Keterangan Saksi ke-4 di Sidang Ahok Dianggap Palsu

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok [dok net]
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok [dok net]
Jakarta, KABAROKE — Salah satu kuasa hukum terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Humphrey R Djemat mengatakan bahwa keterangan dari saksi keempat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wilyudin Dani akan ditunda hingga minggu depan.

Pasalnya, kuasa hukum Ahok menilai keterangan yang disampaikan yang disampaikan Dani dinilai palsu. Untuk itu pada sidang keenam yang digelar Selasa depan (17/1), pihaknya akan menghadirkan dua orang polisi verbalis dari Polres Bogor.

“Jadi akan dihadirkan sidang berikutnya 2 orang penyidik polisi verbalis karena saksi Dani ini menyalahkan saksi penyidik yang katanya salah ketik,” ujar Humphrey di gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

Humphrey menjelaskan, dalam laporannya, saksi menyebut pidato Ahok di Kepulauan Seribu terjadi pada tanggal 6 September, bukan pada 27 September seperti faktanya. “Padahal dilaporannya dia menyatakan bahwa dia melaporkan pidato Ahok di Kepulauan Seribu itu tanggal 6 September. Padahal pidato tanggal 27 September. Jadi sebelum kejadian pidato 27 September, 6 September dia sudah buat laporannya,” terangnya.

Baca Juga  Pendukung Ahok Bersitegang dengan Ormas

Untuk itu pihaknnya berembuk dan bermusyawarah dengan majelis hakim dan sepakat untuk menunda kesaksian dari Wilyudn Dani pada Selasa depan. “Karena itu hakim berembuk dan bermusyawarah, pertanyaan dihentikan dilanjutkan sidang tanggal 17 Januari dengan 2 polisi Polres Bogor,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahok keluar dari ruang sidang sekitar pukul 23.50 WIB. Ia menyerahkan pembacaan keberatan saksi kepada kuasa hukumnya dan meninggalkan Kementrian Pertanian menggunakan mobil berwarna abu-abu.

Ahok diperiksa lebih dari 15 jam setelah tiba pada pukul 08.00 WIB dengan 4 agenda mendengarkan saksi yang memberatkannya. (Iqbal)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment