Ini Prediksi BI Soal Laju Ekonomi Sulsel pada 2018

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Bambang Kusmiarso [dok net]

Makassar, KABAROKE — Laju pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2018 diprediksi bisa lebih baik dibandingkan tahun ini. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Sulsel bertumbuh berkisar 7,2 persen hingga 7,6 persen. Torehan itu tentunya tetap berada di atas angka pertumbuhan nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2018 diperkirakan lebih tinggi dari 2017 dengan kisaran 7,2 persen hingga 7,6 persen. Hal itu sejalan dengan proyeksi pemerintah pusat yang memang terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, di Makassar.

Bambang menjelaskan prediksi melesatnya ekonomi Sulsel ditopang oleh sektor konstruksi dan perdagangan. Ditambah lagi, BI memperkirakan dari sisi permintaan domestik, seperti konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah bakal tumbuh kuat.

Berdasarkan data BI, tercatat beberapa faktor pendukung menguatnya ekonomi Sulsel. Di antaranya yakni peningkatan UMP dan terus berlangsungnya gaji 13 dan 14 pada 2018 serta sektor pertambangan yang diperkirakan menguat sesuai dengan produksi nikel yang stabil.

Faktor pendukung lain, BI mencatat pelaksanaan pemilu akan mendorong belanja, khususnya barang pendukung pemilu seperti kertas dan barang cetakan. Belum lagi, terdapat beberapa pembangunan infrastruktur berskala nasional di Sulsel yang berlangsung dan akan selesai pada 2018.

Masih merujuk data BI, ekonomi Sulsel sepanjang 2017 mengalami perlambatan, tapi masih di atas angka nasional. Pada triwulan I, pertumbuhannya menembus 7,52 persen. Lalu, terus menurun pada triwulan II dan triwulan III, masing-masing 6,63 persen dan 6,25 persen. Secara tahunan, torehan tersebut jelas dibawah capaian 2016 yang menembus 7,41 persen.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel secara tahunan juga melambat bila dibandingkan capaian pada 2012. Kala itu, ekonomi Sulsel menggeliat hingga 8,87 persen. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi tertahan dan cenderung menurun, masing-masing 7,61 persen (2013), 7,54 persen (2014) dan 7,17 persen (2012). Baru pada 2016, ekonomi Sulsel kembali bergairah dengan torehan 7,41 persen. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *