Naik Lagi, DIPA Sulsel 2018 Tembus Rp31,2 Triliun

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo [dok net]
Makassar, KABAROKE — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. DIPA APBN itu diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Rabu, 6 Desember. Orang nomor satu Indonesia itu juga menyerahkan buku daftar alokasi transfer ke daerah dan dana desa serta Anugerah Dana Rakca 2017 kepada seluruh pimpinan kementerian/lembaga dan gubenur.

DIPA Sulsel untuk tahun anggaran 2018 mengalami kenaikan sekitar Rp1,6 triliun menjadi Rp31,2 triliun. Sebelumnya, DIPA Sulsel untuk tahun anggaran 2017 berkisar Rp29,6 triliun. Jumlah itu meningkatkan dibandingkan DIPA Sulsel pada tahun anggaran 2016 yang hanya Rp19,2 triliun. Dana pusat yang mengucur ke Sulsel bisa lebih besar lagi lantaran angka itu di luar alokasi dana APBN yang diterima lembaga/instansi vertikal di pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia.

“DIPA Sulsel tahun 2018 sebesar Rp31,2 triliun, itu belum termasuk alokasi APBN untuk lembaga dan instansi vertikal yang ada di Sulsel. DIPA itu diserahkankan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mendapatkan kehormatan menjadi orang pertama yang diserahkan,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, Devo Khaddafi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 November.

Baca Juga  Warga Tolak Pembangunan Tower Smartfren, Begini Tanggapan Legislator Makassar

Penyerahan DIPA APBN ke kementerian/lembaga dan provinsi pada 2018 dilakukan lebih awal dibandingkan kegiatan serupa tahun lalu. Penyerahan DIPA APBN 2017 diketahui berlangsung pada 14 Desember. Adapun dipercepatnya penyerahan DIPA pada tahun anggaran 2018 dimaksudkan untuk mengakselerasi penyerapan anggaran oleh kementerian/lembaga dan daerah.

Secara keseluruhan, APBN 2018 mencapai Rp2.220,7 triliun atau meningkat dibandingkan belanja negara tahun ini sebesar Rp2.080 triliun. APBN 2018 terdiri atas anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.454 triliun dan transfer daerah serta dana desa sebesar Rp766,1 triliun.

Selanjutnya, belanja pemerintah pusat bila dirinci terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp847,4 triliun dan belanja nonkementerian/lembaga sebesar Rp607 triliun. Adapun transfer ke daerah dan dana desa dengan total Rp766,1 triliun, terdiri dari transfer ke daerah sebesar Rp706,1 triliun dan dana desa sebesar Rp60 triliun.

Besarnya APBN 2018 dialokasikan untuk meningkatkan jumlah dan mutu pelayanan publik di daerah, mengentaskan kemiskinan, menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi ketimpangan antar daerah. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment