Inilah Keterang Saksi, Si Pemilih di bawah Umur Pilkada Takalar

Persidangan Sengketa Pilkada Takalar

Persidangan Sengketa Pilkada Takalar di MK

Jakarta, KABAROKE — Gugatan pasangan calon nomor urut 1 Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim Pilkada Takalar di gelar Senin (17/4) di Mahkamah Konstitusi dengan agenda keterangan saksi.

Dalam sidang tersebut Majelis Hakim meminta keteranga dari pemilih yang masih dibawah umur.

“anda memilih dimana? “tanya Majelis Hakim

“Tps 3,” jawab Ifrad pemilih dibawah umur

“anda seharusnya sudah berhak milih belum?,”tanya Majelis Hakim

“belum yang mulia,”jawab Ifrad

“kenapa milih?,” tanya Majelis Hakim

“karena saya dikasih c6,”jawab Ifrad

“Anda memilih siapa?,”tanya Majelis Hakim

“Saya mencoblos no 2,”jawab Ifrad

“Anda seharusnya tidak ngomong,”tegas Majelis Hakim

“Jadi anda betul betul memilih?,”tanya Majelis Hakim

“iya yang mulia,”jawab Ifrad

“usia anda berapa?,”tanya majelis Hakim

“16 yang mulia,”jawab Ifrad

“c6 ini diperoleh darimana?,”tanya Majelis Hakim

“Dari koordiantor desa, di tps 3,”jawab Ifrad

“langsung dikasih terus langsung milih?,”tanya Majelis Hakim

“Iya yang mulia,”jawab Ifrad

“Jadi dia itu koordinator dari pasangan dua?,”tanya Majelis Hakim

“iya yang mulia,”jawab Ifrad

“waktu memilih itu disuruh memilih no urut?,” tanya Majelis Hakim

“iya yang mulia,”jawabnya

Sebelumnya pada Pilkada Takalar, pasangan Bur-Nojeng yang merupakan petahana dikalahkan oleh pasangan Syamsari Kitta-Ahmad Daeng Se’re (SK-HD) berdasarkan hasil hitungan real count KPU. Pada perhitungan real count KPU Takalar, kedua pasangan tersebut hanya selisih perolehan suara 2.023 atau sekitar 1,16 persen. SK-HD meraih 50,58 persen sementara Bur-Nojeng 49,42 persen. (Iqbal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *