KY Sebut Tuntutan Umat Islam Terhadap Kasus Ahok Bukan Intervensi Hukum

Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari

Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari

Jakarta, KABAROKE – Jelang vonis putusan sidang penodaan agama yang melibatkan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), banyak golongan masyarakat yang menuntut agar dapat dijatuhkan hukuman seadil-adilnya.

Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari mengatakan, masyarakat muslim yang menuntut Ahok untuk dijatuhkan hukuman yang adil, hal tersebut bukan bentuk intervensi hukum melainkan partisipasi publik untuk dapat menegakan hukum seadil-adilnya.

“Kami melihat ini partisipasi publik saja, jangan melihat hukum adalah sesuatu yang kedap masyarakat,” kata Aidul Fitriciada di kantor Komisi Yudisial, Jalan Kramat Raya 57, Jakarta, Kamis (4/5).

Aidul menjelaskan, selain fakta hukum di persidangan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat dalam memvonis putusan sidang terhadap terdakwa Ahok.

Menurutnya, hakim dalam hal ini tidak bisa diintervensi oleh lembaga manapun, tetapi aspirasi masyarakat dalam menegakan hukum tidak tertutup.

“Era keterbukaan ini proses seradilan tidak bisa lepas dari partisipasi publik. Hakim harus punya integritas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aidul berharap masyarakat dapat menerima apapun keputusan untuk kasus penodaan agama oleh terdakwa Ahok yang akan digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Mei 2017 mendatang. (Iqbal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *