Nasi dari Padi Mutasi Nuklir? Begini Rasanya

Kepala BATAN Prof Djarot Wisnusubroto
Kepala BATAN Prof Djarot Wisnusubroto

Makassar, KABAROKE — Radiasi nuklir ternyata tak hanya terkenal dengan bahayanya bagi tubuh manusia. Ternyata, banyak manfaat yang bisa digunakan untuk terapan tanaman pangan. Salah satunya fokus mendapatkan bibit unggul sehingga menciptakan produktivitas tanaman.

Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) menginisiasi inovasi tersebut melalui pemuliaan mutasi tanaman (mutation breeding) menggunakan radiasi nuklir. Alhasil, produk yang bibitnya diradiasi produktivitasnya meningkat dari bibit normal.

Kepala Batan Djarot Wisnusubroto mengatakan di Sulawesi Selatan sendiri pemuliaan mutasi tanaman telah sukses dan menghasilkan produk yang baik. Khususnya tanaman padi mutasi.

“Batan dan Unhas (Universitas Hasanuddin) sudah 51 tahun kerja sama kembangkan ini. Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah yang sukses mengimplementasikan teknologi radiasi nuklir,” kata Djarot di Kampus Fakultas Teknik Unhas, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis, 12 Oktober 2017.

“Bahkan banyak varietas padi kita digunakan di Sulsel. Rasa nasinya itu enak dan pulen. Itu salah satu bentuk implementasi kerjasama kita dengan Unhas. Di sini hasil padinya terbaik,” ungkapnya menambahkan.

Ia menjelaskan varietas padi yang diradiasi nuklir akan meningkatkan produksi dan waktu masa panen. Hal tersebut, kata dia, secara otomatis akan meningkatkan penghasilan petani.

“Satu karena dia punya produktivitas tinggi. Kalau rata-rata 6 ton (perhektare) sekali panen, itu bisa meningkat jadi 9 sampai 10 ton. Kalau menunggu panen 120 atau 130 hari, itu bisa jadi ratusan hari saja. Kemudian tahan beberapa jenis hama dan yang paling penting, rasanya enak,” tuturnya.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Diminta Genjot Pembangunan Infrastruktur di Daerah

Ia menegaskan, dengan varietas padi radiasi tentunya akan menambah pendapatan bagi petani, di tengah mulai terjadinya krisis lahan pertanian. Manfaat lainnya, meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Indonesia, dengan produktivitas meningkat dan waktu panen singkat.

Pemuliaan tanaman dengan nuklir, awalnya melalui fase radiasi nuklir yaitu sinar gamma. Radiasi tersebut menyasar DNA tanaman, lalu susunan kimia berubah akibat radiasi. Sehingga sasaran pada tananan bisa memendekkan batang atau sebaliknya, memendekkan umur, meningkatkan produksi biji, kadar minyak dan lainnya.

Produktivitas dan keunggulan bibit bisa disesuaikan dengan jenis tanaman. Misal, tanaman padi yang dibutuhkan adalah batang pendek agar tidak runduk dan umur yang pendek agar cepat panen.

Sekadar diketahui, sudah ada bermacam capaian mutation breeding menggunakan nuklir. Yaitu, 22 varietas padi, 10 varietas kedelai, 3 varietas sorgum, 2 varietas kacang hijau, 1 varietas kacang tanah, 1 varietas gandum tropis dan 1 varietas kapas. (***)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Leave a Comment