Jalur Penerbangan Militer Dipakai untuk Arus Mudik, Menhub Bilang Begini

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Makassar, KABAROKE — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan pembukaan jalur selatan di Pulau Jawa tidak akan mengganggu penerbangan militer. Toh, pembukaan jalur penerbangan yang notabene dikhususkan untuk TNI AU tersebut telah mendapatkan persetujuan. Pengaturan juga akan dilakukan untuk memastikan tidak tumpang tindihnya penerbangan umum dan militer.

“Jalur selatan (di Pulau Jawa) sudah dibuka dan mendapatkan persetujuan. Pembukaan jalur tersebut tidak akan mengganggu penerbangan militer. Kan sudah dilokalisir dan tidak ada itu over-lapping (tumpang tindih) penerbangan,” kata Menteri Budi, di Makassar, belum lama ini.

Menteri Budi, tidak merinci ihwal kapan penerbangan perdana untuk jalur selatan di Pulau Jawa dilakukan. Yang pasti, jalur baru tersebut akan digunakan saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurai padatnya lalu-lintas penerbangan di Pulau Jawa yang selama ini terpusat di jalur utara. “Intinya sekarang sudah tahap finalisasi.”

Pembukaan jalur selatan di Pulau Jawa itu pertamakali disampaikan oleh Direktur Utama Perusahaan Umum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia atau lebih dikenal AirNav Indonesia, Novie Riyanto. Pembukaan jalur baru tersebut, lanjut dia, atas kerjasama dengan TNI AU.

Baca Juga  Talent Bandung dan Jakarta Semarakkan Sparkling Night di Malibu Cafe

Menurut Novie, pembukaan jalur selatan merupakan upaya pihaknya bersama stake-holder dalam menciptakan kelancaran penerbangan, khusus selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Tidak hanya mempersiapkan fasilitas peralatan dan SDM, terobosan-terobosan juga diperlukan menghadapi musim mudik Lebaran dengan trafik penerbangan yang sangat tinggi.

“Jadi kita tidak hanya menempuh jalur biasa, tapi juga jalur luar biasa dengan mengaktifkan jalur selatan di Jawa. Toh, dari sisi fasilitas komunikasi dan navigasi serta surveilance berupa radar sudah siap,” kata Novie.

Pembukaan jalur selatan untuk pertamakali, Novie meyakini akan sangat membantu lalu-lintas penerbangan yang sudah terlampau padat di Pulau Jawa. Keberadaan jalur selatan tersebut membuat penerbangan dari Jakarta ke Surabaya atau Bali tidak lagi menumpuk di jalur utara.

Menurut Novie, pemakaian jalur selatan pun diproyeksikan akan dipermanenkan. Namun, kebijakan tersebut tentunya harus mendapatkan persetujuan dari TNI AU. Terlebih, penerbangan via jalur selatan memang milik TNI AU. “Jalur selatan ke depannya akan kita gunakan permanen dengan catatan tatkala TNI tidak menggunakannya barulah kita bisa gunakan,” pungkasnya. (tyk)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment