Labiaplasty, Trend Remaja Barat Saat Ini

women

KABAROKE – Tidak hanya di Korea saja yang sedang trend dengan operasi plastik. Ternyata sebagian remaja barat, juga sedang tergila-gila melakukan operasi plastik. Namun anehnya, operasi dilakukan tidak untuk mengubah bentuk payudara, bokong, apalagi wajah, tapi melainkan genitalia. Yaitu dengan menjalani labiaplasty atau memerak labia minora.

Sebagian pakar menilai, labiaplasty dilakukan untuk mendapatkan labia yang “indah” dan lebih terlihat “atraktif” di mata pasangannya. Tapi sayangnya, genitalia wanita sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi sulit untuk menentukkan standar keindahannya.

“Keinginan melakukan labiaplasty tak terlepas dari minimnya penerimaan terhadap tubuh sendiri. Ada kalanya orang menganggap tampilannya ingin seperti film atau online yang jauh lebih atraktif,” Dr. Hazen Dr. Alexes Hazen, MD, wakil guru besar di Hansjorg Wyss Department of Plastic Surgery yang dilansir dari Teen Vogue.

Misalnya saja, ketika kita melihat bintang porno dengan vagina “tertata rapi”, maka kita akan mengira mungkin itulah bentuk yang bagus atau normal. “Tapi keinginan memiliki tubuh macam model sama sekali tidak realistis,” tambahnya.

Baca Juga  Lingkungan Asri Kurangi Risiko Kematian Pada Wanita

Belum lama berselang, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merilis panduan baru soal bagaimana seharusnya dokter menangangi permintaan gadis muda untuk operasi plastik genitalia atau labiaplasty.

Panduan disusun oleh para dokter tersebut, menyarankan agar para dokter lebih dulu mengedukasi para remaja yang tertarik melakukan operasi plastik. Ada baiknya operasi dilakukan untuk kebutuhan medis, bukan untuk membentuk variasi labia yang dianggap normal.

Dr. Hazen menyatakan, labia adalah bagian normal dari anatomi wanita. Maka ia sama sekali tidak menyarankan melakukan operasi labia pada remaja. Kecuali terdapat “fungsi abnormal-sesuatu yang mengganggu aktivitas normal.

Berbeda halnya bila pasien mengalami kecelakaan saat berolahraga atau beraktivitas, yang berakibat fatal bagi kesehatan secara keseluruhan. Bila tidak segera ditangani atau dioperasi. Barulah labiaplasty dapat dilakukan.

(Sumber: cnnindonesia.com)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment