga kasus ini, ucapnya, menjadi pelajaran baik bagi dirinya maupun bagi tersangka.

“Pesan saya, ini pelajaran bagi Andika dan Anniesa ya. Janganlah menyusahkan orang yang mau beribadah. Hidup dengan apa adanyalah, jangan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Gitu saja,” ucapnya. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment